Maaf, aku mencuri Ilmu mu karena kamu kikir berbagi!

by: Muh. Takdir

Perjalanan waktu yang semakin hari dunia pun semakin trend dan semakin banyak pula orang pintar dan orang cerdas. Sampai-sampai semakin banyak orang yang mempergunakan ilmunya di jalan yang tidak semestinya. Di jaman modern ini, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, bukan hanya di bangku sekolah tapi sudah bisa didapatkan dari berbagai cara, radio, surat kabar, internet, dan sebagainya.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak juga ilmu pengetahuan tertentu yang memang harus dipelajari langsung ke spesialisnya. Hanya saja sebagai orang yang bertanya terkadang kita tidak mau diberitahu oleh orang yang ditanya. Perasaan terkadang tidak puas akan hal itu.

Di dunia pekerjaan banyak wawasan dan ilmu pengetahuan tertentu yang memang harus dipelajari dari orang yang berkompeten atau spesialist dibidang tertentu. Karena ilmu dipekerjaan sangat jarang didapatkan di publik, bangku sekolah, dunia kampus, dll.

Pengalaman hidup saya selama kurang lebih enam tahun berkarir di empat perusahaan, pada umumnya teman-teman kantor walaupun mereka atasan bahkan top level di perusahaan senang berbagi sama saya walaupun saya hanya seorang karyawan yang boleh dibilang sangat rendah statusnya. Teringat ungkapan seorang director dalam bahasa Inggris karena kebetulan dia orang Jerman,  “Takdir,.. if youhave any problem or  there is something that you do not understand, whether itrelates to your personal affairs above all the works, do not hesitate to ask me, you canemail or call me directly, no need to go through an intermediary to your supervisor ormanager” Ungkapnya seperti itu yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih seperti ini maksudnya “ Takdir…jika kamu punya masalah atau ada sesuatu yang kamu tidak tahu apakah itu berkaitan dengan pribadi kamu terlebih-lebih urusan pekerjaan, jangan malu-malu tanya saya, kau boleh email ataupun telpon langsung saya, tidak perlu melalui perantara supervisor ataupun manager kamu”.

Bahkan sampai sekarang teman-teman dari perusahaan-perusahaan sebelumnya jika ada sesuatu yang saya tanyakan selalu diajar dan malah sering memotivasi agar selalu belajar dan belajar. Tapi anehnya, diperusahaan yang saya tempati kerja sekarang, justru saya punya rekan kerja setiap kali bertanya apalagi kalau terkait dengan pekerjaan selalu tidak mau diberitahu dan bahkan dijawab dengan berbagai kalimat-kalimat yang sudah tidak ada kaitannya dengan pertanyaan saya. Awalnya saya berusaha untuk mengerti, oh yaa mungkin dia lagi sibuk, atau ada sesuatu yang lebih penting, dan sebagainya. Tapi ketika itu sudah berulang kali, saya sudah mengambil kesimpulan ternyata dia sangat kikir memang membagi ilmunya. Awalnya saya kira hanya saya yang berpikiran seperti itu ternyata teman-teman lain juga. Saya juga mencoba memahamai dengan konsep lain bahwa mungkin saya tidak diberitahu karena hal itu mungkin tidak semestinya saya harus tahu dalam kata artian bukan karyawan yang seperti saya harus tahu hal itu, tapi masalahnya pertanyaan yang saya ajukan sangat terkait dengan pekerjaanku.

13267708221395040482

Kalau saya sudah berusaha berulangkali meminta agar membagi ilmunya tapi masih belum mau membagikan ilmunya, maka suatu saat saya harus lakukan dengan cara negatif selama itu tidak ada yang dikorbankan.  Apa sih salahnya kalau dibagikan ilmunya. Teringat ungkapan seseorang bahwa orang yang paling kikir di dunia adalah orang yang tidak mau membagikan ilmunya kepada orang lain. Setiap orang pasti mempunyai keunggulan-keunggulan dan kelebihan-kelebihan tersendiri. Sebagai saran mari saling berbagi terutama ilmu, jangan menunggu untuk dicuri baru mau berbagi.

wb: mh_takdir@yahoo.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: