Teknik Press Release

by: Mung Pujanarko

Press release harus disadari benar terlebih dahulu implikasinya adalah semua fakta data yang akan di-release ke pers.

Untuk itu patut direnungkan terlebih dahulu mana saja fakta yang akan di-release ke pers.

Di release = dilepaskan.

Dilepaskan berarti akan terjadi fenomena snowball.

Antisipasi semua yang akan menggelinding.

Press release untuk press/media, jika untuk pengenalan pejabat dan segala sesuatu yang bersifat promosi maka semakin banyak bahan semakin bagus.

Jika press release untuk menyanggah berita yang berkembang, maka semakin efektif sanggahan semakin bagus.

Jika press release untuk mendukung berita yang berkembang, semakin optimal  perkembangan positif yang di-release  semakin bagus.

Jadi Press release tergantung dari menguntungkan atau merugikan pihak pembuat.

Press Release atau siaran pers biasanya selama ini dipahami sebagai informasi dalam bentuk berita (news) yang dibuat oleh Public Relations (PR) suatu organisasi/ perusahaan yang disampaikan kepada pengelola pers/ redaksi media massa (tv, radio, media cetak, media online) untuk dipublikasikan dalam media massa tersebut.

Namun seiring perkembangan teknologi,  berita/news yang sudah susah payah dibuat oleh Humas itu sudah tidak lagi efektif, karena pasti dirubah lagi isi bahkan esensi beritanya oleh wartawan dan redaksi media yang dikirimi press release, dan justru akan memancing wartawan untuk mengorek kelemahan-kelemahan pada berita Humas. Selama ini press release dari jaman ke jaman tidak berubah alias stagnan yakni :

-Melulu bentuk informasi news / berita yang dibuat Humas.Ini kurang efektif karena wartawan yang menerima release seperti ini akan mengubah release ini menjadi berita sesuai policy redaksional wartawan yang bersangkutan.

Padahal yang efektif adalah bentuk list gradual yang berisi detail 5 W 1 H namun disusun tidak dalam format berita, melainkan hanya dalam format note pad, atau sticky note. Bentuk Press Release ini lebih berguna ketika dibagikan kepada wartawan sebelum humas melakukan jumpa pers. Jadi wartawan terlebih dahulu memegang basic data dari person, occasion, dan event, yang hendak ditanyakan/digali oleh wartawan dalam jumpa pers.

Press release yang efektif juga hendaknya berisi guidance information atau panduan ketika hendak diadakan Jumpa Pers saja. Misalnya wartawan seringkali keliru dalam menulis ejaan nama, gelar, pangkat, nama kantor, nama-nama penting, dan istilah-istilah. Hal ini merugikan company/instansi yang sudah melakukan jumpa pers. Untuk itu sebaiknya press release  berisi sticky note yang meliputi lis-list penting, terutama nama (who), event (what), where (alamat lengkap) when (tanggal), Why (mengapa,tujuan jumpa pers) dan How yang berisi hal seputar  apa yang hendak disampaikan dalam koridor visi dan misi jumpa pers tersebut. Meski tanya jawab berkembang oleh nara sumber yakni pejabat dalam company/instansi yang berwenang, namun press release tersebut tetap menjadi guidance yang berguna bagi wartawan di lapangan.

source: http://pewarta-indonesia.com/kolom-pewarta/mung-pujanarko/7362-teknik-press-release.html

pb: mattula_ada@live.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: