Archive for Mei, 2012

31 Mei 2012

Rabi Weiss: Zionis Israel Telah Ciptakan ‘Sungai Darah’!!

Kekejaman rezim Zionis Israel terhadap masyarakat Palestina dikecam seorang Rabbi Yahudi. Yisroel Dovid Weiss (55), seorang Rabbi Yahudi berkebangsaan Amerika Serikat (AS), menilai rezim Zionis Israel telah menciptakan sungai darah bagi dunia.

Weiss menuding Israel telah menghapus rakyat Palestina dari tanah kelahirannya. Menurut dia, semua tindakan Israel itu sungguh biadab. “Tidakan keji Zionis ini tidak berarti sebagai seorang Yahudi. Dan ini bertentangan dengan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Weis dalam wawancara bersama Aljazeera pekan lalu.

Rabbi Weiss dkk

Rabi Weis adalah pimpinan umat Yahudi Ashkenazi aliran Haredi di New York, AS. Ia adalah salah satu aktivis Yahudi yang gencar mengkampanyekan kekejaman Israel dan anti-pemerintahan Zionis. Ia menganggap apa yang diklaim ‘mempertahankan diri’ pemerintah Zionis, baik isu Iran maupun rakyat Palestina adalah tindakan yang tidak didasari oleh keyakinan Yahudi.

Menurutnya, Zionis bukan hanya ancaman bagi Palestina, Iran dan warga dunia, namun juga bagi umat Yahudi. Zionisme, jelas dia, meyakini berlaku kejam atas dasar Taurat dan ketaatan kepada Tuhan. “Zionisme akan membawa dunia jauh lebih buruk. Dan Tuhan tidak akan membiarkan kejahatan zionis ini terus terjadi,” ungkapnya.

Weiss juga menyangkal semua alasan pendirian negara Yahudi atas dasar nubuat Taurat. Ia menyebutkan ada perbedaan besar antara Zionis dan sejarah Yahudi. Zionis adalah ideologi politik dan memiliki sejarah buruk dalam pelecehan kesucian agama. Dan Yahudi tidak pernah mengajarkan keyakinan keji itu.

Weiss juga menjelaskan bahwa Israel selalu melegalkan perang dengan alasan sejarah fiksi Israel yang dibuat-buat. Hal itu yang membuat Weiss percaya bahwa Israel adalah sebuah negara tidak sah.

Ketika Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengunjungi Washington dalam liburan Purim pekan lalu, untuk bertemu Presiden AS Barack Obama. Netanyahu memberikan salinan kitab Perjanjian Lama Ester.

Netanyahu kemudian menyebutkan latar belakang perlunya serangan terhadap Iran. Dengan alasan adanya hubungan sejarah panjang orang Yahudi di kerajaan Persia sekitar 2.500 tahun yang lalu. Hal ini dianggap oleh para ahli sebagai fiksi besar untuk pembenaran serangan militer terhadap Iran modern.

Dan fiksi-fiksi seperti itu pula-lah yang digunakan Israel untuk melegalkan pencaplokan Palestina setelah perang dunia ke dua.

Video: Rabbi Weiss pada saat berbicara di Al-Jazeera

source: republika.co.id

pb: mattula_ada@live.com

Iklan
31 Mei 2012

Saat Anda Membaca Ini, 215 Anak Palestina Sedang di Penjara Zionis!!

Seorang peneliti masalah-masalah tawanan Palestina, Abdul-Nasser Farwana melaporkan saat ini ada 215 orang anak dan lima orang perempuan di penjara-penjara Zionis Israel. Jumlah total warga Palestina yang kini berada di dalam penjara lebih dari 4600 orang.

“Jumlah ini bertambah dan berkurang setiap hari, karena penangkapan-penangkapan itu terus terjadi setiap hari,” jelas Farwana kepada kantor berita PIC di Gaza kemarin.

Perempuan Palestina berusaha mencegah tentara Zionis menawan seorang anak

Menurut data terbaru yang dikumpulkannya, Farwana memastikan bahwa sejak terjadinya Intifadhah kedua (Intifadhah Al-Aqsha) yang dimulai pada 28 September 2000 sampai hari ini, warga Palestina yang dipenjara oleh Zionis Israel lebih dari 75 ribu orang. Diantara mereka 9000 orang anak-anak berusia 16 tahun ke bawah, dan lebih dari 900 orang perempuan juga ikut dipenjara.

Farwana juga melaporkan bahwa diantara yang kini ditawan oleh Zionis, 302 orang diantaranya merupakan “tahanan administratif” (artinya ditahan tanpa alasan hukum, dan tanpa proses pengadilan apapun). Dintara tawanan itu juga terdapat 27 orang anggota parlemen Palestina, 3 orang bekas menteri, seorang bekas anggota parlemen.

Seluruh tawanan Palestina disekap di 17 penjara diantaranya Nafha, Raymond, the Negev, Ofer, Megiddo, Hadarim, Ashkelon, Hasharon and Ramle.

Lebih jauh Farwana memaparkan, bahwa di luar warga Palestina itu, terdapat juga warga negara lain yang dipenjara oleh Zionis karena pembelaannya terhadap Masjidil Aqsha dan Palestina khususnya mereka yang berasal dari Yordania, Suriah dan Mesir.

Para tawanan Palestina terdiri dari 463 tawanan asal Jalur Gaza, 345 dari Al-Quds dan kawasan Palestina yang dijajah, dan sisanya sebagian besar dari wilayah Tepi Barat.

Peneliti ini juga melaporkan 535 tawanan telah divonis penjara seumur hidup atau lebih (ada yang 10 kali seumur hidup, 20 kali seumur hidup dan seterusnya). Diantara mereka ini ada 62 orang yang biasa disebut “Dekan-dekan Penjara”, yaitu yang telah ditawan, disekap, dan disiksa oleh Zionis Israel selama 20 tahun terakhir ini terus menerus.

Menurut Farwana, diantara para tawanan juga ada gelar kehormatan yang disebut “Jenderal-jenderal Kesabaran” yang diberikan kepada mereka yang sudah ditawan, disekap, dan disiksa Zionis di penjara-penjara selama lebih dari 25 tahun. Jumlah para “Jenderal Kesabaran” ini mencapai 22 orang tawanan.

“Penghulu dari semua ‘dekan’ dan ‘jenderal’ kesabaran itu ialah Karim Younes,” kata Farwana. Karim adalah seorang Muslim Palestina yang lahir dan dibesarkan di wilayah yang sepenuhnya dijajah Zionis sejak tahun 1948. Karim ditawan, disekap, dan disiksa oleh Zionis di penjara sejak bulan Januari 1983. Sudah 29 tahun dipenjara hanya karena ingin tanah suci Palestina dan Masjidil Aqsha merdeka.*

source: hidayatullah.com

pb: mattula_ada@live.com

31 Mei 2012

Penjajah Kibarkan Bendera di Qubah Sakhra & Al Aqsha!!

Direktur Urusan Perwakafan Al Quds Syeikh Azzam Al Khatib menyebutkan bahwa sekelompok serdadu panjajah dalam jumlah besar beserta satuan pasukan khusus mengibarkan bendera penjajah Zionis di depan masjid Qubah Sakhra Al Quds yang merupakan bagian dari Al Aqsha, demikian lansir Al Yaum As Sabi’ (28/5/2012).

Gambar: Qubah Sakhra Al Quds (Masjid Kubah emas)

Syeikh Azzam menjelaskan bahwa 180 serdadu penjajah beserta satuan pasukan khusus memasuki halaman masjid bersama rombongan kunjungan yang diselenggarakan oleh pihak penjajah. Pihak perwakafan Al Quds sendiri telah melayangkan protes kepada pimpinan pasukan penjajah serta menyampaikan persoalan itu kepada pihak Yordan.

Sebagaimana diketahui bahwa perjanjian damai Yordan dengan penjajah Zionis tahun 1994 menyebutkan bahwa pihak Yordan berhak untuk melestarikan tempat-tempat suci di Al Quds.

Kebiadaban Zionis Israel tak berhenti sampai disitu, tak lama setelah pengibaran bendera di Qubah Sakhra, pengibaran bendera kembali dilakukan penjajah Zionis di Al Aqsha (salah satu masjid yang paling disucikan umat Islam) demikian lansir Al Islam Al Yaum (29/5/2012).

Masjid Al Aqsha

Hai’ah Ulama dan Para Dai Al Quds juga mengecam keras perlakuan penjajah terhadap Al Aqsha tersebut. Mendiamkan prilaku penjajah bisa menyebabkan mereka semakin bersemangat malakukan penodaan terhadap Al Aqsha. Jika sekarang penjajah mengibarkan bendera besok mereka akan membagi Al Aqsha sebagaimana apa yang mereka lakukan terhadap masjid Ibrahimiyah.

Hai’ah juga menyeru agar bangsa Arab dan Muslim tidak mengosongkan Al Aqsha dan terus melakukan penjagaan baik dengan nyawa dan harta serta tidak menyerah.

source: hidayatullah.com

pb: mattula_ada@live.com

31 Mei 2012

Antara Batu Terbang, Masjid al Aqsha dan Kubah Emas di Yerusalem

Tulisan ini merupakan tambahan informasi dan penjelasan dari artikel tentang gambar “Batu Terbang” di Palestina”. Karena cerita yang menyertai gambar batu terbang tersebut seringkali menyinggung tentang peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad, maka perlu juga dijelaskan tentang keberadaan batu yang disebutkan sebagai tempat di mana Nabi memulai perjalanan ke langitnya. Selain itu, tidak jarang terjadi kesalahpahaman, di mana orang mengira Masjid Kubah Emas sama dengan Masjid Al Aqsha. Melalui tulisan di bawah, akan dijelaskan perbedaannya.

Batu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad dan Masjid Kubah Emas

Ada tradisi dan kepercayaan di kalangan kaum muslimin tentang batu yang menjadi titik tolak Nabi Muhammad melakukan Mi’raj ke langit. Batu ini berada di Yerusalem, Palestina. Batu ini benar-benar ada. Ia berada di wilayah yang sekarang disebut sebagai: Mount Temple atau Gunung Kuil oleh orang Yahudi. Disebut demikian karena mereka mempercayai bahwa Kuil Nabi Sulaiman pernah dibangun di wilayah tersebut. Bahkan sebagian mempercayai kuil tersebut dibangun di atas batu yang sama. Kaum muslimin menyebut wilayah tersebut sebagai Haram al Quds al Syarif atau Kawasan Suci dan Mulia.

Sketsa Masjid Kubah Emas di Yerusalem, Palestina.Sejak lama batu tersebut telah memperoleh penghormatan dari kaum muslimin. Bahkan konon ceritanya, Khalifah Umar bin Khathab juga mengunjungi batu ini setelah ia menundukkan Yerusalem. Ketika Khalifah Abdul Malik bin Marwan berkuasa, ia memerintahkan pembangunan Qubah ash Shakhra (Kubah Batu) di tahun 685 M yang melindungi batu tersebut dan para pengunjungnya dari terik dan dingin. Sebagian sejarawan juga menyatakan bahwa pembangunan Kubah ini untuk menyaingi kemegahan bangunan-bangunan keagamaan lain di wilayah Yerusalem, seperti Gereja Holy Sepulchre, dan mencegah agar kaum muslimin tidak terpesona dengan kemegahan agama lain. Uang sebanyak 10,000 dinar emas kemudian dilebur untuk melapisi bagian luar kubah tersebut. Jadi, Masjid Kubah Emas atau Qubah ash Shakhra inilah yang melingkupi batu tersebut hingga kini. (Sumber: Wikipedia)

Sejak masa Umar itulah, wilayah Haram al Syarif ini menjadi wilayah kekuasaan kaum muslimin. Adanya bangunan berkubah emas yang berada di tempat tinggi dan berkilauan memberikan kebanggaan tersendiri bagi kaum muslimin. Hal ini pun makin menambah rasa kepemilikan dan penghormatan atas wilayah suci yang pernah menjadi kiblat pertama kaum muslimin ini. Tidak mengherankan jika kemudian Masjid Kubah Emas ini menjadi simbol dari wilayah suci Al Quds dan bahkan Palestina secara umum.

Mereka yang pernah mengunjungi atau melihat bagian dalam Masjid Kubah Emas ini tentu akan melihat keunikan sang batu. Keunikan inilah yang kemudian memunculkan cerita dan legenda tentang batu yang ingin terbang mengikuti Nabi ke langit.

Gamabr gua di bawah batu yang berada di dalam Masjid Kubah Emas (Qubah Sakhra) di Yerusalem, Palestina.

Gambar-gambar di atas adalah foto-foto dari bagian dalam Masjid Kubah Emas. Yang kiri memperlihatkan sebuah gapura yang menjadi pintu masuk sebuah ceruk atau gua yang berada di bawah batu. Bagian atas batu dapat terlihat di belakan gapura tersebut. Di bawahnya terlihat ada orang yang sedang sholat.

Gambar kanan menunjukkan suasana di dalam gua. Terlihat ada tangga yang menghubungkan bagian luar (gambar kiri) dan bagian dalam gua. Ada ruangan yang cukup lapang untuk belasan orang di sana. Dari foto terlihat bahwa atap gua cukup tinggi dan mulut gua lebar. Kita dapat bayangkan bila orang duduk di bawah sana dan melihat ke atas, ke arah mulut gua, maka batu yang menjadi atap gua tersebut seolah melayang di udara.

Inilah yang menjadi sumber cerita batu terbang tersebut.

Perkataan Ibnul ‘Arabi tentang ‘Batu Terbang’

Ini adalah tambahan informasi tentang sebuah kisah yang saya ambil dari Blog Qhazanah.

Dalam kitab al-Israk wal-Mikraj oleh Khalid Saiyyid Ali di halaman 82, atas tajuk yang bermaksud ‘Tempat Nabi bermikraj’, disebut di bawahnya suatu penulisan (yang bermaksud): “Berkatalah al-Imam Abu Bakar Ibnul ‘Arabi, ketika membuat penjelasan (syarah) Kitab al-Muwattak oleh Imam Malik disebutkan, batu besar di Baitulmaqdis adalah suatu keajaiban Allah SWT. “Batu itu berdiri sendiri di tengah-tengah Masjidil Aqsa, tergantung-gantung dan terpisah daripada semua bahagiannya dengan bumi. Tidak ada yang memegangnya, melainkan Yang Memegang langit, daripada jatuh menimpa bumi.” “Di puncaknya dari arah selatan, itulah tempat kaki Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam berpijak untuk menaiki Buraq, di sebelah itu agak condong. Dikatakan kerana kegerunannya atas kehebatan baginda Sallallahu ‘Alaihi Wasallam maka batu itu tergantung, saya sendiri takut untuk berada di bawahnya, kerana takut batu itu menghempap saya kerana dosa-dosa saya.” “Setelah beberapa ketika kemudian, saya pun memberanikan diri dan masuk berteduh di bawahnya, maka saya dapat melihat pelbagai keajaiban. Saya dapat menyaksikan ia dari semua arah. Saya benar-benar melihatnya terpisah dari bumi. Ada arah yang lebih jauh terpisah dari bumi daripada arah yang lain.”

Ditambahkan oleh sang penulis blog, bahwa ia pernah mengunjungi Kubah Batu tersebut dan mendapati bahwa sekarang tidak terlihat bahwa batu tersebut melayang. Persis seperti gambar-gambar gua di atas.

Masjid Kubah Emas dan Masjid Al Aqsha

Foto udara wilayah Al Quds atau Haram al Syarif, Yerusalem, Palestina. Terlihat posisi Kubah Emas (Qubah ash Shakhra) yang berdekatan dengan Masjid Al Aqsha.Gambar di samping adalah foto udara wilayah Haram Al Syarif yang dibatasi oleh tembok tinggi dengan latar belakang wilayah Kota Tua Yerusalem. Masjid Kubah Emas terlihat mencolok di tengah wilayah tersebut. Ada satu lagi bangunan berkubah yang berada pada sisi kanan bawah. Itulah bangunan Masjid Al Aqsha.

Sebagai sebuah masjid, Khalifah Umarlah yang pertama kali membangunnya dalam bentuk bangunan kecil. Khalifah Al Malik yang juga membangun Kubah Emas kemudian memugar dan memperluasnya. Setelah beberapa kali pembanguan kembali dan pemugaran karena hancur oleh gempa, bangunan yang sekarang ada merupakan peninggalan Masjid dari masa kekhalifahan Fatimiyah sekitar awal abad ke 10.

Hari ini, wilayah Kota Tua Yerusalem telah berada di bawah kekuasaan Israel. Namun, wilayah Haram Al Syarif dengan Kubah Emas dan Masjid Al Aqsha-nya tetap berada dalam pengelolaan Kementrian Waqaf Yordania. Secara umum, hanya orang islam saja yang diperkenankan memasuki wilayah ini. Pada tahun 2007, sempat terjadi protes besar-besaran di dunia islam karena pemerintah Israel melakukan penggalian di bagian luar tembok yang berbatasan langsung dengan Masjidil Aqsha.

informasi lebih lanjutBagi yang tertarik untuk melihat-lihat wilayah Al Quds ini, Saudi Aramco World telah membuat sebuah wisata virtual di situs webnya. Di sana dipaparkan dengan jelas sejarah Kubah Emas dan Masjidil Aqsha. Dan lebih menarik lagi, ditampilkan pula gambar-gambar panorama interaktif berbagai tempat di wilayah tersebut, termasuk gua di bawah batu yang dijelaskan di atas. Selain itu ada juga wisata virtual ke Al Hambra di Spanyol dan Masjid Sulaiman di Turki. Sangat menarik!

source: al-habib.info

pb: mattula_ada@live.com