Posts tagged ‘PSM Makassar’

28 April 2012

The Macz Man-Bonek Saudara

by: Indra Sastrawat

16 September 2005 di Gelora Bung Karno ketika itu berlangsung partai 8 besar Liga Indonesia, ribuan suporter dari dua kubu PSM Makassar dan Persebaya bentrok. Hujan batu dan anak panah tidak dapat dihindari, puluhan Bonek dan supporter PSM terluka. Sungguh sebuah tragedi yang sulit dilupakan. Setiap pertemuan kedua tim selalu melahirkan tensi yang tinggi, ini merupakan salah satu partai klasik yang panas dan beraroma dendam. PSM mengalahkan Persebaya di semifinal perserikatan 1994, tapi Persebaya membalasnya 3 tahun kemudian di semifinal Liga Indonesia.

Peristiwa enam tahun silam sepertinya telah dikubur dalam-dalam oleh The Macz Man dan Bonek, tadi sore 28 April 2012 untuk kali pertama saya melihat suporter Persebaya, Bonek bisa menginjakkan kakinya di stadion Angker milik PSM lengkap dengan atribut, spanduk dan nyanyian khas Bonek. Sekitar 25 Bonek yang datang dari Surabaya di sambut hangat oleh ribuan The Macz Man, para Bondho Nekat ini bahkan ditampung di markas besar The Macz Man di jalan Rappokalling.

Suporter PSM di tengah kerumunan bonek saat putaran pertama IPL

Mabes Maczman ini, merupakan rumah dedengkot suporter The Maczman, Andi Paswah alias Coklat.Tidak hanya akomondasi, The Macz Man juga menanggung konsumsi dan tiket masuk stadion. Itu sebagai balasan setelah pada putaran pertama lalu juga dilayani dengan baik di Surabaya.

Selama di stadion para Bonek bergabung dalam kerumunan suporter The Macz Man, tiada lagi permusuhan yang ada persahabatan dan saling menghormati. Selain The Macz Man, kelompok suporter The Red Gank dan Laskar Ayam Jantan juga bersahabat baik dengan Bonek. Kebetulan tiga kelompok suporter ini merupakan kelompok suporter terbesar di kota Makassar. Tidak mudah memang mengajak masuk Bonek kedalam stadion Mattonanging, apalagi di Makassar terdapat puluhan kelompok suporter dengan nama dan massa masing-masing.

13356280631692635147

Sekat-sekat permusuhan itu sudah hilang

Pertandingan klasik antara PSM vs Persebaya berjalan dalam tensi cepat dan menyerang, namun di tribun terbuka The Macz Man dan Bonek tetap dalam persahabatan. Kordinator Bonek, Melki diberi kesempatan untuk memimpin sekitar 25 bonek menyanyi mendukung tim mereka. Spanduk yang jumlahnya sekitar 9 buah berwarna hijau, warna kebesaran Persebaya bersanding mesra dengan spanduk merah pasukan Ramang. Salah satu spanduknya bertuliskan “The Macz Man-Bonek saudara Suporter Indonesia bersatu”

Akhir pertandingan 2-0 untuk tuan rumah PSM Makassar merupakan hasil yang sama di putaran pertama ketika tuan rumah Persebaya mengalahkan PSM juga 2-0. Seingat saya stadion Mattoanging bukan tempat yang ramah buat Persebaya. Selama delapan tahun Persebaya selalu kalah jika bermain di Mattoanging, bahkan tim Bajul Ijo baru sekali mencetak gol di kandang PSM ketika musim 2004.Ketika bermain di LPI 2010-2011 mereka kalah besar 0-4.

Bagi saya kemenangan PSM begitu berharga karena mampu mendongkrak posisi PSM di puncak klasemen IPL, tapi jauh lebih berharga adalah melihat persahabatan The Macz Man dan Bonek. Sudah saatnya suporter bersatu, bersaing boleh dalam soal kreativitas. Sudah waktunya kelompok Suporter bersatu dan jalan bersama, rusuh dan bentrok di masa lalu baiknya di kubur dalam-dalam biarkan dia menjadi bunga-bunga sejarah masa lalu. Untuk menuju liga professional, suporter mestinya professional juga.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

22 Maret 2012

Indonesian Premier League Lebih Merah

by: Indra Sastrawat

Ada yang menarik jika mengamati jersey klub yang bermain di Indonesian Primier League (IPL). Setengah atau 6 klub dari 12 klub memilih jersey warna merah sebagai warna kebesaran mereka. Seperti diketahui warna merah merupakan salah satu warna bendera negara kita. Warna merah selalu di identikan dengan kekuatan dan ketegaran.

Enam klub yang memakai warna merah sebagai warna kebesaran klub mereka adalah PSM Makassar, Semen Padang, Bontang FC, Persema Malang, Persijap Jepara dan Persiba Bantul. Mungkin ini juga salah satu rahasia klub-klub ini lebih bergabung dalam kompetisi resmi PSSI. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah klub ISL yang memakai warna merah sebagai kostum kandangnya.

Sedikit flashback ke sejarah sepakbola kita, di zamannya perserikatan dahulu klub-klub besar selain membawa fanatisme daerah masing-masing juga sangat identik dengan warna jerseynya. Persib Bandung dan PSIS Semarang dengan warna birunya, Persebaya dan PSMS dengan hijau, Persija dengan oranyenya dan PSM Makassar dengan warna merahnya. Bisa dibayangkan jika salah satu klub ini menjadi tuan rumah maka stadion akan di dominasi oleh salah satu warna jersey tim kebanggaan masing-masing.

13297548468482965

Logo IPL

Di liga top dunia ada beberapa klub yang identik dengan full warna merah seperti di Inggris ada Liverpool dan MU, di Portugal ada Benfica, di Spanyol dengan Malaga, di Italia ada AS Roma dan Piacenza. Diantara semua klub Eropa, Liverpool adalah klub merah yang paling sukses di Eropa.

Untuk level tim nasional warna merah juga di pakai di beberapa negara seperti Turki, China, Denmark, Belgia, Spanyol, Venezuela dan Indonesia.

Menariknya walau banyak klub Indonesia yang memakai jersey semua merah, tapi baru PSM Makassar satu-satunya klub merah yang pernah juara liga Indonesia yaitu di musim 1999/2000. Melihat trend positif di klasifika sementara IPL ada kemungkinan klub-klub merah macam Semen Padang dan Persiba Bantul bisa menjadi juara, atau menunggu kebangkitan PSM Makassar si juku eja (Ikan Merah) untuk menggenapkan gelarnya menjadi dua.

Gambar: Tim PSM Makassar saat latihan

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

22 Maret 2012

Manuver PSM 1915, Ayam Betina dari Timur

by: Indra Sastrawat

Sejatinya Makassar adalah kota reformasi. Saya masih ingat ketika ledakan reformasi tahun 1998 lalu, Makassar menjadi salah satu kota di Indonesia yang gencar demo besar-besaran. Ratusan ribu mahasiswa Makassar memenuhi lapangan Karebosi, 1/3 diantrannya Mahasiswa Unhas yang berjas merah sama dengan warna kebesaran klub PSM Makassar.

Sepanjang 10 KM konvoi berjalan jas merah tidak terputus. Massa yang hadir di Karebosi lebih banyak dari massa yang kumpul di gedung MPR/DPR tapi masih kalah banyak dari massa yang kumpul di alun-alun kota Yogyakarta.

Reformasi kedua datang ketika muncul wacana membentuk satu liga professional yang bebas APBD, liga yang jujur dan bermartabat. Ketika itu Manajemen PSM Makassar yang sementara berjuang di Liga Super Indonesia memilih memutar haluan ikut bergabung di Liga Primer Indonesia (LPI) dengan segala konsekuensinya.

Kapal Phinisi anak Bugis Makassar memilih memutar haluan demi menegakkan reformasi sepakbola nasional. Padahal posisi PSM saat itu di klasemen LSI cukup bagus, berada di posisi lima besar. Bahkan PSM mampu menghancurkan Persib Bandung 2-1 di Siliwangi.

Dengan mantap ayam  jantan dari timur, julukan PSM Makassar bersama 12 klub reformis lainnya memilih ikut Indonesian Primier League (IPL) suatu liga professional resmi di bawah bendera PSSI, liga sah yang diakui FIFA dan AFC.

Lucunya ditengah semangat reformasi PSSI ini muncul sekelompok orang yang ingin membawa PSM bermain di liga amatir. Dengan lancangnya mereka memakai nama PSM sebagai nama baru klub mereka. Kadir Halid yang juga adik mantan punggawa PSSI Nurdin Halid membentuk PSM tandingan dengan nama PSM 1915. Seleksi PSM 1915 yang dipersiapkan main di kasta ketiga (divisi satu) sedang dilakukan.  Saya sendiri belum tahu bagaimana tanggapan suporter bola Makassar melihat ada PSM tandingan yang bermain di kasta rendah ini. Sungguh ini mencoreng nama besar sepakbola Makassar.

Alasan mereka  membentuk PSM 1915 ini adalah melaksanakan keputusan Nurdin Halid ex ketua PSSI yang menjatuhkan sanksi ke PSM yang saat itu bermain di liga illegal LPI, sanksinya menghukum PSM bermain di divisi satu. Padahal sanksi tersebut sudah diputihkan oleh Komite Normalisasi (KN) yang dipimpin Agum Gumelar mantan pangdam Wirabuana yang juga banyak tahu tentang sepakbola Makassar.

 

13289670421471690270

Skuad resmi PSM Makassar 2011-2012

 

Saya tidak dapat membayangkan seragam merah-merah warna kebesaran PSM bertarung dengan klub-klub gurem di kasta rendah, divisi satu.  Apalagi mereka bermain di stadion monumental, Stadion Andi Mattalata (Stadion Mattoanging). Sekedar info, sekarang saja sudah dua tim yang menjadikan stadion tua ini menjadi homebase nya yaitu PSM dan Persin Sinjai. Dengan menambah satu klub lagi maka beban stadion bertambah berat.

Lalu manuver apalagi yang ingin dilakukan oleh Kadir Halid ini ??? adakah ini bentuk perlawanan kepada PSSI sekarang yang sudah melengserkan saudaranya dari kursi ketum PSSI, lalu diikuti tindakan mencopot jabatan Kadir Halid sebagai ketua Pengprov PSSI Sulsel ???

PSM 1915 tidak pantas dijuluki ayam jantan dari timur, sebuah julukan berani yang pernah disematkan Belanda kepada Sultan Hasanuddin yang  gagah berani melawan kemapanan Belanda, yang saat itu berusaha mencengkram nusantara. PSM 1915 lebih pantas dijuluki Ayam Betina dari Timur, sebuah julukan yang pantas untuk mereka yang coba memecah persatuan sepakbola di bumi Anging Mamiri.

Bersatulah suporter Makassar menolak kehadiran PSM tandingan. Ingat Makassar satu jiwa, satu hati, satu siri yaitu PSM Makassar, Ayam Jantan dari Timur.

Ewako PSM Makassar

Salam

***************

gambar : http://www.antara.com dan tribunnews.com

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id