Archive for ‘Pariwisata’

31 Mei 2012

Pulau Kapoposang: Exotic Small Paradise Island in East Indonesia

Pulau Kapoposang merupakan obyek wisata bahari yang cukup terkenal. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga dapat menyelam, snorkel, dan memancing. Lokasi memancing di sekitar Pulau Kapoposang adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Datanglah dan nikmati liburan di Pulau Kapoposang. Menyelam dan snorkeling sangat menyenangkan karena terumbu karang di sekitar pulau ini cukup sehat dan indah. Lagipula, kondisi perairan yang jernih dan tidak tercemar. Berbagai jenis ikan berwarna-warni seperti menari ceria menyambut wisatawan.

 

Pulau-pulau kecil di kawasan ini memiliki hamparan pantai yang landai dan berpasir putih, sehingga memberikan efek gradasi warna laut yang sangat menawan. Keindahan bawah lautnya pun sangat menakjubkan. Terumbu karang Kapoposang mewakili seluruh jenis terumbu karang yang ada di perairan pulau-pulau kecil di Sulawesi. Demikian pula dengan berbagai jenis ikan karang, ikan pelagis dan demersal yang dimilikinya, mewakili seluruh jenis ikan yang ada maupun yang tidak ada di perairan Sulawesi. Bagi turis manca negara, terutama para penyelam yang pernah merasakan sensasi keindahan alam dan bawah laut di sana, Kapoposang adalah magnet yang membuat mereka untuk kembali, kembali dan kembali lagi. Mereka menggambarkan gugusan pulau Kapoposang sebagai “Surga Kecil yang Eksotik” di Timur Indonesia.

Pulau Kapoposang adalah satu dari ratusan pulau kecil di jajaran spermonde Selat Makassar. Secara administratif, pulau ini terletak di Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Jarak dari Kota Makassar sekitar 68 kilometer (42 mil).
Setiap musim libur, pulau ini dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pulau Kapoposang memang sangat indah dan memiliki banyak keistimewaan sebagai obyek wisata bahari. Hijau karena berbagai macam pepohonan.
Aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan di Pulau Kapoposang antara lain menyelam, snorkeling, memancing, melihat habitat penyu, dan menyaksikan panorama sunset serta sunrise.

Secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan,  dengan luasan sebesar 50. 000 hektar dan memiliki panjang batas 103 km. Posisi geografis kawasan ini berada di 118o  54’ 00 BT – 119o 10’ 00’’ BT dan 04o37’00’’ LS – 04o 52’ 00’’ LS.  Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang terdiri atas tiga pulau berpenghuni yaitu Pulau Kapoposang, Pulau Papandangan, dan Pulau Gondong Bali. Selain itu juga memiliki tiga pulau kecil berpasir putih yang tidak berpenghuni yaitu Pulau Suranti, Pulau Pamanggangang, dan Pulau Tambakhulu.

Sebagai destinasi wisata bahari andalan di Provinsi Sulawesi Selatan, Pulau Kapoposang mempunyai potensi pesona bawah air yang sangat memanjakan mata para pengunjung dan siap untuk dieksplore di Pulau ini. Ada beberapa titik andalan bagi para penyelam yang ingin menikmati pesona bawah air Pulau Kapoposang antara lain Titik Penyelaman Gua (Cave Point), Titik Hiu (Shark Point), dan Titik Penyelaman Penyu (Turtle Point). Khusus mengenai titik penyu (turtle point) Pulau Kapoposang memiliki satu titik khusus yang merupakan habitat alami bagi Penyu Sisik (Erethmochelys imbricata).

Penyu Sisik di Pulau Kapoposang sangat jinak karena jarang di ganggu oleh masyarakat sekitar, jika di tempat lain wisatawan hanya dapat melihat penyu di darat, maka di tempat ini anda dapat berenang, berfoto, bahkan anda dapat menyentuh langsung penyu sisik di dalam laut. untuk bertemu dengan spesies unik ini, anda cukup melakukan penyelaman selama kurang lebih satu setangah jam di titik ini dan menyelam sejauh kurang lebih 500 meter maka anda dapat menyaksikan puluhan penyu sisik berbagai ukuran berenang bebas di antara keindahan terumbu karang. Terkadang penyu sisik juga dapat ditemukan sedang beristirahat diantara gua-gua (cave) di dinding (wall) karang. Beberapa lokasi di Pulau Kapoposang teridentifikasi sebagai daerah tempat bertelur bagi Penyu Sisik, dari Bulan Desember-April merupakan musim bertelur bagi spesies ini.

 

Lebih jauh ke selatan, terdapat atol besar di tengah laut yang disebut Takabakang. Tempat ini merupakan favorit pemancing dan spear fishing. Arus di sana cukup kuat sehingga disukai ikan ikan besar seperti gerombolan tuna, schooling grouper, giant trevally, dan cod. Habitat penyu adalah keindahan di sisi yang lain. Pantai Pulau Kapoposang menjadi tempat hewan langka ini bertelur. Wisatawan dapat menyaksikan tingkah penyu tanpa boleh mengganggu mereka. Hewan ini dilindungi.

   

Berbagai jenis karang keras, karang lunak, ikan karang dan hewan-hewan invertebrate yang menjadi penghuni bawah air Pulau Kapoposang mewakili hampir seluruh spesies yang ada di Sulawesi Selatan. Ditunjang dengan bentuk profil terumbu karang berupa dinding karang (wall) dengan kedalaman mencapai ratusan meter adalah daya tarik tersendiri bagi penyelam professional yang ingin melakukan penyelaman dalam (Deep Dive).

Fasilitas
Di pulau ini terdapat resor yang dikelola oleh PT Makassar Tirta Wisata. Resor ini dilengkapi restoran dan fasilitas olahraga. Wisatawan juga dapat menyewa kapal pesiar berbobot 20 ton untuk menyeruak lautan mengantarkan ke lokasi penyelaman dan pemancingan favorit.

Akses
Terdapat beberapa jalur menuju Pulau Kapoposang, yaitu dari Pelabuhan Paotere dan Dermaga POPSA di Makassar, serta Dermaga Kalibone dan Dermaga Tonasa di Kabupaten Pangkep. Perjalanan menggunakan kapal tradisional memakan waktu sekitar 6 jam dari Makassar, 7 jam dari Maros, dan 8 jam dari Pangkep. Namun jika wisatawan menggunaka sped boat dari Dermaga POPSA Makassar, perjalanan bisa ditempuh dalam waktu tiga jam saja.

(Berbagai Sumber)

pb: mattula_ada@live.com

Iklan
29 Maret 2012

Restoran di Ketinggian 1500 mdpl

by: Muh. Takdir

Termasuk langka jika bisa menemukan restoran di ketinggian 1500 mdpl apalagi menikmati hidangan makan, minuman dan cemilang-cemilang lainnya di restoran dengan ketinggin itu. Kawasan Puncak pegunungan merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang banyak dipilih masyarakat, khususnya bagi orang-orang kota yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaan, hawa panas, dan asap knalpot. Memanjakan diri di kawasan pegunungan yang berhawa dingin, panorama alam yang begitu indah, bukan tembok-tembok tinggi dan gedung-gedung bertingkat yang angkuh yang dijumpai di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar pun sudah mulai seperti itu, sungguh menjadi sarana melepas kepenatan, kegalauan, stress, kepimplangan, dan sebagainya. Tak ada kebisingan yang membuat telinga menjadi tidak lagi “peka” terhadap gejala-gejala alam. Mendengar kata “Puncak”, yang mungkin terbayang adalah sebuah tempat antara Bogor dan Cianjur yang kini telah dipenuhi vila-vila orang kota. Tak banyak yang tahu bahwa daerah di luar Jawa pun memiliki kawasan puncak yang tak kalah indah mempesona. Sulawesi Selatan misalnya. Penduduk Sulawesi Selatan sendiri masih banyak yang kurang tahu kalau Sulawesi Selatan pun punya tempat-tempat rekreasi yang kalah indahnya dengan yang ada di pulau Jawa.

Kota Malino, yang terletak 90 km arah selatan Kota Makassar, tepatnya di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, merupakan salah satu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik yang luar biasa, seperti kawasan puncak Bogor ataupun Bandung. Waktu kecil saya mendengar Wisata Malino adalah objek wisata terbaik yang ada di Gowa di Sulawesi Selatan. Pertama kali menginjak kaki di Wisata Malino ketika menjadi Mahasiwa Baru di LIKMI STEKOM Sengkang, Sulawesi Selatan. Malino dengan objek wisata yang dikenal diantaranya air terjun takapala, air terjun Jonjo, Air terjun Lembanna, pohon pinus, pohon strawbery, serta kebun teh yang ada dipuncak pegunungan Malino dengan ketinggian kurang lebih 1500 mdpl. Kebun teh, ketika orang baru melihatnya melalui poto mengira kalau itu di pulau Jawa, anggaplah Bogor misalnya. Yaa, seperti itulah bagi orang-orang yang belum tahu tentang Kebun Teh Malino.

Kebun Teh Malino merupakan kawasan wisata yang cukup diminati masyarakat di Sulawesi-selatan bahkan orang-orang asing karena pemandangan yang indah dan udara yang sangat sejuk serta bebas dari polusi. Perkebunan Teh Malino yang terletak di Desa Bulutan dengan jarak sekitar 9 km dari kota Malino. Perkebunan teh ini merupakan hasil kerja sama antara Mitsui Norin Co. Ltd dan PT. Dharma Incharcop Coy, sebagai share holder dibawa bendera PT. Nittoh Malino Tea.

Namun semakin hari semakin banyak pengunjung berdatangan di kebun teh ini, pada awal Desember tahun 2011 lalu, pemerintah setempat serta beberapa instansi-instansi terkait berinisiatif melakukan renovasi di kebun teh ini. Mulai dari jalanan yang awalnya hanya jalanan yang tanpa aspal dijadikan aspal seperti jalanan pada umumnya, dibangun juga jalanan setapak menuju ke air terjun yang masih dalam kawasan kebun teh dan yang paling uniknya lagi yaitu membangun sebuah restoran dipuncak kebun teh Malino. Sejak habis direnovasi Kebun teh ini mulai beroperasi per tanggal 25 Desember 2011. Karcisnya pun sebelumnya hanya Rp. 5.000 itupun terkadang orang mengistilahkan uang rokok buat security, tapi sekang karcis sudah status resmi dengan harga Rp. 50.000/ orang dewasa.

Restoran inilah yang sangat unik karena letaknya berada di ketinggian 1500 mdpl. Saya rasa kalau restoran ini jika dikembangkan dan diperkenalkan ke seluruh daerah di Indonesia terkhusus di Sulawesi akan semakin banyak pengunjung berdatangan.

 

Nampak dari jauh restoran dipuncak kebun teh yang diambil dari bagian bawah kebun teh tersebut.

 

Nampak gambar restoran ini dari sudut samping dan depan.  

Seperti inilah pemandangan yang bisa dilihat di restoran ini. Pengunjung dapat memandang gunung berjejeran yang setinggi dengan lokasi bahkan pengunjung dapat melihat Bendungan Bili-bili dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Jalanan aspal yang harus dilewati menuju Restoran puncak Kebun Teh Malino.

wb: mh_takdir@yahoo.com