Sekumpulan Domba di Antara Genghis Khan dan SBY

by: Indra Sastrawat

Apa jadinya jika bangsa Mongol tidak pernah melahirkan seorang Genghis Khan ??? sejarah dan peradaban bangsa ini hanya dikenal sebagai bangsa nomaden yang hidup dari satu kemah ke kemah yang lain. Bangsa ini pasti disejajarkan dengan bangsa-bangsa lain yang gagal mengguncang dunia, bangsa yang hadir sebagai budak bangsa lain. Keberanian dari mata elang Genghis Khan lah yang mampu membawa suatu bangsa terserak dimuka bumi menjadi suatu bangsa yang pernah energi, yang ditakuti di seantero jagat ini.

Jiwa kepimpinan seorang Genghis Khan mampu menghidupkan benih-benih keberanian seorang Mongol untuk menjejakkan kakinya di negeri jauh di lembah Tigris hingga menusuk masuk di sungai Volga bagian Eropa.

1326359748799434739

Ilustrasi

Mutiara kata  Arab berkata “Sekumpulan domba yang dipimpin singa mampu mengalahkan sekumpulan singa yang dipimpin domba”. Bangsa Mongol merupakan sekumpulan domba yang minim pengalaman perang namun beruntung memiliki seorang berhati Singa yaitu Genghis Khan. Sangat berbeda dengan keadaan di negeri kita sekarang, negeri yang besar dengan sumberdaya alam yang melimpah ibarat singa yang ganas namun celakanya memiliki pemimpin bermental domba, penakut dan tak memiliki energi untuk membawa bangsa ini menjadi singa di Asia.

Kita pernah di juluki salah satu macan di Asia, namun macan ini sekarang telah ompong, taringnya tidak mampu mengunyah lawannya. Kita bahkan tertinggal oleh bangsa Hindustan yang sering kali diejek hanya mampu menari dan menyanyi.

Mental sang pemimpin merupakan kunci yang utama. Seorang Genghis Khan dan pasukan Mongolnya boleh dianggap seorang yang paling pede dalam sejarah, dengan hanya menunggang kuda dengan senjata sederhananya dia berani melawan sebuah imperium besar, kalau saja Kekhalifaan Mameluk di Mesir tidak mengalahkan mereka di Ain Jalut saya yakin bangsa Mongol akan sampai menguasai Afrika, menginjakan kakinya di Tanjung Harapan di ujung selatan benua hitam.

Genghis Khan bahkan mampu mewarisi keberanian kepada anak dan cucunya, kepada Ogedai Khan dan Hulagu Khan. Yang seperti moyangnya juga menjadi penakluk hebat.

Sangat disayangkan jika bangsa besar seperti Indonesia tidak ubahnya seperti sebongkah kayu yang diombang-ambing dalam kegelapan lautan. Bangsa ini telah mengkhianti nikmat TuhanNya, kekayaan alam yang dianugrahkannya justru di berikannya ke bangsa asing.

Alangkah lucunya negeri ini dimana sekumpulan singa yang dipimpin domba mesti bersusah payah berjuang keluar dari garis kemiskinan. Susilo Bambang Yudhoyono mesti membuka literatur sejarah Mongol, resapi keberanian si mata elang Genghis Khan, lalu terbangkan bangsa ini menjadi superpower dunia yang disegani. Kuncinya adalah bangsa besar memiliki seorang pemimpin besar.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: