Posts tagged ‘Yahudi’

10 Juni 2012

Ketua Umum PBNU Said Aqil itu Didikan Yahudi?

by: Brillianto

Dalam group Facebook (FB) #IndonesiaTanpa Liberal, memaparkan panjang lebar tentang pemikiran Ketua Umum PBNU Said Aqil. Bahwa ia ingin meyakinkan kepada seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya di NU, memeluk agama Islam itu berarti “ber-Islam” bukan memutlakkan Islam sebagai satu-satunya nama agama. Sebab, mereka yang secara formal sebagai pemeluk agama Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Khonghucu ataupun lainnya, pada hakekatnya ia “ber-Islam”. Bahkan aliran kepercayaan –Pangestu, sejauh yang ia ketahui, memiliki beberapa kesamaan pandangan dengan Islam, dan dengan agama-agama lainnya.

Terus terang ketika membaca pemikiran Said Aqil saya langsung merinding. Saya membayangkan, berapa banyak warga Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU) yang bingung dengan kepemimpinan alumnus Universitas Ummul Qurra’, Mekah, Arab Saudi ini. Namun saya yakin, tidak semua warga Nahdliyin setuju dengan pemikiran Said Aqil, termasuk pemikiran tetang Tuhan.

Tentang Tuhan, Said Aqil juga sempat mengemukakan pemikirannya, bahwa agama manapun di muka bumi, pasti meyakini dan mengimani adanya Zat Mahakuasa yang menciptakan alam semesta dan seisinya. Namun, perbedaan penyebutan nama Tuhan, apakah itu Allah, Sang Hyang Widi, Dewa, Thian ataupun lainnya, bukanlah penghalang bagi keimanan seseorang. Substansi Tuhan, sungguh pun disebut dengan beribu-ribu nama, hakikatnya satu, yaitu Zat Pencipta alam semesta dan seisinya, yang mengatur roda kehidupan segala makhluk di dunia hingga di akhirat kelak.

Tuhan pun tidak akan marah seandainya tidak dipanggil Allah, seperti halnya orang Jawa yang memanggil “Pangeran” atau “Gusti Allah”. Semua symbol dan realitas lahiriah bukanlah tujuan beribadah dan beragama. Terminal akhir dalam beragama dan beribadah adalah komitmen seseorang untuk menghambakan diri kepada Tuhan. Tidak sedikit orang yang mengatasnamakan agama, tapi hakikatnya justru mentuhankan dirinya dan melalaikan Allah.”

Sesungguhnya pemikiran Said Aqil seperti itu tak aneh. Ia adalah anak didik dan kader penerus misi dan ajaran Gus Dur. Menurut H. Muhammad Naih Maimoen dalam bukunya Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU (Al-Anwar, 2010), dikatakan, Kiai ini ingin memodernisasi pemikiran pengurus dan warga Nahdliyin. Bahkan mendaur ulang kembali “Asas NU”, yaitu madzabnya dua Imam (Abu Hasan al-Asy’ary dan Abu Mansur al-Maturidy) serta Madzahibul Fuqaha’ al-Arba’ah.

Said Aqil yang pernah menjadi Penasehat Pemuda Kristen Indonesia ini mengatakan, “Tauhid Islam dan Kristen sama saja”. Kehadiran sekte Kristen yang menamakan dirinya “Kanisah Ortodoks Syiria” di bahwa pimpinan Bambang Noorsena sempat menarik perhatian besar berbagai kalangan, karena berbeda dengan gaya Kristen lainnya. Kristen ortodoks Syiria tampil mirip dengan gaya ummat Islam. Yakni dengan khas idiom-idiom ke-Islaman dan ke-Araban. Mereka mengucap salam dengan ucapan “Assalamu’alaikum”, laki-lakinya berpeci dan bergamis dan wanitanya juga berjilbab. Al-Kitab yang dibaca mereka juga berbahasa Arab dan cara melantunkannya pun seperti qiroatul Quran, yang istilah mereka disebut tilawatul injil” (Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU, hal 88).

Menurut KH. Abdul Hamid Baidlowi dalam buku Kumpulan Kritik Terhadap Gus Dur dan Said Aqil (Pondok Pesantren Al-Wahdah, 2010), Said Aqil itu berbahaya. Pernyataannya yang terdapat di buku Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU di atas itu, dikutip dari Majalah Bidik edisi perdana, Januari 2003. Di rubrik Bidikan Utama di majalah tersebut sungguh menyesatkan. Begitu pula dengan Kata Pengantarnya untuk buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam yang ditulis oleh Bambang Noorsena. Bahwa dikatakan, “Secara al-rububiyyah, Kristen Ortodox Syiria jelas mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang wajib disembah. Secara al-uluhiyyah, ia juga mengikrarkan la ilaaha illallah: “tiada tuhan (ilah) selain Allah”, sebagai ungkapan ketauhidannya. Sementara dari sisi tauhid sifat dan asam Allah, secara substansial tidak jauh berbeda. Hanya ada perbedaan sedikit tentang sifat dan asma Allah tersebut”.

Berikut sebagian komentar di FB tentang pemikiran Said Aqil :

Kang Indra NU sudah bnyak dikuasai Pmikiran Liberal.

Ahmad Ihyana Al-jubair NU harus secepat’a mngadakan musyawarah nasional luar biasa penggantian ketu baru lgi.lau ttp ktua’a Said Agil NU akan HANCUR…..

Raffi Abidin ih aku ga ngerti dech sama jalan pikiran nya hanya dengan alasan rahmatan lil’alamin, tawassuth (moderat), tawazun (keseimbangan), I’tidal (jalan tengah) dan tasamuh (toleran ko membiarkan warga nya ,dari kalangan umat non islam aja udah pada di protes ini malah membiarkan istigfhar Ji……..

Fendry Irawan Gelo sugan ieu jalma,guguru ti mana jeng kasaha jd ngaco kieu,wah ka si ki joko bodo meureun jd we tambah bodo..#tepokjidat

Hanna Cholil Orang kayak gini k diangkat jd pimpinan NU dimana pemikirannya sangat menyimpang jauh dr lslam otaknya terlalu belepotan eror terlalu banyak falsafah yg hrs di hafal ga kuat naknya eror,…Nau’dzubillahimindzaliik mendingan jd rakyat biasa aja ga menyesatkan Orang lain ,…tenag deh hidupnya…

K Cobain Bellamy Aneh bin nyeleneh..lebih aneh nyeleneh lagi itu keluar dari mulut ulama sekelas ketua ormas Islam besar NU. Parahnya, ternyata juga masih ada umat Islam yang bela2in orang macam ini. Innalillahi waina illaihi rojiuun…!

Joan Lenardo kelicikan liberal . Masuk k forum2 islam yg besar dgn niat untuk merusak aqidah islam dgn menyebarkan paham2 menyesatkan umat.

Chairul Muluk masih pantaskah di sebut Islam jika keyakinannya tdk hny menyimpang tapi bertolak belakang dari Ajaran Allah & Rosulnya.

Hairul Rizal Pimpinan NU parah ini,…….mungkin ia adl agen yahudi didikan USA penghancur Islam dr dalam dg kendaraan PBNU. Warga NU berhati-hatilah memilih pemimpin, bersihkan dari najis SIPILIS dan Syaithon JIL, jauhi diri dari bangkai Musyrik dan Sifat munafik serta Adu domba.

pb: mattula_ada@live.com

26 Mei 2012

SBY Antek Yahudi-AS?

by: Mattula’ada

Itulah judul buku karya Dr. Eggi Sudjana, SH, MSi; mantan aktivis HMI yang saat ini memiliki kantor Law Firm sendiri bernama “Eggi Sudjana & Partners” sejak Maret 2004.

Eggi Sudjana

Buku yang terbilang sangat berani ini, mengkritik berbagai kebijakan SBY yang pro asing, utamanya kalau itu juga menyangkut kepentingan Yahudi-AS. Sebagai contoh, lahirnya UU Migas yang jelas-jelas menguntungkan asing dan merugikan negara. Dalam salah satu artikel berjudul “Selamatkan Sektor Migas Indonesia” yang terdapat di http://www.theglobalreview.com dikemukakan: “Terbukti bahwa dalam penyusunan UU Minyak dan Gas Bumi yang kemudian kita kenal sebagai UU No. 22/2001, ternyata AS melalui USAID, telah mengalirkan dana sebesar Rp 200 miliar atau US$ 21,1 juta. Sungguh suatu skandal berskala nasional, apalagi jika kelak terbukti melibatkan sejumlah anggota DPR.”

Selain itu, penandatanganan Joint Operating Agreement (JOA) Blok Cepu (15-3-2006) yang menetapkan Exxon Mobil pada posisi puncak dalam organisasi pengelola Blok Cepu setelah sebelumnya juga dilakukan Kontrak Kerja Sama (KKS) pada 17-9-2005 (KKS memperpanjang keikutsertaan ExxonMobil dalam pengelolaan Blok Cepu hingga 2035) menunjukkan betapa kuatnya pengaruh AS dengan paham neoliberalisme dan kapitalisme mereka dalam percaturan ekonomi Indonesia. Padahal, sebagaimana dikemukakan Marwan Batubara dalam pengantar bukunya Tragedi dan Ironi Blok Cepu, sangat sulit untuk diterima ketika Indonesia didera krisis energi, terutama BBM (yang dijadikan alasan pemerintah menaikkan harga BBM), kita justru membagi cadangan minyak dan gas alam yang amat besar kepada pihak asing (sebagai catatan, konsumsi minyak Indonesia sekitar 1,3 juta barel per hari). Padahal, Blok Cepu yang mengandung minyak potensial hingga 2,6 miliar barel dan gas alam 14 triliun kaki kubik bisa dikelola sendiri oleh Pertamina.

Disamping itu, Freeport diperpanjang masa kontraknya selama 95 tahun ke depan di masa Presiden SBY yang mana hal ini dapat diduga sebagai salah satu bentuk kompensasi Pemerintah SBY kepada AS untuk didukung penuh menjadi Presiden RI, atau bertujuan agar tidak diganggu oleh jaringan Yahudi-AS selama SBY menjabat Presiden dan tetap langgeng menjadi antek AS?.

Masalah lainnya adalah bailout Rp 6,7 triliun Bank Century. Aneh, mengapa Presiden SBY mengeluarkan Perpu No. 4 tahun 2008 tentang JPSK (Jaring Pengaman Sistem Keuangan) yang dalam salah satu pasalnya, yaitu Pasal 29, memberikan hak perlindungan hukum penuh atau menjadikan Gubernur BI (saat itu dijabat Boediono) dan Menteri Keuangan (saat itu dijabat Sri Mulyani) kebal hukum, sehingga mereka dalam menjalankan tugasnya tidak dapat dihukum/dipidanakan. Hal ini sungguh aneh dan sangat bertentangan dengan Pasal 27 ayat 1 UUD 1945.

“Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

Bahkan, keputusan politik DPR yang menyatakan bahwa Boediono dan Sri Mulyani bersalah, ditanggapi “dingin” oleh SBY, tidak ada keinginan untuk memberhentikan keduanya meskipun dukungan data-data faktual dari hasil audit kertas kerja pemeriksaan keuangan dari BPK dan hasil analisis berupa kertas kerja dari PPATK mengungkapkan adanya masalah (pelanggaran) dalam pengucuran dana bailout Rp 6,7 T Bank Century. Ironisnya lagi, alih-alih dituntut untuk memberhentikan keduanya, SBY malah memberikan restu kepada Sri Mulyani yang mendapatkan tawaran sebagai direksi dari Bank Dunia. Tentunya jabatan tsb akan menjadikan Sri Mulyani sebagai TKW Indonesia termahal dalam sejarah Indonesia.

Kebijakan bailout Bank Century tidaklah tepat jika yang dijadikan alasan adalah untuk mencegah perekonomian Indonesia dari dampak krisis ekonomi global yang berpusat di AS. Oleh sebab itu, bailout tsb jelas-jelas merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang dan pemborosan terhadap uang negara/rakyat. Benar ucapan Jusuf Kalla ketika itu dengan menyatakan bahwa hal itu sesungguhnya adalah bentuk perampokan terhadap uang negara. Namun sayangnya, statement perampokan dari JK tidak ditindaklanjuti oleh DPR RI untuk membongkar kasus tsb sampai ditemukan aktor intelektualnya. Seharusnya DPR RI mengajukan kasus itu ke MK untuk mengimpeach Presiden SBY karena ia telah melanggar UUD’45 (lihat perubahan ke-4 UUD’45 Pasal 7B ayat 1).

Pelanggaran yang dimaksud bisa dikaitkan dengan tindakan SBY yang mengeluarkan Perpu No. 4 Tahun 2008 tentang JPSK sehingga membawa kerugian negara. Disisi lain, mestinya KPK segera mengusutnya lebih jauh dan tegas untuk membongkar sampai terlihat aktor intelektualnya, atau dengan kata lain memeriksa SBY sebagai Presiden yang mengetahui persis pengeluaran uang negara sampai 6,7 T lewat kebijakan Menkeu. Bagaimana mungkin Presiden tidak tahu Menkeu mengambil kebijakan? Bukankah Menkeu bertanggung jawab terhadap Presiden? Untuk itulah, sangat logis dan patut Presiden diperiksa untuk dimintai pertanggung jawabannya, baik melalui impeachment oleh DPR sesuai Pasal 7b ayat (1) UUD 1945 ataupun oleh KPK.

SBY

Selain masalah Freeport dan Bank Century yang tidak tuntas, belakangan banyak sumber daya alam Indonesia yang diobral murah kepada pihak asing yang merupakan networking dari Pemerintah AS. Isu terakhir misalnya perihal penjualan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT. Krakatau Steel (KS) dengan harga yang terlalu murah. Perusahaan milik negara di bidang industri baja ini menawarkan sahamnya ke publik sebesar Rp 850 per saham, dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800 – Rp 1050 per lembar. Harga penawaran umum perdana KS ditengarai bisa mencapai Rp 1150 per saham.

Murahnya harga saham BUMN tsb disebut-disebut terkait dengan tuntutan dan permintaan kalangan investor asing. Padahal, seharusnya KS diperkuat untuk kepentingan nasional. Lebih dari itu, jalan KS ke lantai bursa juga diselimuti isu-isu terkait pesanan saham para pejabat dan politisi. Bahkan, Amien Rais sampai menuding harga saham KS bisa menjadi skandal yang lebih besar dibanding skandal Bank Century, karena menjual aset negara dengan harga murah.

Hampir seluruh sumber daya alam milik bangsa/rakyat Indonesia sudah tergadaikan. Dengan demikian, terjadilah kemiskinan struktural sebagai akibat dari kebijakan Pemerintah SBY yang bercirikan neoliberalisme dan kapitalisme serakah. Semua itu tentulah dibawah kendali AS melalui paham kesepakatan Washington (Washington Consensus).

Tidak hanya itu, proyek Naval Medical Research Unit 2 (NAMRU-2) disinyalir menjadi sarang agen-agen intelijen asing. Adalah Siti Fadilah Supari, Menkes RI ketika itu, sukses membongkar rahasia NAMRU-2 di Indonesia. Rupanya NAMRU-2 merupakan bagian dari setting konspirasi internasional guna menguasai virus dan kesehatan penduduk dunia dengan melibatkan WHO.

Siti Fadilah Supari

Yang menarik, salah seorang peneliti utama di Balitbang Depkes RI bernama Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih diduga terlibat dalam jaringan konspirasi AS tsb. Endang pernah membawa virus H5N1 (flu burung) ke Hanoi, Vietnam, tanpa seizin Menkes. Alhasil, doktor lulusan Harvard School of Public Health, Boston, AS tsb diturunkan dari peneliti utama ke peneliti biasa oleh Menkes Siti Fadilah Supari. Tidak hanya itu, Fadilah Supari juga menghentikan kerjasama dengan NAMRU-2 pada 16-10-2009.

Lucunya, pada Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014, SBY justru mengangkat Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menkes yang menggantikan Siti Fadilah Supari. Hal ini membuktikan sekali lagi betapa terangnya keberpihakan SBY kepada Yahudi AS. Atau hal ini menjadi indikasi nyata bahwa SBY memang bagian dari jaringan Yahudi AS itu.

Menurut Eggi Sudjana, semua kebijakan SBY yang pro Yahudi-AS sulit untuk dibantah jika kita pernah menyimak apa yang pernah dikatakan SBY sbb: “I love the United State, with all its faults. I consider it my second country.”, yang bila diterjemahkan artinya: “Saya mencintai AS dengan segala kesalahannya. Saya anggap AS adalah negeri kedua saya.” Ucapan demikian disampaikan SBY ketika ia menjadi Menko Polkam pada era Presiden Megawati. Ucapan ini boleh jadi waktu itu untuk memperoleh credit point dari AS agar kelak jadi Presiden RI. Karena pada waktu itu ada suasana untuk pergantian kepemimpinan/Presiden RI.

Oleh karenanya, dengan strategi demikian SBY ternyata berhasil menjadi Presiden RI yang tentunya dapat dukungan penuh dari AS, dan partai SBY pun dinamakan Partai Demokrat yang namanya sama dengan Partai Demokrat di AS.

Nampak pada gambar kiri bawah, 3 penyanyi papan atas AS; Jay-Z, Kenya West, dan Rihanna membentuk kedua tangannya dengan gambar Piramida yang merupakan simbol kelompok pemuja setan (Freemason/Illuminati) [lihat gambar kiri atas] yang juga merupakan simbol bintang Zionis-Yahudi (lambang negara Israel) [lihat gambar kanan atas]; yang mana hal yang sama dilakukan SBY pada gambar kanan bawah. Mungkinkah lambang Partai Demokrat memiliki keterkaitan dengan lambang bintang Zionis-Yahudi?

Sebelum Obama menjadi Presiden AS, ia menyatakan di depan konfrensi lobi Yahudi AIPAC, Yerusalem sebagai ibukota Israel Raya untuk selamanya (“Undivided Jerusalem, the Capital of Israel for all Eternity). Bahkan Obama mengatakan bahwa “Yerusalem tidak boleh terpisah, dia harus menjadi ibukota Israel”. Dia mengatakan pula jika menjadi Presiden, AS akan bahu membahu dengan Israel. Para anggota AIPAC melakukan applaus setelah mendengar 15 menit orasi Obama, yang mana hal ini dapat diduga untuk menarik dukungan kaum Yahudi, sehingga bila dihubungkan dengan pernyataan SBY, logikanya SBY meminta restu dukungan Pemerintah AS, sedangkan Obama minta dukungan lobi Yahudi yang pusatnya di Israel, atau dengan kata lain, bahwa AS adalah Israel besar dan Israel adalah AS kecil.

Obama & SBY

Bagi Eggi Sudjana, ucapan SBY ini sebagai wujud bahwa ia memperhambakan dirinya kepada dan untuk kepentingan AS dan sekutunya di Indonesia. Kepentingan mereka diatas kepentingan bangsa Indonesia. Sejak Soeharto lengser, tidak ada calon Presiden lain yang memberikan pernyataan demikian, kecuali SBY. Pernyataan SBY ini pun harus dipertanyakan arti dan maksudnya apa? Sebagai catatan, tentunya kita juga mafhum kalau kekuatan lobi Yahudi mempunyai pengaruh besar untuk mempengaruhi berbagai kebijakan setiap rezim AS, dan kita juga tahu kalau Yahudi selalu memegang prinsip sebagai bangsa yang chauvinis, sehingga memandang rendah dan hina bangsa lain.

Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas, masih banyak kejanggalan-kejanggalan lain yang disebutkan Eggi Sudjana dalam buku “SBY Antek Yahudi-AS?”. Selain itu, sang pendengung Revolusi tsb, dalam bukunya juga banyak membahas tentang sepak terjang Yahudi dalam menghancurkan dunia, utamanya Indonesia yang dimulai dari menjatuhkan Soekarno lewat PKI sampai akhirnya menjajah Indonesia lewat perusahan-perusahaannya yang berhasil mengeruk amat sangat banyak sumber daya alam kita.

Maka dari itu, melihat isinya yang sangat berbobot penuh pengetahuan, maka menurut saya buku ini termasuk kategori “WAJIB UNTUK DIBACA!!!”.

Inilah buku “SBY Antek Yahudi-AS” karya Eggi Sudjana

Sumber: Eggi Sudjana, SBY Antek Yahudi-AS? Suatu Kondisional Menuju Revolusi, Ummacom Press, Tangerang, 2011.

wb: mattula_ada@live.com

26 Mei 2012

Berkat Jurnalisme Warga, Israel tak Bisa Bohong Soal Palestina

Israel tidak lagi bisa menutup-nutupi tindakan biadab tentara dan warganya terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Sebab, warga Palestina mulai mengeliatkan “jurnalisme warga”.

Sebagai contoh saja, video yang dibuat oleh seorang guru bernama Ibrahim Makhlouf. Dalam rekaman itu, seorang tentara Israel menembaki warga desa Aseera al-Qibliya, wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Peristiwa itu mengakibatkan salah seorang pemuda desa terkena tembakan tentara Israel.

Warga Palestina melempar dengan batu kearah pasukan penjajah Israel dalam bentrokan yang terjadi saat memperingati 64 Tahun Hari Nakba dekat kota Ramallah di Tepi Barat Palestina, Selasa (15/5). (Bernat Armangue/AP)

“Kami ingin seluruh dunia melihat apa yang Israel lakukan. Mereka mencuri dan menyerang kami, dan dunia berkata kamilah  teroris dan kriminal,” katanya seperti dikutip alarabiya.net, Kamis (24/5).

Tak lama setelah diunggah, Departemen Pertahanan Israel yang melihat video itu segera memerintahkan penyelidikan. Seperti sikap Israel sebelumnya, mereka selalu saja berdalih bahwa ada hal yang dilebihkan warga Palestina terhadap Israel guna menarik simpati masyarakat internasional. “Tampaknya video tersebut tidak mencerminkan kejadian secara menyeluruh,” dalih juru bicara Departemen Pertahanan Israel.

Juru bicara pemukim Yahudi mengatakan, bentrokan itu dimulai ketika warga Palestina mulai melemparkan batu. Melihat tindakan itu, tentara Israel segera meresponnya dengan meletuskan tempakan ke arah kerumunan warga Palestina. “Mereka yang memulai,” kata dia.

Organisasi HAM Israel,  B’Tselem menyatakan dokumentasi video yang diunggah warga Palestina merupakan keberhasilan program Jurnalisme Warga yang dimulai tahun 2007 silam. Saat itu, pihaknya mendistribusikan 150 camcoder kepada warga Palestina di Tepi Barat. Program itu sendiri bertujuan untuk mengungkap pelanggaran yang dilakukan pemukim Yahudi dan militer Israel melalui media sosial.

“Program  yang kami jalankan ini merupakan usaha untuk menunjukan apa saja yang dilakukan militer dan organ-organ pemerintah,” ungkap Juru bicara B’Tselem, Sarit Michaeli.

Sarit mengatakan medium jejaring sosial mungkin hanya menampilkan sebuah video berdurasi satu menit. Namun,  keberadaan video itu segera menarik minat pengunjung yang hendak melihatnya. Lalu terbentuklah opini dari masing-masing pengunjung.

source: republika.co.id

pb: mattula_ada@live.com

23 Maret 2012

Mengenal Agama dan Bahasa Kitab Suci Dunia

by: Indra Sastrawat

Agama dan kitab suci merupakan satu hal yang tidak terpisahkan. Agama merupakan wahyu atau hasil perenungan panjang seorang manusia sedangkan kitab suci merupakan pedoman atau rangkuman hasil wahyu dan perenungan tersebut. Menarik untuk mengetahui bahasa dari kitab suci agama di dunia. Berikut beberapa agama beserta kitab suci dan bahasa kitab sucinya:

Pendeta membaca Weda

Hindu dan Bahasa Sanskerta

Agama Hindu merupakan agama yang lahir di anak benua India. Agama ini diperkirakan berkembang dari sungai Sindhu di bagian utara India. Kitab suci agama ini adalah Weda dengan bahasa Sanskerta. Dalam bahasa Persia, kata Hindu berakar dari kata Sindhu (Bahasa Sanskerta). Dalam Reg Weda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai Sapta Sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua India, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai Indus). Di dunia agama Hindu merupakan agama terbesar ketiga dengan jumlah penganut sekitar 1 milyar. Sedangkan bahasa Sanskerta yaitu bahasa asli Weda hanya digunakan kurang dari 200 ribu orang diseluruh dunia. Bahasa Sanskerta merupakan bahasa klasik di India dan merupakan satu dari 23 bahasa resmi di India. Bahasa ini pernah berkembang di nusantara Indonesia dan mempengaruhi bahasa lokal seperti bahasa Jawa.

Budha dan Bahasa Pali

Budha merupakan ajaran yang dikembangkan oleh Sidharta Gautama sekitar abad 6 SM. Ajaran ini muncul sebagai reaksi dari ajaran Brahmanisme. Di negeri asalnya India dan Nepal, agama Budha kehilngan pengaruh, justru aqjaran ini berkembang luas di Asia Timur dan Asia Tenggara. Budha merupakan agama terbesar ke-4 di dunia dan merupakan agama dengan pertumbuhan tercepat ke-2 setelah Islam.

Kumpulan ajaran Budha di kumpulkan dalam 3 buah kitab (Tripataka) yang berbahasa Pali. Kata Pali sendiri artinya adalah “baris/garis” atau “teks (karonik)”. Bahasa Pali termasuk rumpun bahasa Indo-Arya. Oleh pakar dinyatakan bahwa sang Buddha adalah penutur bahasa Magadhi. Bahasa Pali oleh penganut Buddha dianggpa mirip dengan bahasa Pali. Sekarang penutur bahasa Pali tersebar dari India Timur, Nepal, Srilanka, Thailand hingga Kamboja.

Zoroaster dan Bahasa Persia

Kuil Zoroaster di Iran

Ajaran Zarathustra berkembang di wilayah Persia kuno dan dibawa seorang nabi bernama Zoroaster.  Zarathustra diperkirakan hidup sekitar 1100-550 SM. Ajaran Zoroaster datang untuk mempengaruhi pemahaman beragama bangsa Persia yang cendrung polytheisme. Dasar ajaran dari Zarathustra adalah monotheisme, yaitu menyembah hanya satu Tuhan, Ahura Mazda.[4] Angra Mainyu, yang merupakan Sang Kegelapan dan lawan dari Ahura Mazda, adalah pengingkaran Tuhan. Sekarang pemeluk agama ini tinggal 2 juta orang. Bahkan di negeri asalnya pengikut Zarathustra sekitar 10 ribu hingga 100 ribu orang saja.

Bahasa Persia merupakan bahasa asli dari Kitab Dasatir dan Awesta, dua kitab suci kaum Zoroaster. Bahasa Persia termasuk dalam rumpun bahasa Indo Eropa, bahasa ini terutama di pakai sebagai bahasa nasional di negera Iran, Afganistan, dan Tajikistan. Bahasa ini tergolong bahasa tertua, yang diperkirakan usianya lebih tua daripada bahasa Sanskerta. Bahasa ini terus berkembang, dan setelah Islam memasuki tanah Persia, kurang lebih 40 persen kosakata bahasa Persia telah terpengaruh oleh kosakata bahasa Arab. Sekarang jumlah penutur bahasa Persia sekitar 100 juta yang tersebar dari Asia barat hingga Asia Tengah.

Selain Zoroaster, di negeri Persia pernah lahir sebuah agama bernama Mani. Agama ini dibawa oleh Nabi Mani. Manikheisme (ajaran Mani) mengajarkan bahwa terdapat dua kerajaan besar, yaitu kerajaan Terang dan kerajaan Gelap yang sudah berperang sejak awal.

Rabi Yahudi Khusyuk membaca kitab suci (www.dreamstime.com)

Yahudi dan Bahasa Ibrani

Sejak jaman dahulu kawasan timur tengah dipilih tempat turunnya agama langit. Salah satunya adalah agama Yahudi. Agama ini berhubungan dengan kelompok bani Israil. Ajaran Yahudi dikhususkan memang untuk bani Israil. Kitab suciYahudi bernama Taurat yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Pokok ajaran Yahudi adalah sepuluh perintah Tuhan dimana percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa menempati posisi teratas.

Bahasa Ibrani hampir punah sebagai bahasa yang dituturkan pada Abad Kuno, namun terus digunakan sebagai bahasa liturgi Yudaisme dan bahasa sastra serta hanya dipakai untuk mempelajari Alkitab dan Mishnah saja. Bahasa Ibrani masih satu rumpun dengan bahasa Arab dan termasuk dalam rumpun Afro-Asia. Bahasa Ibrani merupakan bahasa resmi Negara Israel modern.

Kristen dan Bahasa Aram

Kristen merupakan agama terbesar didunia dengan jumlah pemeluk hampir 2 milyar orang. Agama ini aslinya merupakan suatu mahzab dalam ajaran Yahudi. Pendiri agama ini adalah seorang keturunan Bani Israil. Awalnya perkembangan agama ini sangat lambat sebelum pengaruh Romawi dan Yunani membuat agama ini bisa diterima di Eropa. Dari Eropa agama ini menyebar ke seantero dunia. Kristen telah menjadi begitu banyak sekte dengan tiga kelompok besar yaitu Katholik, Protestan dan Orthodox.

Kitab suci agama ini adalah Bible yang terdiri dari perjanjian lama dan perjanjian baru.Bible modern tidak lagi ditulis dalam bahasa asli Yesus sang pendiri agama ini. Bahasa ibu Yesus adalah bahasa Aram. Bahasa Aram merupakan bahasa Sematik masih satu rumpun dengan bahasa Arab dan Ibrani. Bahasa ini justru tidak dikenal sebagian besar umat Kristen, hanya sekitar 500 ribu yang masih memakai Bahasa Aram.

Islam dan Bahasa Arab

Secara tradisi Islam merupakan satu dari 3 agama langit selain Yahudi dan Kristen. Agama ini disempurnakan oleh Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad mengajarkan agama ini sekitar abad 7 M. Islam modern merupakan agama terbesar kedua di dunia dengan jumlah pemeluk sebanyak 1,5 Milyar orang. Islam juga merupakan agama dengan pertumbuhan tercepat didunia. Agama ini pernah menjadi pionir peradaban ilmu di Asia, Afrika dan Eropa.

Anak sedang membaca Al Quran (www.theramadhanblog.blogspot.com)

Al Quran merupakan kitab suci agama ini. Al Quran ditulis dalam bahasa Arab yang sama dengan bahasa sang pembawa pesan, Nabi Muhammad. Bahasa Arab merupakan bahasa terbanyak ke-2 yang digunakan menjadi bahasa resmi di suatu Negara. Jumlah penutur bahasa bahasa ini sebanyak kurang lebih 400 sampai 500 juta orang, menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa kitab suci dunia yang paling banyak dituturkan. Bahasa Arab termasuk kelompok bahasa Sematik dan rumpun Afro-Asia.

Sikh dan Bahasa Punjabi

Sikh adalah ajaran yang berkembang di bagian utara India sekitar abad 17 M. Agama ini didirikan oleh Guru Nanak. Banyak yang berpendapat kalau ajaran ini merupakan jalan tengah atau campuran kepercayaan Islam dan Hindu. Agama ini termasuk masih baru.Kitab suci agama ini adalah Shree Guru Granth Sahib Ji. Kitab suci ditulis dalam bahasa Punjabi. Bahasa Punjabi merupakan salah satu bahasa Indo Arya yang dituturkan kurang lebih 60 juta orang. Nanak pada abad ke-16 menciptakan sistem penulisan khusus bagi kaum Sikh yang disebut Gurmukhi, yang berarti petuah guru, dan kitab suci kaum Sikh yakni Granth Sahib ditulis dalam huruf Gurmukhi.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id