Makassar Punya Motivator Andal

by: Indra Sastrawat

Beberapa bulan yang lalu saya mendapat panggilan interview di salah satu perusahaan. Ini merupakan test kedua dari tiga test yang akan saya lalui. Setelah menunggu lumayan lama sekitar 30 menit, saya dipersilahkan masuk ke ruangannya. Dengan senyum khasnya si interviewer memperkenalkan dirinya, namanya Andrew Nugraha. Selain motivator Andrew Nugraha juga menyediakan jasa untuk perusahaan yang lagi mencari karyawan baru.

Andrew Nugraha seperti kebanyakan motivator juga berasal dari etnis Tionghoa, batin saya lalu berkata “apa semua motivator itu harus orang China”, “sungguh orang China banyak mengetahui kebijaksanaan dan mampu memanipulasi orang lain untuk bisa sukses”. Yang membedakan Andrew dengan motivator nasional seperti Andre Wongso adalah cara berbicara dan logatnya khas Makassar. Sebenarnya nama Andrew Nugraha sudah sering saya lihat di salah satu koran lokal terbesar di Makassar, beliau mengisi satu rubrik “sumber daya manusia” yang membahas tentang lika liku tenaga kerja.

Andrew Nugraha Motivator pertama dari Makassar (andrewnugraha.blogspot.com)

Perjumpaan dengan Andrew Nugraha memberikan saya satu pengalaman yang luar biasa, kalau selama ini interview yang saya lalui terasa hambar dan serasa kering. Tapi bertemu dengan Andrew memberi nuansa yang berbeda, beliau pantas di juluki seorang motivator dan profesional trainer. Ketika ditanya tentang hobi menulis saya, saya jawab saya biasa menulis di Kompasiana, lalu ditanya lagi tema tulisan, saya jawab “biasa menulis tentang sejarah, olahraga, politik, humaniora, ekonomi dll” dengan spontan beliau menjawab “itu letak masalah mu Indra, kamu tidak fokus pada satu tema saja”. hehehehe

Saya kunjungi websitenya yang lumayan bagus. Taglinenya berbunyi “Tetap semangat dan jangan pernah menyerah, karena apapun yang terjadi, selalu ada jalan keluarnya. Ingat, kita tidak dilahirkan sebagai orang gagal tetapi sebagai pemenang” Di homepage situsnya tertulis jelas kalimat “The Only one Motivator in East Indonesia”, saya baru sadar selama ini motivator yang mengisi acara di Makassar berasal dari Jakarta, seperti Andrew Wongso, Ipho Santoso, Tung Dasem  Waringin dll. Saya tahu karena saya sering melihat baliho mereka terpampang besar dalam kota.

Ini peluang bisnis yang bagus, mengingat Makassar merupakan salah satu kota yang pertumbuhan ekonominya paling pesat. Bahkan menurut data laju pertumbuhan ekonomi Makassar paling tinggi di Indonesia mendekati 9% pertahun.

Dan beberapa hari yang lalu, saya kembali menemukan fakta lain ternyata Andrew Nugraha tidak sendiri mengklaim dirinya sebagai motivator. Kalau Andrew Nugraha mengisi kolom di koran lokal terbesar di Kota Makaassar, maka motivator yang satu ini biasa menulis di koran lokal terbesar di Sulsel dan Indonesia timur. Dari namanya La Odi Madong dan fotonya dia sepertinya asli putra daerah. Saya sudah dua kali membaca tulisannya, bagi saya tulisannya datar-datar saja, mungkin penilaian saya salah. Latar belakang pendidikannya saya belum tahu, tapi karirnya dia dikenal sebagai pengurus salah satu asosiasi kakao Indonesia. Dia mesti membuktikan dirinya layak disebut motivator.

Selain dua nama diatas, masih ada beberapa orang yang pantas disebut sebagai motivator dari Makassar. Mungkin yang paling pas adalah mereka membangun image mereka sebagai motivator. Saya tahu beberepa dosen saya dulu di Unhas yang biasa menulis di koran memang layak disebut motivator seperti Muhammad Idrus Taba, tulisan mereka lumayan bagus, menulis tentang pemasaran dan motivasi.

Makassar tetap menanti kemunculan motivator-motivator baru yang mampu memberikan penyegaran dan semangat bagi warga kota daeng.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: