Manuver PSM 1915, Ayam Betina dari Timur

by: Indra Sastrawat

Sejatinya Makassar adalah kota reformasi. Saya masih ingat ketika ledakan reformasi tahun 1998 lalu, Makassar menjadi salah satu kota di Indonesia yang gencar demo besar-besaran. Ratusan ribu mahasiswa Makassar memenuhi lapangan Karebosi, 1/3 diantrannya Mahasiswa Unhas yang berjas merah sama dengan warna kebesaran klub PSM Makassar.

Sepanjang 10 KM konvoi berjalan jas merah tidak terputus. Massa yang hadir di Karebosi lebih banyak dari massa yang kumpul di gedung MPR/DPR tapi masih kalah banyak dari massa yang kumpul di alun-alun kota Yogyakarta.

Reformasi kedua datang ketika muncul wacana membentuk satu liga professional yang bebas APBD, liga yang jujur dan bermartabat. Ketika itu Manajemen PSM Makassar yang sementara berjuang di Liga Super Indonesia memilih memutar haluan ikut bergabung di Liga Primer Indonesia (LPI) dengan segala konsekuensinya.

Kapal Phinisi anak Bugis Makassar memilih memutar haluan demi menegakkan reformasi sepakbola nasional. Padahal posisi PSM saat itu di klasemen LSI cukup bagus, berada di posisi lima besar. Bahkan PSM mampu menghancurkan Persib Bandung 2-1 di Siliwangi.

Dengan mantap ayam  jantan dari timur, julukan PSM Makassar bersama 12 klub reformis lainnya memilih ikut Indonesian Primier League (IPL) suatu liga professional resmi di bawah bendera PSSI, liga sah yang diakui FIFA dan AFC.

Lucunya ditengah semangat reformasi PSSI ini muncul sekelompok orang yang ingin membawa PSM bermain di liga amatir. Dengan lancangnya mereka memakai nama PSM sebagai nama baru klub mereka. Kadir Halid yang juga adik mantan punggawa PSSI Nurdin Halid membentuk PSM tandingan dengan nama PSM 1915. Seleksi PSM 1915 yang dipersiapkan main di kasta ketiga (divisi satu) sedang dilakukan.  Saya sendiri belum tahu bagaimana tanggapan suporter bola Makassar melihat ada PSM tandingan yang bermain di kasta rendah ini. Sungguh ini mencoreng nama besar sepakbola Makassar.

Alasan mereka  membentuk PSM 1915 ini adalah melaksanakan keputusan Nurdin Halid ex ketua PSSI yang menjatuhkan sanksi ke PSM yang saat itu bermain di liga illegal LPI, sanksinya menghukum PSM bermain di divisi satu. Padahal sanksi tersebut sudah diputihkan oleh Komite Normalisasi (KN) yang dipimpin Agum Gumelar mantan pangdam Wirabuana yang juga banyak tahu tentang sepakbola Makassar.

 

13289670421471690270

Skuad resmi PSM Makassar 2011-2012

 

Saya tidak dapat membayangkan seragam merah-merah warna kebesaran PSM bertarung dengan klub-klub gurem di kasta rendah, divisi satu.  Apalagi mereka bermain di stadion monumental, Stadion Andi Mattalata (Stadion Mattoanging). Sekedar info, sekarang saja sudah dua tim yang menjadikan stadion tua ini menjadi homebase nya yaitu PSM dan Persin Sinjai. Dengan menambah satu klub lagi maka beban stadion bertambah berat.

Lalu manuver apalagi yang ingin dilakukan oleh Kadir Halid ini ??? adakah ini bentuk perlawanan kepada PSSI sekarang yang sudah melengserkan saudaranya dari kursi ketum PSSI, lalu diikuti tindakan mencopot jabatan Kadir Halid sebagai ketua Pengprov PSSI Sulsel ???

PSM 1915 tidak pantas dijuluki ayam jantan dari timur, sebuah julukan berani yang pernah disematkan Belanda kepada Sultan Hasanuddin yang  gagah berani melawan kemapanan Belanda, yang saat itu berusaha mencengkram nusantara. PSM 1915 lebih pantas dijuluki Ayam Betina dari Timur, sebuah julukan yang pantas untuk mereka yang coba memecah persatuan sepakbola di bumi Anging Mamiri.

Bersatulah suporter Makassar menolak kehadiran PSM tandingan. Ingat Makassar satu jiwa, satu hati, satu siri yaitu PSM Makassar, Ayam Jantan dari Timur.

Ewako PSM Makassar

Salam

***************

gambar : http://www.antara.com dan tribunnews.com

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: