Kesal, Iko Uwais from Makassar Hajar Pengendara Matic

by: Indra Sastrawat

Bulan Januari kemarin sebuah kejadian unik sekaligus horor terjadi didepan mata saya, ceritanya ketika pulang ke rumah pas melewati jalan Perintis Kemerdekaan antara tugu Adipura dan M’Tos, Makassar. Entah kenapa jalan di antara Perintis dan M’Tos malam itu macet, padahal malam itu jalanan lain tidak macet. Jam-jam setelah magrib apalagi merupakan waktu-waktu paling krusial, berburu dengan rasa lapar dan rasa gerah semua orang ingin secepatnya tiba di rumah. Rasa tidak sabar membuat beberapa orang seperti memaksakan kendaraannya untuk segera lepas dari kemacetan.

Macet di Makassar, kalau seperti seringkali emosi tidak terkontrol (www.daenggassing.com)

Dan disaat semua kendaraan seperti merangkak, tiba-tiba dari arah samping jaraknya sekitar 3 M dari kami, seorang pemuda tanggung dengan gaya silatnya ala Iko Uwais dalam film Merantau menerjang seorang pengendara kendaraan yang lain. Sambil berteriak menantang “ayo kita berkelahi”, “berani ko lawan kah”, Iko Uwais yang membabi buta ini terus menghujamkan tinjunya ke pengendara yang memakai motor matic ini. Untungnya beberapa pukulan melesat dari target mengenai helm. Malam itu saya seperti melihat adegan film Mandarin, sebuah perkelahian di jalanan atau lebih tepatnya pemukulan karena yang dipukul hanya berusaha menghindar.

Rupanya beberapa detik sebelumnya si pengendara matic ini ugal-ugalan, dalam kondisi macet dia masih memaksakan kendaraanya. Dan salah seorang pendendara merasa jengkel, mungkin kendaraannya ikut kena senggol. Karena emosi dia langsung menghampiri dan menghajar tanpa ampun si matic seperti Mike Tyson menghajar Frank Bruno. Saya kadang heran, sebagian besar pengendara matic suka ugal-ugalan, suka menyalip dan lajunya sangat kencang.

Merasa kalah-secara fisik si penyerang memang berbadan lebih besar, dia berlari sambil berucap “tunggu saya di sini, awas ko”. Saya tahu dia lari ke suatu tempat untuk mencari senjata badik atau parang. Seketika para pengendara yang tadi bosan lepas dari kemacetan seperti mendapat tontonan gratis dari layar lebar di twenty one. Rasa malu membuatnya melupakan motor maticnya yang seperti tuannya juga terkapar di jalanan, dia tinggalkan motornya untuk mencari sesuatu yang bisa membuat keadaan menjadi seimbang, apalagi kalau bukan badik.

Dalam hati saya, wah ini sudah tidak asyik lagi. Beberapa bulan sebelumnya di sekitar lokasi ini pernah terjadi penikaman. Korbannya ada 3 orang yang meninggal. Perkaranya hanya sepele, ada insiden antara si tukang ogah yaitu orang yang membantu polisi mengatur lalu lintas dengan pengendara. Si pengendara motor ini rupanya naik pitam dan langsung menikam si ogah, seorang temannya yang ingin membantu juga kena tikaman. Belum puas, dalam keadaan terjepit di kejar massa, si barbar ini lari mencari angkot. Namun supir yang ditumpangi angkotnya menolak untuk menjalankan kendaraannya, emosi kemudian si barbar itu menikam supir tadi. Jadi dalam tempo 10 menit ada 3 nyawa melayang ke alam baka.

Saya tahu batasan emosi orang Makassar, ibarat kompor sumbunya memang pendek. Dengan sumbu yang pendek sebuah kompor mudah meledak. Makanya kejadian semalam sudah saya perkirakan akan gampang terjadi di Makassar. Dalam 3 tahun terakhir lalu lintas Makassar berubah ekstrim, seperti neraka dimana-mana mulai macet sejak pagi hingga sehabis Magrib sering macet.

Saya tidak ingin berlama-lama ditempat itu, secepatnya begitu ada ruang, motor saya pacu secepatnya. Saya belum tahu kelanjutan drama semalam. Entah bagaimana kabar keduanya, si Iko Uwais kalau dia masih waras harusnya segera minggat dari tempat itu. Kejadian diatas bisa saja menimpa siapapun, benar kata media: jalanan seringkali menghadirkan horor yang tak tertuga.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: