Archive for ‘Sepakbola’

20 Mei 2012

Benzema Dipuji Karena Taat Beribadah!

Ketaatan Benzema terhadap ajaran agama Islam memang layak ditiru. Janji yang diucapkan pemain terbaik Ligue 1 Prancis pada 2008 itu selalu berusaha ditepatinya.

Tidak terkecuali, saat dia kecil pernah mengucapkan sumpah kepada ibunya bahwa suatu saat ingin bermain bermain di Santiago Bernabeu. Berkat skill istimewa, dan doa ibunya, sekarang mimpi itu terwujud.

“Bergabung bersama Real Madrid  impian terpendam saya. Mimpi yang datang mendekat sedikit demi sedikit,” kata dia. Benzema bersyukur bisa mnjadi bagian dari skuat historis Madrid. “Saya suka warna putih, stadion, suasana yang ada di sekitar Bernabeu.”

Karim Benzema

Publik bola di Spanyol memuji kepribadiannya. Itu lantaran dia masuk dalam jajaran pesepakbola Muslim yang taat menjalankan agama, namun tetap mampu menampilkan permainan terbaik di lapangan.  Hal tsb menjadikannya sebagai sosok teladan untuk memotivasi umat Muslim di Eropa, khususnya Spanyol agar tetap berpuasa meski beraktivitas. Tidak seperti Ibrahimovich yang mengaku Muslim, namun malas beribadah (http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/internasional-2/12/05/20/m4aogi-ibrahimovic-aku-bukan-muslim-taat).

Sebelum menjejakkan kakinya di lapangan, Benzema sering berhenti sebentar di tepi lapangan untuk berdoa. Dia juga sering merayakan gol dengan mengangkat tangan sembari matanya menatap ke atas sebagai wujud permohonan rasa syukur kepada Allah SWT.

source: republika.co.id

pb: mattula_ada@live.com

20 Mei 2012

Ozil: Alquran Menambah Kekuatanku!

Ada banyak pemain sepakbola Muslim yang merumput di liga utama Eropa. Namun bisa dihitung dengan jari mereka yang bisa meraih prestasi hebat di klub dan memperkuat klub besar. Satu di antara pemain sepakbola Muslim yang beruntung adalah gelandang kreatif Real Madrid, Mesut Ozil.

Pemain berdarah Turki yang memperkuat timnas Jerman itu dikenal sebagai kreator keberhasilan Los Blancos merebut juara La Liga Spanyol musim ini. Capaian itu semakin melambungkan nama Ozil di kancah pesepakbolaan dunia.

Playmaker Real Madrid Mesut Ozil terpilih sebagai pemain terbaik Jerman tahun 2011.  Penghargaan tersebut diperolehnya dari asosiasi para pendukung sepakbola Jerman dan diberikan jelang laga kontra Perancis di Weserstadion, Rabu (29/2/2012).

Ternyata ada sedikit rahasia di balik tampilan gemilang permainan Ozil sepanjang musim 2011/2012. “membaca Alquran setiap sebelum kick-off,” ungkap Ozil menceritakan kunci sukses meraih prestasi bersama Madrid.

Saat ini, terdapat enam pemain Muslim yang membela Madrid. Lima pemain lainnya adalah Karim Benzema, Sami Khedira, Hamit Altintop, Nuri Sahrin, dan Lassana Diarra. Namun hanya Ozil, Khedira, dan Benzema yang rutin turun sebagai starter di bawah penanganan Mourinho.

Menurut Ozil, membaca beberapa ayat kitab suci umat Islam itu bisa memberinya ketenangan selama di lapangan. Tak heran Ozil dikenal sebagai pemain kalem di lapangan, meski laga berlangsung dalam tensi tinggi. “Alquran suci memberi saya kekuatan lebih untuk bermain dalam pertandingan dengan baik,” ujar eks pemain Werder Bremen itu.

source: republika.co.id

pb: mattula_ada@live.com

17 Mei 2012

Kolo Toure Tak Pernah Berhenti Berdakwah

Manchester City merupakan salah satu klub Eropa yang memanfaatkan jasa banyak pemain sepakbola Muslim. Musim ini, the Citizen diperkuat empat pemain Muslim, yakni Edin Dzeko, Samir Nasri, Yaya Toure, dan Kolo Toure.

Musim 2011/2012, nama terakhir memang kurang bersinar bersama City. Prestasi Kolo Toure kalah moncer dibanding adiknya, Yaya Toure yang menjadi pilihan regular pelatih Roberto Mancini. Hal itu lantaran Kolo Habib Toure, nama lengkapnya, lebih banyak bergulat dengan cedera dan efek psikologis setelah dinyatakan gagal tes doping, usai berlaga di Liga Primer Inggris musim 2011.

Kolo Toure

Jarang diturunkan, membuat waktu luang Kolo Toure semakin banyak. Mantan palang pintu Arsenal tersebut, lebih banyak memanfaatkan waktunya di luar lapangan untuk kegiatan berdakwah. Meski hidup dikelilingi budaya glamour dan gaji besar sekitar 125 ribu poundsterling atau Rp 1,8 miliar per pekan, namun tak lantas membuat Kolo Toure lupa diri.

Ia tetap ingat pada aktivitasnya sejak kecil, yaitu berdakwah kepada ke sesama Muslim. Tapi aktivitas dakwahnya kali ini dilakukan di Kota Manchester. Sebelum bergabung dengan klub yang dimiliki Syaikh Al Mansoor itu, Kolo Toure di waktu senggangnya rutin mengunjungi Masjid London.

Meskipun sekarang telah pindah ke Kota Manchester, pemain berusia 31 tahun itu tetap tidak melupakan anak-anak asuhnya, dengan mengendarai mobil punggawa Timnas Pantai Gading itu berangkat mengajar mengaji kepada anak-anak di Kota London.

Mengenai ngaji, Samir Nasri-pun rajin melakukannya. Menurut gelandang serang timnas Prancis ini, salah satu kunci kesuksesan City meraih gelar musim ini karena peran pemain yang disiplin dalam menjaga performa. Selain itu, ia tidak memungkiri ada campur tangan Tuhan dalam kesuksesannya.

“Itu semua berkat God (Allah SWT). Allah Akbar (Allah Mahabesar)!” pekik gelandang timnas Les Blues itu kepada presenter televisi Arab yang mewawancarainya.

source: republika.co.id

pb: mattula_ada@live.com

14 Mei 2012

Nyaris “Merah”, Manchester Berubah “Biru”

SUDAH puluhan tahun, tak pernah ada orang yang berani memprediksi bahwa Manchester City bakal juara. Tim-tim yang difavoritkan akan berkutat pada Manchester United, Liverpool, Arsenal, dan terakhir diramaikan Chelsea. Sehingga, muncul istilah “Big Four”.

Namun, sejak Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan datang dan membeli klub itu pada 2009, keadaan berubah. City menjadi salah satu favorit baru.

Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan

Tahun pertama gagal juara, begitu pula tahun kedua. Namun, pada musim 2011-12 ini, City akhirnya meraih gelar juara. Ini sebuah sejarah besar dan merupakan sukses pertama sejak 1968. Sebuah pencapaian yang harus ditunggu selama 44 tahun.

MINGGU (13/5/2012) yang menegangkan buat kota Manchester. Ketegangan seolah menyelimuti kota ini, seperti halnya ketegangan yang dirasakan jutaan penggemar sepak bola seluruh dunia.

Hari penentuan gelar Premier Legaue 2011-12 seolah menggerakkan mata tertuju ke Stadion Etihad dan Stadium of Light. Di Stadion Etihad, City menjamu Queens Park Rangers (QPR). Sedangkan di Stadium of Light, Manchester United (MU) melawan Sunderland.

Sebelumnya, kedua tim sama-sama memiliki nilai 86, namun City unggul selisih gol. Peraturannya jelas. Jika City menang, maka mereka juara. Jika seri atau kalah dan MU menang atas Sunderland, maka gelar kembali milik “Setan Merah”.

Dan, ternyata MU memimpin lebih dulu dibanding City. Pada menit ke-20, mereka unggul 1-0 setelah Wayne Rooney mencetak gol.

Sementara di Stadion Etihad, City masih kesulitan mencetak peluang. Baru pada menit ke-39, Pablo Zabaleta membuat City unggul.

City gantian memimpin untuk meraih gelar juara. Apalagi, Joe Barton mendapat kartu merah pada menit ke-55, yang membuat QPR bermain 10 orang.

Pekerjaan menjadi mudah? Ternyata tidak. Kota Manchester seolah kembali mencekam. Sebab, QPR ternyata malah mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-66 berkat gol Djibril Cisse. Sementara di tempat lain, MU tetap memimpin.

Peluang City untuk juara kemudian seolah tertutup, setelah QPR gantian memimpin. Pada menit ke-59, Jamie Mackie mencetak gol.

Kota Manchester pun hampir didominasi “merah” sebagai warna kebanggaan MU. Pesta seolah sudah segera digelar untuk merayakan gelar MU yang ke-20. Apalagi, waktu sudah memasuki injury time.

Lalu, MU mengakhiri pertandingan lebih dulu dengan kemenangan 1-0. Artinya, gelar sudah di depan mata. Sementara di Stadion Etihad, pertandingan diperpanjang 5 menit karena insiden Joe Barton. Namun, City masih tertinggal 1-2.

Wajah-wajah tegang menyelimuti Stadion Etihad. Bahkan, air mata mulai turun dari pasang mata beberapa pendukung City. Sementara di belahan lain, pendukung MU berharap-harap cemas sambil menyiapkan pesta, menunggu pertarungan antara City lawan QPR yang hanya beberapa menit lagi.

Ternyata, waktu yang sempit itu bisa dimanfaatkan oleh City. Edin Dzeko mencetak gol dengan sundulan pada menit ke-92, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Tinggal tiga menit lagi dan hasil seri 2-2 belum cukup mengantar mereka untuk juara karena MU menang 1-0.

Tetapi, semangat luar biasa ditunjukkan Vincent Kompany dkk. Pertandingan hanya kurang semenit, tepatnya pada menit ke-94, tekanan City membuahkan hasil. Sergio Aguero memberikan bola kepada Mario Balotelli. Penyerang Italia itu mengembalikannya kepada Aguero.

Posisi Aguero tertutup bek QPR. Namun, dia meliuk dan membuat tipuan untuk membuka ruang, kemudian melepaskan tendangan. Blast! Bola menusuk gawang QPR dan ternyata itu yang menjadi penentu kemenangan City 3-2, sekaligus meraih gelar juara Premier League untuk pertama kalinya sejak 1968.

Kota Manchester yang tadinya hampir didominasi warna merah, tiba-tiba berubah. Warna biru langit kebanggaan Manchester City secara cepat mendominasi atmosfer Manchester.

Untuk pertama kalinya, warna biru langit itu “merona” di Manchester, tanda bahwa Manchester City juara Premier League. Sebuah liga sepak bola tertinggi di Inggris, pun paling sakral. Keberisikan, kegaduhan, sukacita, teriakan gembira yang hampir dilakukan para penggemar berkostum merah, ternyata akhirnya dilakukan yang berkostum biru. Para penggemar City pun berani membentangkan spanduk, “Manchester is blue (Manchester adalah biru).”

Selamat,

Selamat, City!

source:

~ kompas.com

~ youtube.com

pb: mattula_ada@live.com