Archive for ‘Serba-Serbi’

10 Juni 2012

Konspirasi Memanfaatkan Kecerdasan Otak Adolf Hitler

by: Brillianto

Seorang peneliti senior Solomongrup kelahiran Belanda, sempat membuat buku yang mengungkap tentang otak Adolf Hitler. Ia bernama Mircea Windham. Buku karya pria kelahiran 1966 ini berjudul menyikap Rahasia Otak Kanan Hitler yang sudah dialihbahasakan oleh Pustaka  Solomon, Yogyakarta (2011).

Mengapa otak Hitler menarik untuk diteliti? Konon, menurut Windham, Hitler adalah seorang pria yang cerdas. Padahal sejumlah data mengungkap, saat masih mengenyam pendidikan menengah dan atas, nilai-nilai pria yang saat kecil disapa Adi ini jelek, terutama untuk mata pelajaran biologi, fisika, dan matematika. Bahkan Hitler dianggap gagal dalam studi.

Pemimpin Ketua Partai Nasionalis-Sosialis (National Socialist German Workers Party atau Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei/NSDAP) yang dikenal dengan NAZI ini lebih suka dunia seni, karena kegemarannya pada seni lukis. Saat datang ke Wina, Austria, ambisinya semakin kuat untuk menjadi seorang pelukis. Ia pun mendaftar di Academy of Art di negara ini. Namun sayang, nilai ujiannya rendah, sehingga tidak diterima kuliah di perguruan tinggi tersebut.

Meski nilai-nilai akademis dan ulangan selalu jeblok, percaya tak percaya, pria kelahiran Gasthof zum Pommer, 20 April 1889 ini adalah orang yang cerdas. Memang ia belum pernah mengikuti tes Intelligence Quotient (IQ), namun pada 1912, seorang psikolog Jerman ternama, William Stern merancang sebuah tes untuk mengukur kecerdasan, dimana metode yang diusulkan penilaian kecerdasan tes anak-anak seperti yang sempat dikembangkan Alfred Binet dan Theodore Simon di awal abad ke-20.

Sejumlah orang terdekat Hitler telah mengikuti tes IQ. Funk, misalnya. Ia memiliki IQ 124. Lalu Jodi memiliki skor IQ 127; Ribbentrop skor IQ-nya 129; Keital mendapat skor IQ 129; Hermann Goering dan Donitz sama-sama memiliki IQ 138. Di antara orang-orang terdekat Hitler, Schacht adalah orang yang memegang rekor IQ tertinggi, yakni 143.

Lalu berapa IQ Hitler?

Menurut Windham dalam buku Mengungkap Rahasia Otak Kanan Hitler, IQ Hitler mencapai 140 sampai 150. Bahkan Schacht sempat menjelaskan tentang luar biasanya otak Hitler:

“…dia memiliki pengetahuan yang luas. Dia memiliki pengetahuan yang mengagumkan dalam perdebatan, diskusi dan pidato. Tidak diragukan lagi, dia orang yang jenius dalam hal-hal tertentu. Dia tiba-tiba memiliki ide yang orang lain tidak memikirkannya yang kadang-kadang berguna dalam memecahkan kesulitan besar, kadang-kadang dengan kesederhanaan mencengangkan… Dia seorang penggerak psikologi massa yang benar-benar jenius…”

Kita tahu, Hitler adalah pengagum ras Arya yang dianggap unggul dan banyak terdapat pada orang-orang Yahudi. Nah, ia sendiri sesungguhnya bagian dari ‘trah’ Yahudi dan konon merupakan keturunan ras paling cerdas. Setidaknya fakta tersebut pernah diungkap oleh Jean-Paul Mulders dan sejarawan Marc Vermeeren dengan menggunakan DNA. Selain keturunan Yahudi, ia juga keturunan Afrika. Dua ras ini yang membuat dirinya benci dan ingin memusnahkan.

Sample DNA yang diambil dari sahabat-sahabat Hitler itu berupa kromosom yang disebut Haplopgroup E1b1b (Y-DNA). DNA ini sangat jarang ditemukan di Jerman dan Eropa Barat, tetapi paling sering ditemukan di Berber, Maroko, Aljazair, Libya, dan Tunisia. DNA-nya seperti miliki orang Yahudi, Ashkenazi, dan Sephardic.

Penelitian yang dilakukan Jean-Paul Mulders dan sejarawan Marc Vermeeren ini membuktikan Hitler berkaitan dengan orang-orang yang ia benci. Kromosom Haplopgroup E1b1b ini sekitar 18-20 persen berasal dari Ashkenazi dan 8,6 persen sampai 30 persen dari kromosom Sephardic-Y. Hal tersebut menunjukkan Hitler konfirm memiliki garis keturunan Yahudi.

Jika ditemukan fakta seperti itu, kecerdasan Hitler jelas perlu dipertanyakan lagi. Sebab, sungguh aneh jika keturunan Yahudi membunuh Yahudi. Namun, ada yang mengatakan, hal itu sekadar sandiwara belaka, agar bangsa Yahudi mendapat belas kasihan dan kemudian mendapat simpati oleh banyak Negara, terutama Negara-Negara Eropa. Salah satu bentuk ‘simpati’ sejumlah Negara Eropa itu pada bangsa Yahudi –terutama Yahudi Eropa- adalah memberikan ‘sejengkal tanah’ di Palestina.

Pada 1914, menjelang Perang Dunia ke-1 terdapat sekitar 604.000 jiwa penduduk Arab-Palestina, sedang orang Yahudi di Palestina hanya sekitar 85.000 orang. Namun, ketika NAZI menyerah kalah, 2,5 juta orang Yahudi Eropa imigrasi ke tanah Palestina. Kini kita saksikan sendiri, bahwa dari ‘sejengkal tanah’, kini bangsa Yahudi telah merampok hampir seluruh tanah Palestina. Selain menyebabkan konflik dengan memecah belah Negara-Negara Arab, Yahudi telah mengecap Palestina sebagai “Tanah Air” mereka. Itulah konspirasi yang konon berawal dari kecerdasan otak Yahudi yang dimiliki oleh Hitler.

pb: mattula_ada@live.com

Iklan
16 Mei 2012

Akhirnya, Komodo Resmi Juara New7Wonders!

Kabar yang lama dinanti masyarakat Indonesia akhirnya tiba. Jagoan Indonesia dalam ajang New7Wonders of Nature, Pulau Komodo terkonfirmasi menjadi juara.

Kemenangan Komodo diumumkan di Zurich, Swiss oleh  Pendiri Yayasan New7Wonders, Bernard Weber. “Kesuksesan Pulau Komodo, rumah bagi “naga” Komodo, adalah inspirasi bagi apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi kehidupan darat dan laut yang rentan terhadap perubahan iklim dan pembangunan oleh manusia,” kata Weber dalam situs New7Wonders, Rabu 16 Mei 2012.

Voting Komodo dalam jumlah besar adalah bukti kebanggaan para pendukung Pulau Komodo, di mana pun mereka berada. “Sekaligus ekspresi kekaguman atas kekayaan alam, yang menjadi bagian dari mosaik besar dunia,” tambah dia.

Gambar: Komodo di Pulau Komodo, NTT

New7Wonders dan pihak Indonesia selanjutnya akan bekerja sama mengembangkan sebuah strategi pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan kebutuhan habitat Komodo dan warga sekitar.

Konfirmasi kemenangan Komodo menyusul finalis lainnya yang lebih dulu dinyatakan sah menjadi juara. Yakni, Pulau Jeju, Puerto Princesa, dan Halong Bay.

Sebelumnya, New7 Wonders mengumumkan tujuh pemenang sementara, yakni Amazon, Halong Bay, Iguazu Falls, Puerto Princesa Underground River, Table Mountain, dan jagoan Indonesia Pulau Komodo.

Kemenangan Pulau Komodo juga diumumkan di Indonesia sore ini, oleh Duta Komodo, Jusuf Kalla.

Pulau Komodo adalah habitat asli Komodo. Hewan bernama Latin, Varanus komodoensisadalah kadal terbesar di dunia. Beratnya rata-rata 70 kilogram. Dengan penglihatan tajam, gigi setajam pisau, liur beracun, dan kemampuan berburu luar biasa. Komodo bisa bergerak dengan kecepatan 20 kilometer per jam.

source: vivanews.com

pb: mattula_ada@live.com

15 Mei 2012

DVI Indonesia: Ujung Tombak Identifikasi Korban Sukhoi

Proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menewaskan 45 orang di Gunung Salak terus berlangsung. Selain tim SAR, tugas berat kini berada di tangan tim Disaster Victim Identification (DVI) yang akan mengidentifikasi para korban. Harapan para keluarga korban berada di tangan tim ini.

Korban Sukhoi

Setiap kali ada bencana alam, kecelakaan moda transportasi yang menimbulkan banyak korban, hingga penggerebekan teroris, masyarakat kini sudah terbiasa melihat petugas berseragam biru tua dengan logo DVI. Para petugas inilah yang kemudian melakukan identifikasi para korban.

Disaster Victim Identification (DVI) adalah suatu prosedur untuk mengidentifikasi korban mati akibat bencana  yang dapat dipertanggungjawabkan secara sah oleh hukum dan ilmiah serta mengacu pada Interpol DVI Guideline. Kehadiran DVI diperlukan untuk menegakkan hak asasi manusia, sebagai bagian dari proses penyidikan, terutama jika identifikasi visual diragukan, dan sebagai penunjang kepentingan hukum (asuransi, warisan, status perkawinan).

Di Indonesia, keberadaan DVI belum terlalu lama. Publik sebelumnya lebih mengenal Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian yang berada di bawah Kedokteran Kepolisian (Dokpol) yang pertama kali dibentuk pada 1977 dan kemudian diresmikan sebagai bagian dari kepolisian pada tahun 1984.

DVI Indonesia pembentukannya dipelopori pertama kali dalam The 1st Interpol DVI Pacific Rim Meeting tanggal 25–27 Januari 2001 di Makassar. Setelah melalui berbagai pertemuan dan pelatihan, pada tanggal 29 September 2004 dilakukan MoU yang kedua antara Departemen Kesehatan dan Polri tentang Pedoman Penatalaksanaan Identifikasi Korban Mati pada Bancana Massal yang juga disepakati terbentuknya Tim DVI Indonesia Nasional serta pembagian wilayah Regional DVI di Indonesia. MoU inilah yang menjadi tanda berdirinya DVI Indonesia.

Dalam sebuah kejadian, prosedur DVI diterapkan jika terjadi bencana yang menyebabkan korban massal, seperti kecelakaan bus dan pesawat, gedung yang runtuh atau terbakar, kecelakaan kapal laut dan aksi terorisme. Dapat juga diterapkan terhadap bencana dengan jumlah korban dan skala kecil serta dapat pula diterapkan terhadap insiden lainnya dalam pencarian korban.

Saat Sukhoi Superjet 100 diketahui jatuh di Gunung Salak, tim DVI Indonesia langsung bergerak dengan membentuk posko di Bandara Halim Perdanakusuma. Keluarga korban diminta untuk menyerahkan data-data pembanding atau yang disebut antemortem (data penumpang sebelum kecelakaan). Data yang lazim digunakan untuk mengidentifikasi korban adalah sidik jari, rekam medik dokter gigi, rekam medik jika yang bersangkutan pernah dioperasi, foto rontgen, hingga sampel DNA dari keluarga. Data antemortem juga bisa berupa properti korban.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Komisaris Besar Anton Castilani saat menemui keluarga korban di RS Polri Kramatjati, Sabtu (12/5) lalu menjelaskan, proses identifikasi korban diperkirakan akan berlangsung lama, sebelum para korban dikembalikan kepada pihak keluarga.

Selain menunggu kelarnya proses evakuasi, jenazah yang diterima tim DVI sudah tidak dalam keaadaan utuh. Tahapan proses identifikasi dimulai dengan tes DNA yang bisa memakan waktu 2 pekan. Kemudian potongan tubuh akan dicocokkan per bagian. Jika kemudian lengkap, maka tugas selanjutnya adalah menyatukan potongan tubuh itu atau direkonstruksi. “Tentu keluarga tidak ingin menerima jenazah yang bukan keluarganya,” kata Anton.

Posko DVI Korban Sukhoi

Tak bisa dipungkiri peran petugas identifikasi korban bencana atau Disaster Victim Identification (DVI) amat penting untuk mengenali korban bencana atau kecelakaan yang kondisi jasadnya sudah tak utuh lagi.

DVI adalah sebuah prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi korban kecelakaan yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, DVI mengacu pada standar baku interpol.

Penelusuran merdeka.com, petugas DVI menjalankan lima tahap dalam penyelidikannya. Setiap tahap memiliki kaitan satu sama lain, yaitu: The Scene, The Mortuary, Ante Mortem Information Retrieval, Reconciliation dan Debriefing.

Dalam menjalankan tugasnya, petugas DVI mempunyai bermacam metode dan teknik untuk mengidentifikasi korban. Pihak Interpol telah menentukan identifikasi primer (utama) yang meliputi sidik jari, catatan kesehatan gigi dan DNA. Selain identifikasi utama, ada juga identifikasi sekunder (pendukung) yang meliputi catatan medik, properti dan photographi.

Cara kerja dari proses identifikasi ini adalah dengan membandingkan Ante Mortem dan Post Mortem. Semakin banyak kecocokan di antara keduanya maka akan semakin mudah petugas DVI mengenali korban.

Ante Mortem adalah ciri-ciri khas yang dimiliki seseorang di tubuhnya seperti bentuk gigi, sidik jari, tanda lahir dan pakaian yang digunakan sebelum kematian. Data Ante Mortem ini didapat dari keterangan keluarga atau kerabat korban. Sementara, Post Mortem adalah ciri-ciri fisik kematian.

Saat ini metode yang paling muktahir untuk digunakan adalah DNA Profiling (tes DNA). Metode ini memiliki banyak keunggulan, tapi metode ini memerlukan pengetahuan dan sarana yang canggih, serta biaya yang mahal.

DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid adalah asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA ini yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia. Dalam identifikasi DNA, metode yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi fragmen-fragmen dari DNA itu sendiri. Atau secara sederhana, metode untuk mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir data-data khas karakter tubuh.

Hampir semua bagian tubuh dapat digunakan sebagai sampel tes DNA. Yang paling sering digunakan adalah darah, rambut dan kuku. Akurasi kebenaran tes DNA hampir 100 persen akurat. Namun, kesalahan bisa saja terjadi, tapi kemungkinannya sangat kecil, yakni satu diantara sejuta.

source: merdeka.com, harianjogja.com, vivanews.com

pb: mattula_ada@live.com

7 Mei 2012

Menangkap Supermoon di Kapuas via Kamera Saku

by: Achmad Siddik

Usai shalat maghrib saya keluar dari Mess Manggala Agni sejenak. Udara begitu panas senja ini. Saya tengadahkan kepala ke atas. Tak sengaja saya melihat pecahan kaca yang menempel di atas tembok belakang mess berkilau indah. Ada apa gerangan. Saya mundurkan sedikit tempat berdiri dan…

Subhanallah…Maha Indah, DIA…

Supermoon via Kamera Saku pkl. 18.55 di Kapuas Kalteng (dok. pribadi-6/5/2012)

Begitu terangnya bulan malam ini. Saya pun teringat tentang tulisan beberapa kompasianer tentang Supermoon. Saya browsing di Blackberry tentang Supermoon. Setahu saya Supermoon sudah lewat  kemarin malam bertepatan Chelsea meraih Piala FA. Akhirnya benar, saya temukan artikel di Kompas.com yang berjudul :

Supermoon akan Datang Lagi .

Ya, Supermoon memang datang lagi, waktunya malam ini. Seperti penjelasan di Kompas.com berikut :

“Supermoon kali ini bisa disaksikan pada Minggu, sesaat setelah Matahari tenggelam hingga sesaat sebelum fajar menyingsing esok harinya. Tentu saja, kondisi langit cerah tanpa awan dan hujan adalah syarat mutlak menyaksikan fenomena ini.”

Lebh lanjut dalam berita di artikel Kompas.com, Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC) menyatakan bahwa saat Supermoon terjadi nanti, Bulan hanya akan berjarak 356.955 kilometer dari Bumi. Jarak Bulan kali ini 10 persen lebih dekat dari jarak Bulan biasanya. Karena jaraknya lebih dekat, Bulan akan tampak lebih besar. Pada Supermoon tahun ini, Bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang.

Saya menengok kebun jagung dan jeruk di depan mess sangat terang seperti waktu sore. Kolam yang ada disamping mess juga terlihat lebih terang dan memendarkan cahaya bulan. Saya abadikan momen ini dengan kamera saku saya yang tidak canggih. Meski harus garuk-garuk kaki dan tangan karena banyak nyamuk akhirnya dua foto terbaik saya pilih untuk ditempel di tulisan ini.

1336309561728123845

Malam lebih cerah dan terang saat Supermoon malam ini (18.55) di Kapuas Kalteng

Semoga yang melihat foto saya tidak kecewa berhubung ketrampilan dan kamera saya sangat minim dalam menangkap obyek malam hari. Saya memakai kamera saku S122 Sanyo dengan Scene Night Portrait dan besar resolusi 12 MP.

Selamat menikmati keindahan Supermoon di langit Negeri Kahatulistiwa.

Cat: Foto-foto supermoon yang lebih jelas dan terang dapat dilihat di artikel saudara Joko Wenampati berjudul “Foto Penampakan Supermoon“.

pb: mattula_ada@live.com