Posts tagged ‘korban tewas’

7 Agustus 2012

Kontroversi SBY atas Muslim Rohingya

by: Indra Sastrawat

Di kediaman pribadinya di Cikeas, berpakaian serba putih Presiden SBY membuat pernyataan kontroversial tentang konflik di Arakan, Myanmar. Saya menangkap ada tiga poin kontroversi atas pernyataan presiden di negri pemeluk Islam terbesar di dunia. Yang pertama SBY menganggap di Rakhine tidak ada indikasi Genosida terhadap Muslim Rohingya, kedua SBY beralasan kalau konflik di Rakhine adalah konflik komunal antara etnis Rohingya dan Rakhine, ketiga dan yang ini paling fatal menganggap , SBY berpendapatk kalau etnis Rohingya merupakan pendatang dari Bangladesh.

Saya kurang paham dari mana SBY mendapat bisikan sesat hingga mengeluarkan pernyataan sesat pula. Besar kemungkinan informasi didapat dari KBRI Indonesia di Maynmar dan dari Kemenlu RI. Saya ingin menanggapi pernyataan SBY diatas.

Genosida di Rakhine

Mengatakan di Rakhine tidak ada Genoisida adalah sebuah kesalahan besar. Sudah banyak korban tewas dari muslim Rohingya. Saya belum tahu pasti berapa korban mati sehingga bisa dikatakan itu sebuah genosida. Sejak negera Burma terbentuk, etnis Rohingya sudah mendapatkan perlakuan keji dari rezim militer. Puncaknya pada tahun 1982 melalui operasi teratai, rezim Burma membantai banyak etnis Rohingya muslim. Memang benar di Burma bukan hanya etnis Rohingya yang diperangi oleh Burma tapi etnis lain semisal Keren dan Shan. Tapi kedua etnis itu punya pasukan militer untuk melawan sedangkan Rohingya tidak.

134420995129310264

Menurut Statuta Roma dan Undang-Undang no. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, genosida ialah Perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama dengan cara membunuh anggota kelompok; mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota kelompok; menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang menciptakan kemusnahan secara fisik sebagian atau seluruhnya; melakukan tindakan mencegah kelahiran dalam kelompok; memindahkan secara paksa anak-anak dalam kelompok ke kelompok lain.

Sangat jelas kalau pemerintah Burma ingin menghilangkan satu etnis bernama Rohingyua dari negeri mereka. Rezim Militer Burma merupakan rezim paling aperteid di dunia. Di Afrika selatan yang pernah digocang isu aperteid, orang-orang kulit hitamnya masih bisa bernafas walau diangap warga kelas dua, sedangkan di Myanmar orang-orang Rohingya sama sekali dianggap bukan warga negara.

Konflik komunal

Negeri pagoda bernama Burma di huni paling sedikit 135 suku/etnis, dimana etnis Burma merupakan mayoritas sekitar 65%. sisanya 35% merupakan etnis lain. Selama ini pertikaian yang terjadi di Burma adalah konflik vertikal antara pemerintah yang berasal dari Burma dengan etnis lain seperti etnis Karen yang beragama Budha-Kristen di sebelah utara perbatasan dengan China dan Etnis Shan di Timur perbatasan dengan Thailand.

Seteleah rezim Burma jenuh dengan cara mereka, akhirnya mereka menemukan cara lain untuk mengusir etbis Rohingya dari negeri Arakan. Caranya dengan merancang konflik horizontal dengan etnis Rakhine yang merupakan etnis mayoritas di Arakan. Perbandinganya sekitar 60:40. Parahnya semua etnis di Negeri Burma sama-sama memusuhi oranmg-orang Rohingya karena mereka beda secara fisik.

Mungkin juga ada latar belakang dendam sejarah. Dahulunya pada masa kolonial Inggris orang-orang Rohingya mendapatkan kebebasan dari Inggris, bahkan banyak orang Rohingya yang mejadi pasukan Inggris. Dikota-kota besar seperti Yangoon dan Mandalay banyak orang Rohingya yang dahulunya dibawa oleh penjajah Inggris. Bila melihat video kesaksian di Youtube sangat jelas kalau tentara Burma berada dibelakang orang Rakhine, mereka membiarkan terjadinya pembantaian/konflik komunal.

Imigran dari Bangladesh

Menyebut orang Musim Arakan atau Rohingya adalah pendatang dari Bangladesh adalah kemunafikan sejarah. Pemerintah Bnagladesh sendiri tidak mengakui etnis Rohingya bagian dari mereka walau secara fisik mereka sama. Dari segi bahasa orang Rohingya berbahasa Chittagong, bahasa minoritas di Bangladesh. Arakan merupakan negeri asal leluhur Rohingya. Dahulunya di Arakan berdiri sebuah kerajaan Arakan. Belakangan hari para pendatang dari Tibet datang memenuhi negeri Arakan, mereka inilah yang sekarang disebut dengan nama Rakhine. Walau mayoritas Budha ada sebagian kecil orang Rakhine yang muslim, di Burma sendiri etnis muslim bukan hanya Rohingya.

Seperti pada kerajaan dahulu, yang namanya peperangan silih berganti terjadi. Etnis Burma yang menguasai sebagian besar delta sungai Irawadi melakukan ekspansi hingga ke negeri Arakan yang dipimpin raja etnis Rohingya.menang kalah silih berganti terjadi antara etnis Burma sang penjajah dengan etnis Rohingya. Sebelum Inggris datang Rohingya dikuasai oleh Burma. Karena kerajaan Burma serakah ingin menguasai Chittagong yang waktu itu dibawah Mandat Inggris maka terjadilah pertempuran antara Inggris melawan Burma.

Kalah segalanya Burma akhirnya dikuasai oleh Inggris termasuk negeri Arakan tempat tinggal kaum Rohingya. Setelah merdeka semua wilayah bekas jajahan Inggris masuk menjadi teritorial negara Burma termasuk Arakan. Mungkin ada kesamaan dengan Kerajaan di Indonesia dulu yang mana semua bekas jajahan Belanda menjadi wilayah Republik Indonesia, sehingga orang Aceh dan Papua pernah berontak.

Sebaiknya SBY sebelum membuat pernyataan melakukan cross chek berita. Dari pada membuat pernyataan yang simpang siur dan membangkitkan kemarahan umat islam lebih baik SBY mencontoh bapak Jusuf Kalla yang bersama LSM di Malaysia bersama-sama mencari solusi muslim Rohingya. Sebagai negara muslim terbesar di dunia sebaiknya SBY gencar melakukan diplomasi politik menekan pemerintah Myanmar.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan