Tragedi Berdarah di Sepakbola

by: Indra Sastrawat

Beberapa waktu lalu kita dikagetkan dengan sebuah tragedi berdarah yang terjadi di kota Port Said di Negara penguasa sepakbola Afrika, Mesir. Tragedi bermula saling ejek antar suporter tuan rumah Al-Masry dengan suporter Al-Ahly. Fans Al-Masry kemudian masuk lapangan dan menyerang pemain Al-Ahly. Melihat tim kesayangannya diserang fans Al-Ahly ikut membalas masuk lapangan, dan bisa ditebak kerusuhan berdarah akhirnya pecah. Sebanyak 74 suporter tewas dalam tragedi berdarah ini.

Pemain Al-Ahly lari menyelamatkan diri setelah diserang fans Al-Masry (gambar: http://www.ibtimes.com)

Pemerintah Mesir bertindak cepat dengan membekukan federasi sepakbola Mesir, ini merupakan tragedy bagi Mesir setelah gagal mempertahankan gelar Piala Afrika, sekarang sepakbola Mesir mati suri.

Sebagai olahraga paling popular dimuka bumi ini, sepakbola menghadirkan begitu banyak peristiwa penting yang akan selalu dikenang dalam sejarah peradaban manusia. Salah satu peristiwa yang akan selalu dikenang dalam sepakbola adalah lahirnya horor dalam olahraga ini. Sejak pertama kali dipertandingkan secara resmi di tanah Britania Raya, sepakbola seringkali membawa korban jiwa.

Peristiwa lain yang pernah tercatat sebagai peristiwa berdarah dalam sepakbola terjadi didalam stadion atau disekitar stadion adalah :

1. The 1964 Lima Football Riot

Tragedi ini terjadi pada tanggal 24 Mei 1964 di National Stadium di Lima ibukota Peru. Ketika itu berlangsung partai final pra olimpiade Tokyo yang mempertemukan Argentina melawan Peru, dimana Argentina menang 1-0. Tragedi ini berawal ketika wasit menganulir sebuah gol penyama, membuat suporter tuan rumah Peru menjadi murka.

Dan kerusuhanpun pecah dalam stadion. Polisi bertindak represif dengan menembakkan gas air mata. Akibatnya sebanyak 318 suporter tewas dan 500 lebih terluka. Salah satu yang membuat banyaknya korban adalah kondisi stadion yang padat, sehabis tragedi tersebut otoritas sepakbola Peru mengurangi kapasitas National Stadium menjadi 42.000 kursi.

2. The Karaiskakis Stadium Disaster

Rivalitas dua klub besar Yunani,Olympiacos dan AEK Athens melahirkan sebuah tragedi sepakbola terburuk di Negara Dewa itu. Sesuai dengan namanya tragedy berdarah ini terjadi di stadion Karaiskakis di kota Athena, Yunani tepatnya pada tanggal 8 Februari 1981. Tiada yang menyangka perayaan kemenangan Olympiacos atas AKE Athens 6-0 ini berakhir maut. Dari laporan polisi kejadian ini berawal dari tidak sigapnya panitia membuka salah satu pintu dalam stadion. Akibatnya banyak suporter yang tertindih dan terjatuh, sebanyak 21 suporter tewas dan 55 lainnya terluka.

3. The Heysel Tragedy

Tragedi Heysel terjadi di stadion Heysel di Brussels, Belgia pada tanggal 29 Mei 1985 menjelang kick off Liverpool melawan Juventus dalam Piala Champions Eropa. Pertandingan sendiri dimenangi tim tamu Juventus 1-0. Peristiwa kelam ini berawal dari ulah sekelompok Hooligans Liverpool yang menyerang masuk ke kelompok suporter Juventus. Kelompok Juventus memilih menghindar dan menjauh, namun kemudian tragedi itu terjadi ketika dinding pembatas roboh tidak mampu menahan banyaknya suporter.

Akibatnya sebanyak 39 orang suporter tewas dan 600 luka-luka, dimana 32 diantaranya suporter Juventus. Tragedi Heysel berdampak buruk pada klub liga Inggris yang memang dikenal memilki kelompok suporter garis keras. UEFA kemudian menjatuhkan sanksi lima tahun larangan klub Inggris bermain di level internasional. Sanksi tersebut sangat merugikan klub Inggris lainnya yang bersama klub Italia merajai kompetisi Eropa saat itu. Sebuah tugu peringatan Tragedi Heysel didirikan dengan biaya £140,000. Diresmikan tepat 20 tahun setelah kejadian tersebut, 29 Mei 2005. Berbentuk jam matahari, tugu tersebut dihiasi dengan batu-batuan yang berasal dari Italia dan Belgia.

1328248239249251681

Tragedi Heysel menyisakan duka bagi fans Juventus

4. The Hillsborough Tragedy

Pasca Tragedi Heysel, Inggris kembali dilanda tragedi berdarah di lapangan sepakbola. Pada tanggal 15 April 1989 dalam sebuah partai semifinal Piala FA mempertemukan Liverpool vs Nottingham Forest terjadi kerusuhan antar suporter, sebanyak 96 Liverpurdian terjatuh dan tewas dalam tragedy tersebut.

5. Houphouet Boigny Stampede

Tragedi di sepakbola juga terjadi di benua hitam Afrika. Pada sebuah pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Afrika yang mempertemukan Pantai Gading melawan Malawi pada tanggal 29 Maret 2009. Sebuah tragedi berdarah meletus 40 menit sebelum kick off, saat suporter tuan rumah Pantai Gading saling berdesakan di dalam stadion Stade Felix Houphouet Boigny di Abidjan. Tragedi ini mengakibatkan 19 orang tewas dan 130 terluka.

Untungnya Pantai Gading yang saat itu lolos ke Piala Dunia 2010 tetap bisa tampil di PD 2010. FIFA kemudian mendenda federasi sepakbola Pantai Gading dengan uang $47,000. Tragedi lainnya di sepakbola Afrika juga pernah terjadi di Accra Sport Stadium, Ghana, tragedi ini lebih dahsyat karena menewaskan 127 jiwa. Standar keamanan stadion di Afrika memang sering menjadi sorotan.

****

Di Indonesia sendiri bentrok suporter paling sering terjadi pada zaman perserikatan dulu. Apalagi ketika menjelang memasuki babak krusial seperti 8 besar yang biasanya dilangsungkan di GBK Jakarta. Klub tradisonal yang punya banyak fans seperti Persija, PSMS, Persebaya, Persib atau PSM seringkali rusuh bila tim mereka saling berhadapan di GBK Jakarta. Terakhir yang saya ingat bentrok besar terjadi ketika suporter PSM Makassar dengan Bonek (Persebaya) dan Panser Biru pada babak 8 besar liga Indonesia 2004/2005. Puncaknya saat grand final, saat itu seorang suporter Persija tewas di tangan suporter Persipura.

Sebagai olahraga yang mampu menghadirkan begitu banyak penonton dan menghadirkan tensi tinggi maka standar keamanan disetiap stadion perlu diperhatikan. Semenjak tragedi di Heysel Belgia, FA ( PSSInya Inggris) telah membuat standar keamanan di dalam stadion. Dan standar keamanan dan kenyamanan Liga Inggris merupakan yang terbaik di dunia saat ini.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: