Mimpi Makassar Meretas Monorel

by: Indra Sastrawat

Hari Jumat yang lalu ketika selesai mengerjakan shalat Jumat, diatas lift saya mendengar pembicaraan dua orang karyawan yang sedang membahas tentang rencana pembangunan Monorel di kota Makassar. Mereka adalah karyawan PT. Bumi Karsa, anak perusahaan Kalla Group yang bersedia menjadi investor pembangunan Monorel di kota Makassar. Kebetulan kantor saya berhadapan dengan kantor PT. Bumi Karsa.

Bukan orang Bugis Makassar kalau tidak berani mengambil resiko, dan buka Jusuf Kalla kalau tidak punya ide yang brillian. Ide pembangunan Monorel muncul ketika JK yang melintas di atas udara kota Makassar dengan pesawat pribadinya menyaksikan kemacetan yang panjang di sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan. Naluri JK muncul ingin meniru mode transportasi di kota modern di dunia. Tidak peduli bahwa proyek sejenis gagal total di Jakarta, ide pembangunan tersebut disetujui oleh walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin makanya saya bilang bukan orang Bugis Makassar kalau tidak berani mengambil resiko.

Belakangan Gubenur Syahrul Yasin Limpo ingin mensinkronkannya dengan program transportasi Maminasata (Maros-Makassar-Sunggumninasa-Takalar). Rencananya proyek besar ini akan melintas di atas empat kota Maros-Makassar-Sunggumninasa-Takalar sejauh 40 km. MOU sudah di teken tahun 2011 lalu antara pemerintah daerah dengan investor dalam hal ini Kalla Group. Lalu berapa anggaran yang disiapkan membangun mega proyek ini, Kalla Group yang jadi investornya siap menggelontorkan dananya 4 trilyun rupiah.

Demi proyek ini pak Solihin Jusuf Kalla telah melakukan survey ke China dan memastikan bahwa Kalla Group mampu membangun proyek mega ini. Kesedian Kalla Group membiayai proyek ini bisa jadi tidak lepas dari “andil” perusahaan milik Kalla Group, PT Hadji Kalla sebagai distributor Mobil Toyota di Indonesia Timur termasuk Makassar. Tingginya penjualan mobil Toyota berdampak pula makin sempitnya jalan raya di kota Makassar, tapi JK lihai dan tanggap merespon perkembangan.

Melalui anak perusahaannya, JK yakin proyek ini bisa jalan. PT Bumi Karsa punya pengalaman dengan pembuatan jalan, lalu PT Bumi Sarana Beton ahli dala pemasangan beton, terakhir PT Bukaka ahli dalam proyek besar dan mampu membuat gerbong Monorel, tinggal bagaimana ketiga perusahaa Kalla Group bisa bersinergi.

Saya masih ingat ketika pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang megah, JK ngotot dan bertekad tidak menggunakan tenaga asing dalam pembangunan bandara tersebut.Nada sinis dan tidak percaya bermunculan, tapi JK tetap JK yang percaya dengan kemampuan bangsanya. Padahal hampir semua bandara di Indonesia menggunakan tenaga asing, pilihan JK ternyata tepat. Anak negeri ternyata mampu membangun bandara yang besar dan megah.

Jika tidak ada aral melintang, rencana pembangunan Monorel dimulai tahun 2012 dan diperkirakan akan rampung pada tahun 2014 nanti. Yang pasti tekad JK dan Kalla Group sudah bulat 100% pembanguan dan gerbong Monorel adalah produksi dalam negeri. Jika terwujud kota Makassar menjadi kota pertama di Indonesia yang punya Monorel, semoga mimpi Makassar meretas Monorel bisa terwujud.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: