Merangkai Data dan Fakta, Mengungkap Misteri Sukhoi SSJ 100

by: Abanggeutanyo

Banyak dugaan hasil pengamatan yang berseliweran di berbagai media dalam dan luar negeri tentang misteri jatuhnya sukho SSJ 100. Padahal berdasarkan pengalaman dan catatan kecelakaan jatuhnya pesawat hampir diseluruh dunia memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.

Terlepas mana yang benar dan mana yang tidak benar, berikut ini adalah sejumlah daftar yang beredar dalam berbagai pemberitaan tentang penyebab (KEMUNGKINAN)  jatuhnya pesawat Sukhoi SSJ 100 tersebut :

    1. SSJ 100 Sukhoi menurunkan ketinggian  10.000 ke 6.000 kaki secara tiba-tiba sebelum mendapat persetujuan menara pengawas lalulintas udara di  Halim Perdanakusuma, Jakarta.
    2. Pilot tidak mengenal medan meskipun berpengalaman dan memiliki jam terbang yang tinggi dan menguasai secara detail pesawatnya.
    3. Mesin pesawat gagal atau mati mendadak.
    4. Signal telepon genggam dari para penumpang
    5. Pilot mabuk karena pengaruh minuman alkohol yang disajikan dalam penerbangan demo.
    6. Pilot bunuh diri untuk keperluan dan kepentingan pihak tertentu.
    7. Persaingan bisnis industri peswat komersial yang tidak rela pasar Indonesia direbut Shukoi.
    8. Pesawat dibajak oleh salah satu penumpang untuk kepentingan bisnis pesaing seperti yang dirilis oleh Wayne MADSEN, mantan perwira AL AS yang kini menjadi jurnalis untuk beberapa media terkenal dunia (Fox News dan juga tampil di ABC, NBC, CBS, PBS, CNN, BBC, Al Jazeera, dan MS-NBC dan sebagainya). Sumber : http://www.strategic-culture.org
    9. Instrumen  pendukung seperti ELT (Emergency Locator Transmitter) dan ELBA (Emergency Locator Beacon Aircraft) yang berkaitan dengan pengendalian pesawat tidak berfungsi. (sumber:http://www.tempo.co/read/news/2012/05/15/061403932/Hantaman-Keras-Mematikan-ELT-Sukhoi).
    10. SSJ 100 ini mempergunakan beberapa bagian sistem yang ketinggalan jaman.
    11. Pesawat ini belum masuk dalam layak terbang meskipun memiliki sertifikat kelayakan, hal ini karena ada yang memberiktakan masih banyaknya kabel berseliweran di kabin bagian belakang.
    12. Pilot over acting dengan  menetapkan rute khsusus pada demo penerbangan kedua,  yaitu rute yang tidak lazim (ke arah pegunungan) untuk demo penerbangan membawa penumpang di dalamnya.
    13. Perubahan cuaca ekstrim di sekitar gunung Salak dan Halimun, Bogor.
    14. Terdapat penumpang atau awak pesawat yang menjadi target  untuk dibunuh dalam pesawat.
    15. Pembajakan dan peledakan pesawat pada lokasi yang jauh dari keramaian dan terpencil.
    16. Bahan bakar yang tidak optimal bekerja dengan baik.
    17. Menara pengawas (ATC) di Bandara Soekarno-Hatta lalai karena memberikan perintah karena setuju menurunkan ketinggian pesawat dari 10 ribu ke 6 ribu kaki.  Deputi Senior General Manager PT Angkasa Pura Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Mulya Abdi mengatakan kepada pers bahwa petugas ATC di Soekarno – Hatta mengizinkan Sukhoi menurunkan ketinggiannya. (sumber : Di sini). Akan tetapi info lainnya memiliki rekaman percakapan bahwa petugas ATC Halim belum sempat memberi izin Sukhoi menurunkan ketiggiannya.

Di sisi lain, terdapat beberapa data dan fakta selama berjalannya operasi evakuasi korban dan pesawat tersebut yang masih berlangung hingga saat ini, diantaranya sebagai berikut :

    1. Adanya sumber berita yang menyebutkan ditemukannya kotak hitam (Black Box) yang sudah tidak berfungsi dan tidak dapat “dibaca” di Indonesia.
    2. Adanya perbedaan informasi tentang ditemukannya  parasut dan jenazah pilot SSJ 100 oleh Kopassus dan dibantah oleh KNKT Indonesia. Padahal pihak KNKT Rusia, Sergey Korostiev membenarkan pesawat nahas tersebut memang membawa parasut tersebut di dalam pesawat.
    3. Adanya temuan parasut sejauh lima kilometer dari titik jatuhnya pesawat.
    4. Adanya temuan salah satu korban jiwa yang diduga pilot dalam kondisi lebih utuh wujudnya ketimbang sejumlah korban lainnya.
    5. Adanya keinginan Rusia ingin membongkar dan membaca data dalam kotak hitam di negeri mereka sendiri.
    6. Adanya perubahan – perubahan informasi tentang berbagai hal, misalnya tentang penemuan kotak hitam oleh Kopassus dan ditolak kebenaran temuan tersebut oleh Basarnas. Lalu ada juga perbedaan pendapat adanya informasi yang berbeda tentang kondisi kotak hitam.
    7. Adanya upaya membungkam informasi yang disampaikan oleh tim Kopassus yang menyatakan penemuan parasut dan korban yang relatif jauh dari  tempat jatuhnya SSJ 100.
    8. Adanya temuan pada malam sebelum tragedi tersebut sejumlah crew SSJ 100 dirahasiakan penginapannya oleh kedubes Rusia sehingga agen mereka di Indonesia ( PT Trimarga) saja pun tidak boleh mengetahui soal posisi awak pesawat tersebut.
    9. Adanya temuan jumlah daftar penumpang (manifest) yang berubah-ubah jumlahnya.
    10. Adanya temuan uji terbang  terbang di Indonesia tersebut ternyata  bukan pesawat yang  sukses dalam uji demo penerbangan  di  Laos, Vietnam, Pakistan, Kazakhstan dan beberapa negara kaukusia lainnya.
    11. Adanya indikasi penyelidikan jatuhnya SSJ 100 tersebut (saat ini) hanya melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)  tidak melibatkan BIN, Bais TNI ataupun Intelijen Polri.
    12. Shukoi lepas landas dari bandara Halim, akan tetapi baru lima menit terbang minta izin ke ATC Bandara Soekarno Hatta, apakah lazim cara seperti ini?

Dengan menghimpun sejumlah penyebab jatuhnya Sukhoi komersial kebanggan Rusia tersebut di atas dan mengaitkan dengan data dan fakta yang telah beredar informasinya dari berbagai media massa tentu kita dapat memilah dan memilih  manakah penyebab yang paling memungkinkan tentang penyebabnya.

Sambil menantikan jawaban yang sebenarnya yang akan terungkap dalam beberapa bulan mendatang  informasi di atas diharapkan dapat membantu kita dan penyelidik untuk menuntaskan pekerjaan mereka sehingga dapat menungkap fakta yang sebenarnya lebih cepat, seperti cara kerja otoritas Jepang saat membongkar kecelakaan pesawat Garuda pada 17 Juni 1996.

Pesawat bermesin McDonnel Douglas DC-10  itu terbakar setelah  pilot melakukan tindakan aborting take off di Bandar Udara Fukuoka. Meskipun 3 orang  penumpang Garuda tewas dari 275 penumpangnya, otoritas Jepang melihat ini sangat penting  karena maskapai dan pilotnya dianggap lalai. Otoritas Jepang bekerja cepat dan reaktif sehingga hanya dalam satu bulan dapat membongkar penyebab kelalaian tersebut dan memberi dampak negatif terhadap penerbangan Garuda ke Jepang beberapa saat.

Sambil menantikan jawaban secara pasti dari pihak yang berkompeten dibidangnya mari kita doakan semoga arwah para korban yang mengalami kecelakaan tersebut dan telah mendahului kita diterima di sisi Nya dan  tenang di sisi Tuhan pencipta alam semesta.

pb: mattula_ada@live.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: