Archive for ‘Sepakbola’

19 Mei 2012

Legalitas Club ISL

by: Zen Muttaqin

Gugatan 8 Klub ISL Ditolak Pengadilan
Amalia Dwi Septi – detikSport
Selasa, 15/05/2012 19:00 WIB

JakartaGugatan sejumlah klub Indonesian Super League (ISL) ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. PSSI menyatakan tidak akan menggugat balik.
Beberapa bulan lalu delapan klub ISL yaitu Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Pelita Jaya, Arema, Persisam dan Persiba Balikpapan, mengugat PSSI dengan tuduhan telah melanggar hukum karena tidak melaksanakan kongres Bali. Dalam tuntutan mereka, PSSI juga diminta membayar ganti rugi sebesar Rp 41 triliun.
Namun, seiring proses itu Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menangani kasus tersebut menilai kasus ini merupakan urusan internal organisasi.
“Dalam pertimbangan hukum majelis, tidak dilaksanakannya kongres Bali bukan merupakan melawan hukum tapi internal organisasi. Sehingga menurut Pasal 69 Statuta, PSSI harus diselesaikan oleh PSSI sendiri. Juga Pasal 70 Statuta PSSI bahwa anggota klub pemain, dilarang membawa sengketa persepakbolaan ke pengadilan negara,” ujar Direktur Legal PSSI, Finantha Rudi, di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5/2012).
“Beberapa penggugat juga telah ajukan ke CAS (Court of Arbitration for Sport). Dengan pertimbangan tersebut, pengadilan memutuskan tidak berwenang mengadili, sehingga perkara tidak diterima,” lanjutnya.
Dengan adanya putusan tersebut, dikatakan Rudi, pihak PSSI tidak akan pula menuntut balik.
“PSSI tidak akan tuntut balik. Ini proses rekonsiliasi, tidak terpikir serang-menyerang ke pengadilan, kcuali terhadap hal-hal yang perlu dilakukan,” ungkapnya.

.

http://sport.detik.com/sepakbola/read/2012/05/15/190058/1917917/76/gugatan-8-klub-isl-ditolak-pengadilan

===================================================================

Berita yang ada diatas, sebenarnya sudah terberitakan sejak 4 hari yang lalu, hanya karena tegang mengamati pembentukan Timnas yang sempat terjadi polemik yang seru, timbulnya masalah kepentingan nasional yang berbenturan dengan kepentingan sementara kelompok , telah menghadirkan ketegangan beberapa hari.

Dengan bergabungnya Okto dan Tibo, telah mengusik kesadaran, bahwa memang benar benar nyata ada masalah perbenturan kepentingan itu, dan nyata, bukan hanya dalam analisa, tetapi sudah ada dalam kenyataan yang tak bisa di sangkal lagi, dengan argumentasi apapun, tidak akan bisa meniadakan kenyataan data2 yang telah tersaji diranah Politik Nasional. bukan hanya sekedar masalah sepakbola lagi, tetapi sudah merambah kepada masalah2 krusial tentang Kebangsaan.

Maka sepantasnyalah berita yang begitu penting tentang ketentuan hukum yang telah diputuskan Pengadilan Jakarta Pusat diatas terpaksa terabaikan. Padahal sebenarnya juga merupakan masalah pokok dari permasalahan yang selama ini menimpa persepakbolaan Indonesia, sedemikian sehingga terjadi perebutan kepentingan yang telah merembet kepada eksistensi PSSI itu sendiri yang melekat bersama AFC/FIFA.

Akhirnya konflik yang mestinya bersifat internal PSSI dan atau dalam negeri, menjadi konflik yang mendunia, sehingga melibatkan AFC dan FIFA kembali, pasca Normalisasi yang mereka lakukan di Indonesia.

Setiap ketidak sesuaian yang mengakibatkan perbedaan pendapat dan sedemikian sehingga mencapai kepada titik ketak sepahaman yang akut, dan tak bisa lagi di carikan titik temu, maka di mugkinkan melakukan pergulatan di ranah hukum dengan mengajukannya ke Pengadilan, untuk memperoleh kebenaran hukum yang mengikat.

Sah sah saja dari pihak yang merasa dirugikan melakukan pengaduan ke pengadilan untuk memperoleh keadilan, tetapi semua mesti sadar, bahwa pengadilan adalah tempat kita mencari kebenaran obyektip, tentu hasil daripada proses pengadilan seyogyanya dan seharusnya merupakan acuan pokok yang layak untuk di ikuti dan dijalankan. Terlepas apakah masih ada yang nerasa terugikan atau tidak, tetapi keputusan pengadilan adalah kebenaran obyektip yang merupakan keputusan yang mengikat.

Artinya keputusan pengadilan sudah bisa menjadi dasar hukum untuk menjabarkan ketentuan2 dan aturan yang mengikutinya. Akan menghasilkan rentetan kepastian hukum bagi ketentuan2 yang terkait.

Melihat materi pokok yang dipermasalahkan, ternyata pengadilan memutuskan, bahwa Klub harus mengikuti aturan dan peraturan dalam Organisasi, yaitu PSSI, Pengadilan tidak berwenang mengadili, karena ada dalam lingkup Organisasi PSSI, yang ketentuannya demikian.

Oleh karena itu, keputusan ini merupakan dasar hukum yang sangat kuat, bahwa Apa yang sudah diupayakan oleh PSSI. AFC dan FIFA sudah memenuhi rasa keadilan, oleh karena itu semua produk hukumnya sah dan mengikat.

Dari kesimpulan itu, maka Klub2 harus mengikuti dan taat azas kepada System dan prosedur Organisasi Manajemen PSSI/AFC/FIFA. Jikalau tidak ada dalam jangkauan manajemen PSSI/AFC/FIFA, maka Klub dinyatakan diluar kendali PSSI/AFC/FIFA.

Dilain pihak keputusan Pengadilan itu, memberikan kekuatan hukum kepada Klub beserta turunannya, bahwa Klub masih ada dalam Organisasi PSSI/AFC/FIFA, demi hukum Klub otomatis merupakan Klub yang legal, tinggal memenuhi kewajiban mengikuti System dan Prosedur Organisasi Manajemen yang ada.

Kecuali Klub memilih untuk mengingkari keberadaannya di bawah PSSI/AFC/FIFA, tinggal melakukan klarifikasi dan mengundurkan diri dari keanggotaan PSSI/AFC/FIFA. sehingga tak ada lagi adanya Breakaway League (  Liga Sempalan di lingkungan PSSI atau di Indonesia), yang melakukan kompetisi di luar agenda PSSI, karena sudah di luar PSSI/AFC/FIFA.

Maka tinggal sedikit lagi Rekonsiliasi akan terjadi, dengan dasar hukum yang sudah ada itu, maka rekonsiliasi dan kembali kerumah PSSI adalah keharusan yang akan membawa Klub kedalam kendali PSSI/AFC/FIFA, untuk memperoleh keabsahan daripada Klub beserta kompetisinya.

Satgas AFC, akan sangat terbantu dengan keputusan Pengadilan tersebut, ternyata bahwa Indonesia memang benar2 tidak ada intervensi dan infiltrasi politik, ikut campur tangan dalam Organisasi PSSI/AFC/FIFA. Maka dengan demikian jalan menuju rekonsiliasi akan juga di dorong oleh AFC/FIFA,

Semoga bisa menjadi pertimbangan FIFA, untuk menahan diri terhadap penghukuman( Ban ) kepada pihak2 yang dianggap telah melakukan pembangkangan dan perbuatan indisipliner .

Sampai saat ini, Satgas belum memiliki jadwal meneruskan kembali pertemuan dengan PSSI dan PT LI, sebagai kelanjutan peretemuan yang pertama terdahulu. Sementara akhir mei ini akan di laksanakan kongress FIFA sedunia di Budapest Hongaria tanggal 24 mei sampai 27 Mei. dimana PSSI termasuk diundang untuk menghadirinya.

Apakah sebelum atau sesudah Kongres, belum ada indikasinya.

Semoga secepatnya selesai dan Klub2 bisa kembali menjalin rekonsiliasi dengan PSSI. untuk menata Kegiatan kedepannya.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

pb: mattula_ada@live.com

Iklan
9 Mei 2012

Nasionalisme dari Bumi Cenderawasih

by: Indra Sastrawat

Berita bergabungnya Titus Bonai dalam TC Timnas Senior Di Yogyakarta kontan menimbulkan pro dan kontra di antara supporter bola nasional. Bagi pendukung IPL, Tibo adalah nasionalis sejati dari bumi Cenderawasih sedangkan bagi fans ISL Tibo tidak ubahnya seorang penghianat. Bagi saya, terlepas dari semua polemik tersebut, siapapun anak bangsa yang ingin membela garuda maka dia patut diapresiasi. Bergabungnya Tibo dalam skuad Garuda yang dipersiapkan ke Palestina bukan kemenangan bagi pendukung IPL tapi kemenangan sepakbola nasional.

Muara dari setiap kompetisi di belahan dunia manapun adalah menciptakan pemain tim nasional yang bisa membela Negara masing-masing. Membela tim nasional merupakan kehormatan bagi pemain bola, seorang Lucas Padolski rela bermain di klub kecil, FC Koeln hanya untuk menjaga posisinya di timnas Jerman, padahal Padolski bukan asli ras Arya, Jerman. Kedua orang tuanya adalah Polandia asli, negeri yang pernah di invasi oleh Jerman.

Titus Bonai bukan sekedar mutiara dari negeri Papua dia adalah anak bangsa yang punya nasionalisme. Di saat nasionalisme pemain yang pernah membela timnas tergadaikan oleh asap dapur yang mengepul disaat itu kita kembali di sadarkan oleh seorang anak Papua bernama Tibo, sebelumnya seorang anak yang DNAnya hanya 50% Indonesia bernama Diego Michels telah mengajari arti sebuah nasionalisme itu.

Di Spanyol dan Italia asoasiasi pemain professional mereka punya kekuatan untuk mendesak federasi sepakbola, lalu bagaimana dengan APPInya Indonesia yang hanya omong doang. Ketakutan, zona nyaman, ikatan kontrak atau entah apa lagi alasan pemain di liga sebelah untuk tidak mau membela timnasnya. Bahkan ketika timnas kita terbantai 0-10, para pendukung KPSI justru bersorak gembira. Sungguh ini aib besar, ketika bangsa tertimpa musibah justru ada anak bangsa yang senang bahkan menghina perjuangan Garuda.

Belajarlah pada Jepang yang pernah luluh lantah dihantam bom atom oleh sekutu, mereka tidak menghujat kaisar yang telah membawa Jepang kedalam perang. Mereka para Samurai bersatu dan bangkit dan hasilnya dalam 3 dekade bangsa Matahari Terbit telah membuat kagum dunia. Bukankah timnas besar dunia seperti Rusia, Belanda, Spanyol juga pernah kalah besar. Lupakah kita dengan kekalahan 0-7 dari Thailand di Sea Games 1985, kemudian dengan kekompakan dan semangat kita mampu merebut emas dua tahun kemudian bahkan setahun sebelumnya kita masuk 4 besar Asia di Asian Games Seoul 1986.

Semoga dengan kehadiran Tibo, Timnas bisa mendapatkan hasil yang bagus di Palestina. Namun yang utama kehadiran Tibo bisa menjadi magnet bagi pemain lain untuk ikhlas membela timnasnya. Kami menanti Tibo yang lain yang masih menyimpan hasrat bersama timnas. Jangan takut dengan ancaman siapapun, bukankah nenek moyang kita dulu adalah para pemberani lalu kenapa keturunannya melahirkan generasi penakut !!!. Saya sebagai putra Bugis Makassar terharu dengan berita pagi ini, salut buat mu Tibo,Garuda di dada Ku Garuda Kebanggan ku.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

12 April 2012

Najwa Serang Tony, Marwan Dihajar Bobotoh!

by: Indra Sastrawat

Saya tidak sempat nonton Mata Najwa di Metro semalam, tapi saya dapat script wawancaranya di sini. Klimaks dari pertanyaan cerdas seorang Najwa Shihab yaitu :

Najwa : tapi nanti timnas yang akan anda buat ini nanti akan bertanding lawan siapa?

Tony : yang penting kita persiapkan dulu.

Najwa : Lho, dipersiapkan untuk bertanding melawan siapa kalau tidak diakui…

Tony : dipersiapkan untuk bertanding tentunya nanti untuk membela republik Indonesia.

Najwa : Iya. Melawan siapa? Bagaimana pertanggungjawaban anda kepada pemain, kepada tim, kepada suporter. Karena kalau memang kan tadi FIFA tidak mengakui timnas yang dibuat terus tanding melawan siapa?

Saya bisa maklumi  kalau jawaban bung Tony mutar-mutar kayak obat nyamuk, karena KPSI atau PSSI AncolNya tidak lain hanya organisasi tandingan yang penuh kepentingan politik. Mungkin juga kapasitas bung TA yang dokter tidak sehebat La Nyala yang bekas jago kampung.

*****

Saya masih ingat ketika tinggal di asrama dulu yang kebetulan penghuni kostnya dominan laki-laki. Hampir setiap sore kami main di petak kecil (setiap tim 4 pemain) di depan kost2an kami, dan kadang tiap pekan kami buat pertandingan ekshibis dengan asrama lain. Lalu bagaimana memilih pemainnya ??? pemain kami pilih dari liga kecil kami.

Bahkan menjelang kejuaraan “resmi” antar asrama (pondokan) persiapan kami lebih panjang dan lebih lama. Saya di tunjuk sebagai manajer team mempersiapkan pemain dan kebutuhan logistik pemain. Tim nasional mini yang kami bentuk dipersiapkan untuk laga tertentu.

Makanya saya heran dengan omongan Bung Tony yang ingin membentuk timnas dengan pelatih yang katanya hebat tapi tidak punya lawan tanding. Anda dan KPSI tidak lebih baik dari kami yang membentuk team dengan rencana yang sudah ada, bukan hanya dorongan emosional dan nafsu saja.

Main di Viva world cup saja. Mungkin itu solusi yang lebih baik buat timnas ala PSSI Ancol. Mereka tidak perlu main dengan lumba-lumba, kura-kura atau sejenisnya, di Viva world cup timnas KPSI bisa bertarung dengan negara-negara tertentu yang tidak di akui FIFA.

Persoalannya mau kah KPSI di terima menjadi anggota Viva World cup !!! ok, taruh lah mereka di terima, mereka bisa bermain dengan timnas Maluku Selatan atau Papua Barat, lumayankan punya lawan tanding dari timnas separatis.

Dari pada terus menerus merecoki sepakbola nasional dan menguras APBD sebaiknya berlapang hati untuk membubarkan diri. Wong di jaman orde baru dulu PKI yang katanya kejam masih mau membubarkan diri.

Oh ya semalam sebelum tragedi memalukan di studio Metro TV, sore harinya laga Persib vs Gresik United berjalan penuh drama lebih tepatnya lebih meriah. Kalau di Thailand di kenal olehraga  Thai Boxing yaitu perpaduang tinju dan tendangan maka di ISL lebih meriah lagi sepakbola di campur tinju, di tambah kungfu dan di lengkapi dengan judo.

Hasil pertandingan 1-0 buat Persib tidak seheboh dengan luka memar di kepala Marwan Sayedeh atau terjangan yang membuat kedua pemain ada yang terkapar di lapangan. Padahal pertandingan ini di beri lebel bigmatch oleh ANTV. Sebuah tontonan kelas satu buat pecinta ISL.

Satu kata yang pas: “Marwan Maafin Persib yah…”

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

28 Maret 2012

Rating Website Resmi Klub IPL

by: Indra Sastrawat

Salah satu persyaratan sebuah klub layak disebut professional adalah mesti mempunya official website resmi yang dikelola professional. Kehadiran website ini sebagai media dalam memberikan informasi kepada supporter fanatic klub tersebut. Tidak bias nafikan lagi bahwa salah satu kunci klub bisa eksis adalah dukungan dari suporter. Segala informasi tentang klub baik pemain, jadwal pertandingan sampai jadwal latihan terekspos dengan baik dalam sebuh website.

Tak terkecuali di Indonesia, website selain menyediakan informasi klub dan suporter juga mampu memberikan pemasukan financial bagi klub melalui sponsor. Website juga memberikan kebanggan kepada supporter dan klub itu memang layak menjadi klub professional. Selain itu official website juga berperan sebagai media partner/humas bagi klub. Tidak semua klub punya official website termasuk di liga resmi PSSI, Indonesian Primier League (IPL). Bila diperhatikan terdapat benang merah bahwa di klasemen IPL klub-klub yang punya website resmi ternyata juga punya prestasi lebih baik.

Berikut official website klub-klub IPL musim 2011-2012 (termasuk website yang dikelola kelompok suporter sebagai apresiasi saya atas mereka), saya sengaja menyakikan berdasarkan klasemen terakhir.

1.      Persibo Bojonegoro

1332689177266130914

Official website klub ini ialah www.persibo.bojonegoro.com yang seperti keberadaan klubnya dari sebuah kota kecil di Jawa Timur maka website ini benar-benar sederhana. Yang  cukup bagus adalah di rubruk “Store” yang menyediakan merchandise klub untuk supporter Boromania. Sayangnya banyak yang belum update termasuk klasemen yang masih memajang klasemen LPI 2010-2011. Untuk website ini saya rating poin 5 dari maksimal poin 10.

2.      Persebaya

1332689219333670072

Tampil dengan warna serba hijau merupakan ciri khas website resmi klub Persebaya (www.persebaya.co.id) Sepertinya website ini kurang mendapat perhatian serius dari pengelola. Update berita terakhir adalah bulan Januari 2012. Dengan jumlah Bonek yang besar harusnya website ini menggambarkan kebesran klub dan fanatisme suporternya.Tampilan warna memang oke tapi sayangnya masih banyak kekurangan, nilai plus terdapat ribrik “kontak” yang diisi oleh tamu. Saya kasih rating 5.5/10.

3.      Semen Padang FC

13326894491272953490

Sebuah klub yang berpotensi besar namun tidak didukung oleh adanya situs resmi klub. Satu-satunya informasi klub bias di dapatkan di www.spartacks.net website milik Suporter Semen Padang FC. Secara umum website layak untuk disebut bagus. Update di setiap rubrik dari profil klub, pemain, hasil pertandingan hingga klasemen. Saya kasih rating 6.5/10

4.      Persiba Bantul

13326895042142795570

Sama dengan Semen Padang, klub ini tidak memiliki website resmi klub. Justru suporter yang berjuluk paser bumi yang mampu membuat website tentang klub ini www.paserbumi.com . Sebagai klub yang masih hijau, pengelola klub harus segera menyediakan website resmi klub. Saya kasih rating 5/10 untuk website yang di kelola paser bumi (suporter Persiba)

5.      PSM Makassar

13326898541390111583

Didominasi warna merah menyala, tampilan website PSM Makassar sangat layak dijadikan contoh. Tidak salah jika PSSI menobatkan website PSM yang terbaik. Update berita di www.psmmakassar.com terakhir per tanggal 25 Maret 2012 tentang kemenangan PSM. Informasi di masing-masing rubriknya juga lengkap dan bagus. Saya rating 7.5/10.

6.      Persiraja

13326898991633137991

Tidak kalah dengan website milik PSM, www.persiraja.net milik klub Persiraja Aceh tampil luar biasa. Dominasi warna orange warna kebesar klub menjadikan tampilan website ini lebih nyaman. Informasi yang disajikan juga lengkap dan tuntas, data tentang profil pemain sampai homebase ditampilkan dengan profesional. Bagi saya website milik Persiraja adalah yang terbaik (beda dengan versi PSSI). Saya rating 8/10.

7.      Persema Malang

1332689999525219740

www.persema.co.id merupakan website resmi klub dari Malang ini. Sayangnya berita dan informasi yang di wartakan sudah kadaluarsa. Entah karena ketidakseriusan pengelolanya atau ketiadaan dana. Saya rating 5/10.

8.      Persijap Jepara

1332690181331031580

Ingin mencari berita tentang  satu-satunya klub Jawa Tengah yang bermain di IPL kunjungi lah situs www.persijapjepara.com sebuah situs milk klub Persijap Jepara. Secara umum tampilan websitenya lumayan bagus. Hanya saja jika coba searching di rubriknya kita akan dibawah ke link yang lain. Saya rating 6.5/10 untuk website ini.

9.      Arema Indonesia

1332690256662377438

Nasib website milik Arema Indonesia www.aremaindonesia.com tidak jauh berbeda dengan nasib klubnya. Website ini seperti terlupakan dan kurang terurus lagi. Sangat disayangkan padahal sebelum merebak dualisme di Arema situs ini punya berita yang selalu up to date. Tampilan elegan warna biru terasa percuma karena beritanya banyak yang sudah kadaluarsa. Saya rating 6/10.

Klub lain seperti Bontang FC, PSMS dan Persija belum mempunyai website resmi. Walau bukan elemen paling vital tapi kehadiran website (walau sederhana) memberikan informasi bagi para fans setia dan sebagai identitas tidak resmi bahwa klub itu layak di kategorikan klub professional.

Menurut anda klub IPL mana yang punya website terbaik ???

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Tag: , ,