The Macz Man-Bonek Saudara

by: Indra Sastrawat

16 September 2005 di Gelora Bung Karno ketika itu berlangsung partai 8 besar Liga Indonesia, ribuan suporter dari dua kubu PSM Makassar dan Persebaya bentrok. Hujan batu dan anak panah tidak dapat dihindari, puluhan Bonek dan supporter PSM terluka. Sungguh sebuah tragedi yang sulit dilupakan. Setiap pertemuan kedua tim selalu melahirkan tensi yang tinggi, ini merupakan salah satu partai klasik yang panas dan beraroma dendam. PSM mengalahkan Persebaya di semifinal perserikatan 1994, tapi Persebaya membalasnya 3 tahun kemudian di semifinal Liga Indonesia.

Peristiwa enam tahun silam sepertinya telah dikubur dalam-dalam oleh The Macz Man dan Bonek, tadi sore 28 April 2012 untuk kali pertama saya melihat suporter Persebaya, Bonek bisa menginjakkan kakinya di stadion Angker milik PSM lengkap dengan atribut, spanduk dan nyanyian khas Bonek. Sekitar 25 Bonek yang datang dari Surabaya di sambut hangat oleh ribuan The Macz Man, para Bondho Nekat ini bahkan ditampung di markas besar The Macz Man di jalan Rappokalling.

Suporter PSM di tengah kerumunan bonek saat putaran pertama IPL

Mabes Maczman ini, merupakan rumah dedengkot suporter The Maczman, Andi Paswah alias Coklat.Tidak hanya akomondasi, The Macz Man juga menanggung konsumsi dan tiket masuk stadion. Itu sebagai balasan setelah pada putaran pertama lalu juga dilayani dengan baik di Surabaya.

Selama di stadion para Bonek bergabung dalam kerumunan suporter The Macz Man, tiada lagi permusuhan yang ada persahabatan dan saling menghormati. Selain The Macz Man, kelompok suporter The Red Gank dan Laskar Ayam Jantan juga bersahabat baik dengan Bonek. Kebetulan tiga kelompok suporter ini merupakan kelompok suporter terbesar di kota Makassar. Tidak mudah memang mengajak masuk Bonek kedalam stadion Mattonanging, apalagi di Makassar terdapat puluhan kelompok suporter dengan nama dan massa masing-masing.

13356280631692635147

Sekat-sekat permusuhan itu sudah hilang

Pertandingan klasik antara PSM vs Persebaya berjalan dalam tensi cepat dan menyerang, namun di tribun terbuka The Macz Man dan Bonek tetap dalam persahabatan. Kordinator Bonek, Melki diberi kesempatan untuk memimpin sekitar 25 bonek menyanyi mendukung tim mereka. Spanduk yang jumlahnya sekitar 9 buah berwarna hijau, warna kebesaran Persebaya bersanding mesra dengan spanduk merah pasukan Ramang. Salah satu spanduknya bertuliskan “The Macz Man-Bonek saudara Suporter Indonesia bersatu”

Akhir pertandingan 2-0 untuk tuan rumah PSM Makassar merupakan hasil yang sama di putaran pertama ketika tuan rumah Persebaya mengalahkan PSM juga 2-0. Seingat saya stadion Mattoanging bukan tempat yang ramah buat Persebaya. Selama delapan tahun Persebaya selalu kalah jika bermain di Mattoanging, bahkan tim Bajul Ijo baru sekali mencetak gol di kandang PSM ketika musim 2004.Ketika bermain di LPI 2010-2011 mereka kalah besar 0-4.

Bagi saya kemenangan PSM begitu berharga karena mampu mendongkrak posisi PSM di puncak klasemen IPL, tapi jauh lebih berharga adalah melihat persahabatan The Macz Man dan Bonek. Sudah saatnya suporter bersatu, bersaing boleh dalam soal kreativitas. Sudah waktunya kelompok Suporter bersatu dan jalan bersama, rusuh dan bentrok di masa lalu baiknya di kubur dalam-dalam biarkan dia menjadi bunga-bunga sejarah masa lalu. Untuk menuju liga professional, suporter mestinya professional juga.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: