Posts tagged ‘jilbab’

25 Mei 2012

Akhwat, Hati-hati dengan Jilbab mu!

by: Indra Sastrawat

Pekan lalu, istri saya menerima SMS dari kawannya yang mengabarkan kalau si xx kecelakaan, SMS bertanya apa polis asuransi yang diambil si xxx punya benefit kecelakaan. Karena hari libur kami tidak bisa mengecek detail polis asuransinya by system kecuali history pembayarannya saja. Iseng, istri saya bertanya penyebab kecelakaan itu, eh ternyata penyebabnya masalah yang kelihatan sepele tapi sangat vital yaitu karena jilbab.

Ceritanya si xxx (akhwat) berbocengan dengan seorang akhwat juga di jalan poros Makassar-Maros, si akhwat yang di bonceng tidak berhati-hati dengan jilbab besar yang dipakainya. Jilbab besarnya masuk ke terali ban (velg ban) sepeda motor, akibatnya dalam hitungan detik motor tiba-tiba berhenti mendadak dan kejadian kemudian bisa ditebak, keduanya jatuh ke jalanan. Beruntung saat insiden terjadi tidak ada kendaraan yang melindas keduanya. Yang membonceng pingsan dan ada luka robek di bagian wajah, yang di bonceng mengalami luka yang cukup parah mendapat sekitar belasan jahitan di jidatnya. Keduanya di bawa ke rumah sakit. Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi yang menimpa akhwat di kota Makassar.

Istri saya yang juga akhwat (memakai jilbab agak besar) sering memperingatkan kawan-kawannya para akhwat biker (istilah untuk jilbab yang biasa naik motor) untuk waspada dan memperhatikan letak jilbabnya. Saya tanya ke istri, apa kejadian ini sudah pernah terjadi ?? jawabnya sudah ada beberapa kasus kecelakaan jatuh dari sepeda motor gara-gara ‘teledor’ dengan jilbabnya.

Bahkan pernah ada kasus yang meninggal, dimana jilbabnya masuk kedalam/tersangkut di terali ban terus cadarnya ketarik dan mencekik si akhwat yang sedang di bonceng, jatuh dan tercekik dan maut pun menjemput. Saat kejadian yang membonceng malah tidak tahu yang diboncengnya terjatuh, nati setelah beberapa puluh meter baru dia tersadar. Celakanya keluarga korban malah menuntut si pembonceng karena menyebabkan kematian keluarganya.

Ini peringatan khususnya bagi akhwat bikers untuk lebih waspada dalam berkendaraan. Mematuhi syariat agama memang utama tapi jangan lupa bahwa keselamatan diri dan orang lain juga penting. Saya sering mendapati jilbabers terutama jilbab besar yang ketika berkendara sepeda motor jilbabnya ‘terbang’ dan bisa masuk tersangkut/terlilit di terali (velg) motor atau bisa tersangkut di kendaraan lain.

Istri saya juga pernah mengalami kejadian yang hampir tragis tapi bukan jilbab melainkan rok yang masuk kedalam terali, ketika itu dia masih kuliah (belum jadi istri saya) dibonceng sama temannya. Saat motor jalan dia merasakan ada kejanggalan, pelan-pelan roknya seperti ketarik, sadar berbahaya dia minta berhenti. Kondisinya rok tersebut telah masuk kedalam terali ban, mau tidak mau harus di gunting. Untunglah ada yang baik hati memberinya sarung untuk menutupi sebagian tubuhnya yang ditinggal oleh rok tadi.

Sekedar info, di kota Makassar memang banyak di jumpai akhwat yang naik motor baik sendiri atau berdua. Bahaya lainnya yang bisa mengintip jilbab di jalan raya adalah seringkali jilbab menutupi lampu weser, sehingga pengendara lain tidak bisa melihat lampu weser tersebut. Lampu weser penting untuk mengetahui si pengendara motor mau belok kearah mana atau tidak. Kasus seperti ini pernah terjadi dimana si pengendara tertabrak gara-gara lampu wesernya tertutupi oleh jilbab, tas, dll.

Alangkah bijak jika yang di bonceng juga perlu berhati-hati, terutama demi safety memperhatikan letak jilbabnya. Waspada tentu tidak harus melanggar syariat agama. Memang kadang ada akhwat yang “egois” sendiri dengan jilbabnya, merasa kalau merapatkan sedikit jilbabnya lekuk tubuhnya bisa kelihatan yang artinya berdosa. Padahal lebih berdosa lagi jika anda mengetahui tindakan tidak hati-hati tersebut bisa membahayakan nyawa saudara anda tetapi anda cuek atau tidak peduli. Sekali lagi mari bersyariat tapi jangan lupakan safety.

Sampai artikel ini saya tulis, rekan istri saya yang kecelakaan pekan lalu sedang mengurus berkas kelengkapan administrasinya di rumah sakit, dia sudah di izinkan pulang untuk rawat jalan. Sedang yang di bonceng yang mengalami luka cukup parah, saya belum tahu kabarnya. Nasib baik karena rekan istri tersebut masih sempat mengambil benefit cash plan saat mengajukan asuransi investasinya. Tulisan ini bukan untuk menjustice bahwa jilbab besar tidak safety, tapi sebaliknya tulisan ini lebih sebagai bahan renungan untuk kita semua termasuk untuk keluarga agar tetap aman saat berkendaraan. Ingat selalu safety riding.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan
15 Mei 2012

Agen Gracia Memaksa BMI Hong Kong Pindah Agama: Awas!

by: Pipiet Senja
Hong Kong, 14 Mei 2012

Dipermainkan Agen

Seorang perempuan muda datang ke kantor Dompet Dhuafa di kawasan Jardine’s Bazaar, Hong Kong. Sebut saja Eka namanya, wajahnya kusut-masai penanda kurang tidur. Dia mengadukan ikhwalnya kepada Bu Mia. Saya mengupingnya dari kejauhan, seperti kebiasaanku jika sedang berada di DD HK.

“Saya bekerja sudah dua tahun, tapi sudah diinterminit sebanyak 6 (baca;enam) kali!” kesahnya dengan pandangan mendelong hampa.

Pertama baru tiga hari, majikan langsung interminit alias memecatnya. Kedua pun baru 7 bulan, majikan menyuruhnya pergi ke agen alias dikembalikan ke pihak agen. Ketiga, keempat dan kelima pun demikian; baru beberapa bulan sudah diinterminit dengan berbagai alasan.

“Nah, yang keenamnya ini cukup lama yaitu 1 tahun. Tapi inipun bukan tanpa masalah. Anaknya yang berumur 7 tahun sangat galak. Sedikit-sedikit ngamuk. Kalau sedang kumat ngamuknya habislah saya dipukul, ditendang-tendang seenaknya. Saya gak tahan juga, mau ngebreak kontrak….”

Maslaahnya jika dia pindah majikan, maka agen akan kembali memotong gajinya sebanyak 3000 HK dolar dari total; 3740 HK dolar. Ya, akhirnya tidak bisa nabung-nabung!

Lain lagi pengaduan Isti yang lari dari agen. Majikannya menyuruh dia melepas jilbabnya dan ikut makan bersama alias memaksanya turut memakan daging babi. Isti kembali ke agen, bukannya dicarikan majikan malah dimaki-maki bahkan disuruh buka jilbab.

Gracia ini sebuah agen yang sudah lama malang-melintang di Hong Kong. Mereka memang suka sekali memaksa BMI Hong Kong untuk pindah agama. Bu Mia, aktivis BMI HK dalam bidang advokasi, sesungguhnya telah berulang kali melaporkannya ke pihak KJRI.

“Tapi ya begitulah, entah bagaimana solusinya atau tindakan mereka terhadap agen yang suka memurtadkan BMI ini.”

Seharusnya mereka, para agen, membolehkan para ustad untuk menengok anak-anak bangsa kita untuk memberikan pencerahan. Kenyataannya tidaklah demikian.

Nah, bagaimana bapak-bapak dan ibu-ibu di KJRI tentang masalah ini? (Causeway Bay, PS)

pb: mattula_ada@live.com

13 Februari 2012

Tamparan Keras Bagi Liberal – Sekuler!!

by: Mattula’ada

Seperti dilansir Kompas dan Tribun, Pemerintah Kota Castellammare di Stabia, Italia Selatan, mengeluarkan aturan baru berupa larangan pemakaian rok mini dan pakaian lain yang dianggap seronok.

Walikota Luigi Bobbio mengatakan, pihaknya ingin masyarakat Stabia berlaku sopan dalam berpakaian. Hal itu berarti warga tidak boleh mengenakan pakaian minim ketika keluar rumah.

Tuh khan, jadi salah tingkah sendiri…Makanya non, jangan pakai rok mini dong!

“Warga tidak boleh mengenakan pakaian yang terlalu terbuka,” kata Bobbio, kepada BBC.

Aduh!! Jangan melirik kesitu dong pak… malu atuuh, sudah tua!! Ntar cucunya ngatain: “kakek sedang puber yang kesekian yach…” wakakaaak….

Aturan itu disambut baik oleh pihak gereja. “Ini keputusan yang tepat,” kata Don Paulo Cecere, pendeta di Castellammare di Stabia, seperti dikutip koran setempat.

Nampak para biarawati yang memakai jilbab

“Ini juga menjadi salah satu cara untuk mengatasi makin banyaknya kasus pelecehan seksual,” kata Cecere.

Eits… Awass non, ada lelaki iseng!!

Selain memberlakukan aturan berpakaian, pemerintah kota juga memberlakukan pelarangan mandi matahari di pantai dan tempat-tempat umum. Mereka yang melanggar peraturan akan didenda maksimal US$700.

Larangan ini tentunya merupakan tamparan keras bagi penganut paham “Liberal-Sekuler” yang sering menggunakan dalih “pelanggaran kebebasan Hak Asasi Manusia (HAM)” terhadap masalah seperti ini!!.

Jauh sebelumnya, Allah dengan ilmunya yang tak terbatas telah menyuruh wanita agar berpakaian sopan, sehingga mereka tidak mudah diganggu:

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (QS. Al-Ahzaab [33] ayat 59)

Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang berguna untuk menutup aurat. Aurat adalah bahagian tubuh yang meliputi kepala, leher, dada, perut, tangan, paha, dan betis. Bagaimana dengan muka (wajah) dan telapak tangan?. Muka (termasuk mata dan mulut) serta telapak tangan tidak termasuk aurat. Jadi kalau ada wanita muslimah yang menutup muka dan telapak tangannya, itu hanyalah mengikuti kebudayaan Arab, bukan menurut Islam. Hal ini jelas tergambar sewaktu umat Islam menjalankan salah satu ritual dalam ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, dimana wajib hukumnya seluruh umat muslim tanpa terkecuali (termasuk wanita) untuk membiarkan wajah dan telapak tangannya dalam keadaan terbuka.

Nampak beberapa wanita berjilbab yang berjalan di alam terbuka

Dalam QS. Al-Ahzaab ayat 59 tersebut tergambar bahwa Tuhan menyuruh wanita memakai jilbab agar mereka tidak diganggu. Masih terngiang dalam ingatan kita bagaimana kasus penyanyi Dewi Persik yang mendapat pelecehan dari seorang pria karena cara berpakaiannya yang mengumbar aurat, sehingga menimbulkan syahwat (nafsu) bagi kaum pria yang melihatnya [beritanya masih dapat dilihat disini: http://musik.kapanlagi.com/berita/dada-diraba-dewi-persik-ngamuk-qhansdf.html]. Namun tentu saja dengan memakai jilbab bukan merupakan jaminan seorang wanita terhindar dari gangguan lelaki iseng. Tetapi dengan memakai jilbab, resiko tersebut dapat diminimalisir. Hal ini dapat diperumpamakan seperti bila kita ingin mengambil kue dalam sebuah toples yang tertutup tentu akan lebih sulit dibanding jika kita ingin mengambil kue tersebut dalam sebuah toples yang tutupnya telah terbuka. Jadi bila seorang wanita memakai jilbab, maka kemungkinannya untuk diganggu lelaki iseng akan lebih kecil dibanding bila wanita tersebut tidak memakai jilbab.

Wah, mentang-mentang bebas begerak karena pakai jilbab, pakai jurus pedang segala… hati-hati non, ntar dituduh teroris lho!! He3x…

Tetapi bukankah dengan memakai jilbab seorang wanita kelihatan norak dan tidak modis?. Siapa bilang?. Semakin hari kita dapat melihat bagaimana model-model pakaian wanita muslimah semakin cantik dan trendy. Hal ini dapat kita simak pada acara-acara pesta pernikahan dimana wanita-wanita yang memakai busana muslim kelihatan jauh lebih anggun daripada wanita-wanita yang memakai pakaian biasa. Bahkan ibu saya sendiri sewaktu memakai busana muslim pada sebuah pesta pernikahan di suatu gedung pernah dipuji langsung oleh orang barat terhadap cara berpakaiannya.

wb: mattula_ada@live.com