Najwa Serang Tony, Marwan Dihajar Bobotoh!

by: Indra Sastrawat

Saya tidak sempat nonton Mata Najwa di Metro semalam, tapi saya dapat script wawancaranya di sini. Klimaks dari pertanyaan cerdas seorang Najwa Shihab yaitu :

Najwa : tapi nanti timnas yang akan anda buat ini nanti akan bertanding lawan siapa?

Tony : yang penting kita persiapkan dulu.

Najwa : Lho, dipersiapkan untuk bertanding melawan siapa kalau tidak diakui…

Tony : dipersiapkan untuk bertanding tentunya nanti untuk membela republik Indonesia.

Najwa : Iya. Melawan siapa? Bagaimana pertanggungjawaban anda kepada pemain, kepada tim, kepada suporter. Karena kalau memang kan tadi FIFA tidak mengakui timnas yang dibuat terus tanding melawan siapa?

Saya bisa maklumi  kalau jawaban bung Tony mutar-mutar kayak obat nyamuk, karena KPSI atau PSSI AncolNya tidak lain hanya organisasi tandingan yang penuh kepentingan politik. Mungkin juga kapasitas bung TA yang dokter tidak sehebat La Nyala yang bekas jago kampung.

*****

Saya masih ingat ketika tinggal di asrama dulu yang kebetulan penghuni kostnya dominan laki-laki. Hampir setiap sore kami main di petak kecil (setiap tim 4 pemain) di depan kost2an kami, dan kadang tiap pekan kami buat pertandingan ekshibis dengan asrama lain. Lalu bagaimana memilih pemainnya ??? pemain kami pilih dari liga kecil kami.

Bahkan menjelang kejuaraan “resmi” antar asrama (pondokan) persiapan kami lebih panjang dan lebih lama. Saya di tunjuk sebagai manajer team mempersiapkan pemain dan kebutuhan logistik pemain. Tim nasional mini yang kami bentuk dipersiapkan untuk laga tertentu.

Makanya saya heran dengan omongan Bung Tony yang ingin membentuk timnas dengan pelatih yang katanya hebat tapi tidak punya lawan tanding. Anda dan KPSI tidak lebih baik dari kami yang membentuk team dengan rencana yang sudah ada, bukan hanya dorongan emosional dan nafsu saja.

Main di Viva world cup saja. Mungkin itu solusi yang lebih baik buat timnas ala PSSI Ancol. Mereka tidak perlu main dengan lumba-lumba, kura-kura atau sejenisnya, di Viva world cup timnas KPSI bisa bertarung dengan negara-negara tertentu yang tidak di akui FIFA.

Persoalannya mau kah KPSI di terima menjadi anggota Viva World cup !!! ok, taruh lah mereka di terima, mereka bisa bermain dengan timnas Maluku Selatan atau Papua Barat, lumayankan punya lawan tanding dari timnas separatis.

Dari pada terus menerus merecoki sepakbola nasional dan menguras APBD sebaiknya berlapang hati untuk membubarkan diri. Wong di jaman orde baru dulu PKI yang katanya kejam masih mau membubarkan diri.

Oh ya semalam sebelum tragedi memalukan di studio Metro TV, sore harinya laga Persib vs Gresik United berjalan penuh drama lebih tepatnya lebih meriah. Kalau di Thailand di kenal olehraga  Thai Boxing yaitu perpaduang tinju dan tendangan maka di ISL lebih meriah lagi sepakbola di campur tinju, di tambah kungfu dan di lengkapi dengan judo.

Hasil pertandingan 1-0 buat Persib tidak seheboh dengan luka memar di kepala Marwan Sayedeh atau terjangan yang membuat kedua pemain ada yang terkapar di lapangan. Padahal pertandingan ini di beri lebel bigmatch oleh ANTV. Sebuah tontonan kelas satu buat pecinta ISL.

Satu kata yang pas: “Marwan Maafin Persib yah…”

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: