Posts tagged ‘Muhammad’

10 Maret 2012

Renungan Akhir Zaman!

by: Mattula’ada

1. Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).

2. Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main,

3. (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: “Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?”

4. Berkatalah Muhammad (kepada mereka): “Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

5. Bahkan mereka berkata (pula): “(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diadakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus.”

6. Tidak ada (penduduk) suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebeIum mereka; maka apakah mereka akan beriman?

7. Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.

8. Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal.

9. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

10. Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?

Kalimat diatas adalah bunyi kitab suci Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’ ayat 1-10.

wb: mattula_ada@live.com

13 Februari 2012

Insya Allah…

by: Mattula’ada

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 23-24 dikatakan:

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini.”

Menurut riwayat, ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi Muhammad s.a.w. tentang roh, kisah ashhabul kahfi (penghuni gua) dan kisah Dzulqarnain lalu beliau menjawab, datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan. Dan beliau tidak mengucapkan Insya Allah (artinya jika Allah menghendaki). Tapi kiranya sampai besok harinya wahyu terlambat datang untuk menceritakan hal-hal tersebut dan Nabi tidak dapat menjawabnya. Maka turunlah ayat QS. 18:23-24 di atas, sebagai pelajaran kepada Nabi; Allah mengingatkan pula bilamana Nabi lupa menyebut Insya Allah haruslah segera menyebutkannya kemudian.

Ayat diatas juga memberi pelajaran kepada kita, bahwa kepastian itu datangnya hanya dari Allah semata. Maka jika kita misalnya berjanji pada seseorang, maka janganlah lupa untuk mengucapkan “Insya Allah”, karena bisa saja janji tersebut tidak kita tepati karena suatu hal, misal karena disebabkan kita tiba-tiba jatuh sakit atau bisa jadi malaikat maut sudah keburu mencabut nyawa kita.

Maka dari itu sekali lagi, janganlah lupa untuk mengucapkan “INSYA ALLAH”, yang artinya “Jika Allah menghendaki”.

wb: mattula_ada@live.com

10 Februari 2012

Makna Poligami Dalam Islam!!

by: Mattula’ada

A.Definisi Poligami

Poligami berarti sebuah system pernikahan yang membolehkan seseorang mempunyai lebih dari satu pasangan. Poligami ada dua macam, yaitu poligini dan poliandri. Poligini adalah seorang lelaki menikahi lebih dari satu perempuan, sedangkan poliandri adalah seorang perempuan menikah dengan lebih dari satu laki-laki. Di dalam Islam, poligini terbatas diizinkan, sedangkan poliandri dilarang secara mutlak.

B.Istri-istri Rasulullah saw

Terlalu banyak versi mengenai istri Nabi Muhammad saw. Ada yang mengatakan bahwa jumlah istri nabi hanya 4, ada pula yang mengatakan 9, 12, bahkan ada yang mengatakannya 18. Mengenai status istri Rasulullah sebelum dinikahi, banyak hadits menyatakan bahwa sebagian besar berstatus janda tua beranak yang mantan suaminya notabene merupakanpengikutRasulullah yang mati syahid di medan pertempuran. Agar istri-istri dan anak-anak dari para pejuang ini tidak terlantar dan tetap mendapatkan tempat yang terhormat, maka dipristrikanlah mantan-mantan istri dari para pejuang tersebut.

Sementara isteri pertama beliau,yaitu Siti Khadijah adalah seorang saudagar (pedagang) tersohor yang kaya raya dan meminang Rasulullah yang pada waktu itu masih menjadi karyawannya agar sudi untuk menjadi suaminya. Mengapa St. Khadijah bersikap demikian? Karena Khadijah sangat kagum terhadap kepribadian Nabi Muhammad yang sangat pandai berdagang tanpa pernah berbohong sedikitpun. Oleh sebab itulah beliau diberi gelar ‘Al-Amin’ (orang yang jujur dan dapat dipercaya) oleh orang-orang yang pernah mengenalnya. Gelar tsb diperoleh Rasulullah jauh sebelum beliau diangkat sebagai nabi oleh Allah swt. Sedangkan istri Nabi lainnya yang terkenal yaitu Aisyah. Siti Aisyah merupakan anak Abu Bakar (sahabat Rasulullah), dimana Abu Bakar sendiri yang memohon agar Rasulullah (Nabi Muhammad) sudi memperistrikan anaknya. Tentang usia pernikahan Aisyah yang katanya masih berusia 9 tahun, ini hanya berdasar satu hadits dhaif yang diriwayatkan oleh Hisyam bin ‘Urwah saat beliau sudah ada di Iraq, dalam usia yang sangat tua dan daya ingatnya sudah jauh menurun. Mengenai Hisyam, Ya’qub ibn Syaibah berkata, “Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang dipaparkannya ketika ia sudah pindah ke Iraq.” Malik ibnu anas pun menolak segala penuturan Hisyam yang sudah berada di Iraq.

Oleh para orientalis, hadits dhaif ini sengaja dibesar-besarkan untuk menjelek-jelekkan Rasulullah SAW. Padahal menurut kajian-kajian semacam al-Maktabah Al-Athriyyah (jilid 4 hal 301) dan juga kajian perjalanan hidup keluarga dan anak-anak dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, maka akan diperoleh keterangan kuat bahwa Aisyah sesungguhnya telah berusia 19-20 tahun ketika menikah dengan Rasululah SAW. Suatu usia yang cukup matang untuk menikah. Bagi yang mau lebih jauh menelusuri tentang keterangan ini, silakan menelusuri Tarikh al-Mamluk (Jilid 4, hal. 50) dari at-Thabari, Muassasah al-Risalah (Jilid. 2 hal. 289) dari Al-Zahabi, dan sumber-sumber ini dituliskan kembali oleh Dr. M. Syafii Antonio, M. Ec dalam buku “The Super Leader Super Manager: Learn How to Succeed in Business & Life From The Best Example” (ProLM; Agustus 2007). Jadi tidak benar tudingan dan fitnah para orientalis bahwa Rasulullah menikahi Aisyah di saat gadis itu masih berusia sangat belia.

Dari berbagai sumber yang diperoleh, kita dapat mengetahui bahwa Rasulullah menikahi istri-istrinya tidak berdasarkan pada nafsu safwat, namun lebih kepada untuk menjaga sekaligus menuntun aqidah mereka. Dan memang terbukti bahwa para istri Nabi tsb memiliki peranan yang sangat besar dalam membantu pengembangan syiar Islam. Perlu diketahui disini bahwa hingga usia 49 tahun, Nabi hanya punya 1 istri, yakni St. Khadijah yang telah berusia 40-an tahun dengan status janda beranak. Dengan demikian, selama 24 tahun (Rasulullah menikah pada usia 25 tahun) beliau tidak berpoligami .

Walau demikian, pada akhirnya Nabi Muhammad mendapat perintah dari Allah untuktidak kawin lagi, dan tentu saja Rasulullah menuruti perintah tsb. Hal ini terlihat pada QS. Al-Ahzaab [33] ayat 52 yang mengatakan :

“Tidak halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudahitu dantidak boleh(pula) mengganti mereka dengan isteri isteri (yanglain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan- perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki. Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu. “

Mungkin Allah merasa cemas jangan sampai Rasulullah sudah tidak sanggup berbuat adil lagi terhadap isteri- isterinya. Yah, bagaimanapun juga Nabi adalah seorang manusia yang tentunya juga memiliki kelemahan seperti kita-kita ini. Namun ada pula yang beralasan bahwa turunnya ayat tsb setelah semua tujuan mulia dari pernikahan Nabi tadi terpenuhi meskipun Nabi belum memiliki anak laki-laki.Perlu diketahui, bahwa hanya Khadijah istri Nabi yang memberikan anak, 4 putri dan 2 putra. Kedua putra nabi meninggal sebelum 1 tahun.

C. Firman Allah Tentang Poligami

Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab suci di muka bumi ini yang mencantumkan frasa “nikahi satu saja!!”. Tidak ada kitab lain yang menganjurkan laki-laki untuk memiliki satu istri saja. Tak satupun dalam kitab-kitab lain tsb, entah itu Weda, Ramayana, Mahabarata, Bagawat Gita, Talmud, atau Injil, bisa ditemukan batasan jumlah istri. Baru belakangan saja para pendeta Hindu dan Gereja membatasi jumlah istri menjadi satu saja.

Kebanyakan tokoh religius Hindu menurut kitab mereka mempunyai istri banyak. Raja Dasarata, ayah Rama, punya lebih dari satu istri. Krisna punya beberapa istri. Namun anehnya menurut hukum India hanya kaum muslimin yang diizinkan mempunyai lebih dari satu istri. Walau demikian, berdasarkan sensus penduduk India 1975, orang-orang Hindu lebih banyak berpoligini daripada umat Islam.

Pada zaman dahulu, laki-laki Kristen diperbolehkan memiliki istri sebanyak yang mereka mau karena Injil tidak membatasi jumlah istri (lihat situs: http://www.ladangtuhan.com/komunitas/aku-mau-bertanya/poligami-menurut-alkitab/). Baru beberapa abad lalu Gereja membatasi jumlah istri menjadi satu saja. Begitupun dalam agama Yahudi, poligini diizinkan. Menurut Hukum Talmud, Abraham mempunyai 3 istri dan Salomo punya ratusan istri. Praktik poligini berlangsung hingga rabi Gershom ben Yehudah (960-1030 M) mengeluarkan peraturan melarang hal itu. Komunitas Yahudi Sephardi yang berdiam di negara-negara Islam meneruskan praktik itu hingga tahun 1950, sampai undang-undang majelis tinggi rabi Israel memperluas larangan mempunyai istri lebih dari satu.

Kembali kepada Al-Qur’an, dalam QS. An-Nisaa’ ayat 3 dikatakan :

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Disini jelas Islam memperbolehkan seorang pria beristri lebih dari satu (maksimal 4) hanya dia jika mampu berlaku adil terhadap masing-masing isterinya. Bila merasa tidak mampu berbuat adil, maka cukup beristri satu saja.

Ket. gambar : Pemilik RM Wong Solo, H. Puspo Wardoyo, bersama keempat istrinya

Sumber: http://fajar-aryanto.blogspot.com/2010/03/h-puspo-wardoyo-pemilik-restoran-wong.html 

Mungkin diantara pembaca ada yang bertanya mengapa Rasulullah memiliki istri lebih dari 4 padahal dalam QS. An-Nisaa’ ayat 3 hal itu dilarang? Jawabannya seperti tercermin dalam QS 33:50 bahwa Nabi Muhammad diperkecualikan dari perintah tsb. Lalu mengapa bisa demikian?, berarti Allah tidak adil dong! Allah dengan ilmu-Nya yang tak terbatas mengetahui perangai tiap-tiap manusia. Rasulullah adalah manusia yang memiliki sifat mulia dan agung, yang belum ada seorang manusiapun yang hidup setelahnya mampu menandingi sikapnya. Dan terbukti kan bahwa manusia saat ini yang beristri 2 saja, rumah tangganya penuh gonjang-ganjing, apalagimau beristri seperti yang dilakukan Rasulullah (hmm.. entah apa yang akan terjadi). Selain itu, mungkin karena situasi dan kondisi pada waktu itu sehingga Allah berkata demikian (QS 33:50), sebelum akhirnya QS 33:52 turun.

Nah, yang mungkin menjadi pertanyaan selanjutnya adalah: “Mampukah seorang suami berlaku adil kepada setiap istrinya?”. Rasanya sangat sulit dan tidak mungkin. Allah pun mengetahui hal ini, yang tercermin pada firmanNya dalam QS. An-Nisaa’ [4] ayat 129 yang berbunyi :

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Selain itu dalam suatu hadits Rasulullah dikatakan :

“Barang siapa yang mempunyai dua istri, lalu ia lebih condong kepada salah satunya dibandingkan dengan yang lain, maka pada hari Kiamat akan datang dalam keadaan salah satu pundaknya lumpuh miring sebelah.” (HR. Lima)

Jadi sesungguhnya Islam sangat tidak menganjurkan seorang pria beristri lebih dari satu, karena bukanlah hal yang mudah. Namun disisi lain, Islam juga tidak mungkin melarang seorang pria beristri lebih dari satu karena berbagaialasan. Selain alasan seperti pada kasus Nabi Muhammad, juga karena ha lini masih jauh lebih baik daripada pria tersebut berselingkuh atau berzina dengan wanita lain sehingga dapat lebih menyakiti hati istri dan anak-anaknya. Sebagaimana kita ketahui,sangat banyak kasus perceraian yang terjadi di belahan bumi ini akibat suami berselingkuh (berzina) dengan wanita lain idamannya (WIL). Tentu ini sangat menyakiti hati seorang istri dan sangat mempengaruh ijiwa (mental) anak-anaknya. Memang dengan menikah lagi, bukan berarti tidak menyakiti hati anak dan istri sebelumnya. Namun dengan berzina, keluarga mereka akan menjadi bahan olok-olok masyarakat dan akan menimbulkan rasa malu yang luar biasa yang sanga tsulit dilupakan dari ingatan. Di Indonesia sendiri kasus seperti ini sangat sering kita dengar dalam suatu berita, misalnya yang terjadi pada para artis dan beberapaorang wakil rakyat (anggota DPR). Begitu pula disisi wanita yang lemah imannya yangsulit mendapatkan suami, maka diambillah jalan pintas menjajakan dirinya (menjadi WTS) yang selain bertujuan untuk mendapat uang yang berlimpah juga sekaligus untuk dapat merasakan nikmatnya bercinta. Namun ternyata akibat dari hal ini jauh lebih berbahaya, karena penyakit AIDS siap memangsa kapan saja tanpa terduga.

Selain itu, sebagaimana kita ketahui bahwa perbandingan kelahiran lelaki danperempuan boleh dikata sama di semua tempat. Tetapi dalam kematian anak, laki-laki yang matilebih banyak daripada perempuan.Ini karena ternyata bayi laki-laki lebih rentan terhadap penyakit dibanding bayi perempuan. Selain itu, selama perang, laki-laki lebih banyak yang terbunuh daripada perempuan. Lebih banyak laki-laki yang mati karena kecelakaan atau penyakit daripada wanita. Rata-rata masa hidup perempuan juga lebih panjang daripada masa hidup laki-laki. Hal ini terbukti dalam kehidupan sehari-hari bahwa kita lebih banyak menjumpai para janda daripada duda.

Setiap bangsa yang beradab mempunyai kelebihan wanita. Inggris 4 juta, Jerman 5 juta, Rusia 7 juta, dan lain-lain. Sementara di Amerika yang merupakan negara adidaya terdapat kelebihan wanita sebesar 7,8 juta jiwa dan cenderung terus bertambah seiring berjalannya waktu. Ini berarti bahwa bila setiap pria di Amerika menikah, masih ada 7.800.000 wanita yang tertinggal, wanita yang tidak akan mendapatkan seorang suami. Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwa beberapa pria tidak akan pernah dapat menikah karena berbagai macam alasan, seperti misalnya merasa belumsiap atau belum mampu dalam halfinansial, menderitaimpoten atau ejakulasi dini, mengalami gangguan kesehatan, dll.

Tetapi masalah kelebihan wanita di Amerika sangatlah kompleks.98% dari penghuni penjara adalah pria. Kemudian ada 25 juta para pelaku sodomi yang secara halus mereka menyebutnya “gay”. Di kota New York terdapat lebih dari satu juta wanita lebihbanyak daripada pria. Bahkan jika semua populasi pria yang cukup berani untuk menikah dengan lawan jenisnya di kota ini dikumpulkan, masih teta pada 1.000.000 wanita tanpa suami. Tetapi yang terburuk adalah reputasi bahwa sepertiga dari populasi pria dikota ini adalah “gay” (homoseksual/melakukan sodomi). Orang-orang Yahudi yang paling ribut dalam setiap debat, tetap diam seribu bahasa karena takut dicap sebagai bangsa timur yang terbelakang. Gereja dengan jutaan penggemar kelahiran kembali yang mengklaim mendiami rumah Roh Kudus, juga tak bersuara tentang topik ini.

Pendiri Gereja Mormon, Joseph Smith dan Brigham Young dengan mengklaim sebuah wahyu baru pada tahun 1830 mengajarkan dan melaksanakan poligami tak terbatas untuk memecahkan masalah kelebihan wanita. Saat ini, orang-orang Mormon telah membatalkan ajaran gereja pendahulu mereka tersebut untuk mendamaikan tuduhan Amerika pada masalah poligami. Apa yang harus dilakukan oleh wanita-wanita Amerika/Barat/Eropa yang malang ini?. Mereka benar-benar akan menjadi tua merana!!.

D. Mengapa Poliandri Dilarang Dalam Islam

Banyak orang, termasuk beberapa muslim, mempertanyakan logika bolehnya laki-laki Islam mempunyai lebih dari satu pasangan tetapi menolak “hak” yang sama bagi perempuan.

Oleh karena itu, perluditekankan terlebih dahulu bahwa dasar sebuah masyarakat Islam adalah keadilan dan keseimbangan. Allah menciptakan pria dan wanita sederajat, tetapi dengan kemampuan berbeda dan tanggung jawab berbeda. Pria dan wanita berbeda secara fisiologis dan psikologis. Peran dan tanggung jawab mereka juga berbeda. Laki-laki dan perempuan setara dalam Islam, tetapi tidak identik.

Surat An-Nisa ayat 22 hingga 24 menjelaskan perempuan yang tidak boleh dinikahi laki-laki Islam. Lebih jauh disebutkan dalam surat An-Nisa ayat 24, “juga ( terlarang ) perempuan-perempuan yang sudah menikah.

Poin-poin berikut menyebutkan beberapa alasan mengapa poliandri dilarang dalam Islam:

1.Jika seorang laki-laki memiliki lebih dari satu istri, kedua orang tua anak yang lahir dari pernikahan semacam itu mudah diidentifikasi. Ayah dan ibu mudah dikenali. Apabila seorang perempuan memiliki lebih dari satu suami, hanya ibu yang bisa diidentifikasi dan bukan ayah.Islam sangat menekankan pentingnya identifikasi kedua orang tua, ibu dan ayah. Para psikolog menerangkan bahwa anak-anak yang tidak mengenal orang tua mereka, khususnya ayah, akan mengalami trauma dan gangguan mental yang berat. Mereka mengalami masa kanak-kanak yang tidak bahagia. Karena alasan inilah, anak-anak pelacur tidak memiliki masa kanak-kanak yang sehat. Jika seorang anak yang terlahir dari hubungan semacam itu masuk sekolah kemudian sang ibu ditanya siapa nama ayahnya, ia akan memberikan dua atau lebih nama! Kita tahu bahwa kemajuan mutakhir memungkinkan identifikasi ibu dan ayah dengan bantuan uji genetika,namun sampai saat ini tak ada satupun teknologi yang mampu menjamin keakuratannya sampai 100%. Selain itu dari sisi lain,semua hukum,baik sekuler maupun agama,setuju bahwa pria adalah kepala keluarga. Apabila poliandri diperbolehkan, siapa yang akan menjadi kepala keluarga? Apakah para suami akan bekerja sama satu sama lain, atau ada satu yang akan menjadi pemimpin? Hal ini tentunya sukar atau tidak akan diterima oleh yang lainnya.

2. Secara alami, laki-laki lebih poligamis daripada perempuan.

3. Secara biologis, laki-laki lebih mudah menjalankan kewajiban sebagai suami walaupun punya beberapa istri. Seorang perempuan yang punya beberapa suami, mustahil menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Seorang perempuan mengalami beberapa perubahan fisiologis dan perilaku karena berbagai fase daur menstruasi.Secara tabiat, seorang perempuan hanya bisa hamil sekali dalam setahun. Namun, laki-laki dapat menurunkan banyak anak dari beberapa istri dalam satu waktu.

4. Seorang perempuan yang punya lebih dari satu suami akan mempunyai beberapa mitra seks pada saat yang sama dan berpeluang lebih besar mendapat penyakit seksual menular yang bisa ditularkan kembali kepada suami-suaminya sekalipun jika mereka semua tidak melakukan hubungan seks di luar perkawinan. Hal demikian tidak akan terjadi pada seorang laki-laki yang mempunyai lebih dari satu istri, terkecuali istri-istri itu ada yang melakukan hubungan seks di luar nikah (berzina).

Alasan-alasan di atas adalah yang mudah diidentifikasi orang. Boleh jadi ada lebih banyak lagi alasan mengapa Allah dengan ilmu-Nya yang tak terbatas, melarang poliandri.

wb: mattula_ada@live.com

10 Februari 2012

Islam Disebarkan Lewat Pedang??

by: Mattula’ada

“Mengapa Rasulullah menyebarkan Islam lewat pedang (dengan jalan kekerasan) ?”

Pertanyaan ini paling banyak ditanyakan orang-orang barat, oleh karena pengaruh pers di negara mereka yang sangat menjelek-jelekkan Islam, terlebih mengenai kepribadian Nabi Muhammad. Seperti yang sudah saya kemukakan pada artikel ‘Makna Jihad Sesungguhnya!!’, bahwa umat Islam dilarang untuk memulai suatu tindakan yang sifatnya “tidak terpuji”, misalnya dengan jalan paksa atau kekerasan bila tidak didahului. Islam sangat menjunjung tinggi HAM (Hak-hak Asasi Manusia) dan perdamaian. Ini tersirat jelas lewat firman-firman Allah dalam ayat-ayat pada Al-Qur’an, seperti misalnya pada ayat-ayat berikut ini :

009. Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al-Hujuraat [49] : 9)

039. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Maaidah [5] : 39)

054. Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-An’aam [6] : 54)

043. Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (QS. Asy-Syuura [42] : 43)

011. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. 012. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. 013. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujuraat [49] : 11-13)

061. Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Menge-tahui. (QS. Al-Anfaal [8] : 61)

108. Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. Al-An’aam [6] : 108)

Perlu saya tekankan kembali bahwa Allah tidak pernah memaksa seseorang untuk memeluk agama Islam (satu-satunya agama yang diridhai-Nya), sebagaimana firman-Nya :

256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 2:256)

Anda bisa saja bertanya kepada saya : “Semua yang dipaparkan diatas adalah perkataan Allah, bagaimana dengan sikap Nabi Muhammad sendiri sebagai utusanNya? Apakah dia juga seseorang yang ‘murah hati’ alias menjunjung nilai-nilai HAM seperti Tuhannya?.”

Rasulullah adalah seorang yang pemaaf, murah hati, dan sangat menghargai adanya perbedaan pendapat. Ini tercermin jelas dalam kisah sejarah hidup beliau.

Sewaktu Rasulullah ‘menaklukkan’ kota Mekkah, apa yang dilakukannya? Kota yang dulunya telah memperlakukannya dengan sangat kejam, menindas, mengutuk dirinya dan pengikutnya; kini berada di bawah kekuasaannya. Orang-orang yang dulu menindas dan menganiaya dirinya dengan tanpa belas kasihan sekarang berada di bawah belas kasihan beliau. Di saat kemenangannya, segala kesalahan mereka dimaafkan dan mereka dibebaskan untuk tetap tinggal di Mekkah.

Sebelum beliau membebaskan mereka untuk tetap tinggal di kota tersebut, beliau bertanya kepada mereka “Apa yang kamu harapkan dariku hari ini?” Orang-orang yang telah mengenal beliau bahkan sejak masa kanak-kanak itu berkata, “Kemurahan hati, wahai saudara dan keponakanku!” Air mata keluar dari kedua mata Rasulullah dan beliau berkata, “Saya akan berbuat seperti apa yang diperbuat Yusuf (maksudnya Nabi Yusuf as) terhadap saudara-saudaranya. Kalian boleh bebas pergi !!”

Selain peristiwa tadi, ada juga peristiwa lain yang menggambarkan sikap beliau yang menghargai perbedaan pendapat. Ketika Rasulullah memilih suatu lokasi yang jauh dari air untuk bermarkas dalam peperangan Badar, sahabatnya “Al-Khubbab bin Al-Mundzir” bertanya, “Wahai Pesuruh Allah, apakah pilihanmu ini berdasarkan wahyu, atau berdasarkan pendapat pribadimu? Nabi Muhammad menjawab: “Ini berdasarkan nalar, wahai Khubbab.”

Khubbab tidak setuju dengan pilihan tempat itu dan menyarankan tempat lain yang akhirnya disetujui Nabi.

Bahkan secara tegas Rasulullah memberi peluang kepada umatnya untuk berbeda pendapat dalam hal-hal yang mereka lebih ketahui, yakni dalam hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan urusan agama.

“Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian (daripadaku)”

Begitulah perkataan beliau ketika sarannya untuk tidak mengawinkan pohon kurma dinilai oleh sementara sahabatnya keliru.

Perlu diketahui bahwa Nabi Muhammad hidup ditengah-tengah bangsa yang sangat brutal dan biadab, sehingga seorang sejarawan terkemuka bernama Edward Gibbon mengatakan dalam bukunya (Decline and Fall of the Roman Empire) bahwa “kebrutalan bangsa Arab pada waktu itu hampir tanpa perasaaan, sangat sulit dibedakan dari dunia hewan yang lain.” Sehingga keberhasilan Rasulullah dalam mengatasi masalah besar dalam kaumnya, seperti mabuk-mabukan, perzinahan, penyembahan berhala, peperangan, ketidakadilan, dan kekejaman merupakan suatu prestasi yang sangat luar biasa dan tidak mungkin terlupakan dalam sejarah.

Terlepas dari sikap-sikap terpuji Rasulullah diatas, perlu dicamkan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang sangat taat terhadap perintah Allah dan tidak pernah melanggar segala perintah-Nya. Jadi tidak mungkin beliau menyimpang dari ajaran Islam. Oleh sebab itu, Aisyah, istri Beliau, pernah berkata : “Dia (Rasulullah) adalah Al-Qur’an dalam perbuatan, Dia adalah Al-Qur’an berjalan, Dia adalah Al-Qur’an berbicara, Dia adalah Al-Qur’an yang hidup.” Begitupun yang dikatakan Ahmed Deedat dalam bukunya (The Choice) : “Meskipun miskin dan yatim piatu, Muhammad mempunyai kepribadian yang relijius dan Anda pasti kagum terhadap apa yang terdapat dalam dirinya.”

Jika dikatakan bahwa ini adalah kata-kata dari pengikut setia tentang yang dicintainya, maka marilah kita lihat apa yang dikatakan oleh seorang pengkritik Kristen yang simpatik terhadap “Nabi pahlawan!”nya.

Namanya adalah Thomas Carlyle (seorang pemikir terkemuka tahun 18an). Pada suatu hari dia memberi suatu kuliah dan dia memilih suatu topik yang sangat provokatif “The Hero as Prophet” (Sang Pahlawan sebagai Nabi), dan dia memilih nabi yang paling perkasa yang sering difitnah yaitu “Muhammad SAW!” Bukan Musa, Daud, Sulaiman, atau Yesus, tetapi Muhammad. Untuk menentramkan hati saudara setanah airnya (yang sebagian besar anggota Gereja Anglican), dia berkata : “Tidak ada bahaya bagi kita terhadap umat Muslim. Saya hanya ingin menyatakan segala sesuatu yang baik pada dirinya. Itu saja !”

Dalam suatu masa yang penuh dengan kebencian terhadap Islam dan kepada pendengarnya yang sangat skeptis dan sinis, Carlyle membuka suatu sinar kebenaran tentang pahlawannya, Muhammad. Untuk seseorang yang patut dipuji maka harus dipuji. Walaupun ada kalanya Carlyle menggunakan kata-kata dan gambaran-gambaran yang mungkin tidak mengenakkan bagi Muslim, tetapi paling tidak, dia telah “welcome” terhadap Islam. Dia telah memberikan penghargaan yang besar dan antusias serta membelanya (Nabi Muhammad) dari pandangan salah oleh banyak orang di sekelilingnya, seperti halnya yang dilakukan Rasulullah sewaktu membela Yesus dan ibunya dari penghinaan bangsa Yahudi.

Berikut beberapa point kalimat yang dinyatakan Carlyle mengenai Nabi Muhammad yang sebagian besar tertuang dalam bukunya yang berjudul On Heroes, Hero, Worship and The Heroes in History :

a. “Ketulusan hati dari orang yang agung adalah sesuatu yang tidak bisa diungkapkan. Bahkan saya pikir orang itu sendiri tidak sadar akan ketulusan hatinya. Untuk apa seseorang berlaku benar hanya untuk satu hari ? Tidak, orang yang besar tidak akan menyombongkan ketulusan hatinya sendiri.”

b. “Jiwa yang besar yang pendiam adalah orang yang walaupun tidak bisa, ia akan bersunguh-sungguh karena sifat dasarnya membawa dia untuk berlaku sungguh-sungguh. Sewaktu orang lain berpura-pura seolah-olah bersungguh-sungguh, laki-laki ini tidak bisa berbuat demikian dan dia sendirian dengan jiwanya dan kenyataan terhadap apa yang terjadi…. Kesungguhan telah ada dalam kebenaran Tuhan. Kata-kata dari laki-laki ini adalah suara hatinya langsung tanpa berpura-pura. Orang-orang harus mendengarkan apa yang dikatakannya daripada mendengarkan yang lain. Yang lain adalah bagaikan angin lalu.”

c. “Seorang laki-laki yang jujur dan setia. Jujur dalam perbuatan, perkataan, dan pemikirannya. Mereka mencatat bahwa beliau selalu bersungguh-sungguh terhadap segala sesuatu. Seorang laki-laki yang pendiam. Diam apabila tidak ada yang harus dikatakan, tetapi selalu bijak dan tulus apabila berbicara. Selalu menerangi setiap persoalan. Ini adalah bagian dari apa yang disebut perkataan yang bernilai.”

d. “Bukanlah orang yang plin-plan. Suatu perkataan yang tegas akan dikeluarkan apabila memang diperlukan. Beliau akan bicara terus terang dan tegas!”

e. “Kebohongan yang telah ditimbun di sekeliling laki-laki ini hanya memalukan bagi diri kita sendiri !!”

Sebelum orang-orang menuduh Carlyle dengan persangkaan tak pantas dan telah disuap, mari kita lihat beberapa nama orang-orang non muslim lainnya yang mengagumi Nabi Muhammad saw :

a. “Empat tahun setelah kematian Justinian, 569 M, lahir di Makkah di tanah Arab, seorang yang memberikan pengaruh yang terbesar bagi umat manusia. Orang itu adalah Muhammad” (John William Draper, M.D., LLD., dalam bukunya A History of the Intellectual Development of Europe (Sejarah Perkembangan Intelektual di Eropa), London 1875)

b. “Saya ragu apakah ada orang lain yang bisa merubah kondisi manusia begitu besar seperti yang dilakukan oleh Muhammad.” (RVC Bodley dalam The Messenger (Sang Utusan), London 1946, halaman 9)

c. “Saya telah mempelajari tentang Muhammad. Beliau adalah laki-laki yang luar biasa; dan menurut saya, terlepas dari pemikiran anti Kristen, beliau adalah penyelamat umat manusia. Jika seorang manusia seperti Muhammad dianggap kediktatoran dunia modern, dia akan berhasil memecahkan masalah-masalah yang akan membawa dunia kepada kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan.” (George Bernard Shaw dalam The Genuine of Islam (Islam yang Murni), volume I no. 81936)

d. “Dengan sebuah keberuntungan yang sangat unik dalam sejarah, Muhammad adalah pendiri dari suatu negara, suatu kerajaan dan suatu agama. Dia adalah gabungan dari Kaisar dan Paus. Tetapi dia adalah Paus tanpa keinginan menjadi Paus, dan Kaisar tanpa tentara kerajaan. Tanpa tentara, tanpa bodyguard, tanpa sebuah istana, tanpa pendapatan tetap. Jika ada orang yang mempunyai hak untuk mengatakan bahwa dia diatur oleh Tuhan yang benar, itu adalah Muhammad, dimana dia mempunyai kekuatan tanpa peralatan dan tanpa dukungan.” (R. Bosworth Smith, dalam Mohammed and Mohammedanism)

e. “Muhammad adalah pribadi relijius yang paling sukses.” (Encyclopedia Britannica, edisi ke-11)

De Lacy O’Leary dalam ‘Islam at The Crossroad’ (Islam di Persimpangan Jalan) mengatakan: “Bagaimanapun sejarah jelas menerangkan bahwa legenda tentang penaklukan muslim terhadap dunia dan memaksakan Islam dengan menggunakan pedang adalah suatu cerita yang tidak masuk akal yang sering diceritakan oleh ahli sejarah.”

“Jika kebesaran tujuan, keterbatasan peralatan dan hasil-hasil yang mencengangkan adalah tiga kriteria kebesaran manusia, siapa yang bisa mempertaruhkannya di zaman modern ini dengan sejarah Muhammad?…… Ahli filsafat, ahli pidato, rasul, pemimpin negara, pejuang, pencetus ide-ide, penemu keyakinan yang rasional, penemu 20 kekaisaran di bumi dan menjadikannya satu kekaisaran spiritual, dia adalah Muhammad. Berdasarkan semua standar kebesaran dan kejayaan yang bisa diukur, kita bisa bertanya, apakah ada orang lain yang lebih besar dari beliau.” Begitulah yang dikatakan seorang sejarawan berkebangsaan Prancis bernama Lamartine dalam bukunya [‘Historie de la Turquie’, Paris 1854 (‘Sejarah Turki’, Paris 1854)].

Sementara Mr. Stanley Lane mengagumi sikap dan kejujuran Rasulullah seperti yang dikatakannya sbb : “Dia adalah orang yang bersemangat terhadap nilai-nilai yang mulia dan antusias ini menjadi garam bagi dunia, yang menjaga manusia dari kerusakan hidup mereka.”

Hal-hal diatas adalah apa yang dikatakan oleh orang non muslim barat mengenai Nabi Muhammad. Bagaimana dengan non muslim timur ? Berikut pernyataan mereka :

1. “Semakin saya pelajari, semakin saya temukan bahwa kekuatan Islam bukan berasal dari pedang.” [Mahatma Gandhi – Bapak India Modern dalam ‘Young India’ (India Muda)]

2. “Muhammad adalah suatu jiwa yang bijaksana dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan dilupakan oleh orang-orang di sekitarnya.” (Diwan Chand Sharma, seorang sarjana beragama Hindu, dalam bukunya The Prophets of The East (Nabi-Nabi dari Timur), Calcutta 1935, hal. 122)

3. “Mereka (pengkritik Muhammad) melihat api bukannya cahaya, mendapat kebodohan bukan kebaikan. Mereka mengubah setiap kebaikan dengan kejahatan yang besar. Hal ini menggambarkan kebejatan moral mereka….. kritikan tersebut adalah buta. Mereka tidak bisa melihat bahwa satu-satunya pedang Muhammad adalah pedang kemurahan hati, petunjuk, persahabatan, kemauan untuk memaafkan – pedang yang menaklukkan musuh-musuhnya dan membersihkan hati mereka. Pedangnya lebih tajam daripada pedang baja.” [Pandit Gyanandra Dev Sharma Shastri, pada suatu rapat di Gorakhpur (India), 1928]

4. “Beliau memilih untuk hijrah daripada harus berperang melawan rakyatnya sendiri, tetapi ketika penindasan mereka sudah di luar batas toleransi barulah beliau mengangkat pedang untuk membela diri. Mereka yang percaya bahwa suatu agama bisa disebarkan dengan kekerasan adalah orang yang bodoh yang tidak tahu jalannya suatu agama ataupun jalannya dunia. Mereka bangga dengan kepercayaannya karena mereka berada di suatu jalan, jalan yang jauh dari kebenaran”. [Seorang jurnalis Sikh dalam Nawan Hindustan, New Delhi, 17-11-1947]

Di AS pernah diterbitkan sebuah buku berjudul The 100 yang berisi tentang seratus orang terbesar dalam sejarah, yang dikarang oleh Michael H. Hart, seorang sejarawan, ahli matematika dan astronom. Dia telah mencari-cari dalam sejarah, orang-orang yang telah memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia.

Dalam buku tsb, dia menceritakan seratus orang yang sangat berpengaruh termasuk Asoka, Aristotle, Buddha, Confucius, Hitler, Plato, dan Zoroaster. Dia meletakkan urutan-urutan tokoh no. 1 sampai 100 bukan berdasarkan pandangan pengaruh tokoh tersebut kepada orang-orang tetapi dia mengevaluasinya berdasarkan tingkatan pengaruh dan keunggulan masing-masing tokoh dari no. 1 sampai 100. Dia memberi alasan mengapa dia meletakkan urutan tokoh tersebut. Kita tidak harus setuju dengan pendapat Hart ini, tetapi kita harus menghargai penelitian dan kejujurannya.

Hal yang paling mencengangkan adalah pilihannya untuk menempatkan Rasulullah di urutan no. 1 (Pertama dari 100 !). Penempatan Rasulullah di urutan no.1 oleh Hart tentu saja menggembirakan kaum muslimin, tetapi hal ini mengecewakan non muslim, khususnya Yahudi dan Kristen. Yesus no. 3 dan Musa no. 40 !. Hal ini sulit diterima mereka. Tetapi apa yang dikatakan Hart ? Inilah argumentasinya :

“Meskipun jumlah umat Kristen lebih banyak dari umat Islam di dunia ini, mungkin kelihatannya aneh bahwa Muhammad berada di urutan lebih tinggi dibanding Yesus. Ada dua alasan mengenai hal tersebut :

1. Muhammad memegang peranan lebih penting dalam pengembangan Islam dibanding peranan Yesus dalam pengembangan Kristen. Meskipun Yesus bertanggung jawab terhadap ajaran tata susila dan moral Kristen (sejauh ini berbeda dengan ajaran Yahudi), St. Paul (Paulus)-lah yang mengembangkan agama Kristen, penyebar dan penulis sebagian besar dari Kitab Perjanjian baru;

2. Muhammad bagaimanapun juga bertanggung jawab atas agama Islam, ajaran tata susila dan prinsip moral. Selain itu, dialah yang memegang kunci utama dalam penyebaran agama Islam dan membangun peradaban Islam.”

Menurut Hart, penghargaan terhadap pendiri Kristen harus dibagi antara Yesus dan St. Paul. Hart percaya bahwa sebenarnya Paul-lah yang mendirikan Kristen. Kita tidak bisa berargumentasi dengan Hart, namun memang pada kenyataanya dari total 27 Kitab Perjanjian Baru, lebih setengahnya ditulis oleh Paul. Jika Anda memperhatikan apa yang disebut A red letter Bible (Bible dengan huruf bertinta merah), Anda akan menemukan bahwa setiap kata-kata yang berasal dari ucapan Yesus ditulis dengan tinta merah sedang yang bukan dengan tinta hitam yang biasa. Jangan heran kalau Anda menemukan bahwa dalam ‘Injil’ yang merupakan kitab suci Yesus, 99% lebih dari 27 Kitab Perjanjian Baru ditulis dengan tinta hitam. Ini merupakan pengakuan terus terang dalam Bible. Bahkan ada misionaris Kristen yang mengatakan bahwa sebenarnya 100% berasal dari Paulus.

Selain Hart; Jules Masserman, psykoanalis dan profesor di Universitas Chicago AS, tidak seperti yang lain, memberikan dasar dari pemilihannya terhadap pemimpin terbesar sepanjang masa. Dia ingin kita menemukan sendiri apa yang benar-benar kita cari dari seorang pemimpin. Dia memberikan kualifikasi seorang pemimpin. Seperti juga Micahel H. Hart, dia mencari pemimpin berdasarkan pengaruh yang terbesar. Bagaimanapun juga Masserman tidak mau kita tergantung pada kesenangan atau persangkaan kita saja. Dia ingin kita membangun standar objektifitas untuk menilai sebelum kita memutuskan mengidolakan seseorang sebagai pemimpin besar.

Dia berkata bahwa pemimpin harus memenuhi 3 fungsi, yaitu :

1. Pemimpin harus menyediakan kesejahteraan bagi orang-orang yang dipimpinnya;

2. Pemimpin atau calon pemimpin harus menyediakan suatu organisasi sosial dimana orang-orang merasa aman didalamnya;

3. Pemimpin harus menyediakan suatu kepercayaan bagi pengikutnya.

Berdasarkan ketiga standar tadi, Masserman mencari dan menganalisa dalam sejarah terhadap Louis Pasteur, Salk, Gandhi, Confucius, Alexander yang agung, Caesar, Hitler, Budha, Yesus, dll. Akhirnya dia mengambil kesimpulan bahwa : “Mungkin pemimpin terbesar sepanjang waktu adalah Muhammad yang mengkombinasikan ketiga fungsi tersebut dan pada urutan berikutnya adalah Musa.”

Kita tidak bisa mengabaikan begitu saja pendapat Masserman ini, karena bahkan sebagai seorang Yahudi ia tetap juga menganalisa Adolf Hitler, musuh terbesar bangsanya. Dia mempertimbangkan Hitler sebagai pemimpin yang besar. Ras Jerman yang terdiri dari 90 juta orang telah siap menuju kejayaan walaupun akhirnya hancur berantakan.

Hitler bukanlah pertanyaan kita. Pertanyaannya adalah mengapa Masserman seorang Yahudi Amerika yang mengabdi pada pemerintah, mengumumkan kepada bangsanya sendiri yang terdiri dari 200 juta umat Yahudi dan Kristen bahwa bukan Yesus atau Musa, tetapi Muhammad-lah pemimpin terbesar sepanjang masa !!.

Michael H. Hart menempatkan Muhammad no. 1 dalam daftarnya dan Yesus Kristus no. 3. Mengapa ? Apakah dia disihir ?

William Mc Neill mempertimbangkan Muhammad dalam tiga nama teratas dalam daftarnya. Mengapa ? Apakah dia disihir ?

James Gavin menempatkan Muhammad sebelum Kristus. Mengapa? Apakah dia disihir?

Jules Masserman menempatkan Muhammad no. 1 dan pemimpinnya sendiri Musa pada nomor dua. Mengapa ? Apakah dia disihir ?

Seperti kata Thomas Carlyle : “Apakah kita beranggapan bahwa semua puji-pujian pada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ini adalah suatu permainan sulap dan perdukunan (sihir)….. Kita tidak bisa beranggapan demikian….. Manusia tidak akan mengerti sama sekali tentang umat manusia jika perdukunan tumbuh subur dan berkembang dalam dunia.”

Dari pernyataan-pernyataan diatas , maka sekali lagi terbuktilah ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menyatakan:

004. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. (QS. Al-Insyiraah [94] : 4)

004. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. 68:4)

                        021. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.QS 33:21)

wb: mattula_ada@live.com