Jas Merah Turun Gunung, Flyover Dikuasai Mahasiswa

by: Indra Sastrawat

Awan mendung menggelayut di langit Makassar ketika kami baru selesaikan sebuah persentasi di salah satu kampus di Makassar. Kampus yang kebetulan kami datangi berada tidak jauh dari flyover tempat atau pusat aksi demonstrasi mahasiswa Makassar menolak kenaikan BBM hari ini. Universitas Muslim Indonesia (UMI) nama kampus tersebut, kami bersyukur saat datang demo belum terjadi di depan UMI.

Kabar burung akan adanya demo besar hari ini terus membayangi pikiran saya, bahkan saat persentasi para peserta terus menerus meng-update perkembangan terakhir demo tersebut, bukan apa-apa kalau demo terjadi pasti mereka semua terjebak macet. Saya juga agak khawatir.

13330160751788351808

Dari parkiran UMI, kelihatan konvoi Unhas menuju flyover

Bergegas pulang, kami ke parkiran kampus UMI, dari kejauhan saya melihat konvoi jas merah memenuhi jalanan. Saya kenal dengan jas merah itu, seperti membuka memori masa lalu saya ketika konvoi panjang kami yang konon sepanjang 10 KM berarak menuju lapangan Karebosi menuntut Soeharto turun tahun 1998 silam. Mereka adik-adik saya dari kampus merah, kampus reformasi Universitas hasanuddin (unhas). Dengan menerikan yel-yel anti kenaikan BBM mereka menuju pusat demo di flyover.

13330162521063986550

jalur kiri dikuasai mahasiswa, di jalur kanan macet

Di dada setiap anak Unhas terpatri sebuah logo ayam jantan, symbol keberanian orang Bugis Makassar. Simbol yang tiada berarti jika hanya melahirkan generasi pengecut yang tidak peduli sama nasib rakyat. Namun hari ini mereka seperti turun gunung menyuarakan kepedihan dan rasa takut sebagian besar rakyat kecil. Saya bergetar melihat pemandangan ini, ingin rasanya berada diantara mereka kembali. Pemandangan seperti ini sangat jarang terjadi di zaman reformasi, sangat jarang mahasiswa Unhas bisa mengumpulkan massa yang banyak dan berkonvoi menuju pusat kota.

Sebagian mahasiswa UMI yang melihat mereka hanya tersenyum dan berkata “iya tawwa anak Unhas” salah seorang demontran dari UMI lantas mengajak beberapa mahasiswa UMI yang lain untuk ikut berdemo “kita jangan kalah dengan anak Unhas”.

Jalanan pun macet, jalur dua dimana satu jalur dikuasai oleh mahasiswa Unhas. Tidak ingin membiarkan moment ini lewat begitu saja, kami lantas mengambil beberapa gambar sebagai kenang-kenangan. Di Flyover berkumpul ratusan hingga ribuan mahasiswa Makassar, bentuk solidaritas menantang kenaikan BBM.

Belum kelihatan anarkisme di depan UMI, tapi bayang-bayang kemacetan di depan Kantor Bosowa Urip Sumohardjo sudah kelihatan. Sekelompok kecil mahasiswa UMI memasang balok kayu dipinggir jalan dan membakar ban, seperti tidak ingin memberi ruang bagi pengendara untuk melintas. Dalam batin saya berujar “ini alamat bakal macet total”. Tidak putus asa saya melihat ada ruang kecil untuk lewat, saya lihat sebagian pengendara memanfaatkan celah tersebut. Dan akhirnya kami bisa lolos dari kepungan macet.

1333016352828289276

disisi lain kota Makassar, mahasiswa UVRI

Syukurlah kami lolos dan melintas dengan mantap di Urip Sumoharjo, jalanan yang kami lalui sangat berbeda dengan biasanya yang ramai dan kadang macet. Jalanan melompong, saya seperti berkendadara diantara jam 11 malam hingga jam 6 pagi, benar-benar tidak padat. Di depan  M’tos sekelompok kecil mahasiswa antah berantah (saya tidak tahu asalnya, karena disekitar situ tidak ada kampus) membuat kekacuan kecil. Mereka memasang balok kayu di ¾ jalanan hingga membuat macet. Hal yang sama terjadi didepan kampus UIM, sekelompok kecil mahasiswa membakar ban dan membuat adegan teatrikal shalat jenazah dimana sebagian yang shalat Nampak tidak bisa menahan tawa. Pengendara yang lewat hanya berujar “mahasiswa gila”.

Dan setelah beberapa menit memaju kendaraan kami akhirnya tiba dengan selamat di kantor. Hari ini terasa istimewa bisa menjadi saksi demo besar anti kenaikan BBM. Pulang di kantor saya membuka facebook dan menemukan beberapa gambar lautan mahasiswa di flyover Urip Sumoharjo. Dan diantara mereka ada ratusan jas merah yang seperti seniornya dulu tetap peduli sama rakyat.

Salam Perjuangan

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

One Comment to “Jas Merah Turun Gunung, Flyover Dikuasai Mahasiswa”

  1. Berjuang untuk Rakyat, merah warna Sosialis negh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: