Posts tagged ‘Amerika Serikat’

20 Mei 2012

Eks CIA: Usamah Bukan Dibunuh Tentara AS

Seorang mantan agen CIA mengungkapkan bahwa pemimpin milisi al Qaidah, Usamah bin Ladin, telah meninggal karena sebab alamiah lima tahun sebelum AS mengumumkan kematiannya.

Usamah Bin Ladin

Berkan Yashar, agen CIA yang juga seorang politikus Turki, mengatakan kepada Channel 1 Rusia bahwa AS tidak membunuh pemimpin al Qaidah tersebut.

“Pada September 1992, saya berada di Chechnya. Saat itulah saya pertama kali bertemu dengan pria yang bernama Usamah bin Ladin,” kata Yashar. ”Pertemuan berlangsung di sebuah rumah dua lantai di kota Grozny. Lantai atas ditinggali sebuah keluarga Gamsakhurdia, presiden Georgia, yang kemudian diusir dari negaranya. Kami bertemu di lantai bawah dan Usamah tinggal di gedung yang sama.”

Mantan agen CIA itu mengaku dia secara pribadi mengenal tiga pengawal Usamah bin Ladin yang telah melindunginya. Dia menyaksikan kematian pemimpin al Qaidah itu pada 26 Juni 2006.

“Bahkan jika seluruh dunia yakin, saya tidak mungkin percaya,” kata Yashar. “Saya pribadi tahu orang Chechen yang melindunginya. Mereka adalah Sami, Mahmood, dan Ayub.”

Yashar mengatakan ketiga warga Chechnya itu menemani Usamah hingga akhirnya hayatnya. Ketiganya yang mengubur jenazah Usamah di pegunungan dekat perbatasan Pakistan-Afghanistan.”

Yashar menambahkan bahwa CIA menculik salah seorang pengawal pribadi Usamah, Sami, sebelum pengumuman pembunuhan Usamah. Dia mengatakan Sami mengungkapkan ke AS tempat dari pemakaman Usamah di pegunungan.

“Tidak ada serangan. Saya tahu operasi Amerika dari dalam. Mereka menemukan kuburan, menggali jasadnya dan memberitahu semua orang tentang hal ini,” kata Yashar.

Pada 2 Mei 2011, Washington mengumumkan bahwa Usamah bin Ladin tewas oleh pasukan AS di kompleks di Abbottabad, Pakistan, sebagaimana juga yang telah disampaikan dari buku teranyar sekaligus keempat dari Peter L. Bergen “Manhunt: The Ten-Year Search for Bin Laden From 9/11 to Abbottabad” (lihat ‘Manhunt’ & Detil Sekilas Operasi Pembunuhan Usamah Bin Ladin’). Informasi yang tidak transparansi mengenai kematian Usamah telah menimbulkan keraguan lebih lanjut atas pengumuman tersebut.

source: republika.co.id

pb: mattula_ada@live.com

16 Mei 2012

Cara Mengambil Data dari Kotak Hitam Pesawat

Rangkaian kotak hitam, Cockpit Voice Recorder (CVR) dari pesawat nahas Sukhoi Superjet 100 telah ditemukan. Pekerjaan selanjutnya yakni menyedot informasi yang terkandung di dalamnya.

Kotak hitam yang ditemukan pada Sukhoi SSJ 100 benar-benar berwarna hitam karena hangus. Kendati bernama kotak hitam, alat perekam data penerbangan ini biasanya dicat oranye.

Black Box yang berwarna orange

Warna menyolok ditambah garis pita yang reflektif pada tubuh kotak hitam dapat mempermudah pencarian. Desain ini berguna ketika kecelakaan pesawat berakhir di air.

Ada dua kemungkinan nama kotak hitam berasal. Beberapa orang meyakini karena pada awal pembuatannya kotak ini memang berwarna hitam. Sementara pihak lain mengacu pada warna hangus setelah terpanggang pasca kebakaran karena kecelakaan.

Kotak Hitam Sukhoi yang hangus

Setelah menemukan kotak hitam, tim penyelidik akan membawa rekaman ke laboratorium. Mereka akan mengunduh data dari perekam untuk mereka ulang peristiwa kecelakaan. Proses ini dapat berlangsung mingguan hingga bulanan untuk diselesaikan.

Di Amerika Serikat, produsen kotak hitam memberi Dewan Keamanan Transportasi Nasional (NTSB) sistem dan piranti lunak untuk melakukan analisis penuh pada data yang tersimpan.

Jika nanti Flight Data Recorder (FDR) ditemukan, para penyelidik dapat  memutar materi pada alat perekam dengan menghubungkannya pada sistem pembaca. Pada perekam solid-state, penyelidik dapat mengekstrak data hanya dalam hitungan menit.

Sangat sering, perekam ditemukan pada reruntuhan dalam kondisi penyok dan terbakar. Pada kasus ini, papan memori harus dikeluarkan,
dibersihkan, dan kabel antarmuka memori baru akan dipasang.

Memori akan terhubung dengan perekam yang dapat bekerja. Perekam ini memiliki software khusus untuk memudahkan pengambilan data tanpa kemungkinan menimpa data di dalamnya.

Menurut Howstuffworks.com, tim ahli biasanya dilibatkan untuk menginterpretasi data yang disimpan dalam CVR. Kelompok ini umumnya terdiri dari representatif maskapai, wakil dari produsen pesawat, pakar keamanan transportasi, dan penyelidik keamanan udara.

Dewan penyelidik ini akan memaknai percakapan dan suara yang terekam selama 30 menit dalam CVR. Proses ini dapat berlangsung sangat lama.

FDR dan CVR merupakat duet perangkat yang sangat berharga dalam penyelidikan kecelakaan pesawat. Kedua perangkat ini kadang menjadi satu-satunya yang selamat pada kecelakaan pesawat. Dalam kasus Sukhoi SSJ 100, keberadaan FDR masih dalam pencarian.

Perangkat ini menjadi petunjuk penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan tanpa ada cara lainnya. Seiring perkembangan teknologi, kotak hitam masih berperan besar dalam penyelidikan kecelakaan.

source: vivanews.com, suarapembaruan.com

pb: mattula_ada@live.com

8 Mei 2012

Perempuan Gaek Melawan Debt Collector

by: Eddy Roesdiono

Ini adalah kisah berdasarkan berita www.abcnews.go.com yang diunggah dalam kolom feature www.yahoo.com 26 April 2012, sebuah kisah tentang perempuan paruh baya di Amerika serikat yang memenangkan tuntutan senilai lebih dari US$10 juta (Rp 9 miliar) atas pelecehan verbal seksual yang dilancarkan pihak debt collector. Pihak pemberita sengaja membahas kasus ini panjang lebar dengan alasan bahwa aksi debt collector semacam ini adalah gejala yang mendunia, dan masyarakat perlu tahu bahwa debt collector yang melanggar hukum (popular dengan istilah ‘crossing the line’) harus diperkarakan di pengadilan.

Ini kisahnya :

Dua tahun lalu, Diana Mey, ibu rumah tangga paruh baya asal Wheeling, West Virgina, Amerika Serikat, mendapat pesan dalam mesin penjawab telepon perusahaan debt collector bernama Reliant Financial Associates (RFA) yang menyatakan bahwa rumahnya bakal disita kalau ia tidak bayar hutang, dan diminta untuk menghubungi sebuah nomor telepon.

 Diana Mey

Tentu saja Diana bertanya-tanya. Ia tak merasa berhutang pada pihak manapun. Ia mengira perusahaan debt collecting itu salah alamat. Dan ia mulai mencari tahu kenapa situasi ini bisa terjadi.

Dari yang ia ketahui, banyak warga Amerika menjadi korban salah sasaran seperti ini, yang kebanyakan disebabkan oleh makin maraknya jenis penagih hutang yang adalah ‘pembeli hutang’. Mereka ini membeli hutang-hutang lama para debitur (penghutang) dari berbagai lembaga keuangan pemberi hutang (kreditur) dengan harga rendah. Hutang-hutang itu sendiri sebenarnya sudah ‘direlakan’ oleh kreditur aslinya. Para pembeli hutang inilah yang kemudian mengusahakan kembali penarikan hutang untuk meraup keuntungan. Disebutkan pula bahwa para pembeli hutang ini kerapkali menggunakan taktik-taktik keterluan. Dalam kasus Diana, RFA adalah salah satu pembeli hutang (debt buyer).

Diana kemudian mengirim surat tercatat pada RFA dan meminta agar perusahaan ini tidak menghubunginya lagi. Surat diterima resmi oleh RFA. 23 menit setelah diterimanya surat itu, Diana mulai mendapatkan telepon yang tak dijawab ketika diangkat, dengan nomor telepon (caller ID) kepolisian setempat. Dia menelepon balik nomor itu dan menanyakan apakah pihak kepolisian telah meneleponnya. Pihak polisi mengatakan tidak.

Setelah dua hari bolak-balik menerima telepon tak bersuara—tetap dengan caller ID polisi– akhirnya ada juga yang bicara. Pria dengan nomor telepon polisi itu bicara kasar, dengan penbendaharaan vulgar sekitar anatomi tubuh perempuan. Laki-laki penelepon itu juga melecehkan Diana dengan kata-kata ‘apakah Diana mau disetubuhi beramai-ramai (gang banged)” .

Diana ketakutan dan merasa dihina. Tapi kemudian ia punya akal. Ia merekam pembicaraan itu dan memancing-mancing agar si penelepon bicara terus selama kurang lebih dua menit, yang sarat kata-kata pelecehan seksual. Selebihnya, Diana kemudian menelepon 911 dan melaporkan ada pihak yang mengancamnya secara seksual. Dia mengunci pintu dan menyiapkan senjata api milik suaminya.

Mei tahun lalu, Diana menuntut RFA atas tuduhan pelecahan dan penagihan illegal. Pada bulan Agustus tahun lalu, pengacara RFA tidak muncul di pengadilang. Hakin menuduh RFA bersalah dan perusahaan debt collecting ini diganjar denda US $10.860.000.

“Sampai saat ini uang belum saya terima sepeserpun dan saya yakin tidak akan saya dapatkan; tapi saya lega perusahaan debt collector itu diganjar hukuman,” kata Diana.

Dan ini bukan kasus pertama yang menimpa Diana. Sebelumnya ia juga memenangkan tuntutan serupa dan mendapatkan US $8000 yang juga tidak ia terima; karena perusahaan ini lenyap begitu saja. Perusahaan itu tadinya menelepon Diana dan mengancam akan panggil polisi untuk menangkapnya. Diana menyewa dua pengacara tapi perusahaan tersebut menolak bicara dengan pengacara Diana. Kemudian ia terus-terusan menerima telepon pelecehan seksual dari seorang perempuan, dan Diana merekam semua pembicaraan.

Kesempatan lain, Diana juga menjadi korban penipuan identitas yang membuatnya dituduh melalukan penarikan tunai sembilan kali melalui sebuah lembaga keuangan. Para penagih menelepon kakak ipar, suami dan kerabat lain dengan nada ancaman, mala hada yang menyarusebagai pengacara yang akan mengajukan suami ke pengadilan. Diana tahu betul ini bukan cara pengacara, melainkan dari perusahaan debt collecting yang mau cari untung dengan cara illegal.

Akan halnya kasus dengan RFA, Diana belakangan tahu bahwa RFA adalah perusahaan fiktif hasil bentukan sebuah perusahaan penagih hutang bernama Global AG, LLC. Ia juga tahu adanya fakta perusahaan-perusahaan sejenis yang gonta-gantinama dan pindah-pindah tempat.

Karena keberaniannya menentang aski-aski premanisme perusahaan debt collecting itu, Diana sempat masuk acara televisi Nighlife, 25 April 2012, jam 11:35 waktu setempat. Dan Diana memang layak dijuluki ‘Orang Paling Berpengaruh Tahun Ini” oleh majalah setempat karena keberaniannya melawan gangguan-gangguan illegal penagih hutang sejak 1999. Senjatanya adalah : alat perekam telepon.

Bercermin dari pengalaman Diana, bolehlah dibilang Indonesia memiliki situasi yang sama di bidang penagihan dengan kekerasan seksual dan kata-kata kasar/ancaman. Ini setidaknya bisa tercatat dari masa sebelum keluarnya peraturan Bank Indonesia No 14/PBI/2/2012 yang mencakup tatacara penagihan hutang yang tidak boleh lagi dilakukan dengan kata-kata mengancam dan bukan pada orang yang berhutang.

Saya ingat setahun lalu ada kerabat perumpuan yang mengalami pelecehan verbal seperti ini :

Laki-laki DC : “Kamu sulit dihubungi lewat telepon”

Perempuan : “Saya kerja, pulang malam”

Laki-laki DC : “Oh, kerjanya malam ya. Banyak dong langganannya?”

Atau :

Perempuan : “Maaf, pak, saya masih banyak tamu”

Laki-laki DC : “Wah, tamunya banyak. Laris ya? Berapa tarifnya?”

Dan berbagai contoh jenis pelecehan seksual lain yang teramat tidak sopan, melecehkan, menghina dan merendahkan.

Untunglah sudah ada peraturan BI tersebut di atas. Ke depan mudah-mudahan kerja debt collecting akan bisa lebih bermartabat, lebih mengembangkan strategi persuasif yang berakal,  dan berorientasi mencari keuntungan dengan cara lebih sehat dan bersih dari premanisme. Bukankah bank dan awak penagih hutangnya dikelola oleh intelektual-intelektual yang mampu berinovasi positif ketimbang bekerja dengan mulut kotor dan strategi seperti orang hilang akal?

Tagihan tak terbayar atau kredit macet (non-performing loan) adalah bagian dari risiko yang sudah diperhitungkan bank. Nasabah yang tidak mampu bayar harus diberi kemudahan solusi, bukan diancam-ancam, apalagi kemudian urusannya diserahkan kepada pihak penagih yang seolah-olah lepas dari urusan sama-sama untung (mutual benefit) antara nasabah dan bank.

Nasabah dan bank saling membutuhkan. Tanpa nasabah, bank tidak hidup!

Sumber : www.abcnews.go.com dan video ada disini.

pb: mattula_ada@live.com

13 Februari 2012

Palestina Sulit Mendapat Pengakuan DK PBB!!

by: Mattula’ada

Walaupun Hamas dan Fatah sering berbeda pendapat dalam menyelesaikan masalah Palestina, namun mereka sepakat untuk menghindari perpecahan dengan Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas untuk mencari pengakuan Palestina sebagai negara di PBB.

Hamas dan Fatah yang menguasai Jalur Gaza telah sepakat untuk tidak turun ke jalan. Sebuah sumber resmi di Hamas, Selasa (20/9) mengatakan perjanjian tersebut untuk menghindari langkah-langkah yang sekali lagi dapat memecah belah Palestina. Perjanjian tersebut juga dalam rangka menjaga kesepakatan rekonsiliasi di Palestina yang mengakhiri perpecahan selama empat tahun antara kedua faksi.

Para pihak setuju bahwa tidak akan ada demonstrasi terhadap tawaran Abbas mengenai keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Namun tindakan aneh dan mengherankan dilakukan AS dan Inggris untuk menghadang langkah Presiden Palestina (Mahmoud Abbas) untuk mencari pengakuan Palestina sebagai negara di PBB. Jika Mahmoud Abbas jadi untuk melaksanakan niatnya tsb, maka AS dan Inggris sudah mengancam akan menghadang langkah tsb dengan melakukan veto di DK PBB. Namun ancaman tsb dianggap angin lalu oleh Abbas dengan mengatakan “Kami memutuskan tetap mengambil langkah ini meski neraka pecah melawan kami,” . Ia menegaskan bahwa ia tak akan goyah. “Mulai dari kini hingga saya berpidato nanti, kami hanya memiliki satu pilihan, maju ke Dewan Keamanan PBB. Setelah itu, kami akan duduk, menunggu dan memutuskan.

Foto: Presiden Mahmoud Abbas

Saat ini status Palestina masih digantung terus oleh DK PBB.

Bila pengakuan terhadap Palestina di Dewan Keamanan PBB gagal, Palestina akan membawa kasus ini ke Sidang Umum PBB, di mana banyak negara yang siap mendukung Palestina untuk mendapatkan pengakuan.

Dalam hal ini, Palestina diperkirakan hanya akan mendapatkan statusnya sebagai negara non anggota PBB, seperti halnya Vatikan, Kosovo dan beberapa negara lainnya. Meski ini merupakan pembaharuan dari status sebelumnya, yakni sebagai negara pengamat, Palestina tidak akan mendapatkan hak untuk melakukan voting di PBB.

Sebuah survei di berbagai negara menunjukkan dukungan mayoritas publik global atas pengakuan kemerdekaan Palestina dan keanggotaannya di PBB. Bahkan mayoritas responden di Amerika Serikat, negara penentang rencana Palestina, mendukung diakuinya kedaulatan wilayah negara tersebut.

Hasil survey ini sebenarnya tidak mengejutkan mengingat sebelumnya sentimen anti Israel meningkat di Eropa dan lebih dari 122 negara mendukung keanggotaan Palestina sekaligus mengakui kemerdekaan negeri terjajah tersebut.

Namun sekali lagi, walaupun mayoritas negara dunia mengakui kedaulatan Palestina, namun Palestina akan sulit mendapat pengakuan tsb dari DK PBB. Ini sangat tergambar dari sikap AS (salah satu pemegang hak veto) yang gusar dengan status Palestina sebagai anggota UNESCO. Pemerintahan Obama memperingatkan badan budaya PBB itu untuk tidak perlu mengutak-atik isu Palestina atau bersiap menghadapi konsekuensi berat.

Setelah gagal menghadang Palestina menjadi anggota UNESCO, Pemerintah Amerika Serikat menyatakan menghentikan pemberian bantuan ke badan pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO, karena menerima Palestina sebagai anggota. AS mengatakan keputusan Unesco prematur, dan tidak dapat diterima. Dilansir dari kantor beritaReuters,Senin 31 Oktober 2011, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland, mengatakan pemerintah Gedung Putih membatalkan pemberian bantuan sebesar US$60 juta (Rp531 miliar) yang rencananya diserahkan pada November tahun ini. Langkah AS ini sepertinya akan diikuti pula oleh Kanada.

Yang jadi pertanyaan, mengapa AS, Inggris, dan beberapa negara tidak mau mengakui negara Palestina sebagai negara yang berdaulat, dan berhak menentukan nasibnya sendiri?

Tidak heran rasanya jika Presiden Soekarno mengumumkan pengunduran diri negara Indonesia dari keanggotaan PBB pada tanggal 20 Januari 1965 dan mendirikan Konferensi Kekuatan Baru (CONEFO) sebagai tandingan PBB yang juga didukung banyak negara.Hal ini disebabkan karena banyaknya keputusan PBB yang kontroversial seperti adanya hak veto, berpihak kepada kepentingan negara-negara imperialis seperti AS, Inggris dan Israel.

Foto: Presiden Soekarno

Go to hell with your aid” adalah ungkapan terkenal Soekarno pada Amerika yang mencoba menekan Indonesia melalui “diplomasi ekonomi”. Pendirian politiknya konsisten dalam membela martabat bangsanya, termasuk harkat rakyat Dunia Ketiga. Dalam konteks politik global, Soekarno adalah tokoh yang paling vokal dalam urusan menggugat tata susun ekonomi dan politik dunia yang sarat ketidakadilan dan penghisapan.

Sayang, CONEFO tidak sempat berkembang karena Zionis berhasil membujuk Soeharto untuk menjatuhkan Soekarno lewat G30S PKI.

Sumber:

*) http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/09/20/lrts0s-hamas-dan-fatah-sepakat-dukung-langkah-abbas-di-pbb

*) http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/09/20/lrth66-abbas-palestina-maju-terus-ke-dk-pbb-biarpun-neraka-melawan-kami

*) http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/09/20/lrtf1n-skenario-terakhir-plopalestina-kami-sudah-memenangi-setengah-dari-balapan-ini

*) http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/09/20/lrsz0l-skenario-kedua-plopalestina-di-sidang-pbb-butuh-dukungan-mayoritas-anggota-pbb-2

*) http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/09/20/lrswqk-ssstt-ini-dia-cara-palestina-berkelit-dari-veto-as

*) http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/09/21/lrukql-obama-dikabarkan-akan-melobi-langsung-presiden-palestina

*) http://www.antaranews.com/berita/279368/presiden-palestina-gagal-kantongi-dukungan-kolombia

*) http://www.voanews.com/indonesian/news/Netanyahu-Usaha-Palestina-Peroleh-Pengakuan-PBB-akan-Gagal-130087138.html

*) http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/11/10/10/lsuesr-kebakaran-jenggot-palestina-masuk-unesco-as-ancam-hentikan-donasi

*) http://www.eramuslim.com/berita/dunia/menlu-palestina-delapan-anggota-dk-pbb-dukung-kenegaraan-palestina.htm

*) http://international.okezone.com/read/2011/09/20/414/504631/palestina-ajukan-proposal-keanggotaan-ke-pbb

*) http://aqsaworkinggroup.com/news/amerika-penghambat-nyata-kemerdekaan-palestina

*) http://www.solopos.com/2011/channel/internasional/hasil-survei-bbc-warga-dunia-dukung-negara-palestina-116122

*) http://politik.vivanews.com/news/read/247822-as-ancam-veto–palestina-tetap-maju

*) http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=4260

*) http://www.suara-islam.com/news/berita/internasional/3459-sentimen-anti-israel-meningkat-di-eropa

*) http://internasional.kompas.com/read/2011/09/22/02021611/Jalan.Terjal.Kemerdekaan.Palestina

*) http://dunia.vivanews.com/news/read/260347-palestina-anggap-penting-keanggotaan-unesco

*) http://dunia.vivanews.com/news/read/260433-palestina-masuk-unesco–as-hentikan-bantuan

*) http://dunia.vivanews.com/news/read/260348-palestina-di-unesco–as-ancam-tarik-us-80-jt

*) http://dunia.vivanews.com/news/read/260511-kanada-berencana-bekukan-dana-ke-unesco

*) http://dirmania-centre.blogspot.com/2010/03/gelora-anti-imperialisme-dan-neo.html

*) http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&jd=Narasi+Diri+dan+Narsisme&dn=20110314005943

wb: mattula_ada@live.com