Archive for April 22nd, 2012

22 April 2012

Malahayati Mahakarya Emansipasi Indonesia

by: Indra Sastrawat

Dengan tatapan tajam pandangan matanya menatap jauh ke selat Malaka, dia lihatnya puluhan kapal Belanda yang arogan hendak memasuki bandar Aceh Darussalam. Dengan ucapan Bismillah, dicabutnya sebilah Rencong dari pingganngya, seketika takbir pun pecah di seantero bandar Aceh. Semangatnya menjiwai ratusan innong bale dan ribuan laskar Aceh maju serentak menghadang laskar kaphe. Dengan gagah berani dia perintahkan armada Aceh menyerang Belanda.

Laksamana wanita pertama di dunia

Hari itu tekadnya sudah bulat, mati syahid atau Belanda hancur lebur. Tidak sia-sia perjuangan rakyat Aceh, Belanda kalah telak bahkan pemimpinya yang legendaris Cornelis Houtman tewas ditangan Malahayati dalam pertarungan satu lawan satu. Hari itu tanggal 11 September 1599.

Siapa Malahayati !!! dia adalah laksamana wanita dari Aceh dan merupakan laksamana wanita pertama di dunia. Namanya berkibar setelah menghancurkan armada laut Belanda yang terkenal dan membunuh Cornelis Houtman, anda tahu siapa Cornelis Houtman !!! dia adalah perintis penjajahan Belanda di Indonesia, tabiatnya dikenal buruk dan membuat kerusakan di Banten dan Madura. Tapi tidak berdaya di hadapan rencong sang laksamana Malahayati. Malahayati yang ditinggal mati suaminya, tidak membuatnya patah semangat tapi sebaliknya semangatnya membuncah ketika semangat jihad memanggilnya.

Malahayati layak di jadikan inspirasi dan contoh emansipasi bagi wanita Indonesia, dan tanggal 11 September pantas dijadikan sebagai hari wanita Indonesia. Saya berbeda dengan kebanyakan rakyat Indonesia yang lebih memilih tanggal 21 April sebagai hari yang layak di berikan kepada wanita Indonesia. Tanggal 21 April adalah hari kelahiran RA.Kartini. Siapa RA.Kartini ???

1335006520816148774Habis Gelap Terbitlah Terang

Kartini merupakan priyayi dari kalangan bangsawan Jawa yang dekat dengan Belanda. Karena di besarkan dengan pendidikan Belanda, Kartini bisa berbahasa Belanda karena itu dia sering berkorespondensi dengan karibnya di Belanda bernama Rosa Abendanon. Dalam suratnya Kartini kecewa dengan kondisi pendidikan wanita Jawa yang berada pada statu sosial yang rendah. Beberapa saat kemudian Kartini menikah dengan Bupati Rembang dan resmi menjadi istri ke-4 sang bupati. Usia kartini terbilang muda ketika Tuhan memanggilnya, di usia 25 tahun Kartini tutup usia. Sampai akhir hayatnya mimpi Kartini mendirikan satu sekolah khusus wanita tidak pernah terwujud.

Baru setelah 6 tahun meninggalnya Kartini, Mr. JH. Abendanon mengumpulkan dan mebuat buku tentang surat-surat Kartini yang pernah di tulisnya. Mr. JH. Abendanon dialah yang menulis buku berjudul Door Duisternis tot Licht yang diterjemahkan oleh Armyn Pane menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku Door Duisternis tot Licht di terbitkan tahun 1911 oleh pemerintah Belanda. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan anehnya pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini. Terbitnya surat Kartini menarik minat dan perhatian masyarakat Belanda, melalui aksi sumbangan terkumpllah dana untuk mendirikan sekolah wanita seperti mimpi Kartini dulu.

Kontroversi Kartini

Ada beberapa pihak yang meragukan isi surat RA. Kartini, disamping itu Belanda sengaja memilih tokoh Kartini sebagai politik etis (balas budi) penjajah terhadap Indonesia, politik etis merupakan salah satu cara Belanda mengambil simpati rakyat Indonesia. Yang perlu di ingat wilayah perjuangan Kartini hanya lingkup Jepara dan Rembang yang teramat kecil bila diukur luas Indinesia. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap perjuangan Kartini, saya berkeyakinan bahwa Kartini juga dekat dengan penjajah karena tidak satupun suratnya yang memandang Belanda adalah musuh, hal berbeda dengan Malahayati, Cut Nyak Dhien, Opu Daeng Risadju dll

Salah satu orang yang menantang pengkultusan Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita adalah Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar. Harsja W. Bachtiar menulis sebuah artikel berjudul: Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan.

Tokoh pejuang wanita dunia

Rakyat Prancis bangga dengan pejuang wanitanya bernama Joan of Arc, dia pahlawan Prancis yang berani melawan Inggris dia memimpin pertempuran hingga tertangkap dan dihukum mati. Sampai-sampai banyak penulis dan komponis, termasuk Shakespeare, Voltaire, Schiller, Verdi, dan Twain, telah menciptakan berbagai karya mengenai dirinya. Kemudian di Spanyol terdapat tokoh wanita yang mempersatukan Spanyol dan membiyai proyek penaklukan negeri jauh, dia adalah Ratu Isabella.

Di Rusia mencatat nama wanita dengan tinta emas, dialah Catherine Yang Agung, Maharatu Rusia setelah menggulingkan dan menghabisi riwayat suaminya, dan kemudian membuktikan bisa mengubah Rusia yang miskin menjadi salah satu kekaisaran yang terkaya dan terkuat di dunia.

Dari negeri Maghribi pernah lahir pejuang wanita terbaik abad 20, dia lah Jamilah. Ia adalah pejuang nasional Aljazair. Bersama mahasiswa-mahasiswa Aljazair lainya, ia tergabung dalam Front pembebasan Nasional Aljazair. Perjuanganya melawan pendudukan Prancis di Aljazair tak hanya melalui jalur Diplomasi, Ia juga aktif dalam jalur baku tembak dengan pasukan prancis.

Malahayati simbol wanita Indonesia

Dengan data dan fakta maka sangat wajar jika Laksamana Malahayati di pilih sebagai tokoh emansipasi wanita, dia adalah pemimpin yang di segani oleh kawan dan lawan, kalau perlu tanggal 11 September di jadikan hari emansipasi wanita. Malahayati merupakan sebuah cetakan hasil mahakarya bangsa Indonesia. Sangat ironi bahkan untuk memilih tokoh emansipasi wanita kita harus mengekor ke negeri penjajah, yang bikin miris adalah tokoh yang dipilih adalah kawan Belanda.

13350069811014088323

Universitas Malahayati

Ketika Negara-negara maju berkoar masalah kesetaraan gender terutama terhadap Negara berkembang dewasa ini, wilayah nusantara telah lama mempunyai pahlawan gender yang luar biasa. Laksamana perang wanita pertama di dunia. Namanya kemudian dipakai sebagai nama divisi wnita ormas nasional demokrat, garda wanita Malahayati. Salah satu kapal perang RI bernama KRI Malahayati, namanya juga diguanakan sebagai nama universitas di Sumatera dan ada sebuah lagu yang diciptakan oleh Iwan Fals berjudul Malahayati .

Saya lebih senang memilih tokoh yang tangguh bukan tokoh yang mengeluh terhadap kondisi budaya dan sosial tanpa ada upaya. Wanita mesti berjuang, ada moving atauaction di dalamnya. Wanita juga mampu menyaingi kehebatan lelaki, dia sejajar dan setara tanpa ada diskriminasi. Seperti Joan of Arc di Prancis, Ratu Isabella di Spanyol atau Jamilah di Aljazair dan Malahayati di Indonesia wanita yang tangguh dan mampu mengubah sejarah. Sejarah bukan sekedar nostalgia, tapi dia adalah inspirasi untuk masa depan.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan
22 April 2012

Misteri Pohon Raksasa

by: Indra Sastrawat

Maksud hati ingin mencari kabar tentang perjalanan atau pelayaran orang Makassar di Madagaskar, sebuah negeri di seberang lautan Hindia di bagian timur Benua Afrika saya malah terdampar pada sebuah informasi unik tentang pohon Baobab.

1334840263905726074

Pohon Baobab bisa tumbuh di kondisi kering bumi Madagaskar

Yang membuat saya terkesima bahwa pohon raksasa ini ternyata mempunyai khasiat raksasa juga.Disamping pohon yang satu ini mempunyai bentuk yang unik seolah-olah pohon yang terbalik. Pohon Baobab merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia. Banyak kisah legenda yang menyertai kemunculan pohon ini. Ketika sains belum berkembang maka tahyul coba menjawabnya.

Nama Baobob adalah nama yang digunakan di Perancis dalam Encyclopedia oleh Diderot dan d’Alembert, diterbitkan pada 1751, setelah Michel Adanson telah membawa kembali contoh dan deskripsi dari Senegal pada 1749: “sebuah pohon yang luar biasa ukuran menarik perhatian saya itu. sebuah bantalan pohon buah gourdlike, juga disebut roti monyet, yang Wolofs disebut “Goui” dalam bahasa mereka sendiri

13348403531480038872

Saya lantas membayangkan bagaimana terkejutnya pelaut Makassar tempo dulu ketika melihat pohon ini. Gammarana tawwa mungkin hanya kalimat itu yang terucap dari mulut sang pelaut tangguh. Setelah searching di google saya temukan fakta kalau pohon ini belum pernah tumbuh di negeri Celebes. Sayangnya Iptek pada jaman itu belum maju sehingga para pelaut Bugis Makassar belum mengetahui manfaat pohon raksasa ini. Kemungkinan pohon ini di jadikan sebagai kapal layar Phinisi orang Bugis Makassar, tapi itu perlu penelitian lebih dalam.

Sejenak kita tinggalkan polemik pelaut Makassar dengan pohon Baobab. Dari hasil searching di Google saya menemukan fakta pohon ini mengandung khasiat yang hebat diantaranya buah Baobab mempunyai kandungan vitamin C yang tinggi lebih tinggi dari jeruk, juga bagus untuk bahan masakan, lalu kadar kalsium dan mineral yang juga tinggi.Kulit kayunya bagus untuk tali dan pengobatan masyarakat.

13348406762119163669

Pohon Baobab di Kampus UI

Dan ternyata pohon in sudah ada tumbuh di Pulau Jawa, kemungkinan di bawah oleh penyebar Islam Arab dan Afrika. Saya bisa menduga para pasompe dari Makassar belum mengetahui manfaat pohon Baobab, beda dengan Taripang yang dikejar hingga ke pantai utara Australia. Sangat tepat kiranya ketika akhir September 2010 pihak Universitas Indonesia telah memindahkan beberapa pohon Baobab di area kampus kuning ini, setidaknya dengan mengetahui nilai ekonomis pohon itu kita bisa mengambil manfaatnya.

Semoga pohon Baobab bisa lestari di bumi khatulistiwa, pohon ini bukan hanya sekedar pohon raksasa tapi juga bisa menjadi perekat historial antara Indonesia dengan Madagaskar, sebuah negeri leluhur nusantara di Afrika bagian timur.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

22 April 2012

Presiden Indonesia Makin Tua, Presiden AS Makin Muda

by: Indra Sastrawat

Pilpres 2014 masih dua tahun lagi, tapi pertarungan menuju kursi RI-1 semakin panas. Salah satu hal yang banyak di soroti adalah adalah usia Capres 2014 nanti. Dari beberapa bursa capres yang beredar semuanya adalah tokoh tua. Tokoh muda banyak yang tidak muncul di permukaan sehingga regenerasi kepimpinan tidak berjalan.

Baru-baru ini ketua MPR, Taufik Kiemas menyinggung usia beberapa Capres 2014 yang terbilang tua. “Regenerasi harus terjadi mulai sekarang. Masak Presiden AS makin lama makin muda. PM Inggris makin lama makin muda. Sedang Presiden Indonesia makin lama makin tua dan berumur,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP. Pernyataan TK sebenarnya di tujukan untuk capres Golkar Aburizal Bakrie dan Megawati Soekarno Putri yang juga istrinya.

Apa benar sinyalemen bung TK ini, saya ingin memberika data perbandingan usia presiden Indonesia dan Presiden Amerika Serikat saat mereka menjabat, biar fairdata presiden AS saya ambil sejak tahun 1945 sama dengan presiden pertama Indonesia.

Presiden Indonesia

Soekarno Usia 44 tahun

Soehart  Usia 46 tahun

BJ. Habibie  Usia 62 tahun

Abdurrahman Wahid Usia 59 tahun

Megawati Soekarno Putri Usia 54 tahun

Susilo Bambang Yudhoyono Usia 55 tahun

Jadi rata-rata usia presiden Indonesia adalah 53,3 tahun

Presiden Amerika Serikat

Harry S. Truman Usia 61 tahun

Dwight D. Eisenhower Usia 63 tahun

John. F. Kennedy Usia 43 tahun

Lyndon B. Johnson Usia 55 tahun

Richard Nixon Usia 56 tahun

Gerald Ford Usia 61 tahun

Jimmy Carter Usia 53 tahun

Ronald Reagen Usia 70 tahun

George Bush Usia 65 tahun

Bill Clinton Usia 47 tahun

George W. Bush Usia 55 tahun

Barack Obama Usia 48 tahun

Jadi usia rata-rata presiden Amerika Serikat sejak tahun 1945 adalah: 56,41 tahun

1334574722499868111

Obama menjadi presiden AS di uisa 47 tahun

Sejak dekade 90an trend presiden AS memang relatif lebih muda, sedangkan Indonesia trendnya statis di usia kepala 5. Sekedar pembanding beberapa pemimpin dunia yang masih energik memimpin di usia tuanya seperti Silvio Berlusconi dari Italia dan Lee Kuan Yew dari Singapura dll

Usia Capres 2014

Lantas siapa saja capres RI yang diperkirakan akan meramaikan bursa capres 2014, nama-nama yang beredar seperti Aburizal Bakrie 67 saat Pilpres 2014, Megawati (67), Hatta Rajasa (61), Prabowo Subianto (63), Wiranto (67), Surya Paloh (63), Mahfud MD (57), Amien Rais (70), Jusuf Kalla (72). Dari usia diatas Jusuf Kalla yang paling tua.

Menanggapi pernyataan TK, Jusuf Kalla mengembalikkan ke mandat Undang-undang“Coba dibaca, Undang-undang Dasar tak menetapkan batas awal atau batas atas. Undang-Undangnya pun justru hanya menetapkan batas awal atau batas bawah yaitu umur 35 tahun. Tak ada batas atas. Kalau melarang yang sudah tua untuk mencalonkan diri, itu melanggar konstitusi itu,” tandas JK seperti dikutip Tempo, Selasa (10/4/2012).

Memang bukan saatnya bicara dikotomi Tua dan Muda tapi yang utama adalah pemimpin nanti lebih baik dan lebih berani. Yang sering dipersoalkan adalah kesehatan calon yang umurnya sudah uzur ini. Pilpres telah mempersyaratkan capres mesti sehat jasmani dan rohani, sebenarnya perdebatan Tua dan Muda lebih pada regenarsi kepimpinan saja.

Tokoh tua seperti JK atau Prabowo kelihatan lebih energik dari tokoh-tokoh muda. Lalu kemana tokoh muda kita, beberapa diantara mereka belum bisa menjual citra mereka sebagai pemimpin hebat, ada pula yang terbelenggu kasus korupsi dan yang lain sementara wait and see.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

22 April 2012

Sabuk Dunia Sang Garuda

by: Indra Sastrawat

Boxing atau tinju merupakan salah satu olehraga populer di negeri ini. Kepopolerannya hanya kalah dari Sepakbola dan Bulutangkis.Sayangnya kepopulerannya tidak berbanding lurus dengan prestasinya.Di lingkup regional prestasi tinju profesional kita masih kalah sama Filipina dan Thailand, belum lagi di tingkat Asia kita jauh tertinggal dari Korea Selatan dan Jepang.

Dibalik sepinya prestasi petinju kita, nyatanya Indonesia pernah melahirkan 4 juara dunia. Bahkan salah satunya masih menggenggam sabuk dunia hingga kini. Thomas Americo merupakan petinju pertama yang mencoba menjadi juara dunia, sayangnya dia gagal. Kegagalan Thomas Americo kemudian di bayar lunas oleh Ellyas Pical beberapa tahun kemudian.

Lantas siapa saja petinju kita yang pernah mencatatkan namanya sebagai juara dunia. Menarik untuk mengulas kembali empat jawara tinju Indonesia yang pernah menjadi juara dunia. Berikut sekilas profil mereka:

13344884951859080681

Ellyas Pical, dari Istora hingga Diskotik

3 Mei 1985 menjadi tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia. Di saksikan puluhan juta pasang mata, Ellyas Pical anak Saparua berhasil meraih gelar juara dunia IBF kelas Bantam Yunior (52,1 kg) setelah mengalahkan Chun Ju Do dari Korsel. Bakat tinju Elly tercium sejak kecil, dimana Elly kecil gemar berkelahi. Mungkin karena itu dia tidak tamat SD. Ellyas Pical lahir di Saparua 24 Maret 1960.

Demi menuntaskan hasrat bertinjunya Elly merantau ke kota Ambon. Dari kota Ambon manise Elly mulai menapak karir tinju di amatir. Segudang prestasi mampu diraihnya dari juara Presiden Cup tahun 1981 dan 1983 hingga bertarung di Sea Games. Pada tahun 1982, Elly memutuskan meninggalkan tinju amatir dan beralih ke Profesional. Prestasi internasional pertamanya di mulai saat Elly menang angka atas petinju Korea Selatan, Hee Yun Chun, dan merebut gelar juara superbantam OPBF. Kemudian, Oktober 1984, Matsuo Watanabe dari Jepang dibuatnya tersungkur pada ronde keenam, sekaligus ia mempertahankan gelar. Puncaknya adalah merebut juara dunia Bantam Yunior dari Chun Ju Do.

1334488549250645696

Ellyas Pical

Sempat kehilangan gelarnya dari penantangnya dari Rep. Dominika Cesar Polanco pada Februari 1986, Elly merebut kembali sabuknya pada 5 Juli 1986. Sempat beberapa kali mempertahankan gelar juara dunianya, pada tahun 1987 Ellyas Pical harus menyerahkan sabuk juara dunianya ke tangan petinju asal Thailand Khaosai Galaxy lewat pertandingan dramatis, Ellyas kalah KO ronde 14. Ellyas Pical mampu bangkit dengan merebut kembali gelar juaranya dari petinju Korsel Tae-ill Chang. Yang berarti Elly mampu meraih tiga kali gelar juara dunia. Setelah 2 tahun mempertahankan gelarnya Ellyas Pical dikalahkan oleh Juan Polo Perez dari USA dengan angka.

Setelah pensiun, Elly masih terus bertarung tapi bukan di atas ring lagi. Kali ini Elly berjuang memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Elly yang tidak lulus SD hanya mampu bekerja sebagai Satpam di tempat hiburan malam. Sungguh tragis nasib Ellyas Pical dulu dia disanjung karena mengharumkan nama bangsa kini dia di lupakan oleh negaranya.

Nico Thomas, Juara Dunia Tanpa Sabuk

Setelah masa keemasan Ellyas Pical memudar muncul kembali nyong Ambon sebagai penerus tradisi juara dunia. Walau karirnya tidak segemerlap Ellyas Pical tapi Nico Thomas mampu mencatatkan dirinya sebagai salah satu juara dunia di kelas Terbang Yunior (47,6 kg). Nicholas Thomas lahir di Ambon, 10 Juni 1966 anak nomor 12 di antara 16 bersaudara keluarga pasangan Julianus Thomas dan Helena Thomas, pada usia 14 tahun sudah berani bertanding di atas ring.

Pada tanggal 17 Juni 1989, Nico Thomas mencatatkan dirinya sebagai petinju Garuda kedua yang mampu meraih sabuk juara dunia setelah menang angka mutlak dari juara bertahan Samuth Sithnaurepol (Thailand). Nico memperoleh gelar itu setelah melalui pertarungan ulang atas juara bertahan Samuth Sithnaurepol dari Thailand. Sebelumnya, pada pertarungan pertama (23 Maret 1989) di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Nico dinyatakan kalah angka. Sebuah kekalahan yang membuat Nico menangis tidak percaya.

Namun sayang, gelarnya tak bertahan lama karena Nico Thomas kemudian kalah KO di ronde 5 dari penantangnya Eric Chavez (Philipina), di Jakarta, 21 September 1989. Nico Thomas akhirnya harus melepas gelar juara dunia kelas terbang mini IBF yang sempat disandangnya selama 96 hari atau 13 minggu dan 5 hari. Ada cerita menarik ketika Nico meraih sabuk dunia, sabuk yang di berikan kepadanya ternyata sabuk Ellyas Pical yang dipinjamkan satu malam saja. Ini karena promotor lupa menyiapkan sabuk juara yang akan diperebutkan.

Muhammad Rachman, Tua-Tua Keladi

Tua-tua keladi mungkin ini ungkapan yang paling pas untuk sang jura dunia kelas Terbang Yunior, Muhammad Rachman. Tidak banyak yang mengenalnya sebagai juara dunia. Petinju kelahiran Papua 23 Desember 1971 bahkan Rachman 2 kali merebut gelar juara dunia. Karir tinjunya di mulai di usia 20 tahun dengan bergabung di sasana tinju Pirih di Surabaya.

13344885971190574162

M. Rachman

Setelah lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia tinju pro, Rachman berhasil merebut gelar juara dunia IBF kelas terbang mini, saat itu usianya tidak muda lagi, 33 tahun, dia berhasil menundukkan petinju lincah dari Kolombia, Daniel Reyes (14 September 2004). Sempat tiga kali mempertahankan sabuk dunianya, pada tanggal 7 Juli 2007 di depan publik Jakarta, Muhammad Rachman di kalahkan oleh petinju Filipina Florente Condes dengan kekalahan angka.

Usia tidak membuat Rachman mundur dari ring tinju, pada usia yang ke-38 tahun Rachman menantang juara dunia asal Thailand Oleydong Sithsamerchai di Phuket. Sayangnya usahanya gagal gara-gara pelipis mata Rachman robek hingga dia tidak maksimal, Rachman kalah angka. Dalam usia menjelang usia 40, Muhammad Rachman kembali mendapat tawaran untuk menantang juara dunia kelas terbang mini versi WBA Kwantai Sithmorseng. Pertarungan ini dilagsungkan di Bangkok Thailand pada tanggal 21 April 2011.

Di luar dugaan semua orang, Rachman mampu tampil sangat bagus, dan berhasil membuat lawanya mencium kanvas di ronde 9. Kemenangan yang membuat Rachman menjadi juara dunia tertua dari Indonesia. Rachman mempertahankan gelar WBA tersebut untuk kali pertama tanggal 30 Juli 2011 di Jakarta melawan penantang peringkat 11 asal Thailand Pornsawan Porpromok. Sayang, Rachman kalah angka, sehingga gelarnya melayang Semangat Rachman memang luar biasa, tekad dan semangat tinjunya pantas di jadikan contoh. Saat pensiun Rachman mengelola bisnis keluarga. Total rekornya 79 kali bertanding, menang 64 dimana 33 diantaranya KO, 11 kali kalah dan 5 draw.

1334488645510886799

Chris John

Chris John, Sang Naga tak Terkalahkan

Besar dari keluarga petinju membuat Chris John tidak asing dengan olahraga ekstrim ini. Memulai karir tinjuny di amatir saat tinggal di Banjarnegara. Bakat hebat pemuda kelahiran 14 September 1979 ditemukan oleh seorang pelatih hebat Sutan Rambing. Tahun 1998 merupakan debut awalnya di tinju pro.Mulai dikenal publik Indonesia setelah meraih gelar juara nasional kelas Bulu (57 kg) setelah mengalahkan Muhammad Alfaridzi.

Setelah beberapa kali bertanding dalam perebutan gelar nasional, Chris John berhasil menundukkan rekan senegaranya Soleh Sundava pada tahun 2001 untuk merebut gelar PABA kelas bulu. Kesempatan meraih gelar juara kelas Bulu tiba saat melawan Oscar Leon dari Kolombia pada 26 September 2003. Melalui perjuangan ketat, Chris John berhasil meraih title juara WBA interim (sementara). Gelar ini masih dianggap belum sepenuhnya sebagai juara dunia. Tak lama kemudian WBA menghadiahkan gelar juara WBA definitif kepada Chris John.

Partai akbar yang membuat Chris John pantas menyandang juara dunia kelas Bulu WBA adalah pada tanggal 22 April 2005 melawan Derrick Gainer dari USA, Gainer adalah mantan juara dunia kelas Bulu.Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Chris John dengan angka mutlak. Partai akbar lainnya (24 Maret 2006) ketika Chris John bertemu Juan Manuel Marques dari Meksiko yang dianggap sebagai raja di kelas Bulu. Chris John tampil taktis dan menang angka. Keraguan publik atas Chris John akhirnya hilang.

Pada 19 September 2009, Chris John berhasil mengalahkna Rocky Juarez dari USA di Las Vegas setelah sebelumnya bermain draw. Kemenangan ini sangat berharga dan oleh WBA Chris John di labeli gelar Super Champions. Tercatat sebanayak 15 kali Chris John mempertahanklan gelarnya. Chris John memang fenomenal, sepanjang karir tinjunya di belum pernah kalah. Rekor pertandingannya mulus dengan hasil 48 naik ring, 46 menang, 22 KO dan 2 draw. Keberhasilan Chris di dunia tinju, membawanya ke profesi sampingan, antara lain sebagai bintang iklan untuk berbagai produk dan komentator tinju di televisi.

****

Tidak banyak petinju hebat yang lahir dari rahim nusantara, tapi dari sedikit itu mereka mampu menjadi motivator bagi generasi berikutnya. Ellyas Pical pantas dianggap sebagai legenda tinju nasional, Nico Thomas adalah juara dunia tersingkat, Muhammad Rachman adalah singa tua yang layak di jadikan contoh petinju muda kita, dan Chris John adalah bintang tinju Indonesia sepanjang masa, dia merupakan petinju terbaik di millenium ketiga dari Indonesia. Semoga sang Garuda kembali bisa melahirkan petinju kelima sebagai juara dunia.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id