Posts tagged ‘kartu kredit’

10 Mei 2012

Trik Menyusun Anggaran Rumah Tangga

Hotman Simbolon, Vice President Customer Care Center Head Citibank, mengatakan, langkah awal agar bisa memiliki kemandiran finansial adalah dengan membuat anggaran. “Diawali dengan budgeting, lalu saving, investing, dan sharing. Budgeting penting untuk membantu Anda mencapai kemandirian finansial,” Lebih lanjut, Hotman menjelaskan tahapan budgeting sebagai berikut:

1. Menentukan tujuan finansial
Agar bisa mandiri secara finansial, mulailah dengan menentukan tujuan finansial jangka pendek, menengah, dan panjang. Ajukan sejumlah pertanyaan kepada diri sendiri untuk membantu Anda memperjelas tujuan finansial. Apa yang menjadi prioritas utama Anda, apa saja kebutuhan Anda, dan apa yang menjadi keinginan Anda?

2. Mengumpulkan berbagai informasi keuangan pribadi
Tahapan selanjutnya, kumpulkan seluruh data penghasilan dan pengeluaran. Data yang harus Anda kumpulkan di antaranya gaji bagi yang sudah bekerja atau uang saku dari orangtua, tagihan kartu kredit, pembayaran barang yang menjadi kebutuhan utama, dan lainnya.

Kemudian lakukan klasifikasi data menjadi tiga bagian untuk dijadikan landasan membuat anggaran. Bagian pertama, yaitu penghasilan, jumlahkan semua penghasilan dari seluruh sumber pendapatan. Bagian kedua, yaitu pengeluaran, jumlahkan semua pengeluaran tetap seperti cicilan rumah, dan pengeluaran variabel seperti uang bensin, telepon, dan lainnya. Ketiga adalah bagian bottom line, yakni selisih antara pendapatan dan pengeluaran yang akan memberikan ukuran apakah pengeluaran Anda sudah berlebihan.

Lihat bottom line Anda, jika selisihnya positif maka Anda bisa menyisihkan dana lebih untuk menabung atau menaikkan jumlah pembayaran kartu kredit atau utang. Kalau selisihnya negatif, artinya Anda membelanjakan lebih dari pendapatan.

“Jika Anda membelanjakan lebih dari 15-20 persen gaji bersih, ditambah pembayaran utang atau tagihan kartu kredit, Anda berada pada posisi berbahaya. Teliti kembali pengeluaran Anda, terutama pengeluaran variabel untuk mengontrol pengeluaran. Jangan sampai gaji Rp 5 juta tetapi pengeluaran per bulan Rp 7 juta,” tutur Hotman. “Bila perlu, catat pengeluaran bulanan,” katanya menambahkan.

3. Kurangi pengeluaran!
Banyak orang yang membelanjakan uang untuk barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan, walaupun mungkin diinginkannya. Karenanya, Anda perlu memonitor pengeluaran dengan membawa selalu catatan kecil. Catatan ini akan membantu Anda mengenali kebiasaan belanja setiap bulannya. Tentu saja Anda perlu disiplin mencatat semua pengeluaran harian dan bulanan dalam buku catatan ini.

Meski bottom line Anda positif, kebiasaan mengurangi pengeluaran tetap perlu diterapkan. Mulailah dengan membawa makanan dari rumah dan mengurangi makan di restoran. Kurangi juga kebiasaan minum kopi dan makan di restoran cepat saji. “Anda bisa menghemat Rp 5 juta per tahun jika kebiasaan minum kopi sebesar Rp 20.000 tiap hari bisa dikurangi,” saran Hotman. Berhenti dari kebiasaan merokok satu bungkus per hari juga bisa menghemat Rp 1 juta per bulan.

4. Buatlah formula anggaran
Tahapan terakhir dalam menyusun anggaran adalah membuat formulasi. Tentukan komposisi presentasi anggaran dari gaji bulanan Anda. Seperti berapa persen yang Anda anggarkan untuk tabungan, biaya sewa atau cicilan rumah, makanan, transportasi, pakaian, jalan-jalan, dan lainnya.

source: http://www.sumbercara.co.cc

pb: mattula_ada@live.com

10 Mei 2012

Cara Bijak dan Aman Menggunakan Kartu Kredit

by: Selly

Sedikit Tips dari saya cara bijak menggunakan kartu kredit :
# Berapa Pendapatan Anda: ini sangat penting bagi anda yang baru mau proses kartu kredit berapa dulu penghasilan anda,bisa syarat-syarat punya kartu kredit rata2 2jt perbulan ,bila anda blum mencapai syarat dasar tersebut jangan pernah di paksakan punya kartu kredit pasti natinya anda akan terbelit hutang ( realitas sekarang masyarat gaji 1,5jt/1jt dipaksakan buat kartu kredit dengan cara menaikan slip gaji biar dapat kartu saya garansi 1thn aman tapi menginjak tahun 2 atau ketiga saya garansi anda akan terbelit hutang kalau syarat dasar anda tidak terpenuhi ).
# Batasi pemakain kartu kredit anda maksimal 25% dari aset anda baik tabungan atau deposito anda , kenapa demikian kalau terjadi sesuatu anda masih sanggup untuk melunasinya.
# Pilih Bank yang memberi penawaran bunga yang paling rendah ( walaupun rata-rata bunga kartu kredit sama tapi tiap perbankkan memberi penawaran bunga yang berbeda-beda contohnya bank mandiri walapun bungan belanja sama dengan yang lain tetapi memberikan program powercash, dana tunai dengan bunga hanya 1% ).
# Bayarlah tagihan anda secara ful payment ( bayar penuh semua tagihan ) setiap bulan agar anda tidak terkena bunga kartu kredit 3,5%.
# Bayarlah tepat waktu sebelum jatuh tempo agar anda tidak terkena late cash,( untuk bank asing mohon 3 hari sebelum jatuh tempo ).
# Jangan pernah menggunakan Cash Advace diatm kalau tidak terpaksa banget.
# Ambil Bank Penerbit kartu dengan Iuran tahunan atau bulanan yang tidak memberatkan.
# Miliki maksimal 2 kartu kredit untuk pengguna konvensional ,Gunakan sebanyak -banyaknya bila anda berbisnis dengan dana dari kartu kredit.
# Jangan menganggap kartu kredit itu sebagai tambahan penghasilan, banyak fenomena akhir2 ini karena krisis global berdampak ke kita dengan gaji yang tidak naik tapi kebutuhan serba naik terus maka banyak yang berlomba-lomba mencari kartu kredit sebanyak-banyaknya , pakai sebanyak-banyaknya,bayar semampunya, saya garansi anda akan terjebak dalam hutang yang berkepanjangan.

Tips aman dengan Kartu Kredit anda !!

1. Pada saat pengajuan aplikasi baru
– Usahakan jangan pernah mengajukan pembuatan kartu kredit melalui agen
(Seperti yang banyak di mal mal, restaurant dan supermarket) walaupun mereka pakai
fasilitas bank tertentu, tetap saja mereka bukan pegawai bank tetapi pegawai
perusahaan agen yang bekerja sama dengan bank tertentu tersebut.
– Kalau mau buat kartu kredit diusahakan agar datang langsung ke Bank/Lembaga
Keuangan penerbit kartu kredit ke divisi card center nya (Kartu Kredit) atau minimal ke
cabang bank tersebut.
– Jangan hanya melihat iuran tahunan yang gratis saja untuk tahun pertama, sehingga
tahun berikutnya tutup kartu dan mencari lagi yang gratis iuran tahunan lagi.
Disini sangat rawan data anda bocor ke orang lain.Karena kita tidak tahu oknum
dari suatu institusi yang nakal.
– Kredit limit diusahakan adalah maksimal 1/2 dari Take Home Pay kita (Yg ideal
pinjaman adalah 1/3 penghasilan kita), bila terlalu tinggi minta turun limit saja, daripada
susah bayarnya.
2. Pada saat sudah memiliki Kartu Kredit
– Usahakan selalu untuk membayar lunas keseluruhan tagihan sebelum jatuh tempo,
sehingga anda terhindar dari biaya dan bunga yang cukup tinggi
– Rate bunga kartu credit selalu diatas bunga pinjaman lainnya karena kartu kredit
adalah pinjaman tanpa agunan, biasanya persentase rate adalah perbulan, sehingga
anda harus mengalikan dengan 12 untuk mengetahui rate setahunnya.
– Perhitungan bunga kartu kredit adalah sejak dari kita transaksi atau pengambilan tunai
sudah berjalan bunganya, namun kalau kita bayar lunas (Full Payment) sebelum jatuh
tempo maka kita dibebaskan bunga.
– Jangan pernah menginformasikan data yang ada di kartu kredit kita kepada orang lain,
termasuk saudara dekat, baik nomer kartu, masa berlaku, nama yang tercetak di kartu,
dan lain sebagainya. Waspada terhadap marketing via phone (Tele marketing) yang
mengatakan seolah olah dari Bank penerbit kartu dan ada kerjasama dengan mereka
baik asuransi, hotel, club, dsbnya ingat itu cuman trik mereka, dan jangan pernah kasih
tahu nomer kartu anda ke mereka !!! serta data data lainnya termasuk Bank penerbit
kartunya.
– Diusahakan pada saat menggesek kartu kedit, kasir menggesek di depan kita, biasa
terjadi khususnya di restaurant kartu kita dibawa dulu ke kasir baru mereka yang gesek
tanpa kehadiran kita, nah hal ini sebisa mungkin di hindari. Selalu gesek di hadapan
kita.
– Jangan pernah memesan barang via internet dengan menyebutkan kartu kredit kita,
Hindari cara pembelanjaan model begini terlebih lagi bila transaksi diWarnet dan di
perusahaan yang tidak dapat dipercayai (Tidak Bonafid)
– Periksa selalu kartu kredit anda, bila hilang segera lapor ke Bank Penerbit kartu untuk
menghindari penyalah gunaan.
– Jangan berprilaku konsumtif, merasa punya kartu kredit bisa di cicil dan ingat tagihan
tetap harus anda bayar, jangan memberatkan anda sendiri
– Punya kartu kredit jaman sekarang bukan suatu kemewahan dan prestise, jadi ngak
perlu punya kartu kredit berderet, saran saya cukup 1 dari Visa dan 1 lagi dari Master
Card dengan dua penerbit yang berbeda, yang memberikan benefit yang paling banyak
dan bagus. Misalnya diskon di supermarket sekian persen, diskon makan sekian
persen, dsbnya
Semoga beberapa tips ini dapat berguna, dan yang lain dapat menambahkan lagi bila dirasa msih ada yang kurang.

source:

http://forumnova.tabloidnova.com

http://www.panduankartukredit.com/ 

http://www.sumbercara.co.cc/2012/04/melunasi-tagihan-cara-pintar-gunakan.html

http://masalahdansolusinya.blogspot.com/2012/01/cara-menghindari-bunga-tinggi-kartu.html

pb: mattula_ada@live.com

10 Mei 2012

Tiga Langkah Jitu Lunasi Kartu Kredit

by: Safir Senduk

Pada saat ini, kartu kredit sudah menjadi alat pembayaran yang cukup sering digunakan di masyarakat. Namun demikian, banyak diantara pengguna kartu kredit yang terjebak dalam pemakaiannya. Sebetulnya, tak ada masalah dengan kartu kredit itu sendiri. Yang jadi masalah disini adalah kalau pemakaian kartu kredit itu tidak sesuai dengan apa yang sudah disarankan, bahkan oleh penerbit kartu kredit itu sendiri.

Sekarang, apakah Anda adalah satu dari sekian orang yang punya masalah dengan pemakaian kartu kredit? Untuk mengetahuinya, lihat apakah salah satu kondisi dibawah ini mirip dengan keadaan Anda sekarang:

  • Saldo hutang kartu kredit Anda sudah mendekati batas.
  • Anda selalu membayar tagihan kartu kredit Anda dari uang yang seharusnya digunakan untuk tujuan lain.
  • Anda suka terlambat membayar tagihan.
  • Anda ditelepon oleh bank penerbit untuk segera membayar tagihan, atau Anda didatangi oleh seorang yang ramah yang berprofesi sebagai debt collector.
  • Anda menunda kunjungan ke dokter, menunda pembelian pulsa isi ulang, menunda ini dan itu, semua hanya karena anggaran keuangan Anda sangat ketat.
  • Bila Anda di-PHK atau kehilangan penghasilan, maka Anda tidak akan bisa melunasi tagihan kartu kredit Anda. Jika salah satu dari kondisi diatas mirip dengan apa yang Anda alami sekarang, maka bisa jadi keuangan Anda sedang mengalami masalah yang sangat serius. Karena itu, saya akan memberikan tiga langkah agar Anda bisa keluar dari hutang-hutang kartu kredit itu.

    LANGKAH 1 : BAYAR, BAYAR, BAYARSuatu hari di bulan Januari lalu, seorang ibu muda bernama Tuti, 29 tahun, datang ke tempat saya dengan membawa persoalannya. Sebagian besar yang ingin ia bicarakan adalah masalah pengelolaan anggarannya, yaitu bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluarannya (ibu muda ini punya penghasilan tidak sampai Rp 2 juta). Setelah itu, pembicaraan kami juga menyinggung mengenai masalah kartu kreditnya. Ia punya tiga kartu kredit, yang masing-masing memiliki saldo hutangnya sendiri-sendiri. Setiap bulan, ia biasa membayar minimum untuk masing-masing tagihannya. Pada saat ini saldo hutangnya sebesar hampir Rp 1,5 juta.

    “Apakah pada saat ini Anda punya uang untuk membayar semua itu?”

    “Maksud Anda, bayar lunas, begitu?” tanyanya.

    “Betul, bayar lunas.”

    Tuti ragu sebentar. “Yah, ada, sih.”, katanya.

    “Tapi?” tanya saya.

    “Tapi itu.”

    “Tapi apa?” tanya saya.

    “Tapi nggak seberapa.”

    “Oh, ya?” kata saya sambil melihat lagi ke jumlah tagihannya. “Berapa uang tunai yang Anda miliki sekarang?”

    “Sekitar Rp 1 juta. Itu juga untuk persediaan dana cadangan.”

    Saya berpikir, kalau dia membayar tagihan kartu kreditnya dengan uang yang ada sekarang, maka ia tidak akan punya sisa untuk persediaan dana cadangannya. Dana cadangan sebesar Rp 1 juta saja tidak cukup besar, apalagi kalau uang itu masih dipakai untuk membayar tagihan kartu kredit.

    “Begini saja” kata saya. Saya lalu mengambil sebuah kertas, dan membuat empat kolom. Pada kolom pertama, saya memintanya menulis nama dari masing-masing bank penerbit kartu kreditnya. Pada kolom kedua, saya minta ia untuk menulis jumlah yang masih menjadi hutangnya pada setiap kartu. Pada kolom ketiga, saya minta ia menulis berapa suku bunga yang dibebankan oleh masing-masing bank penerbit. Di kolom keempat, saya memintanya menulis berapa pembayaran minimal yang harus ia bayar pada setiap tagihan. Dibawah ini adalah hasilnya:

    Bank Penerbit — Saldo Hutang — Suku Bunga — Jumlah Pembayaran Minimal
    Bank A ————— 529.100 ————— 2,75% ————— 52.910
    Bank B ————— 717.513 ————— 2,50% ————— 71.752
    Bank C ————— 203.000 ————— 3,10% ————— 50.000
    Jumlah ———— 1.449.613 ————————————– 174.662

    Pertama-tama, Anda bilang bahwa Anda tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan ini secara lunas. Betul?”

    “Betul.”

    “Kalau begitu, kita akan mencicil saja,” kata saya. “Berapa penghasilan Anda setiap bulan?”

    “Rp 1,8 juta per bulan.”

    “Oke. Apa yang harus Anda lakukan sekarang adalah dengan menyisihkan jumlah uang tertentu setiap bulan, untuk digunakan membayar Tagihan Kartu Anda. Tentunya, jumlah itu harus lebih besar daripada jumlah yang harus Anda bayar untuk pembayaran minimum Anda.”

    “Minimum saya Rp 175 ribu.”

    “Kalau begitu, Anda harus menyisihkan jumlah yang lebih besar dari pembayaran minimum Anda. Ini supaya hutang Anda bisa cepat habis, sehingga Anda tidak akan terus menerus terkena bunga. Bukan begitu?”

    Tuti mengangguk. Disini ia setuju dengan saya.

    “Berapa yang harus saya sisihkan setiap bulan?” tanyanya.

    “Terserah Anda,” kata saya. “Dua ratus, tiga ratus, makin besar makin baik. Tapi saran saya, coba saja Anda sisihkan sebesar 30 persen dari penghasilan Anda.”

    Tuti berpikir sebentar. “Penghasilan saya sekitar Rp 1,8 juta sebulan.”

    Saya menghitung di kalkulator. “Tigapuluh persennya berarti Rp 540 ribu per bulan”

    “Hah!!???” Tuti melongo.

    “Besar sekali. Masak sebesar itu yang harus saya sisihkan untuk membayar hutang?”

    “Anda mau cepat habis tidak hutangnya? Kalau hutang itu tidak cepat habis, Anda akan terus kena bunga. Kuncinya disini adalah bahwa hutang Anda harus dibuat makin kecil dan makin kecil.”

    Tuti berpikir sebentar. “Okelah”

    “Terus bagaimana pembagiannya?” kata Tuti lagi. “Apa saya harus bagi uang Rp 540 ribu untuk membayar semua kartu secara sama besar?”

    “Tidak, Bu Tuti. Begini. ” kata saya. “Pertama-tama, bayar semua kartu Anda secara minimal.”

    Tuti melihat lagi ke kertasnya. “Itu berarti, total adalah Rp 174.662.”

    “Betul. Sekarang berapa sisanya? Rp 540.000 dikurang 174.662?”

    Tuti menghitung di kalkulatornya. “Rp 365.338”

    “Oke gunakan sisa uang Rp 365.338 itu untuk digunakan membayar kartu yang suku bunganya paling besar.”

    “Lho bukan yang saldo hutangnya paling besar?”

    “Bukan, Bu Tuti. Yang suku bunganya paling besar.”

    Tuti menoleh ke kertasnya. Kartu yang suku bunganya paling besar adalah yang di Bank C. Bunganya 3,10 persen per bulan.

    “Kebanyakan orang mengira bahwa prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang saldo hutangnya paling besar. Sebetulnya tidak, prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang men-charge suku bunga yang paling besar. Ini karena suku bunga adalah biaya yang harus Anda bayar. Jadi, wajar kalau Anda membayar kartu yang suku bunganya paling besar terlebih dahulu.” Kata saya.

    Tuti berpikir sebentar.

    “Tapi kartu saya yang C ini saldo hutangnya adalah Rp 203.000. Padahal jatah sisa uangnya tadi Rp 365 ribu”

    “Masih ada sisa berarti,” kata saya.

    “Dikemanain, nih, sisanya?” tanyanya.

    “Untuk membayar kartu yang membebankan suku bunga besar berikutnya,” kata saya.

    Demikian pembaca. Tuti akhirnya bisa menghabiskan hutang kartu kreditnya dalam waktu empat bulan. Sebagai alternatif, bila Tuti ingin membayar kartu kreditnya secara penuh, ia juga bisa mencari aset lain yang ia miliki untuk bisa dijual, dan uangnya bisa digunakan untuk membayar hutang-hutangnya.

    Jadi pembaca, bayar tagihan kartu Anda secara lunas. Kalau Anda tidak punya uang, cari aset apa yang bisa Anda jual untuk membayar tagihan itu. Ini karena tagihan Anda akan berbunga, dan bunga itu akan berbunga lagi. Begitu seterusnya. Semua aset yang Anda miliki harus digunakan untuk meringankan – bahkan menghapus – hutang Anda. Bila Anda tidak bisa membayar tagihan Anda secara lunas, maka anggarkan sekitar 30 persen dari penghasilan Anda setiap bulan, dan gunakan itu untuk membayar tagihan kartu kredit Anda secara minimal, dan gunakan sisanya untuk membayar kartu yang suku bunganya paling besar.

    LANGKAH 2 : GALI LUBANG TUTUP LUBANG

    Bayar tagihan Anda dengan mengambil hutang baru. Ini populer dengan sebutan “gali lubang tutup lubang.” “Wah, Pak Safir nggak bener nih,” begitu mungkin pikir Anda. “Masak saya harus nutup utang dengan berhutang lagi pada yang lain,” begitu pikir Anda lagi.

    Saya ingatkan disini bahwa tujuan strategi “gali lubang tutup lubang” adalah untuk meringankan beban hutang Anda. Strategi ini tidak akan membuat saldo hutang Anda berkurang, tapi meringankan beban bunga yang harus Anda bayar. Jadi, strategi ini bisa digunakan tidak hanya dalam membayar hutang kartu kredit, tetapi juga dalam hutang-hutang Anda yang lain. Strategi “gali lubang tutup lubang” akan efektif asalkan ada dua syarat yang terpenuhi:

    1. Jumlah pinjaman Anda yang baru TIDAK LEBIH dari saldo pinjaman Anda yang lama.
    2. Suku bunga dari pinjaman Anda yang baru HARUS LEBIH KECIL daripada suku bunga pinjaman yang saat ini sedang Anda bayar.

    Lihat, gali lubang tutup lubang tidak selalu jelek, kan? Dengan memenuhi kedua syarat tersebut diatas, maka Anda bisa meringankan beban hutang Anda. Begitu juga dalam pemakaian kartu kredit.Bagaimana prakteknya dalam pembayaran kartu kredit Anda? Kalau Anda punya saldo hutang kartu kredit, maka pada saat ini ada beberapa bank yang menawarkan jasa pemindahan saldo hutang dengan suku bunga yang lebih kecil. Dimana disini Anda bisa memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda kepada bank tersebut, dan untuk selanjutnya Anda cukup membayar tagihan itu dengan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga pada kartu kredit Anda. Jadi, keuntungannya disini Anda akan mendapatkan ‘pemotongan’ suku bunga. Lumayan, kan?

    Tapi harus diingat bahwa strategi ini adalah cuma solusi sementara, dimana tujuan Anda adalah untuk meringankan beban hutang kartu Anda. Biar bagaimanapun, Anda tetap perlu membayar tagihan hutang Anda. Dan perlu diperhatikan juga, supaya jangan langsung percaya dengan suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank-bank tersebut. Perhatikan dan baca baik-baik penawaran yang diberikan oleh bank tersebut, sebelum Anda mengambil keputusan untuk memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda.

    LANGKAH 3 : BAYAR SETIAP TAGIHAN DENGAN LUNAS, DAN ATUR PEMAKAIAN ANDA

    Disiplinkan diri Anda. Pada saat tagihan datang, dan Anda memang memiliki uangnya, bayar saja tagihan Anda secara lunas. Jangan biasakan tidak membayar tagihan Anda secara lunas. Bila Anda tidak membayar tagihan kartu Anda secara lunas, maka bunganya bisa ‘membunuh’ Anda pelan-pelan.

    Ingat, kartu kredit cuma sebuah cara untuk meminjam uang bank selama sekitar 25-30 hari. Setelah itu Anda tetap harus membayar secara tunai. Bila Anda bisa membayar tagihannya secara lunas, bagus. Tapi bila tidak, maka akan lebih baik bila Anda menghentikan dulu pemakaian kartu Anda.

    Tambahan lagi, kalau memang tidak kepepet sekali, jangan gunting kartu Anda. Ingat, ada suatu saat dalam kehidupan Anda dimana Anda berada dalam keadaan darurat, dan tidak punya uang tunai untuk membayar suatu transaksi. Mungkin malam-malam Anda perlu pergi ke ruang Gawat Darurat di RS. Disini kartu kredit Anda bisa berguna kalau Anda tidak membawa cukup uang tunai. 



    pb: mattula_ada@live.com

8 Mei 2012

Perhitungan Bunga Kartu Kredit

by: Devino Rizki Arfan

Seringkali saat kita kebetulan sedang berjalan di sebuah pusat perbelanjaan kita dicegat oleh mbak mbak dan mas mas yang (biasanya) good looking menawarkan aplikasi kartu kredit. Kebanyakan dari kita akan berbuat segala cara untuk menolaknya karena merasa tidak butuh. Karena kebanyakan orang tidak mengerti tentang kartu kredit dan takut akan tercekik hutang yang menggunung dan bunga yang tinggi. Dengan ilustrasi artikel di bawah semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Setelah pada posting sebelumnya saya membahas tentang Mekanisme Kartu Kredit, maka sekarang saya mengutip sebuah artikel yang membahas tentang Perhitungan Bunga Kartu kredit. Mungkin agak sedikit rumit karena melibatkan angka-angka yang agak keriting, namun menurut saya masih cukup mudah dipahami.

Tulisan ini BUKAN orisinil tulisan saya, namun saya merasa tulisan ini sangat bermanfaat bagi kita semua sebagai bahan pembelajaran dan menciptakan kesadaran tentang perhitungan bunga kartu kredit. Gunakan dengan bijak

sumber:  http://bambangclub.blogspot.com/2011/09/perhitungan-bunga-kartu-kredit.html

Berhubung katanya Kartu Kredit  merupakan tools yang ampuh untuk berbisnis (online/offline) maka saya sungguh-sungguh mempelajari sistem Kartu Kredit ini utamanya sistem perhitungan bunga Kartu Kredit
Melalui tulisan ini saya akan berbagi kepada Anda hasil pertapaan saya di depan komputer selama 3 jam. Hehehe. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membuat kita lebih bijak dalam menggunakan Kartu Kredit.
Analisa saya berangkat dari pemahaman bahwa produk perbankan pasti dijalankan dengan sistem komputerisasi, maka saya berusaha memecahkan formula pembungaan tagihan Kartu Kredit. Bahan-bahan analisa saya adalah brosur dari BCA, browsing google dan komplain para pelanggan Kartu Kredit.

 

Formulanya secara garis besar sudah saya dapatkan. Walaupun saya tidak jamin kebenarannya namun dari berbagai studi kasus di brosur BCA tampaknya formula ini cukup terbukti.

Ada 2 hal penting yang sering disebut-sebut dalam bahasan kita saat ini, yaitu:
1. Tanggal cetak billing atau tanggal keluar tagihan : tanggal ketika komputer bank memproses transaksi-transaksi Anda menjadi tagihan
2. Tanggal jatuh tempo : tanggal ketika Anda wajib membayar tagihan Anda, jika lewat maka terkena denda. Yang harus Anda bayar adalah transaksi Anda yang tertera di tagihan. Sedangkan transaksi yang terjadi setelah tagihan dan sebelum jatuh tempo tidak wajib dibayar karena transaksi ini akan diperhitungkan pada tagihan bulan berikutnya.

Sekarang marilah kita pelajari formulanya yaitu sebagai berikut:
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah tagihan bulan kemarin dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan 3 kemungkinan
– Hutang dibayar tidak telat (tidak kena denda telat)
– Hutang dibayar telat (kena denda telat)
– Hutang tidak dibayar (kena denda telat)

Catatan: Perhatikan tagihan bulan ini selalu memperhitungkan tagihan bulan sebelumnya apakah sudah dibayar pada jatuh tempo tagihan bulan sebelumnya.

Untuk lebih jelasnya kita gunakan studi kasus (KLIK PADA GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR):
1. HUTANG DIBAYAR LUNAS TEPAT WAKTU

apabila kartu kredit dilunasi tepat waktu

Perhitungan Tagihan 1 Februari
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Jan s.d 1 Feb = 1jt + 1,5jt = 2,5jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Jan = Rp 0, maka tidak ada hutang (selesai)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Feb = 2,5jt + 0 = 2,5jt

Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Feb s.d 1 Mar = 500rb + 750rb = 1,25jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Feb = Rp 2.5jt (lanjut poin 3)
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah tagihan bulan kemarin dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Ya, tagihan 1 Feb dibayar lunas 2,5jt tepat waktu jatuh tempo 15 Feb (maka tidak kena bunga, selesai)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 2,5jt = 1,25jt

2. HUTANG DIBAYAR SEBAGIAN TEPAT WAKTU

dilunasi sebagian dan tepat waktudilunasi sebagian dan tepat waktu

Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Periode dari 1 Feb s.d 1 Mar = 500rb + 750rb = 1,25jt
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Tagihan 1 Feb = Rp 2.5jt (lanjut poin 3)
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb hanya dibayar sebagian (250rb) tanggal 15 Feb maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang dibayar tidak telat (tidak kena denda telat)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 250rb + bunga = Rp. 3,635jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)
Catatan: Perhatikan bahwa walaupun hutang sudah dibayar 250rb, bunga dikenakan BUKAN dari SISA HUTANG melainkan dari total tagihan sebelum dipotong pembayaran.

3. HUTANG DIBAYAR SEBAGIAN LEWAT TANGGAL JATUH TEMPO (TELAT)

pembayaran sebagian namun telat pembayaran sebagian namun telat

Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Idem studi kasus 2
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Idem studi kasus 2
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb hanya dibayar sebagian (250rb) tanggal 20 Feb maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang dibayar telat (kena denda telat)

*tambahan dari saya, untuk denda keterlambatan ini bervariasi, tapi saya menggunakan Kartu Kredit B*I46 denda keterlambatan adalah sebesar Rp. 75.000,-
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt – 250rb + bunga + denda telat = Rp. 3,656jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)

4. HUTANG TIDAK DIBAYAR

hutang kartu kredit tidak dibayarhutang kartu kredit tidak dibayar

Perhitungan Tagihan 1 Maret
1. Jumlahkan semua transaksi periode ini tanpa dikenakan bunga
Idem studi kasus 2
2. Cek tagihan bulan kemarin apakah ada hutang? Jika TIDAK maka tidak kena bunga (selesai), jika YA maka ke poin 3
Idem studi kasus 2
3. Cek pada tanggal jatuh tempo tagihan bulan kemarin, apakah hutang dibayar lunas? Jika YA maka tidak kena bunga (selesai), jika TIDAK maka kena bunga
Tidak, tagihan 1 Feb bahkan tidak dibayar maka kena bunga
4. Kena bunga, dengan kriteria Hutang tidak dibayar (kena denda telat)
Kesimpulan:
Total tagihan 1 Mar = 1,25jt + 2,5jt + bunga + denda telat = Rp. 3,99jt (cara perhitungan bunga dapat dilihat digambar)
Catatan: Perhatikan arsir merah pada gambar. Ternyata jika Anda tidak membayar tagihan sampai tanggal jatuh tempo, maka ditagihan Anda bulan berikutnya, Anda dikenakan bunga 2 kali oleh bank yaitu ditanggal 1 Feb – 1 Mar. Ada irisan di sana.

5. KOMPLAIN NASABAH
Jakarta – Saya sebagai pemegang kartu kredit X Platinum no XXXX XXXX XXXX XXXX. Terus terang merasa tidak puas dengan perhitungan bunga dari bank X yang terdengar tidak bisa diterima oleh siapa pun juga dan juga mencerminkan semaunya sendiri.
Pemakaian saya tagihan bulan Mei 2009 sebesar Rp 48 Juta. Tanggal jatuh tempo 20 Mei 2009.
Pada tanggal 11 Mei2009 saya melakukan pembayaran Rp 40 juta. Oleh karena kesibukan saya lupa membayar sisanya yang Rp 8 jutaan. Baru pada tanggal 26 Mei 2009 saya melakukan pembayaran. Pada tagihan bulan Juni 2009 saya dikenakan tagihan bunga sebesar Rp 1,6 juta karena terjadi kekurangan bayar pada tagihan Mei 2009 sebesar Rp 8 jutaan.
Terus terang siapa pun juga manusia di dunia pasti keberatan dengan hal ini. Rp 8 juta terlambat 6 hari dikenakan bunga Rp 1,6 juta . Bank X bisa mempertimbangkan kebijakannya sebelum ditinggalkan pemegang kartu kreditnya. Terima kasih.

Jawaban:
Perhatikan tulisan yang saya tebalkan. Inilah kesalahan kebanyakan nasabah dalam memahami perhitungan bunga kartu kredit. Setelah mengetahui formula kartu kredit yang telah saya jelaskan, kita tentu akan paham mengapa bunganya sampai 1,6jt. Ya.. karena bukan 8 jt yang dibungakan oleh bank melainkan 48juta. Sistem komputerisasi di bank hanya mengecek apakah pada tanggal jatuh tempo tagihan lunas. Jika tidak maka kena bunga. Dan cara menghitung bunganya bukan dari sisa hutang melainkan sebagaimana dijelaskan pada studi kasus ke 2.
Itulah 5 studi kasus dari saya. Sebagiannya disesuaikan dengan brosur resmi BCA. Mudah-mudahan menambah kebijaksanaan kita dalam menggunakanKartu Kredit. Bahkan dengan sedikit kreatifitas, Kartu Kredit bisa menjadi tools yang ampuh untuk bisnis.
Semoga bermanfaat…

wb: devino.rizki@gmail.com

pb: mattula_ada@live.com