Archive for ‘Lain-Lain’

10 Juni 2012

Ketua Umum PBNU Said Aqil itu Didikan Yahudi?

by: Brillianto

Dalam group Facebook (FB) #IndonesiaTanpa Liberal, memaparkan panjang lebar tentang pemikiran Ketua Umum PBNU Said Aqil. Bahwa ia ingin meyakinkan kepada seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya di NU, memeluk agama Islam itu berarti “ber-Islam” bukan memutlakkan Islam sebagai satu-satunya nama agama. Sebab, mereka yang secara formal sebagai pemeluk agama Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Khonghucu ataupun lainnya, pada hakekatnya ia “ber-Islam”. Bahkan aliran kepercayaan –Pangestu, sejauh yang ia ketahui, memiliki beberapa kesamaan pandangan dengan Islam, dan dengan agama-agama lainnya.

Terus terang ketika membaca pemikiran Said Aqil saya langsung merinding. Saya membayangkan, berapa banyak warga Nahdliyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU) yang bingung dengan kepemimpinan alumnus Universitas Ummul Qurra’, Mekah, Arab Saudi ini. Namun saya yakin, tidak semua warga Nahdliyin setuju dengan pemikiran Said Aqil, termasuk pemikiran tetang Tuhan.

Tentang Tuhan, Said Aqil juga sempat mengemukakan pemikirannya, bahwa agama manapun di muka bumi, pasti meyakini dan mengimani adanya Zat Mahakuasa yang menciptakan alam semesta dan seisinya. Namun, perbedaan penyebutan nama Tuhan, apakah itu Allah, Sang Hyang Widi, Dewa, Thian ataupun lainnya, bukanlah penghalang bagi keimanan seseorang. Substansi Tuhan, sungguh pun disebut dengan beribu-ribu nama, hakikatnya satu, yaitu Zat Pencipta alam semesta dan seisinya, yang mengatur roda kehidupan segala makhluk di dunia hingga di akhirat kelak.

Tuhan pun tidak akan marah seandainya tidak dipanggil Allah, seperti halnya orang Jawa yang memanggil “Pangeran” atau “Gusti Allah”. Semua symbol dan realitas lahiriah bukanlah tujuan beribadah dan beragama. Terminal akhir dalam beragama dan beribadah adalah komitmen seseorang untuk menghambakan diri kepada Tuhan. Tidak sedikit orang yang mengatasnamakan agama, tapi hakikatnya justru mentuhankan dirinya dan melalaikan Allah.”

Sesungguhnya pemikiran Said Aqil seperti itu tak aneh. Ia adalah anak didik dan kader penerus misi dan ajaran Gus Dur. Menurut H. Muhammad Naih Maimoen dalam bukunya Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU (Al-Anwar, 2010), dikatakan, Kiai ini ingin memodernisasi pemikiran pengurus dan warga Nahdliyin. Bahkan mendaur ulang kembali “Asas NU”, yaitu madzabnya dua Imam (Abu Hasan al-Asy’ary dan Abu Mansur al-Maturidy) serta Madzahibul Fuqaha’ al-Arba’ah.

Said Aqil yang pernah menjadi Penasehat Pemuda Kristen Indonesia ini mengatakan, “Tauhid Islam dan Kristen sama saja”. Kehadiran sekte Kristen yang menamakan dirinya “Kanisah Ortodoks Syiria” di bahwa pimpinan Bambang Noorsena sempat menarik perhatian besar berbagai kalangan, karena berbeda dengan gaya Kristen lainnya. Kristen ortodoks Syiria tampil mirip dengan gaya ummat Islam. Yakni dengan khas idiom-idiom ke-Islaman dan ke-Araban. Mereka mengucap salam dengan ucapan “Assalamu’alaikum”, laki-lakinya berpeci dan bergamis dan wanitanya juga berjilbab. Al-Kitab yang dibaca mereka juga berbahasa Arab dan cara melantunkannya pun seperti qiroatul Quran, yang istilah mereka disebut tilawatul injil” (Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU, hal 88).

Menurut KH. Abdul Hamid Baidlowi dalam buku Kumpulan Kritik Terhadap Gus Dur dan Said Aqil (Pondok Pesantren Al-Wahdah, 2010), Said Aqil itu berbahaya. Pernyataannya yang terdapat di buku Membuka Kedok Tokoh-Tokoh Liberal dalam Tubuh NU di atas itu, dikutip dari Majalah Bidik edisi perdana, Januari 2003. Di rubrik Bidikan Utama di majalah tersebut sungguh menyesatkan. Begitu pula dengan Kata Pengantarnya untuk buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam yang ditulis oleh Bambang Noorsena. Bahwa dikatakan, “Secara al-rububiyyah, Kristen Ortodox Syiria jelas mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang wajib disembah. Secara al-uluhiyyah, ia juga mengikrarkan la ilaaha illallah: “tiada tuhan (ilah) selain Allah”, sebagai ungkapan ketauhidannya. Sementara dari sisi tauhid sifat dan asam Allah, secara substansial tidak jauh berbeda. Hanya ada perbedaan sedikit tentang sifat dan asma Allah tersebut”.

Berikut sebagian komentar di FB tentang pemikiran Said Aqil :

Kang Indra NU sudah bnyak dikuasai Pmikiran Liberal.

Ahmad Ihyana Al-jubair NU harus secepat’a mngadakan musyawarah nasional luar biasa penggantian ketu baru lgi.lau ttp ktua’a Said Agil NU akan HANCUR…..

Raffi Abidin ih aku ga ngerti dech sama jalan pikiran nya hanya dengan alasan rahmatan lil’alamin, tawassuth (moderat), tawazun (keseimbangan), I’tidal (jalan tengah) dan tasamuh (toleran ko membiarkan warga nya ,dari kalangan umat non islam aja udah pada di protes ini malah membiarkan istigfhar Ji……..

Fendry Irawan Gelo sugan ieu jalma,guguru ti mana jeng kasaha jd ngaco kieu,wah ka si ki joko bodo meureun jd we tambah bodo..#tepokjidat

Hanna Cholil Orang kayak gini k diangkat jd pimpinan NU dimana pemikirannya sangat menyimpang jauh dr lslam otaknya terlalu belepotan eror terlalu banyak falsafah yg hrs di hafal ga kuat naknya eror,…Nau’dzubillahimindzaliik mendingan jd rakyat biasa aja ga menyesatkan Orang lain ,…tenag deh hidupnya…

K Cobain Bellamy Aneh bin nyeleneh..lebih aneh nyeleneh lagi itu keluar dari mulut ulama sekelas ketua ormas Islam besar NU. Parahnya, ternyata juga masih ada umat Islam yang bela2in orang macam ini. Innalillahi waina illaihi rojiuun…!

Joan Lenardo kelicikan liberal . Masuk k forum2 islam yg besar dgn niat untuk merusak aqidah islam dgn menyebarkan paham2 menyesatkan umat.

Chairul Muluk masih pantaskah di sebut Islam jika keyakinannya tdk hny menyimpang tapi bertolak belakang dari Ajaran Allah & Rosulnya.

Hairul Rizal Pimpinan NU parah ini,…….mungkin ia adl agen yahudi didikan USA penghancur Islam dr dalam dg kendaraan PBNU. Warga NU berhati-hatilah memilih pemimpin, bersihkan dari najis SIPILIS dan Syaithon JIL, jauhi diri dari bangkai Musyrik dan Sifat munafik serta Adu domba.

pb: mattula_ada@live.com