Posts tagged ‘SBY’

17 Juni 2012

Indonesia Diinflitrasi Agen Intelijen Malaysia?

by: Jack Soetopo

Pertanyaan ini sangat menarik bagi para pengamat dan para pembaca yang jeli dalam menanggapi apa yang terjadi di Indonesia selama pemerintahan SBY selama ini.

Mengapa?

Karena apa yang terjadi dengan kasus Korupsi dan pelarian dari MN dan istrinya N, salah satu pejabat tinggi partai Demokrat menunjukan tendensi apa yang selama ini.

Sejak Reformasi Indonesia, beberapa agen intelegen dari beberapa negara tetangg khususnya, Malaysia mengambil langkah-langkah yang sangat signifikan dalam perikrutan aset mereka di Indonesia.

Ini sangat berbeda dengan jaman orde baru, dimana pemerintah Indonesia selama kontra intelegen dengan negara-negara kecil seperti Malaysia sangat minim sekali redundansi yang sangat sangat rumit. Bahkan intelegen Indonesia dapat mempenetrasi beberapa pihak dari petinggi Malaysia dan secara tidak langsung ikut membantu para pro Indonesia untuk menjadi petinggi di pemerintahan Malaysia.

Tulisan ini adalah pengamatan yang berdasarkan laporan-laporan intelegen yang tersedia, tetapi tidak dapat di lucurkan kepada pihak publik, karena tidak ingin memberikan kepanikan terhadap apa yang terjadi selama ini.

Alasan lainnya tulisan ini sebagai mengingatkan berapa jauh dari apa tujuan dan fokus intelegen Indonesia yang kini semakin bergeser jauh dari tujuan yang utama. Entah karena tidak efektivenya kontra intelegen, atau lemahnya pelindungan aset yang ada, ataupun aset yang menjadi independen atau disebut rouge agen/aset.

Analisa ini didasarkan atas percakapan rahasia yang di kumpulkan dari para tukang becak, terhadap beberapa anggota petinggi Indonesia, baik didalam pemerintahan SBY, maupun mereka yang bekerja /PNS yang bekerja di beberapa instansi pemerintah. Seperti Kedutaan besar Indonesia, dan konsulat Indonesia di Singapore, Thaliand, Malaysia, dan Washington DC. Juga beberapa pejabat imigrasi atau beberapa pegawai imigrasi di Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

Bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa agen rahasia dari Malaysia merekrut mereka?

Seperti istri MN terlihat beberapa dari pejabat tinggi ini memiliki beberapa pasport Indonesia, dan selalu membuat pertemuan rahasia dengan handler mereka dari pihak agen rahasia Malaysia.

Kali ini saya hanya menulis agen rahasia Malaysia, dalam tulisan yang kan datang akan saya tulisa beberapa negara yang ikut merikrut para pejabat Indonesia.

Modusnya, dengan memiliki paspor berbeda dengan jati diri yang asli, beberapa dari mereka, dan komplotannya, dapat dengan bebas keluar masuk Indonesia, terutama ke Penang, Kuala Lumpur, atau Ginting Island, Singapore,dan Bangkok.

Dulunya mereka menggunakan Jakarta, dan Bali tetapi sejak para tukang becak memenuhi daerah itu dengan surveillance equipment, mereka terpaksa menggunakan dana leebih besar dengan keluar negeri. Ini terlihat dari pelarian MN dan istrinya dibantu oleh beberapa petinggi dari pihak intelegen Malaysia.

Sungguh sangat disayangkan bahwa pihak intelegen Indonesia dan media massa terlihat menutup-nutupi kejadian Breach of Security within Indonesia Top Officials. Tidak ada satupun dari para penulis dan pengamat yang katanya piawai mengenai intelegen, menuliskan. Alasan nya, saya tidak mengetahui dengan jelas. Biarpun saya tahu tidak lah menjadi perhatian saya, karena tugas saya selama ini sebagai tukang becak sudah selesai.

Hanya saya sangat menyangkan bahwa beberapa top editor dari beberapa media massa terkenal di Indonesia, juga telah direkrut oleh pihak intelegen dari beberapa negara, khususnya dari pihak Malaysia dan Singapore.

Oleh sebab itu tidaklah heran ratifikasi mengenai buronan most wanted dari Indonesia,mendapatkan safe haven di negara2 tetangga kita ini.

Dari chatter dan aliran uang yang mengalir bebas di Indonesia, sangat memprihatinkan bahwa tanpa sadar atau tidak Indonesia telah menjadi ladang yang sangat menggiurkan dan mudah didistabilkan oleh pengaruh dari pihak yang seharusnya tidak memiliki kekuatan.

Jika dibandingkan dengan besarnya negara dan penduduknya, Malaysia dan Singapore adalah negara yang sangat kecil sekali. Tetapi kenyataan nya Indonesia terus menerus memberikan kesempatan dirinya di bullies oleh negara2 kecil ini.

Memang dalam kontra intelegen, pihak Malaysia kena BURN, karena mereka tidak memiliki kemampuan yang sangat canggih dalam hal memelihara asetnya di Indonesia.

Sebagai contoh dari konversasi yang direkam para tukang becak dan jalur uang yang bergulir begitu banyak, sangat membuat pihak tukang becak tersenyum, karena melihat begitu amatiran dan tidak siapnya mengelola aset yang ada.

Beberapa pelarian koruptor atau alleged koruptor Indonesia, mereka telah menghabiskan ratusan ribu USD. Bukannya mencegah dan membantu mereka untuk slow down, tidak menghabiskan semua resource baik itu politikal dan uang, justru dengan Berani nya membantu didepan para pengamat intelegen seperti para tukang becak.

Di Indonesia, saya telah berhasil mengindentifikasi beberapa top ofisial Indonesia yang telah di rikrut oleh pihak agen rahasia Malaysia.

Nama-nama mereka telah dimasukin kedalam file sebagai suspected foreign agent assets . Tetapi saya kan memberikan reducted dan clues informasi ini kepada para pembaca di Kompasiana.

Beberapa pejabat di dalam DPR, kementrian Luar negeri, kementrian kehutanan, imigrasi, partai politik, dosen dari beberapa perguruan tinggi, beberapa pejabat tinggi di beberapa provinsi Indonesia dan tentunya beberapa dari pengusaha Indonesia.

Jadi dari kejadian MN dan istrinya justru membuat pemerintah Indonesia harus melakukan tindakan yang drastis. Karena beberapa dari foreign asets ini mencoba memasuki daerah dan sektor perekonomian Indonesia. Dan kini mendominasi anti pemerintah Indonesia dengan menggunakan kepercayaan dan manuver politik mulai dari daerah,sampai ke pemerintah pusat. Di bagian media massa,mereka mendominasi berita apa yang harus di beritakan, gosip apa yang harus di dengung2kan.

Oleh sebab itu sejak kejadian istri MN bisa seperti Gosht,like many claim. Saya sudah memonitor beliau dan suaminya sejak lama. Dan beberapa komplotannya sudah terindentifikasi. Baik pasport palsunya dan pasport aslinya.

Beberapa dari mereka melakukan kesalahan yang fatal, mencoba mendapatkan visa ke AS, sehingga pihak AS mendapatkan sidik jari dan DNA mereka. Serta menggunakan software recognition yang tercanggih di miliki AS, dapat mudah sekali di identifikasikan.

Ada satu alat yng tercanggih yang digunakan sekarang ini adalah RFID(Radio-Frequency Identification) tags. Little baby ini sangat kecil sehingga sangat mudah sekali di planted. Sangat kecil dan dapat dimonitor langsung dari sateliteyang terbaru milik Indonesia, atau AS.

Contohnya, jika target ingin mengambil atau mengkopi surat2 rahasia negara, biasanya disimpan di asrip khusus yang dilengkapi oleh blower ventilation dari gedung yang sederhana saja. Tetapi di blower AC itu secara automotis, blowed RFID tags sangat kecil ini sehinga menempel di baju dan di surat2 yang diambil. Setelah pencuri rahasia negara ini keluar dari ruangan/gedung arsip. RFID tags langsung aktive, dan memberikan signal ke monitor di Cibinong, atau di Kalibata kemana dokumen atau orang ini pergi. Dan dapat bertahan lebih dari 3 bulan. Tanpa oknum ini mengetahuinya.

Tidak perlu dengan banyak penjagaan ketat seperti dulu lagi. Dan kontra intelegen dapat di lakukan siapa yang menerima paket dan siapa yang bertemu dan membagikan informasi tersebut.

Tambah lagi dengan menggunakan BB, sangat mudah sekali karena servernya hanya 4, salah satunya dekat tetapi di luar Indonesia. Sehingga mudah sekali di monitor trafik voice dan SMS nya.

Sebagai penutup, saya berharap pihak pemerintah Indonesia mencoba menutupi kebocoran dan kebolongan yang ada, mencoba menjaga kerahasian dengan lebih baik. Untuk pihak intelegen Malaysia, nice try…….. learn from the best how to maintain aset yang ada.

Untuk pihak intelegen Malaysia, see you again…. and remmeber, kami tukang becak selalu mengawasi sepak terjang, dan karena cara rekrutmen dan sistem pemeliharaan aset sudah melanggar atau breach the agreement untuk menjaga kestabilitas di daerah sekitar selat Malaka. Dengan mencoba mendistabilitas pemerintahan Indonesia, justru pihak intelejen Malaysia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal.

Untuk pihak intelegen dan pemerintahan SBY, clean your house. Anybody,who wants to destabilize security need to go to jail for a very a long time.

Is word, treason mean anything to you?

Sudah waktunya membangkitkan rasa Nasionalisme yang tinggi lagi di Indonesia. Indonesia bukan toy atau ladang dimana para agen rahasia dengan Bold nya merikrut di depan mata masyarakat yang awam.

Desclaimer:
Tulisan ini adalah hasil laporan para tukang becak yang terkini. Dan ini adalah opini pribadi dari penulis, dan penulis bertanggung jawab atas tulisan ini. Tulisan ini tidak mewakili badan hukum manapun, termasuk Kompas dan Gramedia grup. Penulis adalah pensiunan tukang becak, yang kini melanjutakan penyidikan dan pengecheckan dilapangan di Indonesia.

source: kompasiana.com

pb: mattula_ada@live.com

Iklan
27 Mei 2012

Soal Grasi Corby, SBY Dalam Ancaman Freemason!

by: Adi Supriadi

Dalam Sepekan ini selain berita tentang Kontroversi Lady Gaga, Indonesia juga dihebohkan oleh berita pemberian Grasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Ratu Marijuana (Ganja) yang harusnya masih lama berada di Penjara Denpasar, Bali.

Corby Seharusnnya Dihukum Mati (merdeka.com)

Banyak orang mempertanyakan Grasi yang diberikan oleh Presiden ini, Calon wakil gubernur DKI Jakarta pasangan dari Hidayat Nurwahid, Didik J Rachbini menilai pemberian grasi kepada kepada terpidana kasus narkoba Schapelle Leigh Corby oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah preseden buruk. Menurut Didik, seharusnya Corby dihukum mati dan tak layak diberikan grasi.

Didik J Rachbini (mediaindonesia.com)

Dirilis Merdeka.com Didik J Rachbini mengaatakan “Karena hukum di Malaysia sangat ketat, Indonesia bisa dijadikan ladang dan surga para bandar narkotik. Tak layak Corby diberi grasi, justru idealnya dihukum mati,” kata Didik dalam diskusinya bertajuk ‘Dampak Narkoba Bagi Remaja di Jakarta’ di  Cafe Papa Ron, Apartemen Park Royale Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu, (26/5). (Merdeka.com)

Dalam wawancara dengan MetroTV (26/5/2012), Denny Indrayana menjawab Pertanyaan Ketua GRANAT seperti mengelak dan tidak ada kejelasan, dengan pemberian Grasi ini. Tetapi ada yang menarik untuk diungkap adalah Denny Indrayana mengatakan Presiden memikirkan Nasib NKRI dimasa mendatang, karena keputusan ini ada pengaruhnya terhadap kondisi Papua saat ini, Penulis melihat bahwa Corby yang merupakan warga Negara Australia ini merupakan ajang pertaruhan kepemimpinan Presiden SBY hingga 2014, Penulis melihat secara diam-diam Australia memberikan sebuah “Ancaman” kepada SBY jika tidak memberikan grasi maka SBY bisa lengser di pertengahan tahun ini, Kok Bisa? Itu pertanyaannya bukan? Kita akan urai dibawah ini.

Susilo Bambang Yudhoyono dengan salah satu simnbol keanggotaan Freemason (republika.co.id)

SBY bisa lengser dari Jabatanya  apabila  tidak memberikan grasi (pengampunan) terhadap Corby, Australia akan mengobok-obok Papua untuk merdeka dan melepaskan diri dari Indonesia, merdekanya Papua akan menjadi preseden buruk SBY dan kemungkinan besar SBY dapat disalahkan karena melepas papua. Australia merupakan “Saudara” dekatnya Amerika Serikat dan tentunya “Israel”. Campur tangan Intelijen Asing seperti CIA di Indonesia sudah terlalu PARAH sehingga mudah saja bagi mereka mangatur dan mengacaukan kondisi stabilitas Nasional.

Australia, Amerika Serikat dan Isreal merupakan Negara-negara yang dikendalikan kekuatan Zionis International, Organisasi Freemason dunia sepertinya “mengancam” kepemimpinan Yudhoyono.

Jika Anda membuka literature tentang hubungan antara Freemason dengan Corby? Sangat Pasti ketemu. Selain memang Corby warga Australia, aktivitas penangkapan pengedar Ganja sangat ditentang oleh Organisasi Zionis Freemason.

Hasil penelusuran Saya, Corby dibahas dalam diskusi Forum Freemason (www.forum.thefreemason), dalam diskusi tersebut diangkat sikap Illuminati, Masonic Freemason terhadap Ganja/Marijuana. Dalam diskusi itu terangkat bahwa kejahatan sesungguhnya bukan pada Ganjanya melainkan Memenjarakan Pengedarnya.

Penyanyi Jay Z Anggota Persaudaraan Freemason, Jay Z menunjukannya dengan beberapa Albumnya dan logo tanggannya yang ada dalam Foto ini (sumpahfakta.com)

Harian News Sky.com merilis berita tentang Global Cannabis Foundation Beckley. Sebuah  dokumen yang menyebutkan larangan terhadap ganja telah menjadi bumerang bagi siapapun. Larangan tersebut hanya berdampak sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Ganja tidak mengubah pengguna menjadi penjahat.

Meskipun ganja dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan, termasuk kesehatan mental, dalam hal bahaya hanya relatif, Sangat jauh lebih berbahaya daripada alkohol atau tembakau,” ujar laporan itu sebagaimana dirilis Harian News Sky (sky.com)

Menurut Laporan tersebut bahwa Secara historis hanya ada dua kematian di seluruh dunia dikaitkan dengan ganja, sedangkan alkohol dan tembakau bersama-sama bertanggung jawab untuk 150.000 kematian diperkirakan per tahun di Inggris saja belum di Negara-negara lain diseluruh Dunia.

Kemudian laporan tersebut menutupnya dengan kalimat “ Bahaya yang terkait dengan penggunaan ganja adalah Dampak dari larangan itu sendiri, terutama kerugian sosial yang timbul dari penangkapan dan penahanan pengedarnya “ (Sky.com)

wb: adikalbar@gmail.com

pb: mattula_ada@live.com

26 Mei 2012

SBY Antek Yahudi-AS?

by: Mattula’ada

Itulah judul buku karya Dr. Eggi Sudjana, SH, MSi; mantan aktivis HMI yang saat ini memiliki kantor Law Firm sendiri bernama “Eggi Sudjana & Partners” sejak Maret 2004.

Eggi Sudjana

Buku yang terbilang sangat berani ini, mengkritik berbagai kebijakan SBY yang pro asing, utamanya kalau itu juga menyangkut kepentingan Yahudi-AS. Sebagai contoh, lahirnya UU Migas yang jelas-jelas menguntungkan asing dan merugikan negara. Dalam salah satu artikel berjudul “Selamatkan Sektor Migas Indonesia” yang terdapat di http://www.theglobalreview.com dikemukakan: “Terbukti bahwa dalam penyusunan UU Minyak dan Gas Bumi yang kemudian kita kenal sebagai UU No. 22/2001, ternyata AS melalui USAID, telah mengalirkan dana sebesar Rp 200 miliar atau US$ 21,1 juta. Sungguh suatu skandal berskala nasional, apalagi jika kelak terbukti melibatkan sejumlah anggota DPR.”

Selain itu, penandatanganan Joint Operating Agreement (JOA) Blok Cepu (15-3-2006) yang menetapkan Exxon Mobil pada posisi puncak dalam organisasi pengelola Blok Cepu setelah sebelumnya juga dilakukan Kontrak Kerja Sama (KKS) pada 17-9-2005 (KKS memperpanjang keikutsertaan ExxonMobil dalam pengelolaan Blok Cepu hingga 2035) menunjukkan betapa kuatnya pengaruh AS dengan paham neoliberalisme dan kapitalisme mereka dalam percaturan ekonomi Indonesia. Padahal, sebagaimana dikemukakan Marwan Batubara dalam pengantar bukunya Tragedi dan Ironi Blok Cepu, sangat sulit untuk diterima ketika Indonesia didera krisis energi, terutama BBM (yang dijadikan alasan pemerintah menaikkan harga BBM), kita justru membagi cadangan minyak dan gas alam yang amat besar kepada pihak asing (sebagai catatan, konsumsi minyak Indonesia sekitar 1,3 juta barel per hari). Padahal, Blok Cepu yang mengandung minyak potensial hingga 2,6 miliar barel dan gas alam 14 triliun kaki kubik bisa dikelola sendiri oleh Pertamina.

Disamping itu, Freeport diperpanjang masa kontraknya selama 95 tahun ke depan di masa Presiden SBY yang mana hal ini dapat diduga sebagai salah satu bentuk kompensasi Pemerintah SBY kepada AS untuk didukung penuh menjadi Presiden RI, atau bertujuan agar tidak diganggu oleh jaringan Yahudi-AS selama SBY menjabat Presiden dan tetap langgeng menjadi antek AS?.

Masalah lainnya adalah bailout Rp 6,7 triliun Bank Century. Aneh, mengapa Presiden SBY mengeluarkan Perpu No. 4 tahun 2008 tentang JPSK (Jaring Pengaman Sistem Keuangan) yang dalam salah satu pasalnya, yaitu Pasal 29, memberikan hak perlindungan hukum penuh atau menjadikan Gubernur BI (saat itu dijabat Boediono) dan Menteri Keuangan (saat itu dijabat Sri Mulyani) kebal hukum, sehingga mereka dalam menjalankan tugasnya tidak dapat dihukum/dipidanakan. Hal ini sungguh aneh dan sangat bertentangan dengan Pasal 27 ayat 1 UUD 1945.

“Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”

Bahkan, keputusan politik DPR yang menyatakan bahwa Boediono dan Sri Mulyani bersalah, ditanggapi “dingin” oleh SBY, tidak ada keinginan untuk memberhentikan keduanya meskipun dukungan data-data faktual dari hasil audit kertas kerja pemeriksaan keuangan dari BPK dan hasil analisis berupa kertas kerja dari PPATK mengungkapkan adanya masalah (pelanggaran) dalam pengucuran dana bailout Rp 6,7 T Bank Century. Ironisnya lagi, alih-alih dituntut untuk memberhentikan keduanya, SBY malah memberikan restu kepada Sri Mulyani yang mendapatkan tawaran sebagai direksi dari Bank Dunia. Tentunya jabatan tsb akan menjadikan Sri Mulyani sebagai TKW Indonesia termahal dalam sejarah Indonesia.

Kebijakan bailout Bank Century tidaklah tepat jika yang dijadikan alasan adalah untuk mencegah perekonomian Indonesia dari dampak krisis ekonomi global yang berpusat di AS. Oleh sebab itu, bailout tsb jelas-jelas merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang dan pemborosan terhadap uang negara/rakyat. Benar ucapan Jusuf Kalla ketika itu dengan menyatakan bahwa hal itu sesungguhnya adalah bentuk perampokan terhadap uang negara. Namun sayangnya, statement perampokan dari JK tidak ditindaklanjuti oleh DPR RI untuk membongkar kasus tsb sampai ditemukan aktor intelektualnya. Seharusnya DPR RI mengajukan kasus itu ke MK untuk mengimpeach Presiden SBY karena ia telah melanggar UUD’45 (lihat perubahan ke-4 UUD’45 Pasal 7B ayat 1).

Pelanggaran yang dimaksud bisa dikaitkan dengan tindakan SBY yang mengeluarkan Perpu No. 4 Tahun 2008 tentang JPSK sehingga membawa kerugian negara. Disisi lain, mestinya KPK segera mengusutnya lebih jauh dan tegas untuk membongkar sampai terlihat aktor intelektualnya, atau dengan kata lain memeriksa SBY sebagai Presiden yang mengetahui persis pengeluaran uang negara sampai 6,7 T lewat kebijakan Menkeu. Bagaimana mungkin Presiden tidak tahu Menkeu mengambil kebijakan? Bukankah Menkeu bertanggung jawab terhadap Presiden? Untuk itulah, sangat logis dan patut Presiden diperiksa untuk dimintai pertanggung jawabannya, baik melalui impeachment oleh DPR sesuai Pasal 7b ayat (1) UUD 1945 ataupun oleh KPK.

SBY

Selain masalah Freeport dan Bank Century yang tidak tuntas, belakangan banyak sumber daya alam Indonesia yang diobral murah kepada pihak asing yang merupakan networking dari Pemerintah AS. Isu terakhir misalnya perihal penjualan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT. Krakatau Steel (KS) dengan harga yang terlalu murah. Perusahaan milik negara di bidang industri baja ini menawarkan sahamnya ke publik sebesar Rp 850 per saham, dari kisaran harga yang ditetapkan sebesar Rp 800 – Rp 1050 per lembar. Harga penawaran umum perdana KS ditengarai bisa mencapai Rp 1150 per saham.

Murahnya harga saham BUMN tsb disebut-disebut terkait dengan tuntutan dan permintaan kalangan investor asing. Padahal, seharusnya KS diperkuat untuk kepentingan nasional. Lebih dari itu, jalan KS ke lantai bursa juga diselimuti isu-isu terkait pesanan saham para pejabat dan politisi. Bahkan, Amien Rais sampai menuding harga saham KS bisa menjadi skandal yang lebih besar dibanding skandal Bank Century, karena menjual aset negara dengan harga murah.

Hampir seluruh sumber daya alam milik bangsa/rakyat Indonesia sudah tergadaikan. Dengan demikian, terjadilah kemiskinan struktural sebagai akibat dari kebijakan Pemerintah SBY yang bercirikan neoliberalisme dan kapitalisme serakah. Semua itu tentulah dibawah kendali AS melalui paham kesepakatan Washington (Washington Consensus).

Tidak hanya itu, proyek Naval Medical Research Unit 2 (NAMRU-2) disinyalir menjadi sarang agen-agen intelijen asing. Adalah Siti Fadilah Supari, Menkes RI ketika itu, sukses membongkar rahasia NAMRU-2 di Indonesia. Rupanya NAMRU-2 merupakan bagian dari setting konspirasi internasional guna menguasai virus dan kesehatan penduduk dunia dengan melibatkan WHO.

Siti Fadilah Supari

Yang menarik, salah seorang peneliti utama di Balitbang Depkes RI bernama Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih diduga terlibat dalam jaringan konspirasi AS tsb. Endang pernah membawa virus H5N1 (flu burung) ke Hanoi, Vietnam, tanpa seizin Menkes. Alhasil, doktor lulusan Harvard School of Public Health, Boston, AS tsb diturunkan dari peneliti utama ke peneliti biasa oleh Menkes Siti Fadilah Supari. Tidak hanya itu, Fadilah Supari juga menghentikan kerjasama dengan NAMRU-2 pada 16-10-2009.

Lucunya, pada Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014, SBY justru mengangkat Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menkes yang menggantikan Siti Fadilah Supari. Hal ini membuktikan sekali lagi betapa terangnya keberpihakan SBY kepada Yahudi AS. Atau hal ini menjadi indikasi nyata bahwa SBY memang bagian dari jaringan Yahudi AS itu.

Menurut Eggi Sudjana, semua kebijakan SBY yang pro Yahudi-AS sulit untuk dibantah jika kita pernah menyimak apa yang pernah dikatakan SBY sbb: “I love the United State, with all its faults. I consider it my second country.”, yang bila diterjemahkan artinya: “Saya mencintai AS dengan segala kesalahannya. Saya anggap AS adalah negeri kedua saya.” Ucapan demikian disampaikan SBY ketika ia menjadi Menko Polkam pada era Presiden Megawati. Ucapan ini boleh jadi waktu itu untuk memperoleh credit point dari AS agar kelak jadi Presiden RI. Karena pada waktu itu ada suasana untuk pergantian kepemimpinan/Presiden RI.

Oleh karenanya, dengan strategi demikian SBY ternyata berhasil menjadi Presiden RI yang tentunya dapat dukungan penuh dari AS, dan partai SBY pun dinamakan Partai Demokrat yang namanya sama dengan Partai Demokrat di AS.

Nampak pada gambar kiri bawah, 3 penyanyi papan atas AS; Jay-Z, Kenya West, dan Rihanna membentuk kedua tangannya dengan gambar Piramida yang merupakan simbol kelompok pemuja setan (Freemason/Illuminati) [lihat gambar kiri atas] yang juga merupakan simbol bintang Zionis-Yahudi (lambang negara Israel) [lihat gambar kanan atas]; yang mana hal yang sama dilakukan SBY pada gambar kanan bawah. Mungkinkah lambang Partai Demokrat memiliki keterkaitan dengan lambang bintang Zionis-Yahudi?

Sebelum Obama menjadi Presiden AS, ia menyatakan di depan konfrensi lobi Yahudi AIPAC, Yerusalem sebagai ibukota Israel Raya untuk selamanya (“Undivided Jerusalem, the Capital of Israel for all Eternity). Bahkan Obama mengatakan bahwa “Yerusalem tidak boleh terpisah, dia harus menjadi ibukota Israel”. Dia mengatakan pula jika menjadi Presiden, AS akan bahu membahu dengan Israel. Para anggota AIPAC melakukan applaus setelah mendengar 15 menit orasi Obama, yang mana hal ini dapat diduga untuk menarik dukungan kaum Yahudi, sehingga bila dihubungkan dengan pernyataan SBY, logikanya SBY meminta restu dukungan Pemerintah AS, sedangkan Obama minta dukungan lobi Yahudi yang pusatnya di Israel, atau dengan kata lain, bahwa AS adalah Israel besar dan Israel adalah AS kecil.

Obama & SBY

Bagi Eggi Sudjana, ucapan SBY ini sebagai wujud bahwa ia memperhambakan dirinya kepada dan untuk kepentingan AS dan sekutunya di Indonesia. Kepentingan mereka diatas kepentingan bangsa Indonesia. Sejak Soeharto lengser, tidak ada calon Presiden lain yang memberikan pernyataan demikian, kecuali SBY. Pernyataan SBY ini pun harus dipertanyakan arti dan maksudnya apa? Sebagai catatan, tentunya kita juga mafhum kalau kekuatan lobi Yahudi mempunyai pengaruh besar untuk mempengaruhi berbagai kebijakan setiap rezim AS, dan kita juga tahu kalau Yahudi selalu memegang prinsip sebagai bangsa yang chauvinis, sehingga memandang rendah dan hina bangsa lain.

Selain hal-hal yang telah disebutkan diatas, masih banyak kejanggalan-kejanggalan lain yang disebutkan Eggi Sudjana dalam buku “SBY Antek Yahudi-AS?”. Selain itu, sang pendengung Revolusi tsb, dalam bukunya juga banyak membahas tentang sepak terjang Yahudi dalam menghancurkan dunia, utamanya Indonesia yang dimulai dari menjatuhkan Soekarno lewat PKI sampai akhirnya menjajah Indonesia lewat perusahan-perusahaannya yang berhasil mengeruk amat sangat banyak sumber daya alam kita.

Maka dari itu, melihat isinya yang sangat berbobot penuh pengetahuan, maka menurut saya buku ini termasuk kategori “WAJIB UNTUK DIBACA!!!”.

Inilah buku “SBY Antek Yahudi-AS” karya Eggi Sudjana

Sumber: Eggi Sudjana, SBY Antek Yahudi-AS? Suatu Kondisional Menuju Revolusi, Ummacom Press, Tangerang, 2011.

wb: mattula_ada@live.com

26 Mei 2012

MK Menilai Grasi Corby Tak Sejalan Konstitusi RI

Keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi grasi 5 tahun untuk Schapelle Leigh Corby, terpidana 20 tahun kasus narkoba asal Australia, terus menuai protes. Kali ini datang dari Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Ketua MK Mahfud Md, grasi 5 tahun Corby tidak sesuai dengan konstitusi RI. Sudah disepakati bersama bahwa narkoba merupakan salah satu kejahatan besar.

SBY

Kepada wartawan di Jakarta, Jumat (25/5), Mahfud mengatakan, Presiden SBY perlu menjelaskan pertimbangan ia memberi pengurangan masa hukuman lima tahun penjara pada terpidana narkotika asal Australia itu. Mahfud menilai penjelasan SBY penting untuk menjawab tudingan adanya kepentingan politik di balik pemberian grasi untuk Si Ratu Mariyuana dari Negeri Kanguru.

Mahfud MD

Grasi Corby tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 G tahun 2012 yang ditetapkan pada 15 Mei silam. Dengan adanya grasi itu, Corby yang divonis 20 tahun penjara sejak tahun 2004, bisa mengajukan pembebasan bersyarat pada 3 September 2012 nanti. Namun, menurut Mahfud, bisa jadi grasi Corby gugur seandainya gugatan Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) dikabulkan Pengadilan Tata Usaha Negara.

Schapelle Corby

Sementara itu, pihak Istana bersikeras bahwa grasi 5 tahun untuk Corby sudah melalui mekanisme yang benar. Melalui Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Istana menegaskan tidak ada tekanan dari pihak asing atas pemberian grasi Corby. Julian menambahkan Presiden SBY juga telah meminta rekomendasi dari Mahkamah Agung mengenai keputusannya tersebut.

Julian Pasha

source: metrotvnews.com

pb: mattula_ada@live.com