Posts tagged ‘shalat’

7 Mei 2012

Semesta Bertasbih di Langit Makassar

by: Indra Sastrawat

Sayup-sayup terdengar merdunya alunanan Zikir dari corong gedung lantai 11 Wisma Kalla, pertanda bagi kami untuk bersiap-siap melaksanakan shalat Jumat. Saya menatap disebelah barat tempat saya duduk nampak dengan kokoh berdiri Menara Bosowa, sebuah gedung pencakar langit tertinggi di Makassar. Gedung ini punya kharisma tersendiri di kota Makassar, dibangun oleh kelihaian saudagar Bugis simbol dari cerita sukses para passompe masa silam.

13361875571610748000

Menara Bosowa

Jeda sejenak saya memandang sedikit ke utara, kelihatan gemerlapnya gedung Graha Pena milik Saudagar Alwi Hamu. Graha Pena merupakan pusat bisnis koran Fajar, sebuah koran terbesar di Indonesia Timur.Di kedua gedung ini saya bisa merasakan lantunan zikir sama seperti di wisma Kalla, bagi orang Bugis nilai-nilai spritual tidak bisa dipisahkan dari nafas bisnis para saudagar ini.

Tidak lama aluanan Takbir memanggil kami untuk segera berkumpul di lantai 4 untuk segera menunaikan kewajiban Shalat Jumat. Sambil wudhu saya pandangi langit Makassar yang mulai bergeliat dengan gedung-gedung pencakar langitnya.

1336187787404128747

Menara Phinisi Milik UNM

Sebuah gedung dengan artistik lokal-modern sedang di genjot pembangunannya, diberi nama sesuai dengan semangat orang Bugis Makassar yaitu Menara Phinisi. Gedung yang tingginya 96 Meter menjadi cikal bakal pusat administrasi dan rektorat Universitas Negeri Makassar. Tidak jauh dari Menara Phinisi sedang dibangun Menara Universitas Muhammadiyah berlantai 15.

Tidak ingin kalah dari UNM dan Unismuh, pihak Universitas Muslim Indonesia (UMI) sedang merintis pembangunan gedung tinggi bernama Grand Syariah UMI, gedung ini lebih tinggi dari menara Phinisi. Dan jika tidak ada halangan Grand Syariah ini makin mengukuhkan jatidiri orang Bugis Makkasar nafas islami. Sejak lama Sulsel dan Makassar disebut sebagai serambi Madinah.

13361876291526498117

Masjid Terapung di Makassar

Dalam lima tahun terakhir semakin banyak gedung pencakar langit yang dibangun di kota anging mammiri. Sebagian besar di bangun untk kepentingan ekonomi dan bisnis disamping untuk sarana pendidikan. Proyek Monumental lain yang sedang di bangun adalah pembangunan Masjid Terapung pas didepan pantai Losari bernama Masjid 99 Al-Makassary yang merupakan masjid pertama yang dibangun di atas laut. Dan tidak lama lagi dari laut Makassar akan terdengar lantunan tasbih, tahmid dan takbir.

13361879001626078931

Wisma Kalla

Rasa lapar sehabis Shalat mengerakkan kami ke kantin, saya menatap gedung hijau tempat saya makan.Gedung hijau ini tiada lain adalah Wisma Kalla. Dari namanya semua sudah tahu bahwa pemilik gedung ini adalah saudagar Bugis Makassar yang paling sukses, dia adalah Jusuf Kalla. Belum genap sebulan saya berkantor di gedung hijau ini, tiap masuk waktu shalat lantunan zikir selalu mengawali waktu shalat. Kerja dan ibadah merupakan dua pilar sukses yang selalu bersama.

Dan bisa dipastikan di setiap waktu shalat terutama jelang shalat Jumat dari gedung-gedung pencakar langit dan menara masjid yang menjulang tinggi akan terdengar lafaz zikir kemudian menyusul lantunan takbir. Dan semesta bertasbih di langit Makassar.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

13 Februari 2012

Akankah Kiamat Segera Terjadi??

by: Mattula’ada

Berbagai kejadian aneh yang telah menimpa dunia ini, seperti :

*) Turunnya hujan ikan di Australia:

*) Turunnya hujan darah di India:

*) Turunnya hujan es di Indonesia:

*) Turunnya hujan es di Malaysia:

*) Turunnya hujan es di Amerika:

*) Turunnya hujan es di Argentina:

*) Turunnya hujan batu di Prancis:

*) Makhluk aneh di Pulau Balambangan di Kudat:

*) Seorang anak yang berubah menjadi makhluk aneh di Arab:

*) Seorang anak yang berubah menjadi makhluk aneh di Palembang:

*) Bayi yang melahirkan bayi:

*) Bayi mirip ular:

*) Ikan kepala manusia:

*) Langit terbelah di Yogya:

*) Fenomena alam mirip naga api di Pekanbaru:

*) Jalanan yang tiba-tiba retak dan membentuk jurang:

*) Berbagai bencana yang nyaris tiada henti:

*) Air mata kristal dari seorang gadis Lebanon:

*) Pelepah pinang yang berwajah manusia:

*) Ditemukannya Injil Kuno yang isinya bertentangan dengan Alkitab masa kini:

*) Penjelasan tentang Islam dari seorang bocah Swahili, Tanzania (yang berasal dari keluarga non muslim [Kristen] dengan menggunakan bahasa yang bukan bahasa daerahnya):

*) Dan lain-lain:

menimbulkan pertanyaan dalam benak kita: “Apakah kejadian-kejadian tsb merupakan peringatan dari Yang Maha Kuasa bahwa Kiamat Akan Terjadi Dalam Waktu Dekat Ini??” Seakan-akan Tuhan ingin mengatakan: “Hey manusia, cepatlah sadar sebelum azab menimpamu dan kamu tak akan dapat tertolong lagi!!!”

Jawabannya tentu saja: “Entahlah, hanya Tuhan yang tahu!!”

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS Al-A’raaf [7]:187)

Namun, jika kita kembali melihat sejarah yang menimpa kaum ‘Ad dan Tsamud, sebaiknya memang kita berpendapat bahwa “Boleh jadi kiamat telah dekat!!!”. Apalagi jika kita merujuk pada keterangan para pakar astronomi yang meramalkan bahwa ada kemungkinan meteor sebesar gunung akan menabrak bumi tahun 2014 yang memiliki efek setara dengan 20 juta bom atom Hiroshima.

Kaum Tsamud dan `Ad telah mendustakan hari kiamat. Adapun kaum Tsamud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa, Adapun kaum `Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah kosong (lapuk). (S. Al-Haaqqah [69] : 4-7)

Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran serta dengan perimbangan. Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat. (QS. Asy-Syuura [42] ayat 17)

Mengapa?? Sebab dengan berpendapat seperti itu, ada rasa takut pada diri kita untuk berbuat dosa, dan segera bertobat untuk memperbaiki diri seraya meminta petunjuk dari-Nya.

Bagaimana caranya untuk bertobat dan memperbaiki diri??

Caranya adalah dengan menerima Islam sebagai satu-satunya jalan untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan dunia-akhirat:

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS. Al-A’raaf 158)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta`ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (QS Al-Ahzaab [33] : 70-71)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. Az-Zumar [39] ayat 53-54)

(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (QS. An-Najm 32)

Kamu (umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab (orang Yahudi dan Nasrani) beriman (terhadap Allah dan kitab suci Al-Qur’an), tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali ‘Imraan [3] ayat 110)

Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab–kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS. 5:47-48)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. Ali Imraan [3]:19)

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (QS. Al-Baqarah [2] : 132)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali ‘Imraan [3] : 102)

Lantas, bagaimana caranya kita dapat disebut sebagai seorang muslim? Caranya, yaitu dengan:

(1) Percaya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa;

(2) Percaya kepada malaikat-malaikat Allah SWT;

(3) Percaya kepada rasul-rasul (para utusan) Allah SWT;

(4) Percaya kepada kitab-kitab yang telah diturunkan Allah kepada para rasul (utusannya);

(5) Percaya kepada hari akhir (kiamat) atau hari kemudian (akhirat) sebagai hari pertanggungjawaban dari perbuatan kita selama berada di dunia.

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS An-Nisaa’ (4):36)

Lalu bagaimana bentuk pengamalannya? Dengan bertaqwa kepada-Nya (menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya)!! Bagaimana cara untuk bertaqwa?? Salah satunya adalah dengan menjalankan “Rukun Islam” (seperti yang diistilahkan banyak ulama)!! Apa itu Rukun Islam?

Rukun Islam, yaitu:

(1) Mengucapkan syahadatain (Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah) [Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah];

(2) Mengerjakan shalat;

(3) Membayar zakat;

(4) Berpuasa di bulan Ramadhan; dan

(5) Berhaji bagi yang mampu;

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS Al-Hajj 77-78)

Sebagai penutup dari artikel ini, saya mengajak pembaca untuk merenungkan bunyi ayat dari QS Al-An’aam (6) ayat 1 s/d 73!! (bagi yang tak memiliki Al-Qur’an dapat mendownload Al-Qur’an Digital disini: http://www.mediafire.com/?kwozydnym3d atau langsung melihatnya secara online disini http://www.dudung.net/quran).

wb: mattula_ada@live.com

10 Februari 2012

Manfaat Hebat Saat Shalat!!

by: Mattula’ada

Mungkin diantara kita masih banyak yang bertanya-tanya: “Mengapa Allah memerintahkan umat Islam untuk shalat? Bukankah shalat hanya menyita waktu kita dalam melakukan suatu aktivitas?”. Pendapat seperti inilah mungkin, yang banyak menyebabkan umat Islam malas untuk mengerjakan shalat.

Shalat adalah bentuk ibadah yang paling penting dan paling hakiki dalam Islam. Banyak ulama yang mengatakan bahwa tanpa shalat, segala bentuk ibadah lain yang kita kerjakan, boleh dikata tidak ada artinya. Oleh sebab itu, mereka mengatakan bahwa shalat merupakan tiang agama. Kalau tiangnya saja sudah rapuh, bagaimana bisa membangun pondasi iman yang kokoh?

Shalat tidaklah mengganggu pekerjaan yang kita lakukan. Kita hanya diperintahkan mengerjakan shalat yang sifatnya wajib selama 5x sehari semalam, yang terdiri dari : shalat maghrib (3 raka’at), shalat isya (4 raka’at), shalat shubuh (2 raka’at), shalat dhuhur (4 raka’at), dan shalat ashar (4 raka’at). Misalkan Anda adalah seorang pegawai kantoran yang masuk kantor jam 08.00 dan pulang pukul 16.00. Satu-satunya jadwal shalat yang ada pada waktu demikian adalah shalat dhuhur yang dapat dikerjakan pada saat jam makan siang, serta shalat ashar yang dapat dikerjakan pada saat jam pulang kantor, dimana masing-masing shalat tsb dapat dilakukan dalam waktu kurang lebih hanya 10 menit (termasuk berwudhu). Bahkan shalat shubuh (yang harus dikerjakan pada waktu shubuh dengan tempo kurang lebih hanya 7 menit [termasuk wudhu]) dapat membuat kita cepat bangun agar tidak telat masuk kantor.

Bagaimana jika ditempat kita kurang atau tidak ada air untuk berwudhu, atau kita berada dalam kondisi tertentu (misalnya sakit), dimana tidak memungkinkan untuk berwudhu dengan air? Untuk sebab ini, kita dapat bertayamum, yaitu menyapukan tanah (debu) yang suci ke muka dan kedua tangan, dengan niat untuk membolehkan bershalat dsb. Seandainya dengan bertayamum pun tidak memungkinkan (misalnya karena tidak adanya tanah yang bersih atau kita dalam keadaan terbelenggu dsb), maka kita tetap wajib mengerjakan shalat, walaupun tanpa wudhu dan tanpa tayamum. Walaupun tidak memenuhi aspek kebersihan jasmani, namun niat yang tulus untuk beribadah sudah cukup memenuhi aspek kebersihan rohani, sebagai pemisah antara amalan duniawi dan amalan ibadah mahdhah seperti shalat dsb.

Apabila seseorang terlupa atau tertidur sehingga keluar waktu shalat, maka ia diharuskan melaksanakannya segera setelah teringat atau terbangun dari tidurnya itu. Jika Anda berada dalam perjalanan jauh, Anda dapat mengqashar (memperpendek) raka’at shalat atau menjamak (menggabungkan) waktu shalat secara bersamaan; tergantung kondisi yang sedang Anda hadapi pada saat itu.

Jikalau Anda sakit parah, dan hanya dapat terbaring lemas ditempat tidur, maka Anda diperbolehkan untuk melakukan gerakan shalat sesuai kemampuan, bahkan jikapun hal ini tidak dapat dilakukan, maka cukup membaca bacaan shalat dalam hati saja.

Lalu, mengapa orang shalat harus menghadap kiblat (Ka’bah)? Anda bisa bayangkan jika Anda melakukan shalat berjama’ah di mesjid, dimana ada beberapa jamaah yang menghadap ke timur, sementara yang lainnya menghadap ke barat, utara, atau selatan; sungguh hal tersebut akan saling mengganggu antar jamaah dan pada akhirnya shalat tidak akan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, shalat akan terasa sangat janggal (tidak enak) dipandang mata. Lagipula dengan bersama-sama menghadap kiblat, shalat kita akan terasa khusyuk dan kitapun dapat merasakan akan indahnya ‘kebersamaan’.

Namun ada pula pengecualian untuk hal ini, yaitu apabila seseorang berada dalam keadaan ketakutan yang sangat (misalnya ditengah-tengah berkecamuknya pertempuran atau keadaan huru hara yang membahayakan jiwanya, atau dalam upaya menyelamatkan hartanya dari kebakaran, kebanjiran, dsb, sementara waktu shalat telah mendesak), maka dibolehkan baginya shalat sambil berjalan atau berlari, walaupun tepaksa hanya membaca di dalam hati, tanpa ruku’ dan sujud, serta tanpa menghadap kiblat.

Seorang ulama besar bernama An-Nawawi menjelaskan dalam ‘Al-Majmu’, “Apabila tiba waktu shalat fardhu, sedangkan mereka para musafir sedang berkendaraan, lalu seseorang merasa takut, jika turun dari kendaraannya untuk shalat menghadap kiblat akan tertinggal dari rombongannya, atau khawatir atas keamanan dirinya atau hartanya, maka ia tetap tidak dibolehkan meninggalkan shalat sehingga keluar waktunya. Demi menjaga ‘kehormatan waktu’ shalatnya itu, ia wajib melaksanakannya diatas kendaraan (walaupun sambil duduk dengan ruku’ dan sujud sekedarnya, serta tanpa menghadap kiblat).” Hal ini berlaku pula bila Anda berada di kereta api atau pesawat terbang, yang adakalanya mengalami hal serupa. Namun alangkah baiknya jika Anda merasa sanggup, Anda dapat mengulangi shalat Anda tsb setelah sampai di tempat tujuan atau di suatu tempat yang layak, bila memang waktunya masih memungkinkan.

Dari pemaparan-pemaparan diatas, nampak terlihat bahwa Allah SWT menghendaki kemudahan buat umatnya, bukan kesukaran, sebagaimana firmanNya dalam S. Al-Baqarah [2] ayat 185 berikut :

……Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…….

Terlepas dari semua itu, shalat dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar, karena kita selalu ingat kepada Allah SWT yang memerintahkan kita agar kita bertaqwa. Lagipula, apalah sumbangsih dan wujud terima kasih kita kepada Allah sebagai Tuhan yang memberikan kita segala kenikmatan (yang tidak dapat diperoleh oleh makhluk lainnya), kalau bukan dengan menyembah-Nya. Allah berfirman :

Artinya :

014. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS. Thaahaa [20] : 14)

Artinya :

045. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-‘Ankabuut [29] :45)

Selain itu, ternyata gerakan shalat yang benar dapat memberi efek kesehatan bagi tubuh. Shalat dianggap sebagai amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) manusia. Sudut pandang ilmiah menjadikan shalat sebagai ‘obat’ bagi berbagai jenis penyakit, serta yang terpenting adalah sebagai pencegahan dari serangan suatu penyakit. Masing-masing gerakannya mempunyai manfaat yang tak terbayangkan sebelumnya. Berikut ini penjelasannya :

a.Takbiratul Ihram, yakni berdiri tegak, lalu mengangkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu, dan melipatnya di depan dada bagian bawah. Gerakan seperti ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung dibawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan didepan dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

(Gambar: Gerakan Takbiratul Ihram)

b.Ruku’, yakni dalam posisi yang sempurna ditandai dengan tulang belakang yang lurus. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Postur ini bermanfaat menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

(Gambar: Gerakan Ruku’)

c.I’tidal, yakni posisi bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelah mengangkat kedua tangan setinggi telinga atau bahu. I’tidal adalah variasi postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Gerak berdiri setelah ruku’ dan sebelum sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan didalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

(Gambar: Gerakan I’tidal)

d.Sujud, yakni posisi menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaatnya, aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung diatas otak menyebabkan darah kaya akan oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang, sehingga dapat memacu kecerdasan. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa-gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan, juga memudahkan proses persalinan.

(Gambar: Gerakan Sujud)

e.Duduk, terdapat dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarru’ (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaatnya, saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus ischiadus. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarru’ sangat baik bagi pria, sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur ini mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarru’, menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

(a)                           (b)

{Gambar (a): Duduk iftirasy antara kedua sujud. Kedua telapak tangan diatas lutut, telapak kaki kiri diduduki dan telapak kaki kanan tegak diatas lantai. Gambar (b): Bentuk dan sikap duduk iftirasy. Kaki kiri diduduki, kaki kanan berdiri tegak dengan jari-kari dihadapkan ke arah kiblat.}

(Gambar: Duduk tasyahud akhir dengan sikap tawarru’. Kaki kiri diselorohkan di bawah kaki kanan sehingga bersilangan. Telapak kaki kanan diberdirikan bertumpu pada ujung jari yang dilipat menghadap kiblat)

f.Salam, yakni gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaatnya adalah relaksasi otot sekitar leher dan kepala,menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

(Gambar: Gerakan Salam)

Dari hal-hal yang telah dijelaskan diatas, kita dapat berkesimpulan betapa besar nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Bahwa ternyata segala apa yang diperintahkan dan dilarang-Nya itu justru mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kita dan semata-mata untuk kepentingan kita juga.

Maka tidaklah mengherankan jika Allah berfirman :


Artinya :

031. Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. 032. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. 033. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. 034. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung ni`mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni`mat Allah). (QS. Ibrahim [14] : 31-34)

Artinya :

017. Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. 018. Dan jika kamu menghitung-hitung ni`mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nahl [16] : 17-18)

Artinya :

100. Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maaidah [5] : 100)

Sumber:

~ Al-Qur’an dan Terjemahnya, 2002, Lembaga Penyelenggara Penterjemah Kitab Suci Al-Qur’an Departemen Agama, Jakarta.

~ http://aboutagama.blogspot.com

~ M. Quraish Shihab, 1999, Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’i Atas Pelbagai Persoalan Umat, Mizan, Bandung.

~ Muhammad Albani, 2007, Berobat Dengan Sedekah, Insan Kamil, Sukoharjo.

~ Muhammad Bagir Al-Habsyi, 2005, Fiqih Praktis: Menurut Al-Quran, As-Sunnah, dan Pendapat Para Ulama, Mizan, Bandung.

~ Moh. Zuhri, 1987, Kunci Ibadah Dengan Bimbingan Shalat Lengkap, Sayyidah, Bandung

wb: mattula_ada@live.com