Anggota DPR dan Anak TK

by: Indra Sastrawat

Ada benarnya ungkapan Gus Dur alias Abdurrahman Wahid yang menyebut anggota DPR seperti anak TK yang suka ribut  dan suka berantem. Saya tambahkan satu lagi yaitu suka menangis

Beberapa hari lalu kami diundangan persentasi di salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) di Makassar, ketika waktu persentasi tiba suara anak-anak TK memang sangat ribut. Beberapa kali guru berusaha mendiamkan tapi tetap saja ribut, tidak hanya ribut kadang ditengah persentasi ada anak TK yang menangis dan berantem, saya lantas teringat dengan pernyataan Gus Dur dulu ketika menyinggung prilaku anggota DPR, yang katanya anggota DPR seperti anak TK.

Prilaku anggota DPR yang suka ribut bisa dilihat disidang-sidang paripurna DPR atau sidang di komisi, prilaku anggota DPR tidak jauh beda dengan prilaku anak TK. Atas nama kepentingan negara mereka berusaha saling menyerang opini, bahkan tidak jarang kata-kata umpatan sering meluncur dari mulut anggota dewan terhormat. Anehnya prilaku barbar semacam ini dianggap biasa oleh anggota DPR.

Bahkan kegemaran bikin ribut tidak hanya terjadi di ruang-ruang sidang, tidak jarang keributan itu muncul diacara Talk Show di televisi. Terakhir dalam kasus renovasi ruang Banggar yang super mewah, tiba-tiba kegaduhan muncul dari anggota DPR yang menolak, lucunya kegaduhan justru terjadi disaat ruangan ini sudah selesai di renovasi. Seolah-olah ini hanyalah scenario, atau lelucon khas Senayan.

Prilaku barbar anggota DPR lainnya yaitu suka berantem. Layaknya anak TK, berantem merupakan budaya baru anggota DPR kita. Tidak peduli dengan nasib rakyat, semua keputusan partai akan dipertahankan mati-matian hingga mereka saling berantem seperti para gladiator yang haus darah, bedanya para anggota DPR ini haus kekuasaan.

Walau berantemnya anggota DPR tidak secara fisik, tapi model berantem anggota DPR jauh lebih parah dari anak TK. Buktinya ketika muncul kasus Century Gate ini masing-masing kelompok yang pro dan kontra saling lempar, saling hujat dan saling serang. Tidak peduli program pemerintah baik, yang namanya oposisi sengaja memancing emosi partai pendukung untuk kemudian berantem opini.

Prilaku anggota DPR yang terakhir menurut saya adalah suka menangis, mungkin ada yang bertanya kenapa anggota DPR dibilang suka menangis !!

Coba lihat ketika menjabat sebagai anggota DPR, anggota DPR mengumbar senyuman dan kebanggannya diumbar di tengah rakyat, namun begitu ditangkap karena terjerat kasus korupsi senyuman tadi berubah menjadi tangisan. Di depan hakim dan jaksa para anggota DPR ini tidak malu-malu mengumbar tangisannya seperti anak TK. Entah tangisan ini bertanda rasa penyesalan atau hanya kamuflase saja, berharap mendapatkan rasa kasihan dari hakim.

Lalu masih pantaskah kita berharap banyak dengan anggota DPR yang tingkahnya mirip anak TK. Sebuah plesetan singkatan DPR ini bisa mewakili rasa jengkel rakyat terhadap anggota DPR. DPR adalah Dewan Perampok Rupiah.

wb: indrasastrawat@yahoo.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: