Archive for ‘Olahraga’

23 Mei 2012

Kata siapa ISL itu ratingnya tinggi?

by: Primata Euroasia

Banyak pihak yang mengklaim Indonesia Super League (ISL) adalah tayangan sepakbola dengan ratting tertinggi. Bahkan tak kurang dari mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar menyatakan ratting ISL mampu mengalahkan ratting tayangan sepakbola Eropa. Apakah benar?

Fakta mengatakan tidak demikian. Sekarang coba kita adu tayangan ISL dengan sebuah pertandingan persahabatan. Hari sabtu 19 Mei 2012, ada dua tiga siaran sepakbola nasional. Yang pertama adalah pertandingan ISL antara Deltras Sidoarjo vs Persisam Samarinda, pertandingan persahabatan antara Persebaya 1927 vs Negeri Sembilan Malaysia, dan pertandingan Timnas Indonesia melawan Irak Kurdistan. Nah, mari kita lihat ratting dari ketiga siaran bola tersebut.

1. Putih Abu Abu SCTV 4.2/17.1.
2. Opera Van Java TRANS7 4.2/16.8.
3. Tutur Tinular IVM 4.0/16.4
4. UCL Chelsea vs Muenchen RCTI 3.7/43.3.
5. Persebaya vs Negeri 9 RCTI 3.7/14.9.
6. Pacar Gua Buaya Darat SCTV 3.4/17.8.
7. Cintaku Dikejar Jarum Jam SCTV 3.4/26.7.
8. Dewi Bintari MNCTV 3.3/14.5
9. Aladdin MNCTV 3.2/12.
10. Indonesia vs Irak 3.1/20.4.
13.Masih Dunia Lain TRANS7 2.7/17.1.
14. Badil dan Blangkon Ajaib SCTV 2.7/10.9.
17. Tendangan Madun MNCTV 2.6/10.3.
20. Mahakarya Magician RCTI 2.5/11.9.
27. Si Biang Kerok SCTV 2.3/11.7.
39. Jodohku Anang Ashanti RCTI 1.8/14.

sumber: Ratting Program Televisi Indonesia (FP FB)

Apakah dalam daftar diatas ada ratting siaran ISL? Oh no, ternyata tidak ada. Yang nongkrong di peringkat puncak dari tiga siaran bola nasional, selain final Liga Champions ternyata malah pertandingan persahabatan Persebaya vs Negeri Sembilan.

Ada sebuah pesan tak tertulis, bahwa, jangan selalu terpaku pada tingginya ratting sebuah acara. Semua tayangan yang mendapat ratting tinggi belum tentu memiliki kualitas tinggi menurut pemirsa (hasil penelitian Program Studi Televisi IKJ, 2006). Sebaliknya, tidak semua tayangan yang kualitas tinggi memiliki ratting yang tinggi, (hasil penelitian Yayasan SET, 2007). Apakah ISL itu tayangan yang berkualitas dan memiliki ratting tinggi? Sebagai pemirsa, anda sendiri yang bisa menilainya.

pb: mattula_ada@live.com

Iklan
28 April 2012

The Macz Man-Bonek Saudara

by: Indra Sastrawat

16 September 2005 di Gelora Bung Karno ketika itu berlangsung partai 8 besar Liga Indonesia, ribuan suporter dari dua kubu PSM Makassar dan Persebaya bentrok. Hujan batu dan anak panah tidak dapat dihindari, puluhan Bonek dan supporter PSM terluka. Sungguh sebuah tragedi yang sulit dilupakan. Setiap pertemuan kedua tim selalu melahirkan tensi yang tinggi, ini merupakan salah satu partai klasik yang panas dan beraroma dendam. PSM mengalahkan Persebaya di semifinal perserikatan 1994, tapi Persebaya membalasnya 3 tahun kemudian di semifinal Liga Indonesia.

Peristiwa enam tahun silam sepertinya telah dikubur dalam-dalam oleh The Macz Man dan Bonek, tadi sore 28 April 2012 untuk kali pertama saya melihat suporter Persebaya, Bonek bisa menginjakkan kakinya di stadion Angker milik PSM lengkap dengan atribut, spanduk dan nyanyian khas Bonek. Sekitar 25 Bonek yang datang dari Surabaya di sambut hangat oleh ribuan The Macz Man, para Bondho Nekat ini bahkan ditampung di markas besar The Macz Man di jalan Rappokalling.

Suporter PSM di tengah kerumunan bonek saat putaran pertama IPL

Mabes Maczman ini, merupakan rumah dedengkot suporter The Maczman, Andi Paswah alias Coklat.Tidak hanya akomondasi, The Macz Man juga menanggung konsumsi dan tiket masuk stadion. Itu sebagai balasan setelah pada putaran pertama lalu juga dilayani dengan baik di Surabaya.

Selama di stadion para Bonek bergabung dalam kerumunan suporter The Macz Man, tiada lagi permusuhan yang ada persahabatan dan saling menghormati. Selain The Macz Man, kelompok suporter The Red Gank dan Laskar Ayam Jantan juga bersahabat baik dengan Bonek. Kebetulan tiga kelompok suporter ini merupakan kelompok suporter terbesar di kota Makassar. Tidak mudah memang mengajak masuk Bonek kedalam stadion Mattonanging, apalagi di Makassar terdapat puluhan kelompok suporter dengan nama dan massa masing-masing.

13356280631692635147

Sekat-sekat permusuhan itu sudah hilang

Pertandingan klasik antara PSM vs Persebaya berjalan dalam tensi cepat dan menyerang, namun di tribun terbuka The Macz Man dan Bonek tetap dalam persahabatan. Kordinator Bonek, Melki diberi kesempatan untuk memimpin sekitar 25 bonek menyanyi mendukung tim mereka. Spanduk yang jumlahnya sekitar 9 buah berwarna hijau, warna kebesaran Persebaya bersanding mesra dengan spanduk merah pasukan Ramang. Salah satu spanduknya bertuliskan “The Macz Man-Bonek saudara Suporter Indonesia bersatu”

Akhir pertandingan 2-0 untuk tuan rumah PSM Makassar merupakan hasil yang sama di putaran pertama ketika tuan rumah Persebaya mengalahkan PSM juga 2-0. Seingat saya stadion Mattoanging bukan tempat yang ramah buat Persebaya. Selama delapan tahun Persebaya selalu kalah jika bermain di Mattoanging, bahkan tim Bajul Ijo baru sekali mencetak gol di kandang PSM ketika musim 2004.Ketika bermain di LPI 2010-2011 mereka kalah besar 0-4.

Bagi saya kemenangan PSM begitu berharga karena mampu mendongkrak posisi PSM di puncak klasemen IPL, tapi jauh lebih berharga adalah melihat persahabatan The Macz Man dan Bonek. Sudah saatnya suporter bersatu, bersaing boleh dalam soal kreativitas. Sudah waktunya kelompok Suporter bersatu dan jalan bersama, rusuh dan bentrok di masa lalu baiknya di kubur dalam-dalam biarkan dia menjadi bunga-bunga sejarah masa lalu. Untuk menuju liga professional, suporter mestinya professional juga.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id