Kabar Baik, Kartu Kredit Tak Lagi Bunga Berbunga

by: Eddy Roesdiono

Saya termasuk pemegang kartu kredit yang kurang tertib dalam memenuhi due date(jatuh tempo) kewajiban bayar; akibatnya dalam billing statement (lembar tagihan), saya sering diganjar late charge (denda keterlambatan).

Normalnya, angka total pada billing statement memuat angka kredit yang belum terbayar, denda keterlambatan, biaya pembayaran (biasanya disebut source fee, ataubank administration fee Rp 7.500), dan bunga. Bila saya bayar tagihan hanya sebesar nilai minimum (10% dari total tagihan), maka pada bulan berikutnya, sisa 90% yang belum terbayar (sisa kredit, late charge, biaya source feeannual fee—kalau ada), akan dikenakan bunga yang berlaku, yang biasanya adalah 3,25% per bulan.

Kini pemegang kartu kredit bisa mendapat sedikit kelonggaran nafas dengan terbitnya Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012, tentang Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu, yang melarang bank penerbit kartu kredit mengenakan bunga terhadap dendabiaya dan bunga terutang (Kompas, 12 Januari 2012).

ILUSTRASI 1

Sebelum terbit peraturan baru, sebuah billing statement, misalnya memuat item-item sebagai berikut : pokok tertunggak Rp 1.000.000, plus denda keterlambatan Rp 80.000, source fee Rp 7.500 (total Rp 1.087.500 + bunga 3,25%), maka total tagihan Anda adalah Rp 1.122.843,70.

ILUSTRASI 2

Dengan peraturan baru, maka bunga hanya akan dikenakan pada pokok tertunggak yang Rp 1.000.000, sehingga total tagihan pada billing statement Anda adalah : Rp 1.000.000, plus bunga Rp 32.500, plus denda keterlambatan Rp 80.000, plus source fee (Rp 7,500), total tagihan Anda adalah Rp 1.120.000. Bunga tidak dikenakan padasource fee, denda keterlambatan, dan annual fee dan transaksi-transaksi lain bila ada (misalnya premi asuransi).

Selisih antara Ilustrasi A dan Ilustrasi B pada nilai tunggakan nominal Rp 1.000.000 memang tampak tak besar, yakni cuma Rp 2.843,70. Tapi bisa Anda bayangkan bila nominal tunggakan kredit Anda adalah misalnya Rp 10,000,000 (dengan demikian Anda mendapat selisih Rp 28.437) dan Anda punya empat kartu kredit dengan nominal tunggakan kurang lebih 10,000,000 perkartu, maka Anda mendapat kelonggaran Rp 28.437 x 4 kartu = Rp 113.748 (seratus tiga belas ribu tujuh ratus empat puluh delapan rupiah) perbulan. Setahun, angka ini adalah : Rp 113.748 x 12 = Rp 1.364.976. Angka inilah yang Anda dapatkan untuk berhemat dengan peraturan BI No 14/2/PBI/2012.

Kalau mau lebih hemat lagi, silakan simak tulisan saya terdahulu tentang cara hemat bayar tagihan kartu kredit disini.

Peraturan baru BI itu masih mengijinkan penggunaan penagih hutang (debt collector), namun masih di bawah rambu-rambu yang jelas, di antaranya penagihan tanpa ancaman dan kekerasan, penagihan hanya kepada pihak pemegang kartu kreditdan tidak pada pihak lain (saudara, teman, kantor), dan penagihan hanya boleh dilakukan antara jam 8.00 sampai jam 20.00.

Bagi mereka yang sudah terlanjur berkubang pada kewajiban-kewajiban kartu kredit, mudah-mudahan peraturan baru BI ini membawa angin segar, walau hanya semilir.

pb: mattula_ada@live.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: