Archive for ‘Sejarah’

19 Mei 2012

Tongkat Komando Bung Karno

by: Anton DH Nugrahanto

Berkali-kali Bung Karno berkata bahwa Tongkat Komando-nya tidak memiliki daya sakti, daya linuwih..”itu hanya kayu biasa yang aku gunakan sebagai bagian dari penampilanku sebagai Pemimpin dari sebuah negara besar” kata Bung Karno pada penulis Biografi-nya, Cindy Adams pada suatu saat di Istana Bogor.

Bung Karno sendiri memiliki tiga tongkat komando yang bentuknya sama, satu tongkat yang ia bawa ke luar negeri, satu tongkat untuk berhadapan dengan para Jenderalnya dan satu tongkat waktu ia berpidato. Namun kalau keadaan buru-buru dan harus pergi, yang kerap ia bawa adalah tongkat sewaktu ia berpidato.

Pernah suatu saat Presiden Kuba, Fidel Castro memegang tongkat Bung Karno dan bercanda “Apakah tongkat ini sakti seperti tongkat kepala suku Indian?” Bung Karno tertawa saja, saat itu Castro meminta peci hitam Bung Karno dan Bung Karno pake pet hijau punya-nya Castro. “Pet ini saya pakai waktu saya serang Havana dan saya  jatuhkan Batista” kata Castro mengenai Pet hijaunya itu.

Apakah tongkat Bung Karno itu memiliki kesaktian? seperti Keris Diponegoro ‘Kyai Salak’ atau keris Aryo Penangsang ‘Kyai Setan Kober’ wallahu’alam .  Tapi Bung Karno sakti, itu sudah jelas. Peristiwa paling menggemparkan bagi publik Indonesia   adalah saat Bung Karno ditembak dari jarak dekat pada sholat Idul Adha. Tembakan itu meleset dan ini yang jadi heboh, bagaimana bisa penembaknya adalah seorang jago perang terlatih, kenapa menembak dari hanya jarak 5 meter tidak kena. Di Radio-radio saat itu saat sidang pengadilan penembak Bung Karno, terungkap saat Bung Karno membelah dirinya menjadi lima.  Penembak bingung ‘mana Bung Karno’?

Tongkat Komando Bung Karno diatas Meja Ike Eisenhower

Kesaktian Bung Karno sebenarnya adalah ‘kesaktian’ tiban, ‘tiban’ adalah suatu istilah Jawa bahwa kesaktian itu tidak dipelajari. Waktu lahir Sukarno bernama Kusno, ia sakit keras kemudian diganti nama Sukarno. Setelah sehat, datanglah kakek Sukarno, Hardjodikromo datang dari Tulungagung untuk berjumpa dengan Sukarno kecil saat itu, sang Kakek melihat ada sesuatu yang lain di anak ini. Kakek Sukarno sendiri adalah seorang sakti, ia bisa menjilati bara api pada sebuah besi yang menyala. – Rupanya di lidah Sukarno ada kemampuan lebih yaitu mengobati orang, Sukarno dicoba untuk mengobati bagian yang sakit dengan menjilat-.

Kakek Sukarno, tau bahwa ini kesaktian, tapi harus diubah  asal cucunya jangan hanya jadi dukun, tapi jadi seorang yang amat berguna untuk bangsanya. Hardjodikromo adalah seorang pelarian dari Jawa Tengah  yang menolak sistem tanam paksa Cultuurstelsel Van Den Bosch, ia ke Tulungagung dan memulai usaha sebagai saudagar batik.  Leluhur Bung Karno dari pihak Bapaknya adalah Perwira Perang Diponegoro untuk wilayah Solo. Nama leluhur Bung Karno itu Raden Mangundiwiryo yang berperang melawan Belanda, Mangundiwiryo ini adalah orang kepercayaan Raden Mas Prawirodigdoyo salah seorang Panglima Diponegoro yang membangun benteng-benteng perlawanan antara Boyolali sampai Merbabu.  Setelah selesainya Perang Diponegoro, Raden Mangundiwiryo diburu oleh intel Belanda dan ia menyamar jadi rakyat biasa di sekitar Purwodadi, mungkin akar inilah yang membuat ikatan batin antara Jawa Tengah dan Bung Karno. – Seperti diketahui Jawa Tengah adalah basis utama Sukarnois terbesar di Indonesia-.

Mangundiwiryo memiliki kesaktian yaitu ‘Ucapannya bisa jadi kenyataan’ istilahnya ‘idu geni’. Rupanya ini menurun pada Bung Karno. Melihat kemampuan ‘idu geni’ Bung Karno itu, Kakeknya Hardjodikromo berpuasa siang malam agar cucunya bisa memiliki kekuatan batin, pada suatu saat Hardjodikromo bermimpi rumahnya kedatangan seorang yang amat misterius, berpakaian bangsawan Keraton Mataram dan mengatakan dengan amat pelan ‘bahwa cucumu adalah seorang Raja bukan saja di Tanah Jawa, tapi di seluruh Nusantara’. Kelak Hardjodikromo mengira bahwa itu adalah perwujudan dari Ki Juru Martani, seorang bangsawan Mataram paling cerdas.

Sejak mimpi itu, kemampuan Bung Karno menjilat dan menyembuhkan langsung hilang berganti dengan ‘kemampuan berbicara yang luar biasa hebat’.

Bung Karno sendiri -menurut buku Giebbels, salah seorang Sejarawan Belanda- sudah diramalkan akan terbunuh dengan benda-benda tajam. Untuk itulah ia amat takut dengan jarum suntik, Bung Karno sendiri agak paranoid terhadap benda-benda tajam,  ketika penyakit ginjalnya amat parah, ia menolak untuk berobat ke Swiss karena disana ia pasti akan dibedah dengan pisau tajam. Ia memilih obat-obatan herbal dari Cina.

Kembali ke tongkat tadi,  tongkat Bung Karno itu dibuat dari bahan kayu Pucang Kalak, Pohon Pucang itu banyak, tapi Pucang Kalak itu hanya ada di Ponorogo, pohon Pucang.  Tongkat Komando Bung Karno sendiri dipakai sejak 1952, setelah peristiwa 17 Oktober 1952. -Suatu malam Bung Karno didatangi orang dengan membawa sebalok kayu Pohon Pucang Kalak yang ia potong dengan tangannya, balok itu diserahkan pada Bung Karno.  ”Untuk menghadapi Para Jenderal” kata orang itu. Lalu Bung Karno menyuruh salah seorang seniman Yogyakarta untuk membuat kayu itu menjadi tongkat komando.

Sebagai tambahan dalam khasanah politik Indonesia, ‘ageman’ atau pegangan itu soal biasa. Misalnya Jenderal Sumitro, tokoh utama dalam rivaalitas dengan Ali Moertopo pada peristiwa Malari 1974, sebelum meletusnya Malari kedatangan seorang anak muda dengan pakaian dekil dan menyerahkan sebilah keris “Untuk menang Pak” kata anak muda itu.

Pak Harto sendiri punya ageman banyak yang bilang pusat kekuatan Pak Harto itu ada di Bu Tien Suharto, banyak yang bilang juga di ‘konde’ bu Tien. Tapi yang jelas Pak Harto adalah seorang pertapa, seorang ahli kebatinan tinggi, ia senang tapa kungkum di tempuran (tempuran = pertemuan dua arus kali) di Jakarta ia sering sekali bertapa di dekat Ancol tengah malam, saat tarik ulur dengan Bung Karno antara tahun 1965-1967.

pb: mattula_ada@live.com

22 April 2012

Malahayati Mahakarya Emansipasi Indonesia

by: Indra Sastrawat

Dengan tatapan tajam pandangan matanya menatap jauh ke selat Malaka, dia lihatnya puluhan kapal Belanda yang arogan hendak memasuki bandar Aceh Darussalam. Dengan ucapan Bismillah, dicabutnya sebilah Rencong dari pingganngya, seketika takbir pun pecah di seantero bandar Aceh. Semangatnya menjiwai ratusan innong bale dan ribuan laskar Aceh maju serentak menghadang laskar kaphe. Dengan gagah berani dia perintahkan armada Aceh menyerang Belanda.

Laksamana wanita pertama di dunia

Hari itu tekadnya sudah bulat, mati syahid atau Belanda hancur lebur. Tidak sia-sia perjuangan rakyat Aceh, Belanda kalah telak bahkan pemimpinya yang legendaris Cornelis Houtman tewas ditangan Malahayati dalam pertarungan satu lawan satu. Hari itu tanggal 11 September 1599.

Siapa Malahayati !!! dia adalah laksamana wanita dari Aceh dan merupakan laksamana wanita pertama di dunia. Namanya berkibar setelah menghancurkan armada laut Belanda yang terkenal dan membunuh Cornelis Houtman, anda tahu siapa Cornelis Houtman !!! dia adalah perintis penjajahan Belanda di Indonesia, tabiatnya dikenal buruk dan membuat kerusakan di Banten dan Madura. Tapi tidak berdaya di hadapan rencong sang laksamana Malahayati. Malahayati yang ditinggal mati suaminya, tidak membuatnya patah semangat tapi sebaliknya semangatnya membuncah ketika semangat jihad memanggilnya.

Malahayati layak di jadikan inspirasi dan contoh emansipasi bagi wanita Indonesia, dan tanggal 11 September pantas dijadikan sebagai hari wanita Indonesia. Saya berbeda dengan kebanyakan rakyat Indonesia yang lebih memilih tanggal 21 April sebagai hari yang layak di berikan kepada wanita Indonesia. Tanggal 21 April adalah hari kelahiran RA.Kartini. Siapa RA.Kartini ???

1335006520816148774Habis Gelap Terbitlah Terang

Kartini merupakan priyayi dari kalangan bangsawan Jawa yang dekat dengan Belanda. Karena di besarkan dengan pendidikan Belanda, Kartini bisa berbahasa Belanda karena itu dia sering berkorespondensi dengan karibnya di Belanda bernama Rosa Abendanon. Dalam suratnya Kartini kecewa dengan kondisi pendidikan wanita Jawa yang berada pada statu sosial yang rendah. Beberapa saat kemudian Kartini menikah dengan Bupati Rembang dan resmi menjadi istri ke-4 sang bupati. Usia kartini terbilang muda ketika Tuhan memanggilnya, di usia 25 tahun Kartini tutup usia. Sampai akhir hayatnya mimpi Kartini mendirikan satu sekolah khusus wanita tidak pernah terwujud.

Baru setelah 6 tahun meninggalnya Kartini, Mr. JH. Abendanon mengumpulkan dan mebuat buku tentang surat-surat Kartini yang pernah di tulisnya. Mr. JH. Abendanon dialah yang menulis buku berjudul Door Duisternis tot Licht yang diterjemahkan oleh Armyn Pane menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku Door Duisternis tot Licht di terbitkan tahun 1911 oleh pemerintah Belanda. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan anehnya pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Terbitnya surat Kartini menarik minat dan perhatian masyarakat Belanda, melalui aksi sumbangan terkumpllah dana untuk mendirikan sekolah wanita seperti mimpi Kartini dulu.

Kontroversi Kartini

Ada beberapa pihak yang meragukan isi surat RA. Kartini, disamping itu Belanda sengaja memilih tokoh Kartini sebagai politik etis (balas budi) penjajah terhadap Indonesia, politik etis merupakan salah satu cara Belanda mengambil simpati rakyat Indonesia. Yang perlu di ingat wilayah perjuangan Kartini hanya lingkup Jepara dan Rembang yang teramat kecil bila diukur luas Indinesia. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap perjuangan Kartini, saya berkeyakinan bahwa Kartini juga dekat dengan penjajah karena tidak satupun suratnya yang memandang Belanda adalah musuh, hal berbeda dengan Malahayati, Cut Nyak Dhien, Opu Daeng Risadju dll

Salah satu orang yang menantang pengkultusan Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita adalah Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar. Harsja W. Bachtiar menulis sebuah artikel berjudul: Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan.

Tokoh pejuang wanita dunia

Rakyat Prancis bangga dengan pejuang wanitanya bernama Joan of Arc, dia pahlawan Prancis yang berani melawan Inggris dia memimpin pertempuran hingga tertangkap dan dihukum mati. Sampai-sampai banyak penulis dan komponis, termasuk Shakespeare, Voltaire, Schiller, Verdi, dan Twain, telah menciptakan berbagai karya mengenai dirinya. Kemudian di Spanyol terdapat tokoh wanita yang mempersatukan Spanyol dan membiyai proyek penaklukan negeri jauh, dia adalah Ratu Isabella.

Di Rusia mencatat nama wanita dengan tinta emas, dialah Catherine Yang Agung, Maharatu Rusia setelah menggulingkan dan menghabisi riwayat suaminya, dan kemudian membuktikan bisa mengubah Rusia yang miskin menjadi salah satu kekaisaran yang terkaya dan terkuat di dunia.

Dari negeri Maghribi pernah lahir pejuang wanita terbaik abad 20, dia lah Jamilah. Ia adalah pejuang nasional Aljazair. Bersama mahasiswa-mahasiswa Aljazair lainya, ia tergabung dalam Front pembebasan Nasional Aljazair. Perjuanganya melawan pendudukan Prancis di Aljazair tak hanya melalui jalur Diplomasi, Ia juga aktif dalam jalur baku tembak dengan pasukan prancis.

Malahayati simbol wanita Indonesia

Dengan data dan fakta maka sangat wajar jika Laksamana Malahayati di pilih sebagai tokoh emansipasi wanita, dia adalah pemimpin yang di segani oleh kawan dan lawan, kalau perlu tanggal 11 September di jadikan hari emansipasi wanita. Malahayati merupakan sebuah cetakan hasil mahakarya bangsa Indonesia. Sangat ironi bahkan untuk memilih tokoh emansipasi wanita kita harus mengekor ke negeri penjajah, yang bikin miris adalah tokoh yang dipilih adalah kawan Belanda.

13350069811014088323

Universitas Malahayati

Ketika Negara-negara maju berkoar masalah kesetaraan gender terutama terhadap Negara berkembang dewasa ini, wilayah nusantara telah lama mempunyai pahlawan gender yang luar biasa. Laksamana perang wanita pertama di dunia. Namanya kemudian dipakai sebagai nama divisi wnita ormas nasional demokrat, garda wanita Malahayati. Salah satu kapal perang RI bernama KRI Malahayati, namanya juga diguanakan sebagai nama universitas di Sumatera dan ada sebuah lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals berjudul Malahayati .

Saya lebih senang memilih tokoh yang tangguh bukan tokoh yang mengeluh terhadap kondisi budaya dan sosial tanpa ada upaya. Wanita mesti berjuang, ada moving atauaction di dalamnya. Wanita juga mampu menyaingi kehebatan lelaki, dia sejajar dan setara tanpa ada diskriminasi. Seperti Joan of Arc di Prancis, Ratu Isabella di Spanyol atau Jamilah di Aljazair dan Malahayati di Indonesia wanita yang tangguh dan mampu mengubah sejarah. Sejarah bukan sekedar nostalgia, tapi dia adalah inspirasi untuk masa depan.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id