Cagub yang Mana yang Akan Sanggup Menyelesaikan Kemacetan?

by: Leo Kusima

Selama “kampanye” pilkada Jakarta, para Cagub telah menyampaikan ide-ide mereka untuk menyelesaikan program mereka untuk menyelesaikan masalah nomor 1 di Jakarta, KEMACETAN!

Sayang sekali, rasanya belum menggigit. Dikawatirkan jika kemacetan tidak diselesaikan dalam waktu dua tahun (sisa waktu sebelum stadium 4 datang), maka Kemacetan Jakarta akan menjadi kronis.

Pada umumnya, para cagub hanya menyebutkan secara gamblang, galakan transportasi umum, tetapi transportasi tidak hanya transportasi umum? mengapa harus transportasi umum? karena harganya bisa murah, TAPI KENYATAAN, NAIK MOTOR LEBIH MURAH DARI BUS, bagaimana ini? Padahal pengendara motor tidak, sedangkan Bus way di subsidi (katanya) menggragoti dana APBD DKI.

Ada Cagub yang bilang, sanggup selesaikan dalam waktu 3 tahun, ada yang mengatakan, tidka akan menggusur PKL dengan satpol PP, padahal PKL adalah sasatu sumber biang kemacetan.

Macetnya Jakarta

Bersama ini, saya sampaikan penelitian saya selama kurang lebih 6-7 tahun, penyebab kemacetan DKI, dan saran penyelesaian. Jika pembaca berminat, silahkan membaca.

Masalah transportasi di Jakarta

1. Luas jalan hanya 6,2% dari Luas Kota, sedangkan kota-kota yang lalulintasnya lancar, perbandingan luas jalan dengan luas kota, idealnya 15% s/d 20%.
Cara penyelesaian : membangun jalan layang khusus motor dan sepeda. Biaya lebih murah jauh dan tidak memakan lahan tanah yang besar.

2. Parkir tidak cukup, apalagi parkir on street, sangat mengganggu luas jalan yang sebetulnya sudah tidak cukup. Seringkali parkirnya sampai 2 – 3 lapis, sehingga memakan setengah badan jalan. belum ketika memarkir dan keluar, khususnya memarkir, sangat mengganggu arus lalulintas.
Cara Penyelesaian : untuk parkir mobil, membangun gedung parkir atau parkir berlantai satu. Dan membangun jalan layang khusus motor yang mempunyai fasilitas lantai parkir yang sangat luas. Tarip parkir mobil harus dinaikan untuk gedung parkir atau parkir berlantai. Bagi kompleks perkantoran dab kompleks Ruko yang akan dibangun, diwajibkan membangun lokasi parkir mobil dan motor/sepeda yang memadai jumlahnya. Khusus gedung Mall perbelanjaan dan Food Court, perbandingan harus lebih diperbesar lagi. Untuk perkantoran, Mall, kompleks ruko yang memiliki lahan parkir memadai, sebagai hadiah, tarip parkirnya boleh dinaikan menjadi 3000 rupiah per jam.

3. Kendaraan yang mampu melaju dicampur baur dengan kendaraan pelan, misalnya Truk, Kontainer, kendaraan umum, gerobak, motor, sepeda dan becak.  Sehingga kecepatannya menjadi pelan.
Cara penyelesaian :
A. Untuk memisahkan mobil dengan motor, sepeda, membuat jalan layang khusus motor dan sepeda, dan di jalan yang cukup lebar, dibuat jalur lambat.
B. Seluruh gerobak, gerobak sampah, gerobak air, gerobak barang, harus menggunakan penggerak motor.
C. Truk besar, kontainer dijalan tertentu, dilarang lewat pada siang hari, hanya boleh jalan pada setelah jam 22:00 s/d 05:00.
D. Pabrik dengan kapasitas produksi sedang dan besar wajib pindah keluar daerah yang ada akses jalan besar.
E. Di jalan raya sebelah kanan (jalur cepat), dipasang portal, sehingga hanya boleh dilewati kendaraan yang lebih cepat.

4. Kendaraan umum ngetem disembarangan tempat, dengan jumlah kendaraan umum + 90,000 unit, dan seringnya ngetem, maka, seakan-akan jakarta memiliki tambahan 900,000 unit kendaraan pribadi. Daya tampung jalan habis total.
Cara penyelesaian :
A. Halte bus dibuat mencoak ke dalam, sehingga ketika menaikan dan menurunkan penumpang tidak mengganggu kendaraan belakangnya untuk melaju. Sebaiknya angkot, metro mini juga berhenti dijalan yang mencoak kedalam.
B. Menghapus posisi juragan angkot, sehingga supir adalah bos. Ijin trayek diberikan kepada sepasang supir yang memenuhi klarifikasi. Dengan demikian income supir akan membaik, dan karenanya ia tidak berani sembarang melanggar peraturan, terutama ngetem sembarangan.
C. Memasang alat GPS + pengawas sidik jari, jika supir berani berhenti dilokasi yang tidak diijinkan, maka akan dikenakan denda. Alat sidik jari digunakan untuk mencegah supir tembakan, yang menyebabkan perkosaan penumpang.
D. Pengemudi diberikan subsidi BBM, sehingga mereka tidak berani berbuat kesalahan, dan dengan subsidi BBM, maka tarip angkot bisa jadi murah. Sehingga Omprengan tidak bisa melawan angkot resmi. Bila berani berbuat pelanggaran apalagi kriminil, ijin trayek dicabut, subsidi BBM dipotong.
E. Tempat turun dan naik penumpang, dibuat lebih tinggi. Kendaraan umum juga dibuat khusus, tempat naik turun penumpang adalah kurang lebih 1 meter dari jalan, sehingga penumpang tidak bisa turun naik bila bukan dihaltenya.

5. Sistim jalan di Jakarta sangat amburadul, terkadang jalan yang 4 lajur, bisa mendadak menyempit menjadi 3 lajur. Banayk jalan dipasang POLISI TIDUR, bahkan jalan rusak parah sudah seperti polisi tidur. Ada tiang listrik dilokasi pinggir jalanan, tidak ada jalur pejalan kaki, tidak ada jalur motor/sepeda.
Cara penyelesaian :
A. Membersihkan seluruh polisi tidur.
B. Jalan jangan ada bottle neck, sehingga arus bisa lancar.
C. Jalan yang rusak diganti dengan jalan cor semen.
D. Dibuat jalur motor/sepeda selebar 1.5 meter, jangan jalan tanah, harus jalan cor beton.  Dan dibuat jalan trotoar, harus cukup lebar, dan jangan ditanam tanaman segala sehingga menyempit.
E. Tiang listrik, Tiang telepon yang masih di jalan raya harus diangkat.

6. Di Jabodetabek ada 9 juta motor, daya angkutnya sebetulnya jauh melebihi kemampuan 90,000 bus/angkot. Tapi pemda sangat bermusuhan dengan motor. Motor dapat berangkat dari awal (original), dan tiba di tujuan (destination), sedangkan angkot/bus hanya dari halte ke halte. Masalah dari rumah ke halte dan dari halte ke tempat tujuan tidak pernah dipikir.
Memang, dengan jumlah motor di Jabodetabek mencapai 9 juta unit dan mobil/bus hanya 3 juta unit, kelihatanya seakan-akan motor adalah biang kerok kemacetan, apalagi tingkah laku pengendaraan motor sangat amburadul.
Cara Penyelesaian :
A. Membuat jalan layang khusus untuk motor/sepeda, sehingga jikalau 80% motor ada di jalan layang, maka otomatis kendaraan di jalan raya akan lancar.
B. Membuat jalan layang untuk motor biayanya jauh lebih murah daripada jalan layang untuk mobil/truk/kontainer.
C. Dengan membangun jalan layang untuk motor/sepeda, akan menurunkan secara dratis angka kematian. Angka kematian mencapai lebih dari 32,000 orang per tahun, 80% adalah pengemudi atau penumpang sepeda motor, dan terutama usia produktif.
D. Dikeluarkan peraturan daerah, tidak memiliki SIM C, tidak berhak beli motor. SIM C digabung dengan STNK. Suatu kenyataan, banyak pengemudi motor tidak memiliki SIM C dan tidak mengerti peraturan lalulintas.

7. Kita sering melihat mobil motor parkir di jalanan memakan setengan badan jalan.  Pada malam hari, di gang-gang, banyak rumah yang tidak memiliki lahan parkir memarkirkan mobil, truk bahkan kontainer di jalanan. Dengan banyak mobil parkir di jalanan, seakan-akan membuat bottleneck dadakan, yang akan mengurangai kecepatan lalulintas.
Cara penyelesaian :
A. Warga Jabodetabek yang ingin memiliki mobil, harus memiliki pelataran parkir dirumah, jumlah mobil yang dimiliki harus sesuai dengan tempat parkir. Pemda mengeluarkan sertifikat parkir, disertifikat parkir dicantumkan alamat, kode pos, kemudian nomor urut parkir, koordinat bumi dan simpan di database. Misalnya rumah saya di Jakarta Barat, dengan kode pos 11830, rumah saya memiliki 3 lahan parkir, maka sertifikat saya adalah bernomor 11830-000001A, 11830-000001B dan 11830-000001C.  Ketika saya membeli mobil, harus melampirkan nomor sertifikat saya, dan di STNK dicantumkan nomor sertifikat lahan parkir. Jika saya menjual mobil, kalau sipembeli tidak mau ganti nama, maka saya tidak bisa beli mobil baru karena saya tidak ada sertifikat parkir. Cara ini bisa mengurangi orang yang tidak mau ganti nama mobil, dan pemda akan menghasilkan biaya BBN mobil.  Juga bisa mengerem warga Jakarta yang sudah beli mobil, ketika malam atau siang hari, diparkir di jalan sehingga membuat macet jalanan.
B. Bagi perusahaan/pabrik yang ingin membeli mobil box/truck/kontainer/pickup, harus mempunyai latar parkir. Pemandangan truk/kontainer parkir di jalanan pada waktu malam hari dapat berkurang banyak, dan ini dapat mengurangi kemacetan.
C. Yang mengeluarkan sertifikat parkir adalah pemda/dishub bukan kepolisian. atau suatu otoritas yang menangani kemacetan lalulintas Jakarta.

8. Dengan membuat jalan layang untuk sepeda/motor yang 3 tingkat, tingkat paling bawah digunakan untuk lahan parkir, dan sebagian untuk lahan PKL. Dengan demikian janji pak Jokowi tidak menggusur PKL dengan satpol-PP akan terwuiud. Ketika pak Jokowi menyatakan tidak akan memakai satpol-PP untuk menggusur PKL, ada pendapat dari pembaca di web, yang menyatakan pak Jokowi tidak akan bisa selesaikan kemacetan karena tidak mau menindak PKL, dan tidak bisa membereskan kesemerawutan karena tidak menyentuh PKL. Cara penyelesaian PKL dengan tidak menggusur oleh satpol – PP? Pindah seluruh PKL ke lokasi parkir motor di Jalan layang khusus motor!
Lokasi PKL disamping lokasi parkir motor akan sangat menguntungkan karena pembeli pedagang PKL rata-rata adalah kelas yang memiliki motor.
Cara penyelesaian :
A. PKL kelontong dibatasi jumlahnya misalnya 100,000 lokasi. Harus ber-KTP DKI lebih dari sekian tahun. Satu orang/keluarga hanya boleh memiliki satu lokasi. Tarip sewanya sangat murah, bahkan lebih murah daripada setoran ke oknum satpam/hansip/kelurahan.
B. PKL penjual makanan disediakan misalnya 10,000 lokasi, kondisi sama dengan atas.  Tentu harus dijaga faktor keamanan kebakaran, jangan sampai terjadi peristiwa jalan layang Tol terbakar oleh penghuni liar di kolong Tol.
C. Setelah pemda menyediakan tempat mereka berusaha, maka bagi yang melanggar, pemda akan bertindak tegas dan keras.
D. Hak bagi warga Jakarta yang ingin meminta lahan, sebaiknya dilakukan secara undi, sehingga tidak ada permainan dan dirasakan adil.  Sebaiknya warga Jakarta-pusat mendapat jatah di wilayah Jakarta-pusat sesuai dengan KTP-nya, sehingga mengurangi trafik ketika mereka mau pergi kelokasi dagang.
E. Penyewaan berlaku 5 tahun, dan akan diundi setiap 5 tahun, sehingga yang lain juga mendapat kesempatan. Para PKL harus dapat mengumpulkan suatu hasil pada masa 5 tahun, tidak dihamburkan. Karena pada 5 tahun berikutnya, ia harus bisa naik kelas mungkin menjadi pedagang di kios komersil.
F. Biaya tarip sewa sangat rendah, dan biaya air pam, listrik memadai.
G. Bagi usia subur yang mendapat jatah PKL, wajib mengikuti program KB, dan menyatakan maksimum 2 anak.

9. Salah satu penyebab warga wanita takut ber-angkot, atau taksi, karena kasus perkosaan.
Cara penyelesaian :
A. Taksi, angkot dan lain-lain, tidak boleh memakai kaca gelap.
B. Dalam cabin angkot, taksi, dipasang lampu yang lumayan terang, sehingga kita bisa melihat tembus pandang dari luar.
C. Dilengkapi dengan GPS tracking dan alat sidik jari.
D. Khusus untuk taksi, harus memakai tipe mobil yang tidak memiliki tutupan bagasi, seperti taksi di Solo, memakai kendaraan jenis MPV. Dengan demikian kawanan perampok/pemerkosa tidak bisa umpet di bagasi mobil.
E. Bagi pemerkosa dihukum potong anunya.

10. Bagaimana mendesain back bone transportasi umum? Untuk menghindari kebocoran, Sebaiknya back-bone dikelola oleh BUMD, karena ada subsidi besar-besaran.
Saran penyelesaian :
A. Dibuat koridor Busway yang mengelilingi inner ring road (Tol dalam kota) dan outer ring road, sehingga tidak mengganggu jalan raya umum.
B. Penumpang Busway antara back bone dapat pindah tanpa biaya tambahan.
C. Antara Back bone Busway, bisa interkoneksi dengan KRL dan MRT.
D. Sesama Back Bone (Bus way, KRL dan MRT bebas interchange selama tidak keluar dari terminal/stasiun).
E. Feeder menghubungi halte/terminal ketujuan.

11. Sanggupkan MRT menyelesaikan kemacetan lalulintas?
Pendapat saya:
A. Bahwa MRT effisien untuk kota-kota yang bangunannya berbentuk vertikal, sedangkan kota Jakarta adalah kota yang berbentuk horinsontal.
B. Selama sistim MRT belum menjadi suatu network di Jakarta, MRT tidak bisa menyelesaikan kemacetan dalam waktu 10 tahun. Tetapi kemacetan sudah memasuki tahap GAWAT. setadium 4!
C. MRT hanya mengangkut penumpang dari stasiun ke stasiun. Dari rumah ke stasiun masih memerlukan biaya, dan keluar dari stasiun ke tujuan juga masih butuh biaya.
D. Gaji para karyawan masih belum mampu membayar biaya MRT.
E. Para manager yang mampu naik MRT, setiba dikantor, jika perlu bepergian, memakai mobil apa? Taksi?
Kalau seorang eksekutif dari thamrin ingin meninjau langganannya di Cibinong, Bekasi, bahkan ke airport, bisakah naik MRT ke Cibinong, Bekasi dan airport?
Kesimpulan :
MRT silahkan start, tetapi selama Jakarta masih merupakan suatu kota bangunan horisontal, dan MRT belum menjadi sebuah network, dan investasi MRT belum turun 70%, mustahil GNP kita sanggup menginvest dan menggunakan MRT. Dan MRT tidak sanggup menyelesaikan kemacetan dalam kurun waktu 10 tahun.

12. Bagaimana menyelesaikan benang kusut di persimpangan jalan? Pengemudi di Indonesia, ada polisi saja berani kurang ajar, apalagi tidak ada polisi, khususnya pada jam sibuk, hujan dan dipersimpangan jalan. Mereka tidak perduli dengan signal lampu lalulintas, sudah lampu merah tetap serobot. Maka, pada hari hujan dan jam sibuk, dipersimpangan jalan sering tidak ada polisi. Terjadi bukanlagi macet, istilah macet terlalu sederhana, melainkan benang kusut.
Cara penyelesian :
A. Dipasang portal electrik, bila lampu merah menyala, portal akan naik, sehingga mobil dan motor tidak bisa menerobos sama sekali jika lampu merah.
B. Jika lampu sudah merah, mobil terlanjur di area persimpangan, untuk menghindari kemacetan benang kusut dan ditilang berat, mobil tersebut harus masuk ke kiri, sehingga mulut persimpangan tidak macet.
C. Diberlakukan sistim kotak kuning.
D. Denda bagi yang ketika lampu merah sudah di persimpangan dan tidak mau tikung ke kiri, misalnya denda 500,000 rupiah.

13. Bus-way memakan jalur jalan raya umum. Busway yang bersinggungan dengan tol dalam kota sebaiknya memakai jalur tol dalam kota. Maka, pemandangan di jalur Busway yang bersinggungan dengan Tol dalam kota, adalah terjadi kemacetan di tempat masuk dan keluar pintu Tol.
Cara penyelesaian :
A. Bus way dipindah kedalam Tol, sehingga jalan masyarakat tidak diambil oleh busway, mengurangi kemacetan.
B. Busway turun dan naikkan penumpang di bahu jalan Tol, dan langsung naik ke terminal/halte, naik tangga untuk keluar, seperti yang sudah jalan sekarang.
C. Kemactan di jalur Busway tersebut dapat dikurangi.

14. Tikungan tumpul. Tikungan di Jakarta kebanyakan berbentuk 90 derajat. Bagi kendaraan mobil, apalagi truck dan kontainer, ini cukup tajam, sehingga ketika menikung, kita sering ambil jalan lajur kedua dari kiri, jika tidak ban belakang sebelah kiri bisa bergesek dengan trotoar atau jeblos ke got. Sehingga kendaraan dilajur kedua harus memperlambatkan kendaraannya.
Cara penyelesaian :
Tempat tikungan dibuat menjadi 135 derajat (tikungan tumpul), maka, penikungan akan menjadi mudah dan tidak memakan jalur kedua.

15. Keep in Line. Di Indonesia, banyak pengemudi mobil, truk dan apalagi motor, mempunyai hobby membawa kendaraannya gaya pilot pesawat terbang. Mereka membawa kendaraannya bukan diantara 2 garis lurus (garis terputus-putus atau garis tidak terputus), melainkan diatas garis, bagaikan pilot yang sedang mau take off.
Cara penyelesaian :
A. Dimulut perempatan dan persimpangan, dan setiap 100 meter dijalan raya, dibuat beton pemisah lajur disemua lajur, dengan ketinggian beton 50 cm, maka semua kendaraan terpaksa harus berbaris rapi.
B. Dengan berbaris, maka kecepatan kendaraan bisa ditingkatkan.
C. Juga dapat mengurangi kecelakaan.

16. Sumber dana. Tidak ada sumber dana maka tidak bisa menyelesaikan kemacetan. Untuk hal ini karena menyangkut banyak peraturan pemerintah, kita akan diskusi dengan pemda dan tidak dipublish dulu.

pb: mattula_ada@live.com

Iklan

2 Komentar to “Cagub yang Mana yang Akan Sanggup Menyelesaikan Kemacetan?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: