Setiap dibuka CPNS, Pejabat Main Lotre

Ada hal yang paling menarik dikala dibukanya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Indonesia yaitu Pejabat berlomba-lomba mencari keuntungan yang banyak dalam kesempatan tersebut.

Jika kita menyinggung permasalahan Calo yang bermain dalam ranah penerimaan Pegawai Negeri Sipil, itu tidak diherankan lagi. Kebanyakan dari mereka selalu mencari mangsa sebanyak-banyaknya biar mendapat keuntungan, mereka tidak peduli apakah akan berdampak negatif bagi Pemerintahan atau tidak. Yang penting isi perut dan keinginan untuk memperkayakan diri akan segera tercapai dan kebanyakan mereka rata-rata selalu tercapai akan maksud tersebut.

Tarif yang ditawarkan oleh Calo bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berbeda-beda setiap tahun. Bisa kita prediksikan untuk tahun ini tarif Sogok berkisar antara 50.ooo.000,-  s/d  70.000.000,- /orang. Tarif ini sering berlaku untuk tingkat provinsi dan kabupaten. Sedangkan untuk tingkat pusat berkisar antara 150.000.000,- s/d 300.000.000,-/orang.

Suasana tawar-menawar ini sudah menjadi tradisi di Negara Indonesia, bahkan pemerintah pun tidak sanggup mencegah akan sogok-menyegok tersebut. Rahasia umum ini berjalan dengan sangat sistematis, mereka tidak menggunakan rekening dalam menerima uang sogokan dari para Calon Pegawai Negeri Sipil, tapi langsung bertatap muka (empat mata) dan tempatnya telah diatur sedemikian rupa dan sangat rahasia. Sehingga keyakinan bagi para Calon pegawai bisa 100% akan kelulusannya, karena telah bertatap muka langsung dengan para Calo masing-masing. Setelah kedua pihak setuju, maka dihari yang lain mereka berjumpa lagi dan si Calon Pegawai pun membawa uang (sesuai dengan perjanjian) untuk diberikan kepada Calo-nya. Padahal Pengumumannya belum dikeluarkan, mereka dengan berani membayar uang sedemikian banyak kepada Calo-nya tanpa memikirkan resiko apapun.

Pejabat Main Lotre

Kalau para Calo bermain sebelum menang, itu sangat berjiwa berani dan tertantang dalam  dunia Per-Calo-an. Karena mereka dengan berani meyakinkan para Cliennya akan kelulusan mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Lain halnya dengan para Pejabat-pejabat yang sok bersih, seolah-olah mereka tidak terlibat dalam hal memeras dan menipu para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Mereka (para pejabat) bermain dengan sangat licik dan profesional, tidak pernah bisa diduga oleh para Calon Pegawai apakah mereka lulus dengan murni atau atas bantuan pejabat yang mereka kenal.

Pejabat dalam bermain di dunia Per -calo- an, mereka membuat perjanjian yang sangat profesional. salah satunya adalah “kamu bawakan uang segini (jumlah yang sudah disepakati), jika nama kamu nanti keluar di pengumuman tersebut. Biar kamu tidak rugi dan tidak ada penipuan di situ, kita bermain fair dan bersih.

Hati-hati bagi para Calon Pegawai yang ingin ikut test, karena banyak orang yang menggunakan trik itu untuk menipu anda semua. Sehingga anda harus mengeluarkan uang sedemikian banyak (sesuai dengan perjanjian), padahal anda lulus dengan sendirinya (lulus murni) tanpa diurus oleh orang lain.

Jika para pejabat mencari mangsanya sebanyak 50 orang, katakanlah 30 orang yang lulus murni (tanpa campur tangan mereka), berapakah uang yang didapatkan dari mereka? setiap orang membayar misalkan 50.000.000,- , kita kalikan saja 50.000.000,- x 30 = 1.500.000.000,-.

Hanya dengan menggoyang-goyangkan kaki di meja, mereka mendapatkan uang sebanyak itu. Sungguh merupakan suatu pembodohan bagi setiap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Karena jika pun para calon pegawai tidak lulus, mereka pejabat tidak rugi dan tidak tercemar nama baik mereka. Mau kita tuntut pun juga tidak bisa, malah kita sendiri yang dimasukkan ke dalam penjara karena pencemaran nama baik, apalagi mau mencemarkan nama baik seorang pejabat.

Apakah kita sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih tidak sadar dan masih mau untuk melakukan transaksi sogok-menyegok supaya lulus nanti? Sungguh itu suatu perbuatan yang sangat tercela dan merugi.

Kapan akan hilang sistem ini jika kita selalu melakukan hal demikian, baik kita sebagai Calon Pegawai maupun sebagai Pejabat. Walaupun Pemerintah menyeru kepada setiap instansi untuk bermain bersih dalam perekrutan pegawai di kepemerintahan, tradisi sogok-menyegok tetap berjalan seperti biasa. Semua cara sesuai dengan keahlian masing-masing para Calo, kebanyakan para calon pegawai pun tetap mengikuti aturan main yang salah dan tercela.

Mudah-mudahan bagi kita semua bisa sadar untuk menghilangkan tradisi sogok-menyegok dalam setiap pembukaan lowongan kerja dimana pun. Demi terciptanya Pegawai yang bersih dan Profesional. demikian

tertanda,

Muksalmina Mta

(Penggiat Politik dan Hukum di Aceh)

pb: mattula_ada@live.com

Iklan
Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: