Posts tagged ‘Jakarta’

17 Juni 2012

‘Tangan Gaib’ Amerika di Balik Pelarian Nazaruddin

by: Black Horse

Pada 1983, perwira menengah Susilo Bambang Yudhoyono masih segar keluar dari barak sekolah militer Fort Benning, Amerika Serikat, saat Jakarta meminta dia melanjutkan jungle warfare school, sekolah seni perang hutan, di sebuah fasilitas pendidikan militer milik Amerika Serikat yang lain di Panama. Dua dekade lebih setelahnya, lepas dia menjadi orang nomer satu di Indonesia, seseorang yang menjadi bendahara di partai yang mendudukkan dia ke kursi presiden, jadi buron kakap dan kabur ke luar negeri dengan mengambil destinasi berbeda dari koruptor yang sudah-sudah. Muhammad Nazaruddin bersembunyi di negara tetangga tempat presiden dulunya belajar seni perang hutan: Kolumbia.

Bagaimana ceritanya hingga Nazaruddin bisa sampai ke Kolumbia, yang jaraknya hampir 20.000 kilometer dari Singapura, tempat dia kabur kali pertama pada pekan terakhir Mei 2011?

Nazaruddin

Ada dua ‘versi resmi’ yang saling ‘membunuh’ sejauh ini:

Versi pertama adalah keterangan perwira senior polisi Indonesia dan ini sempat tercantum di situs interpol Indonesia. Kata mereka, Nazaruddin sempat bersembunyi di Singapura, Vietnam, lalu sebuah negara di Eropa, sebelum akhirnya masuk Kolumbia.

Versi kedua adalah versi bos besar polisi Kolombia, Jenderal Carlos Mena, seperti dilansir The Associated Press. Saat mempertontonkan Nazaruddin ke kalangan wartawan di Bogota dalam sebuah konferensi pers pada 9 Agustus, Mena bilang kalau sang buron tertangkap pada “Sabtu malam (6 Agustus) saat mendarat di Cartegena dengan sebuah pesawat carter yang terbang langsung dari Washington DC, Amerika Serikat”.

Mena juga bilang kalau imigrasi Cartagena jadi curiga sebab Nazaruddin membawa paspor yang fotonya berbeda. Foto yang dilansir sebuah teve swasta Jakarta belakangan menunjukkan kalau Nazaruddin, kala tertangkap, membawa paspor atas nama Muhammad Syarifuddin. Yang terakhir adalah keluarga dekatnya di Medan. Wajah mereka sekilas memang bermiripan.

Imigrasi Cartegana jelas telah melakukan tugas dengan baik. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah ada apa dengan imigrasi negara lainnya – jika penjelasan versi polisi dan Interpol Indonesia harus dipercaya? Kenapa imigrasi Singapura atau Vietnam misalnya, seperti ‘kompak’ gagal mendeteksi kejanggalan dalam paspor yang digunakan Nazaruddin? Kenapa pula, jika kita membeli keterangan polisi Kolumbia, Amerika memberi ruang gerak yang leluasa pada Nazaruddin? Tidakkah dia buron Komisi Pemberatasan Korupsi, lembaga super pemberatasan korupsi yang dalam beberapa tahun terakhir mendapat banjir dukungan dan komitmen dari Kedutaan Amerika di Jakarta?

Wartawan di Bogota mungkin tak tahu dengan hubungan mesra Amerika dan KPK dan, tentu saja, dengan hampir seluruh institusi penegak hukum negara. Tapi di media Jakarta, anehnya, ‘sisi Amerika’ dalam pelarian Nazaruddin,  yang notabene terang benderang dalam penjelasan Jenderal Mena, belakangan seperti seperti kena senggol jin dan masuk ‘lumpur hidup probabilitas’.

Ini utamanya setelah seorang diplomat Amerika di Jakarta menyiramkan aki keraguan atas pertanyaan  sebuah situs ternama ihwal ‘koneksi Washington’ dalam pelarian Nazaruddin, seperti keterangan Jenderal Mena.

Kami tidak bisa mengatakan apa-apa soal siapa yang dapat atau tidak dapat visa, karena aturan-aturan soal hak privasi,” kata juru bicara Kedutaan Amerika, Troy Pederson, seperti dikutip Detik.com, Rabu. Sebuah jawaban yang praktis mendaur-ulang ucapan Duta Besar Amerika Serikat, Scot Alan Marciel, saat kalangan jurnalis Jakarta bertanya soal benarnya tidaknya John Gerome Greece – buron dalam skandal pembuatan paspor palsu Gayus Tambunan – adalah seorang agen Dinas Intelejen Amerika, CIA, seperti yang diklaim Gayus, beberapa bulan yang lewat.

Cerita versi Jenderal Mena kemudian kian terpojok lepas muncul pernyataan Duta Besar Indonesia di Washington, Dino Patti Jalal, juga di Detik.com, yang bilang: “Kami sampai saat ini masih terus koordinasi dengan KBRI Bogota untuk cek paspor atas nama Syarifuddin, apakah ada US visanya dan apakah ada cap imigrasi AS.

Sepintas, Duta Besar Dino serius dalam mencari tahu kebenaran. Tapi apa pasal sampai dia meragukan pernyataan Jenderal Mena? Adakah dia termasuk kalangan yang percaya kalau di paspor orang-orang Indonesia yang diam-diam keluar masuk Tel Aviv belakangan ini ada tertera cap imigrasi Israel?

Wallahualam. Tapi apapun yang terungkap nantinya, kisah pelarian Nazaruddin telah memunculkan kesan kalau dia berhasil mengadopsi semboyan serdadu elit yang telah menamatkan pendidikan seni perang hutan di Panama: “No Obstacles Too Difficult”. Tak ada pintu imigrasi, dari Singapura hingga Kolombia, yang terlalu susah untuk tidak bisa ditembus, baik seorang diri apalagi dengan bantu ‘tangan-tangan gaib’.

source: kompasiana.com

pb: mattula_ada@live.com

19 Mei 2012

Langkah Ekstrim Untuk Mengantisipasi Bencana Macet Jakarta

by: Anton Dewantoro

Bicara soal macet Jakarta seolah mengurai benang kusut yang tiada ujung. Benarkah? Saya rasa yang bilang begitu hanyalah orang-orang yang tidak mau berusaha saja. Bisanya cuman ngaku ahlinye tapi ternyata cuman ahli narsis pasang baliho. Bujug dah!

Manusia di Jakarta memang kelewat banyak tapi bukan banyaknya orang yang bikin kota ini macet bundhet ruwet. Kalau kita telusuri di kota ini masih banyak perumahan yang bisa ditinggali. Bahkan sampai tahun 2010 ini di beberapa bagian Jakarta Timur, Barat, dan Selatan masih ada saja pemukiman baru dibuka, masih di dalam DKI. Sebagai perbandingan, di beberapa kota besar di China dan Amerika Serikat hampir tidak mungkin membeli rumah menapak tanah dalam kota. Hanya apartemen satu-satunya pilihan.

Yang bikin macet Jakarta adalah terlalu besarnya volume kendaraan. Betapa tidak, setiap hari dealer di seluruh Jabotabek menjual sepuluh ribuan motor dan seribuan mobil baru sementara yang lama  tentu masih saja berkeliaran di jalan. Dengan demikian, sehebat apa pun percepatan pembangunan jalan tentu tidak akan mampu mengimbangi pertumbuhan kendaraan.

Macetnya Jakarta

Langkah ekstrim perlu dilakukan untuk melawan bencana macet ulah manusia ini. Kita tentu tidak ingin kejadian 25 Oktober 2010 jadi santapan sehari-hari kita dan pulang ke rumah jam 2 dini hari hanya akibat macet di jalan. Tindakan yang saya usulkan di sini mungkin bisa membikin shock banyak pihak termasuk negara Jepang sebagai pengekspor lisensi kendaraan (baca: kemacetan) terbesar di negara kita. Berikut ini beberapa usulan saya:

1. Moratorium Penjualan Kendaraan Pribadi

Dealer motor dan mobil baru di seluruh Jabodetabek harus ditutup selama setidaknya 5 tahun agar tidak ada pertambahan volume kendaraan lagi.Pemerintah pun tidak boleh melakukan pengadaan mobil dinas baru untuk semua instansi kecuali mungkin peralatan perang TNI. Jika memang perlu tambahan mobil dinas, ada banyak sekali rental mobil yang siap menjawab kebutuhan ini.

2. Menaikkan Pajak Kendaraan Bermotor Pelat Hitam.

Pajak mobil saat ini hanya sekitar 1,5 juta rupiah saja. Jika kita tingkatkan hingga 5 kali lipat pun tentu masih banyak sekali orang yang sanggup membayarnya. Sebagai insentif sekaligus kompensasi, pajak pelat kuning digratiskan dan biaya izin trayek dihapuskan. Volume kendaraan pribadi berkurang dan kas negara akan semakin tebal. Jika tidak dikorupsi maka dana tersebut bisa digunakan untuk menambah infrastruktur jalan.

3. Road Pricing

Di samping membayar biaya parkir saat keluar gedung, pemilik kendaraan pribadi wajib membayar harga jalan (road price) yang akan dilalui. Jika gedung itu berada di kawasan segitiga emas (Sudirman, Gatot Subroto, Rasuna Said) katakanlah dikenakan biaya Rp 50.000 per mobil tiap kali keluar dari sebuah lahan parkir. Berturut-turut makin ke pinggir makin murah sehingga mungkin untuk Jalan Raya Pulo Gebang cukup membayar Rp 1000 saja. Sebaiknya dana road pricing ini langsung bisa dianggarkan untuk pengadaan transportasi massal.

4. Mengelola 3 in 1

Betapa pun macetnya Gatot Subroto di pagi hari dari arah Cawang akan seketika menjadi lega begitu melewati perempatan Kuningan. Ya, 3 in 1 mulai berlaku dari titik ini. Jika 3 in 1 diberlakukan secara lebih meluas tentu jalanan akan makin lengang karena pemilik kendaraan akan berpikir dua kali sebelum menembus 3 in 1. Warung Buncit hingga Menteng sepanjang Jalan Rasuna Said adalah ruas yang perlu segera diterapkan 3 in 1.  Selanjutnya Cawang hingga Grogol juga sebaiknya menjadi full 3 in 1 sebagai kelanjutan aturan 3 in 1 yang sudah berlaku di Jalan Gatot Subroto.

Joki 3 in 1 harus dikelola dengan baik dan jangan asal diberantas. Yang boleh menjadi joki adalah mereka yang telah di daftar dan resmi memiliki tanda pengenal. Kalau bukan joki resmi boleh dipidanakan. Ditetapkan tarif resmi penggunaan joki yang sifatnya flat, jauh-dekat Rp 15.000 misalnya. Dengan demikian mungkin akan menciutkan niat pengendara mobil pribadi dan mereka akan beralih ke angkutan umum.

5. Pemblokiran Keluar Parkir Saat Macet Parah

Pada saat macet di salah satu ruas jalan sudah diatas ambang batas, Polda Metro Jaya membroadcast perintah untuk menutup pintu-pintu keluar parkir seluruh gedung yang menuju jalan tersebut. Toh apa gunanya kalau bisa keluar parkir dari gedung lalu pindah “parkir” di jalan raya.

6. Cawang – Pluit bukan Jalan Tol Lagi

Jalan tol dalam kota sesungguhnya adalah ide bodoh. Kendaraan yang hanya sekadar lewat (misal dari Bandung menuju Lampung) harus lewat Semanggi karena adanya tol dalam kota tadi. Tol dalam kota ruas Cawang – Pluit sebaiknya ditutup saja karena hanya akan menarik lebih banyak kendaraan dari luar kota masuk ke pusat kota. Namun demikian, kita harus konsekuen, ruas tol lingkar luar dari Serpong ke lingkar barat harus sudah tersambung.

7. Senin – Jumat Motor Dilarang Masuk Jalan Utama.

Bagaimana pun motor adalah kendaraan yang tidak aman dan amat berpotensi memperkeruh suasana macet Jakarta. China sudah secara tegas melarang adanya sepeda motor di kota-kota besar. Tidak ada salahnya Jakarta mencobanya juga setidaknya setiap hari kerja. Motor yang masih boleh beroperasi adalah ojek resmi dan pengantar paket serta delivery makanan. Jalur yang semula dikuasai motor pun kelak akan bisa diambil alih oleh sepeda kayuh yang sehat dan ramah lingkungan.

8. Ojek Resmi dengan Argometer

Taksi di Indonesia adalah salah satu yang layanannya terbaik di Dunia. Mengapa ojek tidak juga dibikin seperti itu? Dengan layanan yang resmi, terkoordinasi dan berargo-meter,  ojek akan semakin diminati pengguna jalan sehingga bisa menjadi alternatif naik mobil pribadi.

9. Mikrolet Jalur Sepi Dialihkan jadi Shuttle CBD

Kini banyak trayek mikrolet menjadi sepi terutama setelah adanya jalur busway. Trayek Senen- Kp.Melayu dan Tn.Abang-Kota misalnya, bisa kita lihat bahwa rata-rata mikrolet di sini kosong melompong dan hanya sibuk ngetem memenuhi badan jalan sehingga membikin macet.

Ada cara pemberdayaan mikrolet agar tetap bisa beroperasi yaitu dengan menjadikannya shuttle CBD antara SCBD-Mega Kuningan – Setiabudi – Plaza Semanggi  dan kembali lagi di SCBD.  Mereka hanya bisa berhenti di halte khusus di keempat tempat tersebut. Bagi yang ketahuan menaik-turunkan penumpang di luar halte khusus langsung dicabut izin trayeknya.

10. Pelebaran Trotoar dan Pemasangan Travelator

Agar orang Jakarta mau jalan kaki maka trotor pun harus dilebarkan. Pedagang asongan boleh berdagang asal membayar pajak minimal sepertiga dari keuntungan harian mereka itu pun dengan catatan tidak memakan lebih dari sepertiga badan trotoar.  Dana dari penarikan pajak itu bisa digunakan untuk memasang travelator di beberapa ruas jalan terutama Sudirman  – Thamrin.

11. Pengadaan Hari Tanpa Kendaraan Bermotor

Untuk mendidik masyarakat agar mengurangi ketergantungan memakai kendaraan bermotor (motor, mobil), maka perlu digalakkan seminggu sekali di kawasan tertentu dan sekali setahun di semua kawasan, satu hari tertentu tanpa kendaraan bermotor.

***

Langkah ini mungkin akan menyakitkan banyak pihak, tapi bagaikan imunisasi, badan panas sebentar namun bisa jadi akan membawa manfaat seumur hidup

pb: mattula_ada@live.com

19 Mei 2012

Cagub yang Mana yang Akan Sanggup Menyelesaikan Kemacetan?

by: Leo Kusima

Selama “kampanye” pilkada Jakarta, para Cagub telah menyampaikan ide-ide mereka untuk menyelesaikan program mereka untuk menyelesaikan masalah nomor 1 di Jakarta, KEMACETAN!

Sayang sekali, rasanya belum menggigit. Dikawatirkan jika kemacetan tidak diselesaikan dalam waktu dua tahun (sisa waktu sebelum stadium 4 datang), maka Kemacetan Jakarta akan menjadi kronis.

Pada umumnya, para cagub hanya menyebutkan secara gamblang, galakan transportasi umum, tetapi transportasi tidak hanya transportasi umum? mengapa harus transportasi umum? karena harganya bisa murah, TAPI KENYATAAN, NAIK MOTOR LEBIH MURAH DARI BUS, bagaimana ini? Padahal pengendara motor tidak, sedangkan Bus way di subsidi (katanya) menggragoti dana APBD DKI.

Ada Cagub yang bilang, sanggup selesaikan dalam waktu 3 tahun, ada yang mengatakan, tidka akan menggusur PKL dengan satpol PP, padahal PKL adalah sasatu sumber biang kemacetan.

Macetnya Jakarta

Bersama ini, saya sampaikan penelitian saya selama kurang lebih 6-7 tahun, penyebab kemacetan DKI, dan saran penyelesaian. Jika pembaca berminat, silahkan membaca.

Masalah transportasi di Jakarta

1. Luas jalan hanya 6,2% dari Luas Kota, sedangkan kota-kota yang lalulintasnya lancar, perbandingan luas jalan dengan luas kota, idealnya 15% s/d 20%.
Cara penyelesaian : membangun jalan layang khusus motor dan sepeda. Biaya lebih murah jauh dan tidak memakan lahan tanah yang besar.

2. Parkir tidak cukup, apalagi parkir on street, sangat mengganggu luas jalan yang sebetulnya sudah tidak cukup. Seringkali parkirnya sampai 2 – 3 lapis, sehingga memakan setengah badan jalan. belum ketika memarkir dan keluar, khususnya memarkir, sangat mengganggu arus lalulintas.
Cara Penyelesaian : untuk parkir mobil, membangun gedung parkir atau parkir berlantai satu. Dan membangun jalan layang khusus motor yang mempunyai fasilitas lantai parkir yang sangat luas. Tarip parkir mobil harus dinaikan untuk gedung parkir atau parkir berlantai. Bagi kompleks perkantoran dab kompleks Ruko yang akan dibangun, diwajibkan membangun lokasi parkir mobil dan motor/sepeda yang memadai jumlahnya. Khusus gedung Mall perbelanjaan dan Food Court, perbandingan harus lebih diperbesar lagi. Untuk perkantoran, Mall, kompleks ruko yang memiliki lahan parkir memadai, sebagai hadiah, tarip parkirnya boleh dinaikan menjadi 3000 rupiah per jam.

3. Kendaraan yang mampu melaju dicampur baur dengan kendaraan pelan, misalnya Truk, Kontainer, kendaraan umum, gerobak, motor, sepeda dan becak.  Sehingga kecepatannya menjadi pelan.
Cara penyelesaian :
A. Untuk memisahkan mobil dengan motor, sepeda, membuat jalan layang khusus motor dan sepeda, dan di jalan yang cukup lebar, dibuat jalur lambat.
B. Seluruh gerobak, gerobak sampah, gerobak air, gerobak barang, harus menggunakan penggerak motor.
C. Truk besar, kontainer dijalan tertentu, dilarang lewat pada siang hari, hanya boleh jalan pada setelah jam 22:00 s/d 05:00.
D. Pabrik dengan kapasitas produksi sedang dan besar wajib pindah keluar daerah yang ada akses jalan besar.
E. Di jalan raya sebelah kanan (jalur cepat), dipasang portal, sehingga hanya boleh dilewati kendaraan yang lebih cepat.

4. Kendaraan umum ngetem disembarangan tempat, dengan jumlah kendaraan umum + 90,000 unit, dan seringnya ngetem, maka, seakan-akan jakarta memiliki tambahan 900,000 unit kendaraan pribadi. Daya tampung jalan habis total.
Cara penyelesaian :
A. Halte bus dibuat mencoak ke dalam, sehingga ketika menaikan dan menurunkan penumpang tidak mengganggu kendaraan belakangnya untuk melaju. Sebaiknya angkot, metro mini juga berhenti dijalan yang mencoak kedalam.
B. Menghapus posisi juragan angkot, sehingga supir adalah bos. Ijin trayek diberikan kepada sepasang supir yang memenuhi klarifikasi. Dengan demikian income supir akan membaik, dan karenanya ia tidak berani sembarang melanggar peraturan, terutama ngetem sembarangan.
C. Memasang alat GPS + pengawas sidik jari, jika supir berani berhenti dilokasi yang tidak diijinkan, maka akan dikenakan denda. Alat sidik jari digunakan untuk mencegah supir tembakan, yang menyebabkan perkosaan penumpang.
D. Pengemudi diberikan subsidi BBM, sehingga mereka tidak berani berbuat kesalahan, dan dengan subsidi BBM, maka tarip angkot bisa jadi murah. Sehingga Omprengan tidak bisa melawan angkot resmi. Bila berani berbuat pelanggaran apalagi kriminil, ijin trayek dicabut, subsidi BBM dipotong.
E. Tempat turun dan naik penumpang, dibuat lebih tinggi. Kendaraan umum juga dibuat khusus, tempat naik turun penumpang adalah kurang lebih 1 meter dari jalan, sehingga penumpang tidak bisa turun naik bila bukan dihaltenya.

5. Sistim jalan di Jakarta sangat amburadul, terkadang jalan yang 4 lajur, bisa mendadak menyempit menjadi 3 lajur. Banayk jalan dipasang POLISI TIDUR, bahkan jalan rusak parah sudah seperti polisi tidur. Ada tiang listrik dilokasi pinggir jalanan, tidak ada jalur pejalan kaki, tidak ada jalur motor/sepeda.
Cara penyelesaian :
A. Membersihkan seluruh polisi tidur.
B. Jalan jangan ada bottle neck, sehingga arus bisa lancar.
C. Jalan yang rusak diganti dengan jalan cor semen.
D. Dibuat jalur motor/sepeda selebar 1.5 meter, jangan jalan tanah, harus jalan cor beton.  Dan dibuat jalan trotoar, harus cukup lebar, dan jangan ditanam tanaman segala sehingga menyempit.
E. Tiang listrik, Tiang telepon yang masih di jalan raya harus diangkat.

6. Di Jabodetabek ada 9 juta motor, daya angkutnya sebetulnya jauh melebihi kemampuan 90,000 bus/angkot. Tapi pemda sangat bermusuhan dengan motor. Motor dapat berangkat dari awal (original), dan tiba di tujuan (destination), sedangkan angkot/bus hanya dari halte ke halte. Masalah dari rumah ke halte dan dari halte ke tempat tujuan tidak pernah dipikir.
Memang, dengan jumlah motor di Jabodetabek mencapai 9 juta unit dan mobil/bus hanya 3 juta unit, kelihatanya seakan-akan motor adalah biang kerok kemacetan, apalagi tingkah laku pengendaraan motor sangat amburadul.
Cara Penyelesaian :
A. Membuat jalan layang khusus untuk motor/sepeda, sehingga jikalau 80% motor ada di jalan layang, maka otomatis kendaraan di jalan raya akan lancar.
B. Membuat jalan layang untuk motor biayanya jauh lebih murah daripada jalan layang untuk mobil/truk/kontainer.
C. Dengan membangun jalan layang untuk motor/sepeda, akan menurunkan secara dratis angka kematian. Angka kematian mencapai lebih dari 32,000 orang per tahun, 80% adalah pengemudi atau penumpang sepeda motor, dan terutama usia produktif.
D. Dikeluarkan peraturan daerah, tidak memiliki SIM C, tidak berhak beli motor. SIM C digabung dengan STNK. Suatu kenyataan, banyak pengemudi motor tidak memiliki SIM C dan tidak mengerti peraturan lalulintas.

7. Kita sering melihat mobil motor parkir di jalanan memakan setengan badan jalan.  Pada malam hari, di gang-gang, banyak rumah yang tidak memiliki lahan parkir memarkirkan mobil, truk bahkan kontainer di jalanan. Dengan banyak mobil parkir di jalanan, seakan-akan membuat bottleneck dadakan, yang akan mengurangai kecepatan lalulintas.
Cara penyelesaian :
A. Warga Jabodetabek yang ingin memiliki mobil, harus memiliki pelataran parkir dirumah, jumlah mobil yang dimiliki harus sesuai dengan tempat parkir. Pemda mengeluarkan sertifikat parkir, disertifikat parkir dicantumkan alamat, kode pos, kemudian nomor urut parkir, koordinat bumi dan simpan di database. Misalnya rumah saya di Jakarta Barat, dengan kode pos 11830, rumah saya memiliki 3 lahan parkir, maka sertifikat saya adalah bernomor 11830-000001A, 11830-000001B dan 11830-000001C.  Ketika saya membeli mobil, harus melampirkan nomor sertifikat saya, dan di STNK dicantumkan nomor sertifikat lahan parkir. Jika saya menjual mobil, kalau sipembeli tidak mau ganti nama, maka saya tidak bisa beli mobil baru karena saya tidak ada sertifikat parkir. Cara ini bisa mengurangi orang yang tidak mau ganti nama mobil, dan pemda akan menghasilkan biaya BBN mobil.  Juga bisa mengerem warga Jakarta yang sudah beli mobil, ketika malam atau siang hari, diparkir di jalan sehingga membuat macet jalanan.
B. Bagi perusahaan/pabrik yang ingin membeli mobil box/truck/kontainer/pickup, harus mempunyai latar parkir. Pemandangan truk/kontainer parkir di jalanan pada waktu malam hari dapat berkurang banyak, dan ini dapat mengurangi kemacetan.
C. Yang mengeluarkan sertifikat parkir adalah pemda/dishub bukan kepolisian. atau suatu otoritas yang menangani kemacetan lalulintas Jakarta.

8. Dengan membuat jalan layang untuk sepeda/motor yang 3 tingkat, tingkat paling bawah digunakan untuk lahan parkir, dan sebagian untuk lahan PKL. Dengan demikian janji pak Jokowi tidak menggusur PKL dengan satpol-PP akan terwuiud. Ketika pak Jokowi menyatakan tidak akan memakai satpol-PP untuk menggusur PKL, ada pendapat dari pembaca di web, yang menyatakan pak Jokowi tidak akan bisa selesaikan kemacetan karena tidak mau menindak PKL, dan tidak bisa membereskan kesemerawutan karena tidak menyentuh PKL. Cara penyelesaian PKL dengan tidak menggusur oleh satpol – PP? Pindah seluruh PKL ke lokasi parkir motor di Jalan layang khusus motor!
Lokasi PKL disamping lokasi parkir motor akan sangat menguntungkan karena pembeli pedagang PKL rata-rata adalah kelas yang memiliki motor.
Cara penyelesaian :
A. PKL kelontong dibatasi jumlahnya misalnya 100,000 lokasi. Harus ber-KTP DKI lebih dari sekian tahun. Satu orang/keluarga hanya boleh memiliki satu lokasi. Tarip sewanya sangat murah, bahkan lebih murah daripada setoran ke oknum satpam/hansip/kelurahan.
B. PKL penjual makanan disediakan misalnya 10,000 lokasi, kondisi sama dengan atas.  Tentu harus dijaga faktor keamanan kebakaran, jangan sampai terjadi peristiwa jalan layang Tol terbakar oleh penghuni liar di kolong Tol.
C. Setelah pemda menyediakan tempat mereka berusaha, maka bagi yang melanggar, pemda akan bertindak tegas dan keras.
D. Hak bagi warga Jakarta yang ingin meminta lahan, sebaiknya dilakukan secara undi, sehingga tidak ada permainan dan dirasakan adil.  Sebaiknya warga Jakarta-pusat mendapat jatah di wilayah Jakarta-pusat sesuai dengan KTP-nya, sehingga mengurangi trafik ketika mereka mau pergi kelokasi dagang.
E. Penyewaan berlaku 5 tahun, dan akan diundi setiap 5 tahun, sehingga yang lain juga mendapat kesempatan. Para PKL harus dapat mengumpulkan suatu hasil pada masa 5 tahun, tidak dihamburkan. Karena pada 5 tahun berikutnya, ia harus bisa naik kelas mungkin menjadi pedagang di kios komersil.
F. Biaya tarip sewa sangat rendah, dan biaya air pam, listrik memadai.
G. Bagi usia subur yang mendapat jatah PKL, wajib mengikuti program KB, dan menyatakan maksimum 2 anak.

9. Salah satu penyebab warga wanita takut ber-angkot, atau taksi, karena kasus perkosaan.
Cara penyelesaian :
A. Taksi, angkot dan lain-lain, tidak boleh memakai kaca gelap.
B. Dalam cabin angkot, taksi, dipasang lampu yang lumayan terang, sehingga kita bisa melihat tembus pandang dari luar.
C. Dilengkapi dengan GPS tracking dan alat sidik jari.
D. Khusus untuk taksi, harus memakai tipe mobil yang tidak memiliki tutupan bagasi, seperti taksi di Solo, memakai kendaraan jenis MPV. Dengan demikian kawanan perampok/pemerkosa tidak bisa umpet di bagasi mobil.
E. Bagi pemerkosa dihukum potong anunya.

10. Bagaimana mendesain back bone transportasi umum? Untuk menghindari kebocoran, Sebaiknya back-bone dikelola oleh BUMD, karena ada subsidi besar-besaran.
Saran penyelesaian :
A. Dibuat koridor Busway yang mengelilingi inner ring road (Tol dalam kota) dan outer ring road, sehingga tidak mengganggu jalan raya umum.
B. Penumpang Busway antara back bone dapat pindah tanpa biaya tambahan.
C. Antara Back bone Busway, bisa interkoneksi dengan KRL dan MRT.
D. Sesama Back Bone (Bus way, KRL dan MRT bebas interchange selama tidak keluar dari terminal/stasiun).
E. Feeder menghubungi halte/terminal ketujuan.

11. Sanggupkan MRT menyelesaikan kemacetan lalulintas?
Pendapat saya:
A. Bahwa MRT effisien untuk kota-kota yang bangunannya berbentuk vertikal, sedangkan kota Jakarta adalah kota yang berbentuk horinsontal.
B. Selama sistim MRT belum menjadi suatu network di Jakarta, MRT tidak bisa menyelesaikan kemacetan dalam waktu 10 tahun. Tetapi kemacetan sudah memasuki tahap GAWAT. setadium 4!
C. MRT hanya mengangkut penumpang dari stasiun ke stasiun. Dari rumah ke stasiun masih memerlukan biaya, dan keluar dari stasiun ke tujuan juga masih butuh biaya.
D. Gaji para karyawan masih belum mampu membayar biaya MRT.
E. Para manager yang mampu naik MRT, setiba dikantor, jika perlu bepergian, memakai mobil apa? Taksi?
Kalau seorang eksekutif dari thamrin ingin meninjau langganannya di Cibinong, Bekasi, bahkan ke airport, bisakah naik MRT ke Cibinong, Bekasi dan airport?
Kesimpulan :
MRT silahkan start, tetapi selama Jakarta masih merupakan suatu kota bangunan horisontal, dan MRT belum menjadi sebuah network, dan investasi MRT belum turun 70%, mustahil GNP kita sanggup menginvest dan menggunakan MRT. Dan MRT tidak sanggup menyelesaikan kemacetan dalam kurun waktu 10 tahun.

12. Bagaimana menyelesaikan benang kusut di persimpangan jalan? Pengemudi di Indonesia, ada polisi saja berani kurang ajar, apalagi tidak ada polisi, khususnya pada jam sibuk, hujan dan dipersimpangan jalan. Mereka tidak perduli dengan signal lampu lalulintas, sudah lampu merah tetap serobot. Maka, pada hari hujan dan jam sibuk, dipersimpangan jalan sering tidak ada polisi. Terjadi bukanlagi macet, istilah macet terlalu sederhana, melainkan benang kusut.
Cara penyelesian :
A. Dipasang portal electrik, bila lampu merah menyala, portal akan naik, sehingga mobil dan motor tidak bisa menerobos sama sekali jika lampu merah.
B. Jika lampu sudah merah, mobil terlanjur di area persimpangan, untuk menghindari kemacetan benang kusut dan ditilang berat, mobil tersebut harus masuk ke kiri, sehingga mulut persimpangan tidak macet.
C. Diberlakukan sistim kotak kuning.
D. Denda bagi yang ketika lampu merah sudah di persimpangan dan tidak mau tikung ke kiri, misalnya denda 500,000 rupiah.

13. Bus-way memakan jalur jalan raya umum. Busway yang bersinggungan dengan tol dalam kota sebaiknya memakai jalur tol dalam kota. Maka, pemandangan di jalur Busway yang bersinggungan dengan Tol dalam kota, adalah terjadi kemacetan di tempat masuk dan keluar pintu Tol.
Cara penyelesaian :
A. Bus way dipindah kedalam Tol, sehingga jalan masyarakat tidak diambil oleh busway, mengurangi kemacetan.
B. Busway turun dan naikkan penumpang di bahu jalan Tol, dan langsung naik ke terminal/halte, naik tangga untuk keluar, seperti yang sudah jalan sekarang.
C. Kemactan di jalur Busway tersebut dapat dikurangi.

14. Tikungan tumpul. Tikungan di Jakarta kebanyakan berbentuk 90 derajat. Bagi kendaraan mobil, apalagi truck dan kontainer, ini cukup tajam, sehingga ketika menikung, kita sering ambil jalan lajur kedua dari kiri, jika tidak ban belakang sebelah kiri bisa bergesek dengan trotoar atau jeblos ke got. Sehingga kendaraan dilajur kedua harus memperlambatkan kendaraannya.
Cara penyelesaian :
Tempat tikungan dibuat menjadi 135 derajat (tikungan tumpul), maka, penikungan akan menjadi mudah dan tidak memakan jalur kedua.

15. Keep in Line. Di Indonesia, banyak pengemudi mobil, truk dan apalagi motor, mempunyai hobby membawa kendaraannya gaya pilot pesawat terbang. Mereka membawa kendaraannya bukan diantara 2 garis lurus (garis terputus-putus atau garis tidak terputus), melainkan diatas garis, bagaikan pilot yang sedang mau take off.
Cara penyelesaian :
A. Dimulut perempatan dan persimpangan, dan setiap 100 meter dijalan raya, dibuat beton pemisah lajur disemua lajur, dengan ketinggian beton 50 cm, maka semua kendaraan terpaksa harus berbaris rapi.
B. Dengan berbaris, maka kecepatan kendaraan bisa ditingkatkan.
C. Juga dapat mengurangi kecelakaan.

16. Sumber dana. Tidak ada sumber dana maka tidak bisa menyelesaikan kemacetan. Untuk hal ini karena menyangkut banyak peraturan pemerintah, kita akan diskusi dengan pemda dan tidak dipublish dulu.

pb: mattula_ada@live.com

29 Maret 2012

Mengejar Cinta ke Ibu Kota Negara

by: Muh. Takdir

Pertama sekali simpatik terhadap gadis itu ketika menjadi Chief Even Organizer pada salah satu kegiatan yang pernah dilakukan di sekolahnya. Kebetulan pada saat itu sekolah kami ada undangan untuk menghadiri acaranya. Saya dan beberapa teman lainnya sebagai utusan dari sekolah kami. Mengenal dia dari salah satu teman. Selama masa-masa Madrasah Aliyah (setingkat SMA) kami beberapa kali ketemu dalam beberapa kegiatan-kegiatan tertentu. Hanya saja pada saat itu saya tidak ada kemauan untuk mengungkapkan rasa ini. Yaa berusaha melaksanakan amanah orang tua. “Nak, kamu jangan sekali-sekali dulu berfikir mau pacaran, fokus lah dulu sama sekolah kamu. Suatu saat kamu akan dapat sendiri gadis pujaan kamu dan Allah SWT pasti memberikan yang terbaik buat kamu. Belajar saja dengan rajin dan tekun nak.! “ kata orang tua kepada saya sebelum meninggalkan kampung halaman untuk pergi sekolah di Ibu Kota Kabupaten dimana saya tinggal pada saat itu.

Setelah menyelesaikan sekolah di Madrasah Aliyah beliau sudah tidak ada kabar, entah kemana dirinya melancong. Beberapa kali mencari kabar tentang dia, namum tidak ada hasil. Yaa terkadang pesimis itu sudah mulai menghantui akan dirinya kalau saya tidak akan ketemu lagi dengan dia. Meskipun selama kuliah sempat jalan dengan gadis-gadis lain, tapi perasaan itu hanya sebatas teman, sahabat bahkan diantaranya seakan-akan saudara sendiri. Kuliah S1 selesai belum ada juga kabar tentang dia.Beberapa kali searching tentang dia melalu jejaring sosial, sebutlah Facebook, twitter, friendster, dan lain-lain belum juga ada hasil.

Menjelang tujuh tahun kemudian setelah tamat di Mad. Aliyah. Salah satu junior saya di Mad. Aliyah datang di Makassar dari Jakarta yang kebetulan pada saat itu saya yang menjemputnya di Bandara Hasanuddin Makassar. Berbincang-bincang tentang almamater, ternyata banyak teman-teman yang kuliah di Jakarta. Secara tidak langsung menyebut nama gadis yang selama ini saya cari-cari. Kebetulan dia yangarrange-kan tiket. Bekerja di salah satu Travel di Jakarta sambil melanjutkan S2 di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Itulah profesinya saat ini. Terenyuh dan terkesimah mendengar informasinya, ternyata masih seperti dulu selalu aktif dalam hal apapun yang sifatnya education dan karir.

Terima kasih buat junior saya, karena beliau data tentangnya sudah saya dapat termasuk Contact Person dan akun Facebooknya, itu sudah melebihi dari cukup. Keesokan harinya membuka facebook dan searching akunnya. Alhamdulillah, dapat dan meminta pertemanan. Dikonfirmasi dan memulai chating. Hampir tiap hari kamichat. Yaa tentu diawal-awal chat kami saling bercanda gurau meskipun sebenarnya dia tidak tau saya secara dekat, apalagi semasa Mad. Aliyah aku dikenal hanya sebatas nama meskipun beberapa kali ketemu.

Kurang lebih dua minggu berjalan sejak mulai akrab lewat dunia maya (Facebook) bahkan tidak jarang kami SMS-an dan bicara lewat Handphone. Dan pada saat itu aku mengungkapkan perasaan kepada dia. Dalam hati seraya berdoa semoga saja beliau belum ada yang memiliki. Hehehe. Awalnya sih dia mengira kalau saya hanya bercanda. Namun aku tetap berusaha meyakinkan bahwa saya betul-betul ada rasa pada dirinya. Akhirnya beliau menjawab dengan mengawali kalimatnya permohonan maaf kepada saya. Ternyata beliau sudah dipersunting oleh seorang laki-laki dari seberang pulau. Jawaban itu tidak membuat saya pesimis malah saya berjanji sama dia kalaupun kita bukan jodoh, kita akan tetap menjalin komunikasi tapi paling itu sebatas teman melainkan bukan lagi orang spesial.

Hal yang membuat saya semakin optimis karena sebagian keluarganya kurang setuju dengan laki-laki tersebut. Pada umumnya keluarganya menyayangkan kalau dia menikah dengan laki-laki itu. Dari sisi materi dan semangat hidup itulah yang dimiliki laki-laki tersebut, tapi dari sisi pendidikan dia agak ketinggalan dalam hal itu. Sementara gadis itu, sejak SD sampai tamat di Mad. Aliyah tidak pernah melepaskan peringkat tiga besar, apalagi sekarang lagi on progress penyelesaian S2. “Kami bukan tidak menghargai dia. Kami tau kalau dia juga punya kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh sebagian orang yang berpendidikan. Tapi alangkah lebih bagusnya kalau kamu mempunyai pendamping hidup yang sepadan dengan pendidikan kamu, paling tidak seorang laki-laki yang selesai S1.” Kalimat ini yang sering muncul dari keluarga gadis tersebut.

Suatu ketika gadis tersebut menceritakan kepada keluarganya mengenai niat suci saya. Beliau menjelaskan tentang saya, mulai dari latar belakang pendidikan, keluarga, dan cukup uniknya kalau saya dan dia pernah sekolah di satu Yayasan Pendidikan yang sama yaitu Pondok Pesantren As’ Adiyah. Hanya saja mulai dari MTs (setingkat SMP) sampai Mad. Aliyah siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan. Sehingga perempuan dan laki-laki masing-masing punya sekolah tersendiri. Pada prinsipnya kalau kurang lebih orang tuanya mendukung saya.

Suatu hari saya pun nekat ke Jakarta ingin bertemu dengan dia. Awalnya sih dia tidak setuju kalau saya ke Jakarta dengan tujuan hanya karena dia. Karena dia lagi terikat dengan laki-laki yang sudah mempersuntingnya. Selama tidak ada janur kuning, kemungkinan-kemungkinan yang tidak disangka masih bisa terjadi. Gadis tersebut sangat khawatir kalau saya ke Jakarta yang akhirnya aku kecewa. Meskipun kalimat-kalimat itu sering disampaikan kepada saya, nekat untuk pergi tetap akan aku lakukan. Dan akhirnya aku pun berangkat ke Jakarta dan bertemu dengan beliau. Alhamdulillah, kedatangan saya ke rumahnya mendapat respon positif dari keluarganya. Saya pun semakin optimis. Kembali ke Makassar dengan rasa senang. Tinggal menunggu informasi selanjutnya tentang dia. Karena sesuatu hal yang dilakukan oleh pihak laki-laki yang mempersuntingnya yang secara tidak langsung membuat orang tuanya kecewa. Sesuatu hal itu menyangkut harga diri. Akhirnya orang tuanya memutuskan untuk tidak melanjutkan.

Sembari menunggu suasana tenang itu di keluarganya saya pun menyampaikan ke orang tua mengenai niat saya menikahi gadis tersebut. Pada dasarnya orang tua pun sangat setuju dengan gadis itu, meskipun gadis itu hanya dikenalnya lewat poto dan komunikasi lewat telpon. Itulah salah satu kelebihan yang dimiliki orang tua yang harus dipelajari bagi generasi muda bahwa meskipun hanya lewat telpon dan poto sudah bisa menebak karakter seseorang.

Apakah dia akan menjadi jodoh saya atau tidak. Semuanya diserahkan kepada Allah SWT. Usaha maksimal untuk memilikinya sudah dilakukan. Mengakhiri tulisan ini dengan mengutip pribahasa dalam versi bugis oleh salah seorang senior, kakanda, dan advisor kami sebagai berikut :

GALIGO HARI INI (SERI 98 )
Menjawab pertanyaan Ifa HR dan Takdir

Mauluttu Massuajang (8)
Oki SiputanraE (7)
Teppa Rewe’mua (6)

Arti Bugis Umum
Mauni lao tega laona, narekko siputotoi, tette’i siruntu

Arti Indonesia
Dimanapun keberadaannya, kalau sudah jodoh, takkan kemana.

Penjelasan
Galigo ini tidak termasuk dalam kategori sulit, tidak memiliki pelapisan makna, tidak juga memiliki kata kunci sebagai pembuka keseluruhan maknanya. Galigo ini mudah dicerna, meski kata yang dipakai bukan lagi kata dalam kosa kata Bugis yang jamak ditemui saat ini. (Sumber : http://www.facebook.com/suryadin.laoddang)

 wb: mh_takdir@yahoo.com