Menanti Kejujuran Bakrie & Brothers

by: Indra Sastrawat

Menanti kejujuran
Harapkan kepastian
Hanya itu yang sanggup aku lakukan
Menanti kejujuran
Harapkan kepastian
Semoga damai jadi kenyataan

Bila janji yang pernah kau beri
Akan kunikmati dalam hidup ini

Korban Lumpur Lapindo Menuntut Keadilan

Lirik lagu lawas dari Gong 2000 di atas mengingatkan saya pada kasus besar 6 tahun silam. Apalagi kalau bukan kasus melubernya lumpur panas Lapindo yang sukses menghancurkan sebuah peradaban di Porong, Sidoarjo. Korban lumpu Lapindo sedang menanti vonis atas nasib yang menimba mereka. Selama ini korban hanya menikmati janji-janji palsu dari pihak PT. Minarak Lapindo. Tercatat masih ada 600 warga yang belum mendapatkan ganti rugi.

Menanti kejujuran dari pihak Bakrie & Brothers sebagai pihak yang bertanggungjawab atas terjadinya tragedi kemanusian ini. Usaha jaringa bisnis Bakrie & Brothers tidak sedang dalam masalah keuangan, lalu mengapa mereka enggan melunasi ganti rugi itu ??? bahkan ironisnya pihak Bakrie lebih memilih menjadi donatur klub sepakbola di Liga Ilegal yang tidak di akui FIFA dan AFC.

Saya curiga pemerintah sedang ditekan habis-habisan oleh pihak-pihak teertentu yang menginginkan agar kasus lumpu Lapindo bisa diambil alih pemerintah, padahal tidak kurang pemerintah sudah banyak berkorban, 27.4 trilyun rupiah duit APBN digunakan untuk menalangi korban Lapindo sedangkan pihak Bakrie hanya habis 3.4 trilyun rupiah. Anda tahu dari mana duit APBN itu, yah dari pajak yang rakyat bayarkan. Kasarnya bahwa rakyatlah yang harus menanggung biaya atas kerakusan PT. Lapindo Brantas Inc.

Paling parahnya, seperti yang di beritakan Metro TV bahwa dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2012 munculnya ayat baru di Pasal 18 tentang penanggulangan lumpur Lapindo. Yang mana APBN-Perubahan 2012 memang mencantumkan alokasi anggaran untuk Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Alokasi itu tercantum dalam Pasal 18 dan Pasal 19. Padahal Peraturan Presiden nomor 40 tahun 2009 menyebutkan biaya ganti rugi ditanggung oleh PT Lapindo Brantas. Hal ini menimbulkan spekulasi deal politik antara Partai Golkar dan Demokrat.

Bang Ical bukan hanya politikus tapi dia adalah pengusaha pribumi yang sukses, dan bukankah sebagaian besar korban yang terkena dampak lumpur adalah pribumi. Maka dengan segala respek saya meminta agar Bakrie buka mata dan segera membayar kewajibannya. Tidak usah lagi jadikan media bisnis anda jadi corong yang membela anda dalam kasus lumpur Lapindo. Sekeras usaha anda tidak lebih hanya mencari alibi, yang korban butuhkan hanya menanti kejujuran yaitu segera lunasi sisa ganti rugi dan semoga damai bisa terwujud seperti dalam lirik lagu Gong 2000.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: