Seputar Serpihan Sukhoi Superjet-100

by: Indra Sastrawat

Awan hitam masih bergelantung diangkasa pertiwi, sebuah tragedi transportasi kembali terjadi. Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan demonstrasi terbang atau joy flight mengalami kecelakaan. Badan pesawat kebanggaan Rusia ini hancur menjadi puing-puing. Sekitar 50 penumpang lokal dan asing mejadi korban. Tragedi Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100)menjadi berita internasional, tidka kurang 2 presiden dari dua lintas benua merasa berduka. Tragedi ini lagi-lagi menambah kelam sejarah transportasi udara kita.

Pesawat Sukhoi Superjet 100

Menarik untuk mengetahui fakta-fakta yang terjadi di seputar targedi ini.

    • Sukhoi merupakan perusahaan dirgantara dari Rusia yang didirikan oleh Pavel Osipovich Sukhoi di tahun 1939. Pavel Sukhoi adalah insinyur dirgantara Uni Sovyet yang merancang pembuatan kapal tempur Sukhoi. Nama belakangnya dijadikan nama pesawat tempur itu. Setelah sukses memproduksi pesawat tempur pemerintah Rusia tergiur untuk membuat pesawat komersil makanya lahirlah pesawat Sukhoi Superjet 100 di tahun 2007.
    • Proyek SSJ-100 didukung penuh oleh pemerintah Rusia, ini proyek besar yang di back up oleh Boeing sebagai konsultan proyek, Alenia Aeronautica sebagai partner strategis. Snecma sebagai risk-sharing partner, dan berbagai perusahaan lainnya seperti Thales sebagai penyedia paket avionik Harga satu pesawat SSJ-100 seharga 288 milliar rupiah.
    • Pesawat komersil buatan Sukhoi Civil Aircraft itu telah mendapat sertifikat keamanan terbang dari badan keamanan penerbangan Eropa, European Flight Security Agent. Selain itu mengantongi sertifikasi dari asosiasi penerbangan internasional IASA. Seri pertama pesawat SSJ-100 dibeli perusahaan penerbangan nasional Armenia, Armavi, pada April 2011. Tepat dua bulan setelah mendapat sertifikat kelayakan dan keamanan terbang dari Eropa.
    • SSJ-100 yang kena musibah merupakan joy flight yang kedua. Pada Joy Flight pertama SSJ-100 berhasil landing dengan baik, walau ada penumpang yang merasa kurang nyaman denga pesawat komersil pertama dari Rusia ini.
    • Pembuatan Sukhoi Superjet 100 di bayangi oleh terbongkarnya fakta puluhan insyinyur yang bekerja di Sukhoi Company memakai ijazah palsu. Pihak Sukhoi lantas mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak terlibat dalam perancangan pesawat SSJ-100.
    • Rencananya pesawat ini akan di beli oleh Kartika Airlines dan Sky Avation masing-masing 15 unit. Dalam tragedi di Gunung Salak sebanyak 13 karyawan Sky Aviation jadi korban. Sedangkan dari Kartika Airlines terdapat satu korban. Pihak Kartika Airlines tetap berencana membeli pesawat SSJ-100. Sekedar info, Garuda Indonesia maskapi milik pemerintah tetap setia dengan Airbus dan Boeing.
    • 1336801643170964320
    • Sebelum Take off, para crew pesawat sempat mengadakan pesta Neptunus Day (hari Neptunus) dengan minum sampanye. Neptunus Day merupakan perayaan untuk dewa Neptunus yaitu salah satu dewa air dalam mitolog Romawi, dan rupanya orang Rusia juga percaya dengan Mitologi Neptunus.
    • Takdir adalah kuasa sang pencipta, setidaknya terdapat lima calon penumpang yang lolos dari tragedi ini, salah satunya adalah Suharso Monoarfa mantan menteri KIB 1.Padahal Suharso sudah duduk di dalam pesawat, karena firasat yang tidak enak baik dari cerita mimpi sang supir dan nasehat Istri, Suharso memilih turun. Ada pula calon penumpang yang lolos karena ingin melaksanakan shalat Dhuhur, ada yang datang terlambat dan untungnya si pilot tidak menunggu, ada juga tidak jadi ikut karena harus mengikuti meeting dengan rekan bisnis.
    • Dalam sepuluh tahun terakhir di sekitar Gunung Salak telah terjadi 6 kali musibah penerbangan,selain tragedi SSJ-100  pada 26 Juni 2008 sebuah pesawat Casa TNI AU jatuh dan menewaskan 18 penumpang.
    • Tragedi SSJ-100 di Gunung Salak bukanlah tragedi transportasi udara terbesar yang pernah ada di Indonesia. Sebelumnya tahun 2005 Mandala Airlines penerbangan 91 jatuh di kawasan padat Padang Bulan, Medan menewaskan 148 orang (101 penumpang dan 47 warga sipil). Hampir dua tahun setelahnya pesawat Adam Air jatuh ke laut di sekitar Perairan Majene dan menewaskan 96 penumpangnya. Peristiwa paling dahsyat adalah ketika pesawat Garuda 152 tujuan Jakarta-Medan menabrak tebing atau gunung Sibolangit pada 26 September 1997, sekitar 222 peumpang dan 12 awak tewas. Tragedi di Sibolangit terjadi kartena adanya mis komunikasi antyara pilot dengan Petugas ATC.
    • Entah apa ada kesamaan antara Tragedi Gunnung Salak dengan Tragedi Gunung Sibolangit, karena dari percakapan terakhir dengan petugas di Bandara Halim sang pilot minta menurunkan pesawat dari 10.000 kaki ke 6.000 kaki. Padahal ketinggian Gunung Salak diatas 6.000 kaki. Kecelakan tidak bisa dihindari, kemungkinan sang pilot belum familiar dengan kondisi geografi Indonesia. Pilot SSJ-100 bernama Aleksandr Yablontsev termasuk salah satu pilot terbaik di Rusia.
    • Pemerintah Rusia telah mengirim tim investigasi, saya yakin hasil investigasi ini cendrung menempatkan human error sebagai biang keladinya. Bagaimana pun Sukhoi Superjet 100 masih dalam promosi untuk laku dijual. Kalau menyalahkan pesawatnya saya yakin harga jual pesawat ini akan turun drastis. Sekedar info pernah ada tim ahli dari Rusia yang melakukan penelitian kasus lumpur Lapindo, hasil penelitiannya berbeda dengan para pakar yaitu mendukung bahwa lumpur Sodoarjo murni musibah alam.
  • Ada yang memperkirakan pesawat SSJ-100 bisa menabrak tebing karena menghindari awan Cumulonimbus.Cumulonimbus adalah awan yang bentuknya seperti gundukan. Cumulonimbus berisi tetes-tetes air dan kristal-kristal es. Awan jenis ini berbahaya karena bisa menimbulkan muatan petir. Dalam kitab suci sering diterangkan bahwa salah satu fungsi awan adalah rahmat Tuhan berupa hujan, juga awan bisa berarti azab dari Tuhan.

Tragedi Sukhoi setidaknya menyadarkan kita untuk lebih memperkuat transportasi udara kita. Jangan lupakan bahwa Indonesia adalah pasar komersial yang potensial bagi pesawat asing. Dalam beberapa tahun kedepan sarana udara menjadi primadona, untuk itu bangsa Indonesia segera bangkit dengan memproduksi sendiri pesawat komersialnya. Kita berharap evakuasi korban dan ditemukannya nanti kotak hitam bisa segera mengungkap misteri Sukhoi di Gunung Salak.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

pb: mattula_ada@live.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: