Archive for ‘Berita’

1 Februari 2012

Pegiat Jurnalisme Warga Kompasiana Makassar Bentuk Organisasi Pewarta Warga

by: Muslimin Beta

Sejumlah pegiat pewarta warga (citizen jurnalist) yang juga Kompasianer yang tinggal di Makassar pada tanggal 21 Januari 2012 lalu mengadakan pertemuan di sebuah perumahan di bilangan Sudiang Makassar, tepatnya di Komplek Graha Sentosa Sudiang. Maksud pertemuan itu adalah mempertemukan gagasan pendirian organisasi para pewarta warga yang bersemangat demokratis dan berbentuk nasional.

Para kompasianer tersebut adalah saya sendiri Muslimin Beta alias Primus (Pria Muslim), Mattula Ada, Suhendar dan Indra Sastrawat beserta istrinya Kamriah. Pertemuan tersebut difasilitasi dirumah  kompasianer Fatmah Afrianty Gobel. Pertemuan para kompasianer berlangsung cukup akrab ditengah guyuran hujan diatas angkasa bumi Sudiang, Makassar sambil mencicipi pisang goreng, kripik tempe, kue bolu kukus dan sekaleng besar biskuit ditemani dua teko kopi susu dan teh hangat.

Pembahasan pertama adalah terkait nama organisasi. Ada berbagai usulan yang muncul, seperti penggunaan nama “Perhimpunan”, “Persatuan” atau “Aliansi”. Akhirnya usulan dari Indra Sastrawat yang diterima menggunakan kata “Aliansi”. Selanjutnya, pembahasan penggunaan kata “Pewarta Warga” atau “Jurnalisme Warga”.  Singkat kata, pertemuan hari itu sepakat menggunakan nama APWI, singkatan dari Aliansi Pewarta Warga Indonesia.

Pada pertemuan seminggu berikutnya (Sabtu,28/1/2012)  di sebuah kantor di Komplek Bumi Tamalanrea Permai yang difasilitasi ibu Kamriah,  kembali muncul usulan baru menyangkut nama organisasi dan asas organisasi. Ada usulan baru menyangkut nama organisasi yakni Aliansi Penulis & Pewarta Muslim Indonesia disingkat APPMI dengan asas Al Quran dan Hadist. Namun nama tersebut tidak disepakati. Disamping  berbau pengelompakan berdasarkan agama, juga makna kata “Pewarta Muslim”  bias karena bisa saja dianggap sebagai pewarta profesional padahal organisasi yang akan dibentuk adalah organisasi warga.

Setelah dua kali pertemuan itu, maka  Primus yang  akomodatif dengan semua masukan dan menerima segala argumentasi yang muncul mengambil jalan tengah dengan mengusulkan nama APPWI sebagai singkatan dari Aliansi Penulis-Pewarta Warga Indonesia. Dengan demikian, APPWI yang terbentuk di Makassar pada awal tahun 2012 diharapkan semangatnya menyebar di seluruh Indonesia.

wb: musliminbputra@yahoo.com

31 Januari 2012

Menggagas Organisasi Pewarta Warga Bernama APPWI

by: Muslimin Beta

Hasil pertemuan pegiat pewarta warta Sulsel pada Sabtu (28/1/2012) lalu di sebuah perkantoran Komplek Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, PPWI Reformasi yang dimaksud berbentuk Aliansi atau Perhimpunan. Ada usulan bernama APWI, APWINDO, Perhimpunan PWI/PPWI. Sedang saya sendiri cenderung merangkum dengan nama : APPWI singkatan dari Aliansi Penulis-Pewarta Warga Indonesia. Kalau mau sedikit nakal maka APPWI bisa juga disingkat: Anti-PPWI-nya WIlson Lalengke.

APPWI adalah hasil akomodasi dari berbagai pendapat sebagai rasa keberasamaan dan demokratis. Kata “Aliansi” masukan dari rekan Indra Sastrawat, kata “Penulis-Pewarta’ masukan dari sobat Mattula Ada, sedangkan kata “Warga Indonesia” kesepakatan bersama.

Alasan utama membentuk nama baru karena diprediksi tidak ada tanda-tanda kubu Wilson Lalengke (Ketua Umum DPN PPWI 2007-2012) akan mengadakan Kongres/Munas PPWI pada November 2012 mendatang, misalnya tidak ada pembentukan panitia kongres/munas, dll. Kalau pun diadakan KOngres/Munas, maka bisa dipastikan WL akan tetap jadi Ketua Umum atau memasang orang-orangnya untuk menjadi Ketua Umum sehingga bisa diprediksi PPWI akan tetap dikendalikan oleh WL.

Langkah untuk pembentukannya, diawali dengan menggelar Temu Nasional Pewarta Warga di Jakarta, atau di Makassar atau di Semarang atau dikota lainnya yang disepakati oleh para pewarta warga yang se-ide dengan pembentukan PPWI reformasi. Pada ajang Temu Nasional itulah digelar pemilihan Ketua Umum dan perangkat organisasi lainnya secara nasional.

wb: musliminbputra@yahoo.com