Archive for Maret, 2012

30 Maret 2012

TOLAK KENAIKAN HARGA BBM, KEBIJAKAN KHIANAT DAN DZALIM!!

by: Mattula’ada

Meski mendapat tantangan keras dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia, yang berdasar survai  Lingkaran Survey Indonesia (11/3/2012) menunjukkan 86% rakyat menolak, tampaknya pemerintah tak bergeming. Awal April nanti harga BBM akan tetap dinaikkan. Berbagai alasan  dikemukakan untuk membenarkan kebijakan ini. Salah satunya, bahwa BBM harus dinaikkan adalah untuk menyelamatkan ekonomi nasional. Sebab, apabila BBM tidak  dinaikkan, subsidi  akan terus membengkak, sehingga APBN akan terancam jebol.

Memang harga minyak mentah dunia terus beranjak naik. Sekarang minyak mentah dunia mencapai 120 USD/barel. Sementara asumsi dalam APBN hanya 90 USD/barel. Jadi, pemerintah merasa harus menombok. Ini yang katanya membebani APBN. Tapi Pemerintah tidak pernah mengungkapkan berapa penerimaan Pemerintah setelah kenaikan harga minyak mentah dunia itu. Logikanya, jika harga minyak naik, maka penerimaan Pemerintah dari migas dan energy lainnya juga naik.

Penerimaan migas sebenarnya cukup besar. Dalam APBN 2012 tercantum pendapatan minyak bumi Rp 113,68 triliun, gas alam Rp 45,79 triliun, minyak mentah (DMO – Domestic Market Obligation) Rp 10,72 triliun dan PPh migas sebesar Rp 60,9 triliun. Totalnya Rp 231,09 triliun. Jika harga minyak naik, maka jumlah pemasukan migas dipastikan juga naik. Dalam RAPBN-P 2012 pemasukan itu mencapai Rp 270 triliun. Artinya ada kenaikan pemasukan sekitar Rp 40 triliun. Dengan dana sebesar ini sesungguhnya cukup untuk menambal kebutuhan subsidi Rp 46 Triliun, yang  dalam APBN-P, kalau harga BBM tidak dinaikkan, subsidi BBM akan naik dari Rp 123 triliun menjadi Rp 170 triliun. Hanya kurang sekitar 6 triliun. Kekurangan sebesar itu bisa dengan mudah ditutup, misalnya dari anggaran kunjungan di APBN 2012 yang nilainya sekitar Rp 21 triliun. Jadi, pernyataan Pemerintah bila BBM tidak dinaikkan APBN akan jebol adalah kebohongan besar.

Oleh karenanya kebijakan kenaikan harga BBM harus ditolak., karena: Pertama, ini adalah kebijakan dzalim, yang pasti akan menyengsarakan rakyat. Hasil Sensus Ekonomi Nasional (SUSENAS 2010) menunjukkan bahwa pengguna BBM 65% adalah rakyat kelas bawah dan miskin, 27% menengah, 6% menengah ke atas, dan hanya 2% orang kaya. Dan dari total jumlah kendaraan di Indonesia yang mencapai 53,4 juta (2010), sebanyak 82% diantaranya merupakan kendaraan roda dua yang nota bene kebanyakan dimiliki oleh kelas menengah bawah. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM akan menyengsarakan rakyat.  Ingatlah penguasa yang dzalim pasti akan mendapatkan adzam pedih di akhirat. Rasulullah saw. secara khusus mendoakan mereka:

« اللَّهُمَّ مَن ْوَلِيَ مِنْ أَمْرِأُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِن أَمْرِأُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِم ْفَارْفُقْ بِهِ »

Ya Allah, barang siapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memberatkan/menyusahkan mereka, maka beratkan/susahkan dia; dan barang siapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka perlakukanlah dia dengan baik. (HR Ahmad dan Muslim)

Kedua, ini adalah kebijakan khianat. Kebijakan menaikkan harga BBM tidak lain adalah untuk menyukseskan liberalisasi sektor hilir (sektor niaga dan distribusi) setelah liberalisasi sektor hulu (eksplorasi dan eksploitasi) sempurna dilakukan. Liberalisasi migas adalah penguasaan yang lebih besar kepada swasta (asing) dan pengurangan peran negara. Kebijakan seperti ini jelas akan sangat merugikan dan menyengsarakan rakyat yang notabene adalah pemilik sumberdaya alam itu sendiri. Liberalisasi dilakukan untuk memenuhi tuntutan pihak Asing. Dan untuk itu, pemerintah tega mengabaikan aspriasi mayoritas rakyatnya. Jadi, jelas sekali kebijakan menaikkan harga BBM adalah bentuk pengkhianatan  terhadap rakyat yang sangat nyata.

Berkenaan dengan hal ini, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1.     Menolak rencana kenaikan harga BBM karena ini adalah kebijakan yang dzalim dan sebuah pengkhianatan yang sangat nyata.

2.      Menaikkan harga BMM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolaan sumber daya alam khususnya migas merupakan kebijakan yang bertentangan syariat Islam. Migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat.  Oleh karena itu, kebijakan kapitalistik, juga kebijakan dzalim dan khianat ini  harus segera dihentikan.  Sebagai gantinya, migas dan SDA lain dikelola sesuai dengan  tuntutan syariah untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat, baik muslim dan maupun non muslim. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Untuk itu perjuangan harus dilipat gandakan. Itulah bukti keimanan kita di hadapan Allah kelak di hari kiamat

3.     Mengingatkan  pemerintah bahwa menaikkan harga BBM di tengah kesulitan hidup seperti sekarang ini bisa mendorong timbulnya gejolak sosial akibat tekanan ekonomi yang tak tertahankan oleh puluhan juta rakyat miskin. Dan gejolak itu bukan tidak mungkin akan berkembang menjadi semacam revolusi sosial sebagaimana telah terjadi di sejumlah negara Timur Tengah.

Tambahan dari saya:

Menurut saya pribadi ada beberapa hal yang harus kita lakukan agar kita dapat hidup sebagaimana mestinya:

1) Efisiensi di berbagai sektor, termasuk pengurangan gaji anggota dewan dan pegawai PLN serta PDAM yang terbukti kelewat besar;

2) Nasionalisasi perusahaan asing yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti Freeport;

3) Menerapkan Sistem Ekonomi Syariah;

4) Menumbuhkembangkan energi alternatif pengganti BBM;

5) Memberikan pelatihan dan kredit tanpa agunan dalam jumlah tertentu bagi warga yang ingin berwirausaha.

Baca juga:

https://appwi.wordpress.com/2012/02/08/segera-nasionalisasi-freeport/

~ https://appwi.wordpress.com/2012/03/10/tak-ada-jalan-lain-kecuali-menerapkan-sistem-syariah/

source: http://hizbut-tahrir.or.id/2012/03/23/hti-tolak-kenaikan-harga-bbm-kebijakan-khianat-dan-dzalim/

pb: mattula_ada@live.com

Iklan
29 Maret 2012

Jas Merah Turun Gunung, Flyover Dikuasai Mahasiswa

by: Indra Sastrawat

Awan mendung menggelayut di langit Makassar ketika kami baru selesaikan sebuah persentasi di salah satu kampus di Makassar. Kampus yang kebetulan kami datangi berada tidak jauh dari flyover tempat atau pusat aksi demonstrasi mahasiswa Makassar menolak kenaikan BBM hari ini. Universitas Muslim Indonesia (UMI) nama kampus tersebut, kami bersyukur saat datang demo belum terjadi di depan UMI.

Kabar burung akan adanya demo besar hari ini terus membayangi pikiran saya, bahkan saat persentasi para peserta terus menerus meng-update perkembangan terakhir demo tersebut, bukan apa-apa kalau demo terjadi pasti mereka semua terjebak macet. Saya juga agak khawatir.

13330160751788351808

Dari parkiran UMI, kelihatan konvoi Unhas menuju flyover

Bergegas pulang, kami ke parkiran kampus UMI, dari kejauhan saya melihat konvoi jas merah memenuhi jalanan. Saya kenal dengan jas merah itu, seperti membuka memori masa lalu saya ketika konvoi panjang kami yang konon sepanjang 10 KM berarak menuju lapangan Karebosi menuntut Soeharto turun tahun 1998 silam. Mereka adik-adik saya dari kampus merah, kampus reformasi Universitas hasanuddin (unhas). Dengan menerikan yel-yel anti kenaikan BBM mereka menuju pusat demo di flyover.

13330162521063986550

jalur kiri dikuasai mahasiswa, di jalur kanan macet

Di dada setiap anak Unhas terpatri sebuah logo ayam jantan, symbol keberanian orang Bugis Makassar. Simbol yang tiada berarti jika hanya melahirkan generasi pengecut yang tidak peduli sama nasib rakyat. Namun hari ini mereka seperti turun gunung menyuarakan kepedihan dan rasa takut sebagian besar rakyat kecil. Saya bergetar melihat pemandangan ini, ingin rasanya berada diantara mereka kembali. Pemandangan seperti ini sangat jarang terjadi di zaman reformasi, sangat jarang mahasiswa Unhas bisa mengumpulkan massa yang banyak dan berkonvoi menuju pusat kota.

Sebagian mahasiswa UMI yang melihat mereka hanya tersenyum dan berkata “iya tawwa anak Unhas” salah seorang demontran dari UMI lantas mengajak beberapa mahasiswa UMI yang lain untuk ikut berdemo “kita jangan kalah dengan anak Unhas”.

Jalanan pun macet, jalur dua dimana satu jalur dikuasai oleh mahasiswa Unhas. Tidak ingin membiarkan moment ini lewat begitu saja, kami lantas mengambil beberapa gambar sebagai kenang-kenangan. Di Flyover berkumpul ratusan hingga ribuan mahasiswa Makassar, bentuk solidaritas menantang kenaikan BBM.

Belum kelihatan anarkisme di depan UMI, tapi bayang-bayang kemacetan di depan Kantor Bosowa Urip Sumohardjo sudah kelihatan. Sekelompok kecil mahasiswa UMI memasang balok kayu dipinggir jalan dan membakar ban, seperti tidak ingin memberi ruang bagi pengendara untuk melintas. Dalam batin saya berujar “ini alamat bakal macet total”. Tidak putus asa saya melihat ada ruang kecil untuk lewat, saya lihat sebagian pengendara memanfaatkan celah tersebut. Dan akhirnya kami bisa lolos dari kepungan macet.

1333016352828289276

disisi lain kota Makassar, mahasiswa UVRI

Syukurlah kami lolos dan melintas dengan mantap di Urip Sumoharjo, jalanan yang kami lalui sangat berbeda dengan biasanya yang ramai dan kadang macet. Jalanan melompong, saya seperti berkendadara diantara jam 11 malam hingga jam 6 pagi, benar-benar tidak padat. Di depan  M’tos sekelompok kecil mahasiswa antah berantah (saya tidak tahu asalnya, karena disekitar situ tidak ada kampus) membuat kekacuan kecil. Mereka memasang balok kayu di ¾ jalanan hingga membuat macet. Hal yang sama terjadi didepan kampus UIM, sekelompok kecil mahasiswa membakar ban dan membuat adegan teatrikal shalat jenazah dimana sebagian yang shalat Nampak tidak bisa menahan tawa. Pengendara yang lewat hanya berujar “mahasiswa gila”.

Dan setelah beberapa menit memaju kendaraan kami akhirnya tiba dengan selamat di kantor. Hari ini terasa istimewa bisa menjadi saksi demo besar anti kenaikan BBM. Pulang di kantor saya membuka facebook dan menemukan beberapa gambar lautan mahasiswa di flyover Urip Sumoharjo. Dan diantara mereka ada ratusan jas merah yang seperti seniornya dulu tetap peduli sama rakyat.

Salam Perjuangan

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

29 Maret 2012

Susunan Pengurus Nasional APPWI Periode 2012 – 2016

SUSUNAN PENGURUS NASIONAL

ALIANSI PENULIS – PEWARTA WARGA INDONESIA

PERIODE 2012 – 2016

 

 

I.       DEWAN PENDIRI:

(1)    Muslimin B. Putra, S.Sos.

(2)    Muh. Mattula’ada, S.E.

(3)    Suhendar M. Said, S.E.

(4)    Indra Sastrawat, S.E., Ak.

(5)    Kamriah, S.T.

II.     DEWAN PEMBINA/PENASIHAT:

[1]    Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si.

[2]    Armin Mustamin Toputiri, S.H.

[3]    Amirullah Tahir, S.H.

[4]    Andi Syoekry Amal

29 Maret 2012

Restoran di Ketinggian 1500 mdpl

by: Muh. Takdir

Termasuk langka jika bisa menemukan restoran di ketinggian 1500 mdpl apalagi menikmati hidangan makan, minuman dan cemilang-cemilang lainnya di restoran dengan ketinggin itu. Kawasan Puncak pegunungan merupakan salah satu alternatif tujuan wisata yang banyak dipilih masyarakat, khususnya bagi orang-orang kota yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaan, hawa panas, dan asap knalpot. Memanjakan diri di kawasan pegunungan yang berhawa dingin, panorama alam yang begitu indah, bukan tembok-tembok tinggi dan gedung-gedung bertingkat yang angkuh yang dijumpai di kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Makassar pun sudah mulai seperti itu, sungguh menjadi sarana melepas kepenatan, kegalauan, stress, kepimplangan, dan sebagainya. Tak ada kebisingan yang membuat telinga menjadi tidak lagi “peka” terhadap gejala-gejala alam. Mendengar kata “Puncak”, yang mungkin terbayang adalah sebuah tempat antara Bogor dan Cianjur yang kini telah dipenuhi vila-vila orang kota. Tak banyak yang tahu bahwa daerah di luar Jawa pun memiliki kawasan puncak yang tak kalah indah mempesona. Sulawesi Selatan misalnya. Penduduk Sulawesi Selatan sendiri masih banyak yang kurang tahu kalau Sulawesi Selatan pun punya tempat-tempat rekreasi yang kalah indahnya dengan yang ada di pulau Jawa.

Kota Malino, yang terletak 90 km arah selatan Kota Makassar, tepatnya di Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, merupakan salah satu kawasan wisata alam yang memiliki daya tarik yang luar biasa, seperti kawasan puncak Bogor ataupun Bandung. Waktu kecil saya mendengar Wisata Malino adalah objek wisata terbaik yang ada di Gowa di Sulawesi Selatan. Pertama kali menginjak kaki di Wisata Malino ketika menjadi Mahasiwa Baru di LIKMI STEKOM Sengkang, Sulawesi Selatan. Malino dengan objek wisata yang dikenal diantaranya air terjun takapala, air terjun Jonjo, Air terjun Lembanna, pohon pinus, pohon strawbery, serta kebun teh yang ada dipuncak pegunungan Malino dengan ketinggian kurang lebih 1500 mdpl. Kebun teh, ketika orang baru melihatnya melalui poto mengira kalau itu di pulau Jawa, anggaplah Bogor misalnya. Yaa, seperti itulah bagi orang-orang yang belum tahu tentang Kebun Teh Malino.

Kebun Teh Malino merupakan kawasan wisata yang cukup diminati masyarakat di Sulawesi-selatan bahkan orang-orang asing karena pemandangan yang indah dan udara yang sangat sejuk serta bebas dari polusi. Perkebunan Teh Malino yang terletak di Desa Bulutan dengan jarak sekitar 9 km dari kota Malino. Perkebunan teh ini merupakan hasil kerja sama antara Mitsui Norin Co. Ltd dan PT. Dharma Incharcop Coy, sebagai share holder dibawa bendera PT. Nittoh Malino Tea.

Namun semakin hari semakin banyak pengunjung berdatangan di kebun teh ini, pada awal Desember tahun 2011 lalu, pemerintah setempat serta beberapa instansi-instansi terkait berinisiatif melakukan renovasi di kebun teh ini. Mulai dari jalanan yang awalnya hanya jalanan yang tanpa aspal dijadikan aspal seperti jalanan pada umumnya, dibangun juga jalanan setapak menuju ke air terjun yang masih dalam kawasan kebun teh dan yang paling uniknya lagi yaitu membangun sebuah restoran dipuncak kebun teh Malino. Sejak habis direnovasi Kebun teh ini mulai beroperasi per tanggal 25 Desember 2011. Karcisnya pun sebelumnya hanya Rp. 5.000 itupun terkadang orang mengistilahkan uang rokok buat security, tapi sekang karcis sudah status resmi dengan harga Rp. 50.000/ orang dewasa.

Restoran inilah yang sangat unik karena letaknya berada di ketinggian 1500 mdpl. Saya rasa kalau restoran ini jika dikembangkan dan diperkenalkan ke seluruh daerah di Indonesia terkhusus di Sulawesi akan semakin banyak pengunjung berdatangan.

 

Nampak dari jauh restoran dipuncak kebun teh yang diambil dari bagian bawah kebun teh tersebut.

 

Nampak gambar restoran ini dari sudut samping dan depan.  

Seperti inilah pemandangan yang bisa dilihat di restoran ini. Pengunjung dapat memandang gunung berjejeran yang setinggi dengan lokasi bahkan pengunjung dapat melihat Bendungan Bili-bili dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Jalanan aspal yang harus dilewati menuju Restoran puncak Kebun Teh Malino.

wb: mh_takdir@yahoo.com