Archive for Januari, 2012

31 Januari 2012

Menggagas Organisasi Pewarta Warga Bernama APPWI

by: Muslimin Beta

Hasil pertemuan pegiat pewarta warta Sulsel pada Sabtu (28/1/2012) lalu di sebuah perkantoran Komplek Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, PPWI Reformasi yang dimaksud berbentuk Aliansi atau Perhimpunan. Ada usulan bernama APWI, APWINDO, Perhimpunan PWI/PPWI. Sedang saya sendiri cenderung merangkum dengan nama : APPWI singkatan dari Aliansi Penulis-Pewarta Warga Indonesia. Kalau mau sedikit nakal maka APPWI bisa juga disingkat: Anti-PPWI-nya WIlson Lalengke.

APPWI adalah hasil akomodasi dari berbagai pendapat sebagai rasa keberasamaan dan demokratis. Kata “Aliansi” masukan dari rekan Indra Sastrawat, kata “Penulis-Pewarta’ masukan dari sobat Mattula Ada, sedangkan kata “Warga Indonesia” kesepakatan bersama.

Alasan utama membentuk nama baru karena diprediksi tidak ada tanda-tanda kubu Wilson Lalengke (Ketua Umum DPN PPWI 2007-2012) akan mengadakan Kongres/Munas PPWI pada November 2012 mendatang, misalnya tidak ada pembentukan panitia kongres/munas, dll. Kalau pun diadakan KOngres/Munas, maka bisa dipastikan WL akan tetap jadi Ketua Umum atau memasang orang-orangnya untuk menjadi Ketua Umum sehingga bisa diprediksi PPWI akan tetap dikendalikan oleh WL.

Langkah untuk pembentukannya, diawali dengan menggelar Temu Nasional Pewarta Warga di Jakarta, atau di Makassar atau di Semarang atau dikota lainnya yang disepakati oleh para pewarta warga yang se-ide dengan pembentukan PPWI reformasi. Pada ajang Temu Nasional itulah digelar pemilihan Ketua Umum dan perangkat organisasi lainnya secara nasional.

wb: musliminbputra@yahoo.com

17 Januari 2012

Pegawai Pemda Pangkep Berhasil Meraih Gelar Doktor!

by: Mattula’ada

Pagi tadi (Selasa, 17 Januari 2012) salah seorang pegawai Pemda Pangkep yang saat ini menjabat sebagai plt. Kabid Ekonomi Bappeda Kab. Pangkep bernama Bapak Abdul Gaffar berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Kajian Dinamika Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Berbasis Masyarakat” di Ruang PPS Lt. 3 Fak. Pertanian Univ. Hasanuddin, Makassar. Hadir pada acara tsb adalah Bapak Prof. Dr. Ir. Yusran Nur Indar, Mphill., selaku promotor; Bapak Prof. Dr. Ir. Natsir Nessa MS., dan bapak Prof. Dr. Ir. Budimawan DEA, selaku Ko-Promotor; serta Bapak Dr. Ir. Marjuni Sultan, MSi, Bapak Prof. Ir. Saleh S. Ali MSc., Ph.D, Bapak Dr. Munsi Lampe MA., dan bapak Dr. Ir. A. Adri Arief MSi;  yang masing-masing bertindak sebagai Tim Penguji .

Selain itu, pada kesempatan tsb nampak pula orang nomor satu Pangkep, Bapak Bupati Kab. Pangkep beserta Wakil Bupati, serta Kepala DPRD Kab. Pangkep, dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan dan Sekretaris Bappeda Kab. Pangkep.

Dihadapan Tim Penguji, dengan mantap Bapak Abdul Gaffar memaparkan bahwa pembelajaran masa lalu dimana masyarakat memiliki kewenangan yang sangat besar mengelola sumber dayanya, diyakini merupakan kunci untuk mengelola sumber daya secara optimal dan berkelanjutan yang selama ini dikenal sentralistik dan open acces. Skenario sistem pengelolaan sumberdaya pesisir yang adaptif dan akomodatif sebaiknya mengkombinasikan antara sistem berbasis tradisi dan program, sehingga pengelolaan sumberdaya dibagun dari pilar sosial dan budaya yang kuat hingga tercapainya keseimbangan antara kepentingan ekologi, ekonomi, dan sosial budaya. Dengan skenario ini, diharapkan mampu mengatasi kerusakan wilayah dan penurunan produktifitas yang dialami masyarakat pesisir dan pulau, yang selama ini juga terbukti membuat penghidupan mereka semakin melarat.

Sebagai penutup, Bapak Abdul Gaffar menyarankan agar konteks implementatif pengelolaan sumberdaya pesisir berbasis masyarakat seharusnya melihat relevansi dengan atau merujuk pada konteks lokal, dan bukan merupakan deduksi atau derivasi semata-mata kebijaksanaan nasional, sehingga dapat menumbuh-kembangkan (memfasilitasi) persepsi dan partisipasi dalam semangat kebersamaan masayarakat (community spirit), hubungan harmoni masyarakat (community harmony relationship) serta kesejahteraan masyarakat (social well-being) yang terintegrasi.

Strategi penelitian adalah studi khasus pada unit komunitas di tiga desa yaitu, Desa Mattiro Deceng di Pangkep, Sulawesi Selatan, Desa Wabula dan Kelurahan Takimpo di Kab. Buton, Sulawesi Tenggara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengungkapan life history, pengamatan terlibat dan penggunaan dokumen. Pertimbangan desa-desa tsb dijadikan unit analisis karena di desa-desa itu sedang berlangsung program dengan pendekatan pengelolaan sumberdaya pesisir berbasis program dan pengelolaan sumberdaya pesisir yang berbasis tradisional (traditional-based).

Dengan berhasilnya Bapak Abdul Gaffar meraih gelar Doktor-nya, Tim Penguji mengingatkan agar kiranya ybs tidak terlena dan dapat menerapkan serta terus meningkatkan ilmunya, utamanya  demi kemajuan Kabupaten Pangkep, tempat ybs mengabdi saat ini.

wb: mattula_ada@live.com