Legalitas Club ISL

by: Zen Muttaqin

Gugatan 8 Klub ISL Ditolak Pengadilan
Amalia Dwi Septi – detikSport
Selasa, 15/05/2012 19:00 WIB

JakartaGugatan sejumlah klub Indonesian Super League (ISL) ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. PSSI menyatakan tidak akan menggugat balik.
Beberapa bulan lalu delapan klub ISL yaitu Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Pelita Jaya, Arema, Persisam dan Persiba Balikpapan, mengugat PSSI dengan tuduhan telah melanggar hukum karena tidak melaksanakan kongres Bali. Dalam tuntutan mereka, PSSI juga diminta membayar ganti rugi sebesar Rp 41 triliun.
Namun, seiring proses itu Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menangani kasus tersebut menilai kasus ini merupakan urusan internal organisasi.
“Dalam pertimbangan hukum majelis, tidak dilaksanakannya kongres Bali bukan merupakan melawan hukum tapi internal organisasi. Sehingga menurut Pasal 69 Statuta, PSSI harus diselesaikan oleh PSSI sendiri. Juga Pasal 70 Statuta PSSI bahwa anggota klub pemain, dilarang membawa sengketa persepakbolaan ke pengadilan negara,” ujar Direktur Legal PSSI, Finantha Rudi, di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5/2012).
“Beberapa penggugat juga telah ajukan ke CAS (Court of Arbitration for Sport). Dengan pertimbangan tersebut, pengadilan memutuskan tidak berwenang mengadili, sehingga perkara tidak diterima,” lanjutnya.
Dengan adanya putusan tersebut, dikatakan Rudi, pihak PSSI tidak akan pula menuntut balik.
“PSSI tidak akan tuntut balik. Ini proses rekonsiliasi, tidak terpikir serang-menyerang ke pengadilan, kcuali terhadap hal-hal yang perlu dilakukan,” ungkapnya.

.

http://sport.detik.com/sepakbola/read/2012/05/15/190058/1917917/76/gugatan-8-klub-isl-ditolak-pengadilan

===================================================================

Berita yang ada diatas, sebenarnya sudah terberitakan sejak 4 hari yang lalu, hanya karena tegang mengamati pembentukan Timnas yang sempat terjadi polemik yang seru, timbulnya masalah kepentingan nasional yang berbenturan dengan kepentingan sementara kelompok , telah menghadirkan ketegangan beberapa hari.

Dengan bergabungnya Okto dan Tibo, telah mengusik kesadaran, bahwa memang benar benar nyata ada masalah perbenturan kepentingan itu, dan nyata, bukan hanya dalam analisa, tetapi sudah ada dalam kenyataan yang tak bisa di sangkal lagi, dengan argumentasi apapun, tidak akan bisa meniadakan kenyataan data2 yang telah tersaji diranah Politik Nasional. bukan hanya sekedar masalah sepakbola lagi, tetapi sudah merambah kepada masalah2 krusial tentang Kebangsaan.

Maka sepantasnyalah berita yang begitu penting tentang ketentuan hukum yang telah diputuskan Pengadilan Jakarta Pusat diatas terpaksa terabaikan. Padahal sebenarnya juga merupakan masalah pokok dari permasalahan yang selama ini menimpa persepakbolaan Indonesia, sedemikian sehingga terjadi perebutan kepentingan yang telah merembet kepada eksistensi PSSI itu sendiri yang melekat bersama AFC/FIFA.

Akhirnya konflik yang mestinya bersifat internal PSSI dan atau dalam negeri, menjadi konflik yang mendunia, sehingga melibatkan AFC dan FIFA kembali, pasca Normalisasi yang mereka lakukan di Indonesia.

Setiap ketidak sesuaian yang mengakibatkan perbedaan pendapat dan sedemikian sehingga mencapai kepada titik ketak sepahaman yang akut, dan tak bisa lagi di carikan titik temu, maka di mugkinkan melakukan pergulatan di ranah hukum dengan mengajukannya ke Pengadilan, untuk memperoleh kebenaran hukum yang mengikat.

Sah sah saja dari pihak yang merasa dirugikan melakukan pengaduan ke pengadilan untuk memperoleh keadilan, tetapi semua mesti sadar, bahwa pengadilan adalah tempat kita mencari kebenaran obyektip, tentu hasil daripada proses pengadilan seyogyanya dan seharusnya merupakan acuan pokok yang layak untuk di ikuti dan dijalankan. Terlepas apakah masih ada yang nerasa terugikan atau tidak, tetapi keputusan pengadilan adalah kebenaran obyektip yang merupakan keputusan yang mengikat.

Artinya keputusan pengadilan sudah bisa menjadi dasar hukum untuk menjabarkan ketentuan2 dan aturan yang mengikutinya. Akan menghasilkan rentetan kepastian hukum bagi ketentuan2 yang terkait.

Melihat materi pokok yang dipermasalahkan, ternyata pengadilan memutuskan, bahwa Klub harus mengikuti aturan dan peraturan dalam Organisasi, yaitu PSSI, Pengadilan tidak berwenang mengadili, karena ada dalam lingkup Organisasi PSSI, yang ketentuannya demikian.

Oleh karena itu, keputusan ini merupakan dasar hukum yang sangat kuat, bahwa Apa yang sudah diupayakan oleh PSSI. AFC dan FIFA sudah memenuhi rasa keadilan, oleh karena itu semua produk hukumnya sah dan mengikat.

Dari kesimpulan itu, maka Klub2 harus mengikuti dan taat azas kepada System dan prosedur Organisasi Manajemen PSSI/AFC/FIFA. Jikalau tidak ada dalam jangkauan manajemen PSSI/AFC/FIFA, maka Klub dinyatakan diluar kendali PSSI/AFC/FIFA.

Dilain pihak keputusan Pengadilan itu, memberikan kekuatan hukum kepada Klub beserta turunannya, bahwa Klub masih ada dalam Organisasi PSSI/AFC/FIFA, demi hukum Klub otomatis merupakan Klub yang legal, tinggal memenuhi kewajiban mengikuti System dan Prosedur Organisasi Manajemen yang ada.

Kecuali Klub memilih untuk mengingkari keberadaannya di bawah PSSI/AFC/FIFA, tinggal melakukan klarifikasi dan mengundurkan diri dari keanggotaan PSSI/AFC/FIFA. sehingga tak ada lagi adanya Breakaway League (  Liga Sempalan di lingkungan PSSI atau di Indonesia), yang melakukan kompetisi di luar agenda PSSI, karena sudah di luar PSSI/AFC/FIFA.

Maka tinggal sedikit lagi Rekonsiliasi akan terjadi, dengan dasar hukum yang sudah ada itu, maka rekonsiliasi dan kembali kerumah PSSI adalah keharusan yang akan membawa Klub kedalam kendali PSSI/AFC/FIFA, untuk memperoleh keabsahan daripada Klub beserta kompetisinya.

Satgas AFC, akan sangat terbantu dengan keputusan Pengadilan tersebut, ternyata bahwa Indonesia memang benar2 tidak ada intervensi dan infiltrasi politik, ikut campur tangan dalam Organisasi PSSI/AFC/FIFA. Maka dengan demikian jalan menuju rekonsiliasi akan juga di dorong oleh AFC/FIFA,

Semoga bisa menjadi pertimbangan FIFA, untuk menahan diri terhadap penghukuman( Ban ) kepada pihak2 yang dianggap telah melakukan pembangkangan dan perbuatan indisipliner .

Sampai saat ini, Satgas belum memiliki jadwal meneruskan kembali pertemuan dengan PSSI dan PT LI, sebagai kelanjutan peretemuan yang pertama terdahulu. Sementara akhir mei ini akan di laksanakan kongress FIFA sedunia di Budapest Hongaria tanggal 24 mei sampai 27 Mei. dimana PSSI termasuk diundang untuk menghadirinya.

Apakah sebelum atau sesudah Kongres, belum ada indikasinya.

Semoga secepatnya selesai dan Klub2 bisa kembali menjalin rekonsiliasi dengan PSSI. untuk menata Kegiatan kedepannya.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

pb: mattula_ada@live.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: